Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, January 9, 2023

16181. ANEKA CARA MINUM DI SURGA DALAM ALQURAN

 






ANEKA CARA MINUM DI SURGA DALAM  AL-QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 Al-Quran menceritakan 3 cara minum penghuni surga.

Yaitu:

 

1)        Mengambil minuman sendiri.

2)        Dilayani dengan diberi minuman.

3)        Allah memberi memberi minuman.

 

KELAK DI SURGA DAPAT APA

 

 Orang non-muslim bertanya,

 “Orang lslam kelak di surga.

Akan mendapat apa?”

 

 “Minum-minum,” jawab orang muslim.

  

PESTA MODEL 1

PESTANYA ORANG KAYA.

 TAMUNYA AMBIL MINUMAN SENDIRI

 

 Misalnya.

Ada acara istimewa.

Yang dihadiri banyak orang.

 

Tuan rumahnya tak mampu menyiapkan banyak piring, sendok, gelas, dan sejenisnya.

 

Ruang tamu tidak cukup menampung banyak orang.

 

 Tempat pertemuan untuk banyak orang.

Dipindah ke ruang belakang yang luas.

  

Tuan rumah menyewa meja, kursi, alat makan, minum,  dan sejenisnya.

 

 Disiapkan tempat minuman besar berisi aneka minuman.

 

Sehingga para tamu bisa menuangnya sendiri.

 

Artinya pesta yang tamunya mengambil keperluan minumannya sendiri.

  

PESTA MODEL 2.

 PESTANYA ORANG SANGAT KAYA.

 

ADA PETUGAS BERKELILING  MEMBERI MINUMAN KEPADA PARA TAMU.

  

 PESTA MODEL 3.

  PESTANYA ORANG ISTIMEWA. TUAN RUMAH LANGSUNG MENUANGKAN MINUMAN KEPADA PARA TAMUNYA.

  

Al-Quran surah Al-Insan.

Berkisah cara minum di surga.

Dengan 3 model di atas.

 

 MODEL KE-1

AMBIL MINUMAN SENDIRI

 

Al-Quran surah Al-Insan (surah ke-76) ayat 5.

 

 إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا

  

Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.

 

 Ayat di atas memberi kesan.

Orangnya mengambil minuman sendiri.

Dari tempat yang disiapkan.

  

MODEL KE-2 MINUMNYA DILAYANI

 

 Al-Quran surah Al-Insan (surah ke-76) ayat 17.

 

 وَيُسْقَوْنَ فِيهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيلًا

 

 Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe.

  

Ayat di atas memberi kesan.

Orangnya TIDAK MENGAMBIL MINUMAN.

TAPI DILAYANI DENGAN DIBERI MINUMAN.

  

Orientalis berpendapat.

Karena orang Arab hidupnya di padang pasir.

 

Maka di surga yang dibicarakan Al-Quran.

Yaitu minum-minum.

 

Orientalis berpendapat.

Bahwa Al-Quran adalah primitif.

 
Padahal pada zaman modern.

Orang berkumpul pasti ada acara minum-minum.

  

MODEL KE-3

 ALLAH MELAYANI MEMBERI MINUM

 

Al-Quran surah Al-Insan (surah ke-76) ayat 21.

 

 

 

عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ ۖ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا

 

Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberi mereka minuman yang bersih.

 

 

(Sumber Nouman Ali Khan)

 

 

16180. TAHUN 2019 GAJI GURU INDONESIA DI MALAYSIA 19 JUTA

 


TAHUN 2019 GAJI GURU INDONESIA DI MALAYSIA 19 JUTA PER BULAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Guru Asal Indonesia Yang Mengajar di Malaysia.

Gajinya  Rp 19,5 Juta per Bulan.

 

Malaysia merdeka 31 Agustus 1957.

Indonesia merdeka 17 Agustus 1945.

 

 Kemendikbud kirim 94 guru ke Malaysia.

 

 Guru-guru ditempatkan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) .

Atau Community Learning Center (CLC).

 

Yang tersebar di wilayah:

1)             Sabah.

2)             Sarawak.

 

Mereka didatangkan untuk menjamin terpenuhinya hak anak Indonesia.

 

Untuk mendapat layanan pendidikan bermutu di Malaysia.

 

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemendikbud.

Supriano mengungkapkan.

 

Gaji untuk para guru  disesuaikan dengan tingkat upah di Malaysia.

 

Yaitu sebesar Rp 19,5 juta per bulan.

 

“Itu sudah termasuk biaya untuk tempat tinggal dan makan.

 

Setelah 2 tahun, guru akan kita evaluasi lagi.

 

Jika memang kompetensinya baik maka akan diperpanjang.

 

Jumlah guru yang sekarang ada di sana sebanyak 225 guru.

 

Dan nanti akan ditambah 94 guru yang baru ini,” kata Supriano.

 

 

Anak usai sekolah asal Indonesia yang di Malaysia.

 

Belum semua bisa bersekolah.

 

Karena anak-anak ikut orang tuanya bekerja  di perkebunan.

 

“Jumlah anak usia sekolah di perkebunan Malaysia.

 

Sekitar 50.000 anak.

 

Yang bisa kita dorong sekolah sekitar 18.000 anak.

 

Dibutuhkan kerja sama dengan orang tuanya.

 

Dan harus ada keinginan anak  untuk belajar,” katanya.

  

“Alhamdulillah, yang lulus dari sekolah di Malaysia.

 

Ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi.

 Contohnya UI, ITB, IPB, UGM.

 

 Artinya, anak-anak kita ini posisinya di mana pun.

 

Jika diintervensi dengan pendidikan yang baik.

 

Maka dia juga punya kemampuan,” tambahnya.

 

 Hingga saat ini ada 160 PKBM di 2 wilayah itu.

 

Dengan perincian:

1)                115 Sekolah Dasar (SD).

2)                45 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

 

Supriano mengemukakan.

 Bahwa program ini salah satu upaya pemerintah.

 

Untuk pemerataan pendidikan di SD, SMP.

 

“Untuk jenjang SMA kita dekatkan dengan kota terdekat.

 

Misalnya Nunukan atau Jakarta.

 

Untuk tiap periode.

 Para guru dikontrak 2 tahun.

 

Kemudian kita evaluasi lagi.

 

Tahun lalu kita seleksi ada 48 orang lulus CPNS.

 

Jadi guru-guru berangkat ini pengganti guru lulus CPNS tadi,” terang Supriano.

Proses seleksi guru dilakukan 8 Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK).

 

Para guru yang lulus latar belakangnya S1 dan D4.

 

“Jadi guru-guru yang kita kirim ini memang punya panggilan jiwa untuk mengajar.

 

Karena perjuangan di sana.

 

Butuh fisik dan mental yang baik,” kata Supriano.

“Para guru ini setelah lulus seleksi.

 

Dikarantina untuk pelatihan.

 

Yang pertama terkait pendidikan karakter.

 

Yang di dalamnya ada nasionalisme, religius, mandiri, gotong royong dan integritas,” imbuh Supriano. 

 

(Sumber Siedoo)