Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, March 21, 2022

12916. CARA SALAT ISTISQA MINTA HUJAN

 

 



CARA SALAT ISTISQA MINTA HUJAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Salat istisqa (salat minta hujan) adalah salat yang dilakukan oleh umat Islam.

Untuk berdoa dan mohon kepada Allah.

Agar berkenan menurunkan hujan.

Yang membawa nikmat

Dan berkah ke bumi.

 

 

 Ada 3 cara mohon kepada Allah.

 Agar diturunkan hujan.

Yang membawa berkah dan rahmat.

 

CARA KE-1

  Umat Islam berdoa sendirian.

Atau bersama.

Mohon kepada Allah.

Agar menurunkan hujan.

Yang membawa rahmat dan berkah.

 

Untuk seluruh makhluk.

Di bumi.

 

 CARA KE-2

Berdoa mohon hujan.

Yang membawa nikmat dan berkah kepada Allah.

 Saat khatib khotbah Jumat.

 Di depan para jamaah.

 

CARA KE-3

Mohon hujan kepada Allah.

Dengan mengerjakan salat istisqa.

Yaitu salat minta hujan 2 rakaat.

  

 

Cara salat istisqa (salat minta hujan)

 

1.      semua umat Islam puasa sunah 4 hari berurutan.

 

 

2.      Pagi hari masih puasa sunah hari ke-4.

Semua umat Islam berkumpul.

 

Untuk mendengarkan nasihat dari ulama.

 

Untuk bertobat dan berhenti dari segala macam maksiat dan dosa.

 

Lalu menggantinya dengan amal kebaikan kepada Allah.

 

3.          Semua penduduk pria, wanita, tua, muda, dan anak-anak.

Berpakaian kerja seperti biasa.

 

Berjalan dengan tenang.

Dan merendahkan diri di depan  Allah.

Dengan penuh harapan dan cemas.

Menuju  lapangn  terbuka.

 

4.          Melakukan salat istisqa.

Yaitu salat minta hujan 2 rakaat.

Dipimpin seorang imam.

  

Dilanjutkan khotbah.

Seperti khotbah Jumat di atas mimbar.

Atau tempat agak tinggi.

 

5.      Khotbah diawali  “astagfirullah”.

Mmohon ampunan kepada Allah.

 

Pada khotbah pertama 9 kali.

  

Dan khotbah kedua 7 kali.

 

6.      Khatib menghadap para jamaah menyampaikan khotbah berisi:

 

1)  Pujian kepada Alllah.

 2)  Syahadat.

 

3)  Selawat kepada Nabi Muhammad.

 4)  Nasihat bertobat kepada Allah.

 5)  Berdoa mohon hujan.

 

7.      Khatib dan para jamaah mengangkat kedua tangan.

Menghadap kiblat.

Merendahkan diri di depan Allah.

 

8.      Kemudian khatib membalikkan selendangnya.

 Dan berputar lagi menghadap para jamaah.

  

Lafaz doa yang dibaca dalam salat istisqa (salat minta hujan).

  

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا سُقْياَ رَحْمَةٍ، وَلاَ تَجْعَلْهَا سُقْياَ عَذَابٍ، وَلاَ مَحْقٍ وَلاَ بَلاَءٍ، وَلاَ هَدْمٍ وَلاَ غَرْقٍ. اَللَّهُمَّ عَلَى الظُّرَّابِ وَاْلآكَامِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ وَبُطُوْنِ اْلأَوْدِيَةِ، اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا. اَللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثاً مُغِيْثاً، هَنِيْئاً مَرِيْئاً مُرِيْعاً، سَحاً عَاماً غَدْقاً طَبَقاً مُجَلَّلاً، دَائِماً إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنَّ بِالْعِبَادِ وَالْبِلاَدِ مِنْ الْجُهْدِ وَالْجُوْعِ وَالضَّنْكِ، مَا لاَ نَشْكُوْ إِلاَّ إِلَيْكَ.اَللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ، وَأَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ اْلأَرْضِ، وَاكْشِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلاَءِ مَا لاَ يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّاراً، فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَاراً

  

Ya Allah, jadikan curah hujan sebagai rahmat dan jangan engkau jadikan sebagai siksaan, bukan kehancuran, bahaya, kerusakan dan bukan pula ketenggelaman bagi kami. Ya Allah, turunkan hujan pada bukit-bukit, tumbuh-tumbuhan dan lembah-lembah. Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan hujan yang berakibat buruk atas kami. Ya Allah, turunkanlah hujan yang melepaskan kami dari paceklik, tanpa disertai kesusahan, baik akibatnya, subur dengan kesegaran, deras dan lebat yang menyeluruh pada permukaan bumi terus-menerus (manfaatnya) sampai hari Kiamat. Ya Allah, turunkan hujan kepada kami dan jangan Engkau jadikan kami orang-orang yang berputus asa karena hujan yang belum turun. Ya Allah, sungguh hamba-hamba-Mu serta wilayah mereka tertimpa kesulitan, kelaparan dan paceklik yang dahsyat, sungguh kami tidak mengadu melainkan hanya kepada-Mu. Ya Allah, tumbuhkan kebun-kebun untuk kami dan perbanyaklah susu kambing, turunkan berkah dari langit, tumbuhkan berkah dari bumi, keluarkan kami dari bahaya yang tidak ada seorang pun yang mampu mengeluarkannya melainkan hanya Engkau. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon ampun kepada-Mu, sesungguhnya Engkau maha pengampun, maka turunkan hujan dari langit untuk kami.”

