Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, January 11, 2022

12336. TEKS HADIS TAK SELALU SAMA DENGAN UCAPAN NABI

 



TEKS HADIS TAK SELALU SAMA DENGAN UCAPAN NABI

Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Hadis (menurut KBBI V) adalah sabda, perbuatan, takrir atau ketetapanNabi Muhammad.

 

Yang diriwayatkan atau diceritakan oleh para sahabat untuk menjelaskan dan menetapkan hukum Islam.

 

Hadis adalah sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Quran.

 

Hadis dalam arti ucapan yang berasal dari Nabi Muhammad.

 

Pada umumnya diterima berdasarkan riwayat dengan makna.

 

Artinya teks hadis tidak sepenuhnya persis sama dengan yang diucapkan oleh Nabi.

 

Banyak syarat yang harus dipenuhi oleh para perawi hadis.

Sebelum mereka diperkenankan meriwayatkan dengan makna.

 

Tapi masih ada problem menyangkut teks sebuah hadis.

  

Dalam pembahasan makna hadis dapat muncul masalah,

 

“Apakah pemahaman makna sebuah hadis harus dikaitkan dengan konteksnya atau tidak?”

 

“Apakah konteks itu terkait dengan pribadi pengucapnya saja.

 

Atau mencakup pula mitra bicara.

Dan kondisi sosial.

Saat diucapkan atau diperagakan?”

 

Sebagian ulama berpendapat.

 

Bahwa dalam memilah suatu hadis.

 

Harus dibedakan dalam kaitannya dengan konteks pribadi Nabi Muhammad.

 

Sebagai manusia teladan.

Yang bertindak selaku Rasul, mufti, hakim penetap hukum, pemimpin masyarakat.

 

Atau sebagai pribadi istimewa yang berbeda dengan manusia lainnya.

  

Para ulama berpendapat.

 

Perintah dan larangan Nabi terkadang bisa ditafsirkan berbeda.

 

Sebuah perintah ada yang jelas dan ada yang tidak jelas.

 

Sikap para sahabat menyangkut perintah Nabi yang jelas pun terkadang berbeda.

 

Ada yang memahaminya secara “tekstual”.

 

Dan ada yang “kontekstual”.

 

Tekstual artinya sesuai naskah berupa kata-kata asli Nabi.

 

Kontekstual ialah sesuai dengan situasi dan kondisi.

 

Yang ada hubungannya dengan suatu kejadian.

  

Misanya, Ubay bin Kaab dalam perjalanan ke masjid.

 

Dia mendengar Nabi bersabda,

”Ijlisu”.

Artinya, “Duduklah kalian”.

 

Maka Ubay bin Kaab langsung duduk di jalan.

 

Artinya Ubay bin Kaab memahami hadis secara “tekstual”.

 

Dalam Perang Ahzab.

 

Nabi bersabda,

 

”Jangan ada yang melakukan salat Asar.

 

Kecuali kalian sudah sampai diperkampungan Bani Quraizhah”.

  

Sebagian pasukan Islam memahami teks hadis secara“tekstual”.

 

Sehingga mereka tidak melakukan salat Asar.

 

Meskipun batas waktu salat Asar sudah habis.

 

Mereka salat Asar di perkampungan Bani Quraizhah.

Sebagian pasukan Islam lainnya memahami secara“kontekstual”.

 

Sehingga mereka melakukan salat Asar pada waktunya salat Asar.

 

Sebelum tiba di perkampungan Bani Quraizhah.

  

Nabi tidak menyalahkan kedua kelompok sahabat.

 

Yang memakai pendekatan berbeda memahami teks hadis.

 

Nabi membenarkan dua kelompok sahabat.

 

Yang memahami hadis secara “tekstual” maupun “kontekstual”.

  

Demikian beberapa pandangan ulama tentang hadis.

 

Ketetapan hukum selalu terkait “illat” atau “motifnya”.

 

Jika ada motifnya, maka hukumnya bertahan.

 

Dan jika tidak ada motifnya, maka hukumnya gugur.

 

Motif adalah alasan atau sebab seseorang melakukan sesuatu.

 

 

Daftar Pustaka

1.      Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.      Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran

 

12334. MAROKO VS GHANA (1-0)

12331. BOM ATOM HANCURKAN PENDUDUK JEPANG BUKAN OLEH MUSLIM

 


 





BOM ATOM HANCURKAN PENDUDUK JEPANG BUKAN  OLEH MUSLIM   

Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

  

Fitnah adalah perkataan bohong atau tanpa berdasar kebenaran disebarkan dengan maksud menjelekkan.

 

Hoaks adalah berita bohong.

 

Gibah adalah membicarakan keburukan orang lain atau bergunjing.

  

Gibah memang sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

 

Fitnah adalah tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

 

Islam melarang fitnah dan gibah

 

Pieree Vogel Jerman

 

Menurut Pierre Vogel agama Islam difitnah, karena ajaran Islam bagus dan benar.

  

Biasanya sesuatu yang baik, akan difitnah.

 

Pierre Vogel (lahir di Frechen, 20 Juli 1978), juga dikenal sebagai Abu Hamza adalah mantan petinju profesional dan penceramah Islam Jerman.

