Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, October 3, 2021

11364. PERINTAH MEMBACA AMAT PENTING BAGI MANUISA

 





PERINTAH MEMBACA AMAT PENTING BAGI UMAT MANUSIA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Perintah membaca sangat penting untuk umat manusia.

 

Yaitu "membaca" dalam aneka maknanya.

 

Adalah syarat pertama dan utama pengembangan ilmu dan teknologi.

 

Serta syarat utama untuk membangun peradaban.

 

Semua peradaban yang bertahan lama.

 

Dimulai dari suatu kitab (bacaan).

 

Peradaban Yunani mulai dengan Iliad karya Homer.

Pada abad ke-9 sebelum Masehi.

 

Dan berakhir dengan hadirnya Kitab Perjanjian Baru.

 

 

Peradaban Eropa mulai dengan karya Newton (1641-1727).

 

Dan berakhir dengan filsafat Hegel (1770-1831).

 

Peradaban Islam lahir dengan kehadiran Al-Quran.

 

Dan yakin bahwa Al-Quran akan bertahan sampai kiamat.

 

Al-Quran surah Al-Hijr (surah ke-15) ayat  9.

 

 

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

 

Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.

 

 

Pengetahuan dan peradaban yang dirancang yang Al-Quran.

 

Adalah pengetahuan terpadu melibatkan akal dan kalbu.

 

 

Ada 2 faktor untuk mendapat ilmu dalam wahyu awal Al-Quran.

 

Yaitu subjek dan objek.

 

Tiap pengetahuan punya subjek dan objek.

 

Secara umum subjek dituntut berperan untuk memahami objek.

 

Tapi pengalaman ilmiah menunjukkan.

 

Bahwa objek terkadang memperkenalkan dirinya kepada subjek.

Tanpa usaha dari subjek.

 

Misalnya, Komet Halley masuk cakrawala.

Hanya sejenak tiap 76 tahun.

 

Dalam kasus ini.

meskipun para astronom menyiapkan diri.

Dengan segala[1]alatnya untuk mengamati dan mengenalnya.

 

Tapi yang lebih berperan adalah hadirnya komet itu.

Untuk mengenalkan dirinya.

 

Wahyu, ilham, intuisi, atau firasat yang didapat manusia.

Yang siap dan suci jiwanya.

 

Atau apa yang diduga sebagai "kebetulan".

 

Yang dialami ilmuwan tekun.

 

Semuanya bentuk pengajaran dari Allah.

 

Yang analognya dengan kasus komet di atas.

 

Hal itu disebut pengajaran tanpa kalam.

Yang ditegaskan dalam wahyu awal.

 

Al-Quran surah Al-Alaq (surah ke-96) ayat 1-5.

 

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ

 

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.

 

خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ

 

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

 

 

اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ

 

Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah.

 

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ

 

Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.

 

عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

 

Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

 

 

Artinya

Allah mengajar dengan pena.

Apa yang telah diketahui manusia sebelumnya.

 

Dan mengajar manusia tanpa pena.

Apa yang belum ia ketahuinya.

 

Al-Quran sejak dini memadukan usaha dan pertolongan Allah.

 

Yaitu akal dan kalbu, pikir dan zikir, iman dan ilmu.

 

Akal tanpa kalbu membuat manusia seperti robot.

 

Pikir tanpa zikir membuat  manusia seperti setan.

 

Iman tanpa ilmu ibarat pelita di tangan bayi.

 

Dan ilmu tanpa iman seperti pelita di tangan pencuri.

 

 

Al-Quran adalah kitab terpadu.

 

Yang memperhatikan seluruh unsur manusia, jiwa, akal, dan jasmaninya.

 

 

(Sumber Quraish Shihab)

11363. ORANG SABAR LEBIH BANYAK INSPIRASI

 




ORANG SABAR

LEBIH BANYAK  INSPIRASI

Oleh: Agus Mustofa*

 

 

“Siapakah yang lebih berpeluang memeroleh inspirasi?”

 

 Tanya kawan saya, melanjutkan diskusi soal “beternak inspirasi”.

 

Sambil tersenyum saya jawab: “orang yang sabar”.

 

“Apakah orang yang emosional dan pemarah sulit memeroleh inspirasi?”

 

“Ya iyalah.

Kan bisanya cuma marah-marah.

 

Tidak mendapat solusi, malah memeroleh masalah”, kata saya, lantas tertawa.

 

“Tapi, kan dia mendapat inspirasi untuk marah-marah”, sergahnya, tidak mau kalah.

 

“Itu bukan inspirasi.

Tapi, melampiaskan kekesalan hati..!”

Kami tertawa bersama.

 

Inspirasi adalah datangnya ide.

 

Untuk menyelesaikan masalah.

Bukan menambah runyam permasalahan.

 

Apalagi, menambah besar masalah.

 

Dalam pandangan Neurosains, gelombang otak orang yang marah-marah bersifat kacau.

 

Tak beraturan.

