Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, March 20, 2022

12898. PENDAPAT TOKOH TENTANG PAHAM WAHABI

 




 

 

PENDAPAT TOKOH TENTANG PAHAM WAHABI

Oleh Drs. HM Yusron Hadi,MM

 

 

KH SAID AQIL SIRAJ

 

 

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

 

 KH Said Aqil Siraj menyatakan.

Bahwa ajaran Salafi Wahabi.

 

Tidak cocok dengan tradisi.

Dan budaya Islam di Indonesia.

 

Sebab aliran ini.

Mengajarkan kekerasan.

Dan intoleransi.

 

Hal ini disampaikan dalam acara bedah buku.

 

 Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi:

 

Mereka Membunuh Semuanya, Termasuk Para Ulama.

 

Digelar GP Ansor di Kampus Politeknik Batam, Minggu (5/2).

 

"Wahabi mengajarkan ektrimisme dan kekerasan.

 

Ajaran ini selangkah ke terorisme," kata Aqil.

 

Islam adalah agama terintegrasi dengan tradisi.

Dan budaya santun.

Serta cinta damai.

 

Sehingga Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan.

 

Tak pernah mengajar jalan jihad.

Lewat aksi terorisme.

 

Bahwa dalam sejarah.

Nabi Muhammad tidak pernah.

Memerintahkan menghancurkan berhala.

 

Bahkan Nabi sering sedih.

Saat mendengar kabar.

Kaum agama lain kalah perang.

 

Atau ketika umat Yahudi mengatakan.

 

 Bahwa Yesus adalah anak haram.

 

"Jika saat ini.

Ada kelompok yang memakai cara kekerasan.

 

Maka mereka bukan menjalankan ajaran Islam," katanya.

 

 

PROF DR HAEDAR NASHIR

 

Secara normatif.

 Paham wahabi.

 

Atau gerakan pemurnian Islam.

Atau pemurniah akidah.

 

Tak ada masalah.

 

Tapi bagaimana cara penafsiran paham.

Dan praktik akidah Islam  murni.

 

Atau akidah salaf.

 

Dikonstruksikan oleh tiap orang.

Atau gerakan.

 

Serta bagaimana implementasinya.

Dalam kehidupan.

 

Dalam tiap kurun waktu dan tempat.

 

Keyakinan, paham, dan praktik Islam murni.

 

Atau lebih khusus.

Akidah murni.

 

Sering berbeda.

Di antara orang Islam.

 

Atau golongan Islam.

Dalam sepanjang tempat dan zaman.

 

Panafsiran Islam murni.

Dalam pandangan orang.

Atau kelompok orang Islam.

 

Tentu tidak identik.

Dengan Islam itu sendiri.

 

Pasti ada reduksi dan bias.

 

Serta penafsiran yang tidak sama dan sebangun.

 

 

Dimensi Islam.

Bukan sekadar aspek akidah.

 

Tetapi juga ibadah, akhlak, dan muamalat dunia.

 

Islam bukan sekadar mengandung perintah dan larangan.

 

Tapi juga petunjuk bagi umat manusia di dunia dan akhirat.

 

Hal itu menunjukkan luasnya Islam.

 

Tidak cukup memadai.

Jika hanya dikonstruksi.

 

Dengan satu aspek, satu esensi, dan satu model tafsir.

 

Juga sikap dan tindakan keras.

 

Yang dilakukan Muhammad bin Abdul Wahab dan Muhammad bin Sa’ud.

 

Seperti menghancurkan kuburan keramat.

 

Dan terbunuhnya sesama muslim.

 

Jelas tidak dapat diterapkan.

Dalam masyarakat berbeda.

 

Dan tak boleh ditiru oleh gerakan Islam lain.

 

Tak bisa dibenarkan.

Segala tindakan kekerasan.

 Atas nama Wahabi.

 

Padahal Islam agama damai.

Dan cara dakwah dengan hikmah.

 

Paham Wahabi.

Dan gerakan Islam lainnya.

 

Lahir dalam argumentasi teks.

Dan konteksnya sendiri.

 

Yang belum tentu sama dan sebangun.

 

Dengan pandangan seluruh Islam.

 

 Tidak ada tafsir.

Dan gerakan Islam.

 

Yang sepenuhnya ideal.

 

Pasti terkena hukum relativitas.

 

Termasuk klompok moderat.

 

Yang akomodasi budaya lokal.

 

Jangan mengklaim diri.

Sebagai wujud kesempurnaan Islam.

 

Apalagi saat mengawetkan tradisi.

 

Yang berlawanan dengan prinsip utama tauhid.

