Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, February 14, 2022

12482. ADA 5 VIRUS PENDIDIKAN DI INDONESIA

 












ADA 5 VIRUS PENDIDIKAN DI INDONESIA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Ada 5 virus pendidikan di Indonesia.

Yang bisa mengikis identitas nasional pelajar Indonesia.

 

Yaitu menjauh dari jati diri bangsa.

 

Ada 5 virus pendidikan, yaitu:

1.      Agnostik.

2.      Radikal.

 

3.      Kekerasan.

 

4.      Pelecehan seksual.

5.      Pembodohan.

 

 

VIRUS AGNOSTIK

Yaitu cara pandang dan kebijakan.

Yang menjauhkan para siswa.

 

Dari nilai ketuhanan dan agama.

 

Semacam pikiran sekuler.

 

Misalnya.

Saat ada terorisme.

Dan orang sempit beragama.

 

Kemudian disimpulkan.

Bahwa agama adalah sumber masalah.

 

VIRUS RADIKAL

Yaitu sikap ekstrem dan radikal.

Dalam bidang apa pun.

 

Kurikulum belum banyak berubah.

Dari sikap generalisasi dan stigmatis.

 

Ada sikap radikal.

Muncul karena pandangan agama ekstrem.

 

Seperti ucapan,

 

“Jangan takut virus.

Atau takut hanya kepada Tuhan Allah saja.”

 

Padahal Rasulullah bersabda,

 

“Ikatlah untamu lebih dulu.

 

Kemudian tawakal dan pasrah kepada Allah.”

 

Ada juga sikap radikal atas nama kebangsaan.

Yaitu chauvinisme nasionalisme.

 

Yang memandang nasionalisme paling utama.

Sedangkan agama dan lainnya.

Nomor berikutnya.

 

Ada pula radikal politik.

Seperti separatis.

 

Atau radikal ideologi.

Misalnya.

Komunis, liberal, dan lainnya.

 

VIRUS KEKERASAN

Yaitu ucapan, sikap, dan perbuatan kekerasan guru kepada murid.

Atau kekerasan sesama murid.

 

Misalnya:

Perundungan atau membully.

 

VIRUS ASUSILA

Yaitu pelecehan seksual.

Yang bisa mencoreng akhlak.

 

VIRUS PEMBODOHAN

Yaitu  mengajari murid hal yang tidak layak.

 

Sehingga para siswa tidak tercerahkan.

 

(Sumber Haedar Nashir)

12474. RUANG KE-3 JAKARTA INDAH TEMPAT BERSATU TAK BEDAKAN PEJABAT DAN RAKYAT

 

 



 

RUANG KE-3 JAKARTA INDAH TEMPAT BERSATU TAK BEDAKAN PEJABAT DAN RAKYAT

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan.

 

Bahwa Pemerintah DKI Jakarta terus Ikhtiar membuat ekonomi berkeadilan.

 

Agar semua warga Jakarta bisa hidup layak.

 

Selama masih ada warga Jakarta yang belum hidup layak.

 

Maka mereka diberi subsidi.

 

Anggaran subsidi untuk bantuan social.

Sekitar 5 triliun rupiah tiap tahun.

 

Subsidi hanya diberikan  pada penduduk Jakarta.

 

Yang hidupnya dianggap belum layak.

 

Mereka diberi kartu untuk mendapat bantuan social.

 

Salah satu tujuan memakai kartu.

Yaitu agar mereka hidupnya lebih tenang.

 

Dengan memegang kartu bantuan sosial.

 

Mereka lebih nyaman hidupnya.

Karena merasa terjamin.

 

Sebab dia yakin akan menerima bantuan.

 

 

Jika sudah layak.

Maka program subsidi akan dihentikan.

 

Dan dialihkan ke program lainnya.

 

 

Macam macam subsidi untuk warga Jakarta:

 

1.      Kartu disabilitas (cacat tubuh).

Sejak tahun 2018.