 

Demikian pula denyut jantungnya, berdegup-degup kencang.

 

Bahkan, memunculkan hormon stress: kortisol dan adrenalin.

 

 

Kedua hormon ini akan mengubah aktivitas tubuh menjadi lebih fisikal, dibandingkan kejiwaan.

 

Itulah sebabnya, pada orang yang stress, inspirasi menjadi terhambat.

 

Karena, proses munculnya inspirasi adalah aktivitas kejiwaan.

 

 

Pada tingkat stress yang tinggi, gelombang otak akan melonjak ke frekuensi gamma.

 

Atau, bahkan supergamma.

 

Berkisar 40 – 100 Hz.

 

Bandingkan dengan gelombang otak normal pada orang sadar, yang berkisar 14 – 20 Hz.

 

Di mana seseorang bisa berpikir secara logis dan rasional.

 

 

Pada orang-orang yang mengalami tekanan tinggi, ia akan kehilangan kontrol pada logika dan rasionalitasnya.

 

Yang dominan adalah emosi.

 

Yang justru menjadi mental-block, bagi munculnya inspirasi.

 

Berganti menjadi mekanisme survival.

 

Alias pertahanan diri.

 

 Yang bersifat fisikal.

Misalnya, pada orang-orang yang ketakutan.

 

Dan, terancam jiwanya.

 

Tiba-tiba, ia bisa melompati pagar yang tinggi.

 

Ataupun, sungai yang lebar.

 

Di mana, itu tidak bisa ia lakukan pada kondisi normal.

 

Jadi, mekanisme tubuhnya lebih mengarah kepada eksploitasi fisikal.

 

Yang sangat menguras tenaga.

 

Dalam kondisi ini, mentalnya justru tertekan.

 

Tidak logis.

 

Tidak rasional.

 

Dan, daya ingatnya menurun.

 

Didominasi mekanisme pertahanan diri: “lari” atau “lawan”.

 

Sebaliknya, pada orang yang emosinya rendah, aktivitas mental lebih dominan.

 

Gelombang otaknya mengarah ke kondisi alfa-teta.

 

Sekitar 8 – 4 Hz. Di mana kondisi kejiwaan menjadi lebih sensitif.

 

Penuh perasaan dan penghayatan.

 

 

Bukan emosi kasar yang melonjak-lonjak.

 

Melainkan, emosi halus.

 

Di mana radar jiwanya menjadi lebih peka.

 

Kondisi ini berimpit dengan kondisi kejiwaan orang yang sabar.

 

Yang rendah hati.

 

Yang penuh empati.

 

Dan semacamnya.

 

Itulah sebabnya, orang-orang yang sabar, rendah hati dan penuh empati, memiliki “pintu inspirasi” yang lebih lebar.

 

Gampang tersentuh.

 

Dan kemudian ingin melakukannya.

 

Tinggal memberikan arah.

 

Sesuai kebutuhan.

 

Dalam konteks spiritual, kesabaran adalah akhlaq yang mulia.

 

Berderajat tinggi.

 

Dan, menyebabkan seseorang dekat dengan Allah.

 

Sehingga seringkali memperoleh petunjuk.

 

Bahkan pertolongan dari-Nya. Dalam banyak persoalan hidupnya.

 

Bahkan, Al Qur’an menggambarkan dalam situasi perang pun, dibutuhkan kesabaran.

 

Bukan emosional.

 

Yang menyebabkan seseorang kehilangan kontrol.

 

Dan, akal sehat.

 

Sehingga, dengan kesabaran itu kekuatan pasukan yang lebih kecil pun bisa mengalahkan pasukan yang jauh lebih besar.

 

Al-Quran surah Al-Anfal (surah ke-8) ayat 65.

 

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ ۚ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ ۚ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ

 

 

Hai Nabi, kobarkan semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada 20 orang yang sabar di antaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan 200 orang musuh. Dan jika ada 100 orang yang sabar di antaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan 1.000 orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.

 

 

Betapa hebatnya Allah memberikan gambaran tentang orang yang sabar.

 

Sebuah kualitas mental yang bisa menaklukkan kekuatan 10 kali lipatnya.

 

Kenapa bisa demikian?

 

Karena, kesabaran menyebabkan terkontrolnya semua potensi kemanusiaan kita.

 

Dan, membuka pintu inspirasi selebar-lebarnya.

 

Untuk memperoleh solusi bagi permasalahan yang sedang dihadapi.

 

 

Dalam ayat yang berbeda, Allah mengatakan bahwa orang yang sabar senantiasa didampingi oleh-Nya.

 

Dalam menghadapi berbagai masalah hidupnya.

 

MasyaAllah ..

 

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 153.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

 

 

Hai orang-orang beriman, jadikan sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

 

 

[Dimuat di Harian DisWay, Jumat, 20 November 2020]

*Alumni Teknik Nuklir UGM, Penulis Buku-Buku Tasawuf Modern, dan Founder Kajian Islam Futuristik.