Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, August 19, 2025

43077. HEWAN BISA BICARA DI QURAN

 

 


HEWAN BISA BERBICARA DI ALQURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Dalam Al-Qur’an.

Beberapa ayat tunjukkan.

 

Bahwa hewan bisa berbicara.

Dengan izin Allah.

 

A.       Semut berbicara dengan Nabi Sulaiman.

 

Al-Quran surah An-Naml (surah ke-27) ayat 18-19.

 



حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

 

18. Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkata seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";

 

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

 

19. maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku beri aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-Mu yang saleh".

 

Catatan.

 

1)        Ayat ini bukti semut bisa berbicara.

2)        Nabi Sulaiman dianugerahi kemampuan memahami bahasa binatang.

 

B.       Hud-hud (burung pelatuk) berbicara kepada Nabi Sulaiman.

 

Al-Quran surah An-Naml (surah ke-27) ayat 20-22.


وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لَا أَرَى الْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ الْغَائِبِينَ


20. Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir.


لَأُعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لَأَذْبَحَنَّهُ أَوْ لَيَأْتِيَنِّي بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ

 

21. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang".

 

فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ فَقَالَ أَحَطْتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِ وَجِئْتُكَ مِنْ سَبَإٍ بِنَبَإٍ يَقِينٍ

 

22. Maka tidak lama kemudian (datang hud-hud), lalu ia berkata: "Aku tahu sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.

 

Catatan.

 

1)        Burung Hud-hud memberi info dengan bahasa yang dipahami Nabi Sulaiman.

 

C.       Binatang melata berbicara di akhir zaman.

 

Al-Quran surah An-Naml (surah ke-27) ayat 82.

 

۞ وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ

 

Dan jika ucapan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.

 

Catatan.

 

1)        Tanda kiamat: munculnya Dabbatul Ardhi (binatang melata dari bumi) yang bisa berbicara dengan manusia.

 

D.       Kisah Nabi Yunus dan ikan besar.

Tak langsung bicara, tapi taat perintah Allah.

 

Al-Quran surah As-Saffat (surah ke-37) ayat 139-144.

 


وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

 

139. Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul,

 

إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ

 

140. (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan,


فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ

 

141. kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang kalah dalam undian.

 

فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ

 

142. Maka ia ditelan ikan besar dalam keadaan tercela.

 

فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ

 

143. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak mengingat Allah,

 

لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

 

144. niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan sampai hari berbangkit.

 

Catatan.

 

1)        Ikan yang menelan Nabi Yunus patuh perintah Allah.

2)        Meskipun tak ada dialog lisan.

 

3)        Hewan bisa bertasbih.

4)        Tunduk pada Allah.

 

5)        Ada riwayat komunikasi tertentu dengan nabi.

 

Catatan

 

1)        Nabi Sulaiman diberi ilmu bahasa hewan.

 

2)        Hewan patuh secara naluri.

 

3)        Pada saat tertentu hewan bicara secara nyata sebagai mukjizat.

 

Al-Quran surah Al-lsra ayat 44.


تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

 

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak paham tasbih mereka. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

 

Kesimpulan.

 

1)        Manusia diberi akal dan hati.

2)        Tak boleh kalah dengan hewan yang taat kepada Allah.

 

3)        Selalu menjaga lisan.

4)        Untuk berkata baik.

 

5)        Selalu mengingat Allah.

6)        Menebarkan manfaat.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

43074. LUKMAN 29 BUMI BULAT TAK DATAR

 

 





LUKMAN 29 BENTUK BUMI BULAT TAK DATAR

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Al-Quran surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 5.

 


خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۖ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ ۖ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ۗ أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ

 

Dia Allah menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dia Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

 

Catatan.

 

1)        "… يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ …".

2)        Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam …".

 

Tafsir:

 

1)        Kata “yukawwiru” = menggulung.

Seperti menggulung sorban di kepala.

 

2)        Isyarat bahwa malam dan siang mengitari bumi yang bulat, bukan datar.

 

3)        Tafsir Ibnu Kasir:

 

Siang dan malam saling menutupi, bergantian terus.

 

4)        Tafsir modern:

Pergantian siang dan malam.

 

Hanya mungkin terjadi.

Jika bumi berotasi dan berbentuk bulat.

 

Al-Quran surah An-Nazi‘at (surah ke-79) ayat 30.

 

وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَٰلِكَ دَحَاهَا

 

Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.

 

 

Tafsir.

 

1.        Kata “dahāhā”

Berasal dari kata “dahw”.

Artinya:

 

1)        Menghamparkan.

2)        Meluaskan.

 

3)        Membuat berbentuk bulat telur.

4)        Dahw al-duḥyā = sarang burung unta yang oval).

 

Tafisir klasik.

 

1)        Menghamparkan yaitu Allah menjadikan bumi layak dihuni.

 

Tafsir kontemporer.

 

1)        Bumi layak dihuni.

2)        Bentuk bumi bulat agak pepat (oblate spheroid)

3)        Sesuai makna “dahahā”.

 

Al-Quran surah Ar-Rahman (surah ke-55) ayat 33.

 


يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ تَنْفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانْفُذُوا ۚ لَا تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ

 

Hai bangsa jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasi, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.

 

Tafsir:

 

1)                Kata “aqṭār” (penjuru).

Berbentuk jamak.

Bukti bumi punya batas dari segala sisi.

 

2)                Para mufassir modern.

Selaras bumi berbentuk bulat.

Punya “cakrawala” dari segala arah.

 

Al-Quran surah Luqman (surah ke-31) ayat 29.

 


أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَيُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ كُلٌّ يَجْرِي إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَأَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

 

Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Tafsir:

 

1)        “Memasukkan malam ke dalam siang”.

2)        Pergantian gradual.

 

3)        Tak langsung sekaligus.

4)        Sesuai rotasi bumi yang bulat.

 

5)         Cahaya siang dan kegelapan malam bergradasi.

 

Kesimpulan.

 

 

1)        Bumi berbentuk bulat.

Isyarat dari kata “yukawwiru” (Az-Zumar 5) dan dahahā (An-Nazi‘at 30).

 

2)        Pergantian siang dan malam bertahap.

Hanya mungkin pada bumi bulat yang berotasi.

 

3)        Orbit benda langit.

Matahari dan bulan tunduk pada hukum kosmik (Yasin 40).

 

4)        Al-Qur’an tak pernah sebut bumi datar.

 

5)         Tapi sering pakai kata hamparan (mahduhā, suthihat, farashnāhā).

 

6)        Dalam arti layak dihuni.

7)        Bukan bentuk fisik.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.