Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, March 20, 2022

12895. PAWANG HUJAN BISA HAMBAT MAJUNYA TEKNOLOGI

 




 

 

PAWANG HUJAN BISA HAMBAT MAJUNYA TEKNOLOGI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 


Untuk mengendalikan hujan dan panas.

 

Dalam ajang MotoGP Mandalika 2022.

Di Sirkuit Mandalika.

Seorang pawang hujan didatangkan.

 

 Namanya Raden Roro Istiati Wulandari.


Kawasan Kuta.

Lombok Tengah.

Di lokasi Sirkuit Mandalika.

 

Turun hujan cukup deras.

Jumat (18/3) pagi.

 

Dari tenda putih ukuran 5x6 meter.

 

Seorang wanita berkaos hitam.

Dengan rambut terikat.

Tampak sedang berkhidmat.

 

Sejak pukul 05.00 pagi.

Dia berada di tenda.

 

Yang tak jauh.

Dari pintu masuk utama.

Sirkuit Mandalika.

 

Dia bermunajat kepada yang Kuasa.



Sekitar pukul 08.00 pagi.

Hujan reda.

 

Cahaya matahari mulai bertakhta.

 

Dan 1 jam berikutnya.

Deru mesin motor.

 

Yang dipacu kencang.

Terdengar mendesing.

 

Sesi tes praktis.

Atau FP1 Asian Talent Cup.

Dimulai tepat waktu.



Saat itu.

Beberapa dupa besar.

Sudah disulut.

 

Yang 1 dalam tenda, 1 di depan tenda, dan 2 di kubangan air kecil.

Yang sengaja dibuat.

 

Juga sejumlah sesajen.

 

Beberapa dupa kecil.

Juga dinyalakan.



"Saya sendirian di sini.

Sempat akan ada pawang hujan lain.

Tapi saya menolaknya.

Saya tidak mau.

 

Akhirnya disetujui.

 

Saya mau bantu MotoGP Mandalika.

Demi nama baik Indonesia," kata Rara.

 


Wanita yang lahir di Papua.

 

Dan mengaku penganut kepercayaan kejawen.

 

Sudah di Lombok sejak 3 Maret 2020.

 

Dia ikut mengawal proses pengaspalan Sirkuit Mandalika.

 

Seperti diminta Dorna.



Sekitar pukul 10.00.

 

Saat berlangsung F1 Moto2.

 

Telepon genggam Rara berbunyi.

 

"Ada arahan baru," katanya.

 

"Jangan panas, tapi mendung."


dia bergegas melakukan ritual kembali.

 

Segenggam dupa ia nyalakan.

Dan ditancapkan di 4 titik.

 

Kayu bakar yang sudah nyala.

 

Dalam jarak 5 meter dari tenda.

Ditambah arang.


Sejurus kemudian 2 orang lelaki datang.

 

Satu paruh baya dan pemuda,

 

Yaitu Haji Lalu Rama dan Daang.

 

Mereka asisten.

 

Yang membantu Rara.

Memenuhi segala kebutuhannya.


mislanya.

Daang diminta menyalakan rokok.

Dan ditancapkan di 3 titik.

 

Sebelumnya.

Pemuda  yang saat World Superbike (WSBK).

 

Bertugas menjadi marshal.

 

Diminta membaca surah:

 

1.      Al-Fatihah 3 kali.

2.      Al-Falak 1 kali.

3.      Al-Ikhlas 3 kali.

 


Belum genap 30 menit.

 

Telepon Rara berdengung lagi.

Diangkat dan dengan agak tergesa.

Melakukan  ritual baru.

 

Api unggun dimatikan.

 

Ternyata ada permintaan.

Agar cuaca tidak panas.

Tapi  hanya gerimis.



Tak lama setelah itu.

 

 Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

Priandhi Satria datang ke tenda Rara.

 

Dia ditemani 2 asisten dan supir.

 

Sekitar 10 menit Priandhi berbincang.

 

Setelah menerima telepon.

 

Priandhi pergi kembali ke sirkuit.


(Sumber CNN lndonesia)



 

12894. PELAJARAN MASJID JOGOKARIYAN JOGJA

 

 




 

PELAJARAN MASJID JOGOKARIYAN JOGJA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Masjid fenomenal Jogokariyan.

Yogyakarta

 

Masjid yang kas saldonya.

Selalu Rp. 0,- saat diumumkan.

 

Masjid lain mengumumkan.

Bahwa saldo infaknya puluhan.

Bahkan ratusan juta rupiah.

 

Masjid Jogokariyan selalu berupaya keras.

 

Agar tiap pengumuman.

Saldo-infak harus NOL Rupiah !!

 

Menurut pengurus Masjid.

 

Infak ditunggu pahalanya.

 

Untuk jadi amal saleh.

 

Bukan disimpan di rekening Bank.

 

Pengumuman infak jutaan.

 

Khawatir akan menyakitkan tetangga Masjid.