Untuk sekitar 1.000 orang.

 

2.      Kartu anak keluarga miskin.

Sejak tahun 2018.

Untuk sekitar 9.500 anak.

 

3.      Anak yatim dan piatu.

Sejak tahun 2021.

Untuk keluarga korban covid 19.

 

4.      Kartu Pekerja Jakarta.

Sejak tahun 2018.

Bantuan untuk pekerja setara UMP ditambah 10 persen.

 

5.      KJP Plus.

Kartu Jakarta Pintar Plus.

 

6.      KJMU.

Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul.

 

7.      Kartu Lansia Jakarta.

Sejak tahun 2018.

Jumlahnya 78.000 orang lebih.

Mendapat Rp600.000,- tiap bulan.

Kartu Lansia harus didulukan.

Dan tanpa antre.

Para lansia dan guru harus dihormati.

 

8.      Kesempatan wirausaha.

Kesempatan dan bantuan  bisnis.

Agar ada tambahan penghasilan.

 

 

9.      Kesempatan pendidikan.

Kesempatan masuk sekolah bermutu.

 

Agar mutu hidupnya meningkat di masa depan.

 

Agar skillnya tinggi, karakter baik, dan kompetensi bagus.

 

Sehingga bisa menjadi manajer dan direktur.

 

10.               Kartu Jak Lingko

 

Hanya dengan 1 kartu.

Warga bisa pindah naik apa pun.

Dan ke mana pun.

 

Dalam 3 jam.

Hanya bayar 5 ribu rupiah.

 

Untuk mengurangi beban transportasi warga.

 

Dan mengurangi macet Jakarta.

 

 

11.               Trotoar Jakarta lebar, aman, dan nyaman.

 

Trotoar dibuat lebar.

Agar warga leluasa berjalan kaki.

 

Antara trotoar dan kendaraan dibatasi pepohonan.

 

Agar pejalan kaki merasa aman.

Sebab tak takut tertabrak kendaraan.

 

Area trotoar dibuat indah dan menarik.

 

Agar warga bisa nyaman merasa setara.

Tak bedakan kaya dan miskin.

 

 

12.               Ruang ketiga di Jakarta indah dan futuristic.

 

Ruang ketiga tempat rekreasi keluarga.

Dan olahraga.

 

Ruang ketiga membuat perasaan setara.

 

Tak bedakan kaya dan miskin.

 

Tak bedakan  pejabat dan rakyat biasa.

 

 

13.               UMP sesuai kebutuhan dan inflasi.

 

Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta.

Naik Rp225.000,- (5,1 persen)

 

Selama ini naiknya UMP selalu lebih besar daripada inflasi.

 

Inflasi adalah naiknya harga.

UMP naiknya upah.

 

Inflasi di Jakarta 1,1 persen.

 

Formula kementerian UMP naiknya 0,8 persen.

 

Hal itu mengganggu rasa keadilan.

 

Upah buruh naiknya 0,8 persen.

 

Tapi biaya hidupnya inflasi naiknya 1,1 persen.

 


UMP tahun 2022.

Melihat pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional.

 

Ketemu jalan tengah 5,1 persen.


Untuk memberi keadilan.

Bagi bagi buruh dan pengusaha.

 

Karena tujuan bernegara.

Yaitu menghadirkan keadilan social.

 

 

Cara mengatasi kemiskinan di Jakarta.

 

1)     Jangka pendek.

 

Dengan subsidi agar bertahan hidup.

 

2)     Jangka menengah.

 

Dengan bantuan bisnis agar bisa meningkatkan penghasilan.

 

3)     Jangka panjang.

 

Dengan kesempatan pendidikan dan keterampilan.

Agar anak-anaknya bisa naik kelas.

 

 

Semuanya ikhtiar.

 

Agar Jakarta:

 

Maju Kotanya dan Bahagia Warganya.

 

 

(Sumber Anies Baswedan)