 

Dan menyandera spirit kemajuan Islam.

 

Tidak ada aktualisasi Islam yang sempurna di bumi ini.

 

Yang paling penting.

 

Terus berusaha menampilkan kedalaman.

 

Dan luasnya ajaran Islam.

Di sepanjang zaman.

 

Kesempurnaan dan keluasan ajaran Islam.

 

Meniscayakan perwujudan konsisten.

 

Dengan  perangkat spiritual, intelektual, institusional.

 

Dan infrastuktur yang sepadan.

 

Sehingga Islam tampil sebagai agama peradaban.

Dan agama kemajuan.

 

Mungkin paham Wahabi di Arab Saudi.

 

Saat berdiri berhadapan dengan realitas sosiologis paganisme.

Yang angkuh dan meluas.

 

Jika tak bersikap tegas.

 

Maka melahirkan praktik syirik, bid’ah, dan khurafat yang masif.

 

Pada akhirnya mematikan spirit utama tauhid.

 

Tapi paham Wahabi.

Tidak harus direproduksi.

 

Dalam konteks zaman.

Dan tempat yang jauh berbeda.

 

Islam dan umat Islam di berbagai belahan dunia.

 

Saat ini punya agenda.

Dan tantangan strategis .

 

Yang lebih kompleks ketimbang masa lampau. 

 

Perlu pemahaman Islam.

Yang lebih mendalam dan luas.

 

Dan mendakwahkan prinsip Islam.

Sebagai agama rahmat bagi seluruh alam.

 

Tiap gerakan Islam.

Punya kelebihan dan kelemahan.

 

Jangan sampai melakukan absolut paham.

 

Apalgi suatu paham dan gerakan.

Yang bersifat bias atau reduksi Islam.

 

Juga perlu kritik dan penyempurnaan.

 

Terus-menerus sesuai kedalaman dan luasnya dimenasi Islam.

 

Serta kompleksnya sosio-histroris.

Yang dihadapi umat Islam.

Dalam hidup yang penuh tantangan.

 

Tiap reduksi, penyederhanaan, taklid, tafsir dan pelanggengan status-quo.

 

Tidak sejalan dengan misi utama, kedalaman esensial,  dan keluasan ajaran Islam.

 

Hanya akan melahirkan jalan sempit.

Bagi perjalanan Islam.

 

Dan peradaban umat Islam.

 

Jangan melahirkan kondisi Islam.

Yang “al-Ghuraba”.

Atau terasing di masa depan.

 

 

PROF AHMAD ZAHRO

 

 Ada 2 macam aliran Wahabi dalam lslam, yaitu:

 

1.Abdul Wahab bin Sulaiman

 Termasuk khawarij dan sesat.

 Karena umat lslam di luar kelompoknya dianggap kafir.

 

2.Muhammad bin Abdul Wahab.

 

Yaitu paham yang dianut  Pemerintah Arab Saudi sekarang.

 

Pada tahun 1920-an.

 

Pemerintah Arab Saudi baru terbentuk.

Bekerja sama dengan ulama Wahabi.

 

Bertindak amat keras.

 

Makam Rasulullah akan dibongkar.

Dan semua wirid dilarang.

 

Kemudian berdiri ormas NU.

Untuk merespon perbuatan Wahabi.

 

Dan organisasi di dunia lslam.

Keberatan dengan langkah Wahabi.

 

Dalam perundingan.

Akhirnya berhasil.

Makam Rasulullah tak jadi dibongkar.

  

Waktu terus berlalu sampai ke anak cucu.

 

Ternyata generasi berikutnya.

Umat lslam kurang kenal dengan Wahabi.

 

Sampai sekarang.

 Masih ada umat lslam yang menganggap Wahabi sesat.

 

 Dan Wahabi bukan ahli sunah.

 

Prof DR Ahmad Zaro bukan Wahabi.

Tapi merasa keberatan dan tak rela.

 

Saat saudara sesama muslim dicaci maki.

 

Padahal Wahabi di Arab Saudi sekarang.

Adalah Wahabi ahli sunah.

 

Memang sesama umat lslam ada beberapa perbedaan.

 

Misalnya, NU dan Muhammadiyah juga ada beberapa perbedaan.

 

Tapi sesama umat lslam dilarang saling mencela.

 

Dan tak boleh saling menghina.

 

Jangan sampai muncul ucapan:

 

“Wahabi iblis”.

“Wahabi sesat”.

“Wahabi ciptaan Yahudi”.

 

Mustahil Allah rela.

Salat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

 

Imamnya adalah iblis dan sesat.

 

Prof DR Ahmad Zahro belajar Al-Quran .