  

 

Daftar Pustaka.

1.      Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.

2.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.      Tafsirq.com online

12913. HUMOR GUS DUR RAKYAT BAHAGIA LEMPAR PRESIDEN DARI PESAWAT

 




 

HUMOR GUS DUR RAKYAT BAHAGIA LEMPAR PRESIDEN DARI PESAWAT

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Gus Dur punya segudang cerita lucu.

 

Gus Dur Presiden ke-4 RI.

Bercerita tentang presiden diktator.

 

Presiden punya 3 anak.

 

Yang ingin populer di mata rakyatnya.

 

Guna menarik simpati masyarakat,

 

Anak ke-1.

Terbang naik pesawat.

 

Dan dari atas.

Dia  melemparkan banyak uang kertas.

 

Maka namanya.

Mulai dikenal rakyat.

 

Anak ke-2 tak mau kalah.

Dia memakai pesawat lain.

 

Dan menghujani negaranya.

Dengan uang lebih banyak.

 

Maka dia makin populer di mata rakyat.

 

Anak ke-3 seorang gadis.

 

Juga ingin populer.

Seperti saudarnya.

 

Tapi, dia enggan menghamburkan uang.

 

Seperti dua kakaknya.

 

Dia minta ide pada pilot pesawat.

 

Untuk ikut membantunya.

 

Dia berkata,

 

“Kapten, aku ingin popular.

Seperti 2 kakakku sebelumnya.

 

Tapi tindakan populer apa.

Yang bisa membahagiakan rakyat?”

 

Sang kapten tersenyum.

 

Dengan tenang menjawab,

 

“Gampang sekali.

Yaitu buang saja ayah nona.

Dari atas pesawat."

 

(Sumber kurusetra)

12912. KLENIK BOLEH PERCAYA DAN BOLEH TIDAK

 

 





 

KLENIK BOLEH PERCAYA DAN BOLEH TIDAK

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Klenik adalah kegiatan perdukunan.

Dengan cara tak masuk akal.

Tapi banyak orang percaya.

 

 

Kamu percaya soal klenik dan dukun.

Itu hak kamu.

 

Monggo.

Silakan.

 

Tapi hak orang lain.

Untuk tidak percaya.

 

Penting.

Pelajaran bagi banyak orang.

 

Sekarang.

Sudah zaman metaverse.

 

Ada orang menggeram2.

Baca2 mantra.

 

Lantas pesugihan.

Rezeki datang.

 

Uang berlipat ganda.

Dan hal tidak masuk akal lainnya?

 

Kamu anggap manusia.

Bisa sakti?

 

Mbok mikir simpel.

 

Jika dukun memang sakti.

Kenapa lagi dia buka praktek.

 

Jualan jasa dukun?

 

 Dia bisa geser hujan?

 

Maka dia bisa geser rezeki.

Bawa ke depan pintu rumahnya sendiri.

 

Kenapa buka jasa praktIk.

Dan terima amplop.

 

Dia bisa bikin orang lain kaya.

 

Sukses dan dapat jabatan?

 

Kenapa dia tidak duluan saja.

Yang dibikin berkuasa?

 

Kenapa sok mulia bantu2 orang lain.

 

Orang yg percaya beginian.

Masih ngeles.

 

Jika  buat sendiri.

Maka  tidak bisa.

 

 

Jadi ilmunya.

Hanya utk bantu orang.

 

Justeru ilmu yang betulan itu.

 

Kamu buat diri sendiri.

Baru buat orang lain.

 

Buat kamu sendiri saja tidak bisa.

Bagaimana mengurus orang lain?

 

Dukun2 ini.

Dan orang2 pinter ini.

Memang hanya profesi.

 

Kamu percaya?

 

Silakan bayar.

 

Tapi pikirkan.

 

Terlalu deh.

 

Kuliah tinggi.

Ada yang jauh ke LN.

 

Saat omong gaya bahas:

1.      Metaverse.

2.      Mobil listrik.

3.      Dan segala kecanggihan dunia.

 

Tapi ujungnya.

Masih percaya orang menggeram.

 

Membaca mantra.

 

 Jampi2.

 

Kamu bisa saja menggeram.

 

Kamu malah percaya.

Pada orang yg pendidikannya tak jelas.

 

Kamu lebih berpendidikan.

 

Malah percaya sama dukun.

Yang entah apa pendidikannya.

 

Bahkan setakut apa pun kamu.

 

Sehebat apa pun sugesti perdukunan.

 

Apakah kamu percaya ada orang sakti?

 

Kenapa orang sakti.

Nasibnya tak jadi sultan?

 

Tidak perlu bawa agama.

 

Cukup dengan logika saja.

 

Apakah masuk dalam akal kamu?

 

(Sumber Tere Liye)