 

Mungkin ada yang tak bisa ke Rumah Sakit.

 

Karena tak punya biaya.

Atau tak bisa sekolah.

 

Masjid yang menyakiti jemaah.

 

Termasuk tragedi dakwah.

 

Dengan pengumuman saldo infak NOL Rupiah.

 

Maka jamaah lebih semangat amanah hartanya.

 

Masjid menyejahterakan warganya.

 

1.      Fasilitas wifi gratis.

 

2.      Ruang olah raga untuk anak anak dan dewasa.

 

3.      Buka puasa Ramadan 5.000 piring nasi tiap hari.

 

4.      Mengatasi warganya yang sakit

Dengan membawa Kartu Sehat Mesjid.

Ke Rumah Sakit dan Klinik mana pun di Jogja.

 

5.      Memberi hibah umrah bagi jamaah istikamah salat Subuh di Masjid.

 

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 18.

 

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ ۖ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

 

Hanya yang memakmurkan masjid Allah ialah orang-orang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka mereka orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang yang mendapat petunjuk.

 

 

Poin penting Masjid Jogokariyan

 

1.      Masjid Jogokariyan contoh masjid makmur kegiatan di Indonesia.

 

2.      Hanya masjid kampung.

Bukan masjid jamik.

 

3.      Masjidnya  hanya berlokasi di tanah wakaf 700 m2.

Dengan 3 lantai.

 

4.      Kampung Jogokariyan dulunya bukan basis Muslim kuat.

 

5.      Takmir mendata statistik kampung sekitar masjid.

 Sudah salat atau belum.

 

Salat  jamaah ke masjid atau belum.

Muslim atau non muslim.

 

Dan  semua anggota keluarganya.

Untuk pemetaan target dakwah.

 

6.      Takmir masjid berusaha menggembirakan masyarakat.

 

Dan membuat mereka mau bersujud.

Dengan berbagai cara syar'i.

 

7.      Setelah mereka mau datang ke masjid.

Harus dibuat nyaman.

Dan diisi dengan taklim ringan.

 

8.      Takmir tidak memarahi anak-anak yang ramai di masjid.

 

Tapi memberi hadiah makanan ringan.

Jika tidak ramai.

Dan tak mengganggu jemaah.

 

Orang yang belum jamaah ke masjid.

Atau belum salat.

Diberi undangan seperti pernikahan.

Dan disiapkan makanan di masjid.

Waktu salat jemaah.

 

6.      Makanan ditawarkan pada jamaah.

Yang mau menjadi donatur traktir makanan.

 

7.      Orang yang belum bisa salat.

Diajari salat oleh takmir.

Di masjid atau di rumahnya.

 

8.      Kas masjid tidak pernah besar.

Bahkan targetnya 0 (nol).

Tiap akhir bulan.

 

9.      Kas masjid yang besar.

Tanda takmir tidak bisa mengelola infak jamaah.

Menjadi pahala yang  mengalir ke pemberi.

 

10.               Setelah salat Subuh tiap minggu.

Ada sarapan bubur, lontong sayur, susu kedelai, dan lainnya.

 

 

11.               Ada 500 - 1000 nasi bungkus tiap selesai salat Jumat.

Dana swadaya jamaah.

 

12.               Ada usaha penyewaan kamar penginapan.

Di lantai 3 masjid.

Untuk membayar petugas kebersihan.

Dan operasional masjid.

 

13.               Tidak ada gaji untuk takmir.

Selain petugas kebersihan.

 

Kerena gaji dari Allah.

Tidak ada batas maksimalnya.

 

Tapi gaji manusia.

Ada minimumnya (UMR).

 

14.               TPA diajar oleh para remaja masjid.

 

15.               Ada infak amal khusus beras.

Untuk fakir miskin.

Tapi sekarang isi kotak infak beras.

Berubah jadi uang.

 

Bantuan untuk fakir miskin.

Diambil di masjid setelah salat Subuh.

 

16.               Masjid buka 24 jam.

Dan ada WiFi gratis 24 jam.

 

17.               Banyak taklim untuk jamaah.

Siang dan malam.

 

18.               Ada tongkrongan angkringan di depan masjid.

Untuk jamaah ngobrol.

Dan orang mampir istirahat.

 

19.               Jika masjid dikelola benar dan dipercaya jamaah.

 

Maka dana infak dari donatur sangat mudah.

 

Termasuk donatur makanan.

Dan lainnya.

 

20.               Jika kas masjid masih banyak.

Justru jamaah malas menyumbang.

 

Tapi jika kas sedikit.

Mereka tergerak untuk infak.

 

21.               Masjid itu milik Allah.

 

 Sehingga rezeki masjid akan dijamin oleh pemilik masjid (Allah).

Dan takmir hanya pelayan umat (jamaah)

 

Al-Quran surah Al-Jin (surah ke-72) ayat 18.

 

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

 

Dan sesungguhnya masjid-masjid itu kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.

 

(Sumber FB)