Gurunya adalah  Imam Masjid Nabawi.

 

Mereka pahamnya Wahabi.

Tapi mereka orang saleh dan baik.

 

Mazhab akidahnya adalah Wahabi.

Tapi mazhab fikihnya Hambali.

 

Umat lslam boleh benci Wahabi.

Tapi jangan terlalu.

 

Kelak di akhirat.

Jangan sampai malu di depan Allah.

 

Karena berkata yang tak benar.

Juga karena tak punya ilmunya.

 

Prof DR Ahmad Zahro akrab dengan Abdurrahman Syudais.

 

Imam salat Masjidil Haram Mekah, Arab Saudi.

 

Menurut Prof Dr Ahmad Zahro.

 

Para imam salat di Mekah dan Madinah.

Mereka pantas masuk surga lebih dulu.

Dibanding orang lain di zaman sekarang.

 

Menurut Prof DR Ahmad Zahro.

Mereka orang yang bersih lahir dan batin.

 

Dalam 4 mazhab.

Memang ada beberapa perbedaan.

 

Misalnya.

Wahabi tak wiridan.

Dan tak qunut Subuh.

 

Umat lslam benci Wahabi.

Mungkin dikompori oleh Syiah.

 

Karena paham Syiah musuh utama paham Wahabi.

 

Menurut Prof Dr Ahmad Zahro.

 

Seandainya yang berkuasa di Arab  Saudi bukan paham Wahabi.

 

Mungkin tiang di Masjidil Haram dipuja-puja.

 

Pada tahun 1986.

Saat Prof Dr Ahmad Zahro beribadah haji.

 

Melihat sendiri.

Ada orang mengelus-elus tiang Masjidil Haram.

Kemudian dilarang oleh petugas askar.

 

Banyak umat lslam di pelosok dunia.

 

Ilmu lslamnya masih bercampur dengan paham lokal.

 

Mungkin mirip paham kejawen.

Yang mengkultuskan.

 

Dan memuja-muja tiang Masjidil Haram.

 

 (Dari berbagai sumber)

 

 

12897. SEJARAH PEMBUKUAN MUSHAF AL-QURAN

 

 



SEJARAH PEMBUKUAN MUSHAF AL-QURAN

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

ZAMAN NABI MUHAMMAD

 

Al-Quran adalah  sumber utama agama Islam.

Yang diwahyukan Allah melalui malaikat Jibril.

 

Kepada Nabi Muhammad.

Secara mutawatir.

Ketika terjadi suatu peristiwa.

 

  Mutawatir ialah  sifat hadis yang punya banyak sanad.

Yang diriwayatkan banyak perawi pada sanadnya.

 

Sehingga mustahil mereka sepakat berdusta.

Atau memalsukan hadis.

 

 Sanad ialah rentetan rawi hadis kepada Nabi Muhammad.

Yang dapat dipercaya.

 

Perawi ialah orang yang meriwayatkan hadis Nabi Muhammad.

 

 Nabi menghafalkan ayat Al-Quran secara pribadi.

 

Dan mengajarkan kepada para sahabat.

Untuk dipahami, dihafalkan, dan dilaksanakan.

 

Ketika wahyu turun.

Nabi menyuruh Zaid bin Tsabit untuk menulisnya.

Agar mudah dihafal para sahabat.  

Zaid bin Tsabit salah seorang sahabat sangat cerdas.

 

 Zaid bin Tsabit diperintah Nabi unutk belajar bahasa asing.

 

Agar Nabi bisa kirim surat.

Kepada para pemimpin bangsa lain.

 

Zaid bin Tsabit mampu menguasai bahasa asing dengan amat cepat.

 

Para sahabat secara rutin menulis teks Al-Quran

 

Untuk dimilikinya sendiri.

 

Para sahabat selalu menyodorkan Al-Quran kepada Nabi.

Dalam bentuk hafalan dan tulisan.

Untuk diperiksa benarnya.

 

    Zaman Nabi alat tulis menulis amat terbatas.

 

Para sahabat menuliskan naskah tulisan teks Al-Quran.

 

Pada pelepah kurma, lempengan batu, kepingan tulang hewan, dan lainnya.

 

Zaman Nabi naskah teks Al-Quran sudah tertuliskan.

 

Tapi masih berserakan.

 

Tidak terkumpul dalam sebuah buku atau mushaf.

 

 Zaman Nabi sengaja dibentuk dengan hafalan.

Dan penulisan teks Al-Quran para sahabat. 

 

Karena Nabi masih menunggu wahyu berikutnya.

 

Sebagian ayat Al-Quran.