  

Vogel berpindah ke Islam pada 2001

 

 

Tak lama setelah itu dia mulai kursus pembelajaran Islam di Jerman, dan kemudian belajar di Madinah.

  

Vogel menikah dengan wanita muslimah Maroko dan ayah 3 anak.

Sosok mualaf ini brilian menangkis tuduhan dan stigma negatif yang menyatakan teroris pada umat Islam.

 

 Dahulu Pierre Vogel penganut kristiani dan sosok anti Islam.

  

Tetapi dengan hidayah Allah, ia memeluk Islam.

  

Tahun 2011, Pierre Vogel memberi presentasi tentang Islam di hadapan rakyat Jerman yang kebanyakan kristiani dan komunis.

  

Tiba-tiba ada seseorang yang berteriak.

 

“Pada zaman sekarang, apakah ajaran Islam yang mengajarkan teroris, masih laku!?

  

Vogel pun senyum dan memanggil orang itu naik ke atas mimbar.

  

Di depan ribuan pengunjung ia menjelaskan:

 

Siapakah yang mencetuskan Perang Dunia ke-1?

 

Apakah orang Islam?

  

Siapa yang mencetuskan Perang Dunia ke-2?

 Apakah orang Islam?

  

Siapa yang membunuh 20 juta orang suku Aborigin Australia?!

 

Apakah orang Islam?

 

Siapakah yang menghantarbomuntukmenghancurkan Hiroshima dan Nagasaki?

 

Apakah orang Islam?.

 

 Siapa yang membunuh lebih 100 juta orang Indian Amerika Utara?

 

apakah orang Islam?

  

Dan siapa yang membunuh 50 juta orang Indian di Selatan Amerika?

 

Apakah orang Islam?

 

 Siapakah yang menjadikan 180 juta orang Afrika sebagai budak dan 88% budak itu mati dibuang di lautan Atlantik!

  

Apakah orang Islam yang melakukannya?

  

Siapakah yang membunuh lebih 100 juta orang Indian Amerika Utara?

 

Apakah orang Islam?"

  

Tidak ada di antara para pelaku itu, adalah orang-orang Islam!!

 

Pelakunya bukan orang lslam.

  

Apakah Anda masih berpikir Islam adalah masalah, apakah Islam teroris ?!

Silahkan jawab?

 

 

Seharusnya kalian berpikir, kenapa Islam difitnah.

 

Berarti ada sesuatu yang tersimpan di dalamnya.

  

Jika kalian bisa menciptakan produk terbaik untuk dunia ini, apakah kalian tidak bisa memaksimalkan akal kalian untuk mencari kebenaran?!

 

 

Silakan kalian berpikir!!!!

 

 Kemudian Pierre Vogel mengutip ayat Al-Quran dan hadisNabi.

  

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 11-12.

 

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ قَالُوٓا۟ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ


أَلَآ إِنَّهُمْ هُمُ ٱلْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِن لَّا يَشْعُرُونَ



Dan bila dikatakan kepada mereka: “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan

Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.


 Rasulullah bersabda,”Siapa pun yang mengarahkan orang untuk berbuat kebaikan, maka dia akan punya pahala sama dengan orang yang berbuat kebaikan."

  

Dahulu Pierre Vogel seorang penganut kristiani dan sosok anti Islam.

  

Tetapi dengan hidayah Allah ia 'convert' agamanya menjadi Islam.

Ketika ia berdakwah dan menangkis tudingan itu, justru 1500 orang menyatakan masuk Islam.

  

Pada saat itu ratusan kristiani naik ke panggung dan ikrar syahadat.

 

 Pada hari ke-2 terjadi hal serupa, ratusan kristiani dan komunis berikrar syahadat.

  

Yang menarik sosok pimpinan Yahudi Jerman ikut mengikrarkan syahadatdankini berjuang bersama dengan Pierre Vogel untuk mengabarkan kebenaran Islam.

  

Subhanallah, Gemuruh takbir menghantar ribuan non muslim mengucapkan syahadat dalam waktu dekat.

  

Street Dakwah Mualaf Jerman yang dimotori Pierre Vogel menggelar presentasi public selama seminggu menjelaskan tentang agama Islam, Diinul Islam, tauhid dan sebagainya.

  

Rakyat Jerman yang terkenal etos kerja yang giat dan pola pikirnya yang cerdas tertarik dengan Diinul islam yang masuk akal, mudah dan logis.

   

Pierre Vogel di damping rekannya yang juga muallaf caliber dunia "Bilal Philips", membimbing orang-orang yang masuk Islam untuk mengucapkan syahadat.

Ada yang menarik dalam momen ini, seorang aktifis Yahudi Jerman yang bersedia meninggalkan ajaranl amanya untuk mengimani Islam.

 

 Sambutan bertambah meriah, teriakan takbir menggema dan Vogel memeluk erat serta mencium keningnya yang disambut Bilal Philips memeluk pria itu.

  

Al-Quran surah An-Nasr (surah ke-110) ayat 1-3.

  

 

إِذَا جَآءَ نَصْرُ ٱللَّهِ وَٱلْفَتْحُ

وَرَأَيْتَ ٱلنَّاسَ يَدْخُلُونَ فِى دِينِ ٱللَّهِ أَفْوَاجًا

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَٱسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ تَوَّابًۢا

 

Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima tobat.



(Sumber: muslim.or.id)