Ada yang “nasikh” dan “mansukh”.

 

 

 Ayat “Nasikh” ialah ayat Al-Quran yang dihapus atau dibatalkan.

 

Ayat “Mansukh” adalah ayat yang menghapuskan dan  membatalkan.

 

 

Ayat “dimansukh” yang “diganti”.

 

Ayat “dinasikh” yang “mengganti”.

 

Zaman Nabi Al-Quran belum dibukukan.

 

Karena wahyu dari Allah melalui malaikat Jibril.

 

Masih terus turun kepada Nabi Muhammad.

 

Untuk menjawab pertanyaan.

Dan menerangkan kejadian.

 

  ZAMAN KHALIFAH ABU BAKAR

 

Nabi Muhammad wafat.

Abu Bakar menjadi  Khalifah.

 

Tahun 632 Masehi terjadi Perang Yamamah.

 

Khalifah Abu Bakar mengirim pasukan.

Untuk menumpas pemberontak.

 

Yang dipimpin Musailamah al-Kazzab.

Yang mengaku sebagai nabi. 

 

Khalid bin Walid.

Komandan pasukan Islam.

 

Berhasil menumpas pemberontak.

 

 Banyak sahabat Nabi penghafal Quran yang gugur.

 

Umar bin Khattab gelisah.

 

Lalu mengusulkan agar tulisan Al-Quran dikumpulkan dalam  buku.

 

Khalifah Abu Bakar.

Pada awalnya ragu melakukannya.

 

Karena Nabi tidak pernah melakukannya.

 

Umar bin Khattab berhasil meyakinkan Khalifah Abu Bakar.

 

Untuk membukukan Al-Quran.

 

Dibentuk “Tim Pengumpulan” Al-Quran.

 

Zaid bin Tsabit.

Salah seorang penulis wahyu pada zaman Nabi.

Sebagai ketua tim.

 

Zaid bin Tsabit menerima tugas tersebut.

 

Meskipun awalnya menolak.

 

Tim Penyusun pembukuan Al-Quran melaksanakan tugasnya.

 

Khalifah Abu Bakar.

Memerintahkan semua sahabat.

Mengumpulkan naskah tulisan Al-Quran.

Di Masjid Nabawi.

 

 Syarat setor naskah.

 

1.      Naskah tulisan yang dikumpulkan.

Harus sesuai hafalan para sahabat lain.

 

2.      Naskah tulisan ayat Al-Quran memang diperintah Nabi.

Dan dituliskan di depan Nabi.

 

Karena beberapa sahabat menulis naskah inisiatif sendiri.

 

3.      Naskah tulisan harus dibuktikan 2 saksi.

 

Tim Penyusun Mushaf Al-Quran berhasil melaksanakan tugasnya.

 

Zaid bin Tsabit menyerahkan hasilnya kepada Khalifah Abu Bakar.

 

Ketika Abu BakAr wafat.

 

Buku mushaf Al-Quran.

Disimpan Khalifah Umar Bin Khattab.

 

ZAMAN KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB.

 

 Tidak terjadi penyusunan dan masalah mushaf Al-Quran.

 

Naskah mushaf Al-Quran sudah selesai.

 

Semua sahabat sepakat.

Dan tidak terjadi perselisihan.

 

Khalifah Umar bin Khattab.

Konsentrasi penyebaran Islam ke seluruh wilayah.

 

Umar bin Khattab wafat.

Buku mushaf Al-Quran disimpan Khalifah Usman bin Affan.

 

ZAMAN KHALIFAH USMAN BIN AFFAN

 

Wilayah Islam makin luas.

 Beragam suku bangsa yang masuk Islam.

 

Terjadi perbedaan logat, dialek, aksen, dan cara membaca Al-Quran.

 

     Khalifah Usman Bin Affan membentuk Tim Lajnah Al-Quran.

 

Zaid bin Tsabit sebagai ketua.

 

Dan anggota  Abdullah bin Zubair, Said ibnu Ash, dan Abdurahman bin Harits.

 

 Usman Bin Affan memerintahkan Zaid bin Tsabit.

Mengambil mushaf di rumah Hafsah binti Umar.

 

Dan menyeragamkan bacaan dengan satu dialek.

 

Menjadi dialek Nabi Muhammad.

Yakni dialek suku Quraisy.  

 

 

 Usman Bin Affan memperbanyak menjadi 6 mushaf.

 

Yang 5 mushaf dikirimkan ke Mekah, Kuffah, Basrah dan Syria.

 

Dan 1 mushaf disimpan sendiri.

 

Mushaf itu disebut “Mushaf Usmani”.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.      Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  

2.      Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.