Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, August 19, 2025

43079. ISLAM MUDAH TAK BERTANYA MENYULITKAN

 

 


ISLAM ITU MUDAH TAK BERTANYA MENYULITKAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Al-Quran surah Al-Māidah (surah ke-5) ayat 101-102.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِنْ تَسْأَلُوا عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللَّهُ عَنْهَا ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

 

101. Hai orang-orang  beriman, jangan kamu bertanya (kepada Nabimu) hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan waktu Al-Quran diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu, Allah memaafkan (kamu) tentang hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

 

قَدْ سَأَلَهَا قَوْمٌ مِنْ قَبْلِكُمْ ثُمَّ أَصْبَحُوا بِهَا كَافِرِينَ

 

102. Sesungguhnya ada segolongan manusia sebelum kamu menanyakan hal yang serupa itu (kepada Nabi mereka), kemudian mereka tidak percaya kepadanya.

 

Tafsir Ṭabarī

 

1)        Larangan ini bagi orang yang sering bertanya.

2)        Hal yang tak penting.

3)        Belum ditetapkan hukumnya.

 

4)        Misalnya: bertanya detail tak manfaat.

5)        Yaitu jenis hewan apa, warna apa, bentuk apa, dll.

 

6)        Seperti kisah Bani Israil.

7)        Banyak bertanya tentang sapi betina.

 

8)        Sehingga tambah sulit.

 (QS. Al-Baqarah: 67-71).

 

9)        Ayat ini ingatkan.

10)  Agar tak ikut kebiasaan Bani Israil.

 

11)  Suka memperumit syariat.

12)  Dengan pertanyaan detail.

 

Tafsir  Ibnu Kasīr

 

1)        Diriwayatkan dalam hadis.

2)        Sahabat bertanya pada Nabi:

 “Apakah haji diwajibkan setiap tahun?”

Tapi Nabi diam.

 

3)        Setelah ditanya berulang kali.

Nabi menjawab:

 

“Kalau aku katakan ya, niscaya akan diwajibkan tiap tahun, dan kalian tidak akan sanggup.”

(HR. Muslim).

 

4)        Salah satu contoh.

5)        Pertanyaan yang tidak perlu.

6)         Sebab justru bisa memberatkan.

 

7)        Jadi larangan di sini maksudnya:

 

8)        Tak bertanya hal yang jika diwajibkan.

Maka sulit melakukannya.

 

Tafsir Qurṭubī

 

Ada 2 pertanyaan yang dilarang.

1)                Yaitu:

1)        Pertanyaan berlebihan.

2)        Hal gaib yang tak dijelaskan Allah.

3)        Seperti hakikat roh, kapan kiamat.

 

4)        Pertanyaan yang bisa membuat hukum baru yang lebih berat.

5)        Contohnya pertanyaan haji tiap tahun.

 

6)        Pertanyaan yang dianjurkan.

7)        Yang membawa ilmu dan manfaat.

 

8)        Seperti: “Apa kewajiban saya dalam salat?”

 

Tafsir Fakhruddin Rāzī

 

Aspek psikologis:

1)        Orang beriman tak terlalu “ingin tahu” semua detail syariat.

 

2)         Sebagian disengaja bersifat umum.

3)        Agar fleksibel.

 

4)        Jika semua hal dipaksa ditanya.

5)        Maka agama berat dan menyulitkan.

 

2)        Agama lslam dibuat mudah.

3)        Tak dipersulit pertanyaan tak perlu.

 

Tafsir Quraish Shihab.

 

1)        Pertanyaan yang baik.

Jika tujuannya mencari petunjuk.

 

2)        Pertanyaan yang buruk.

Hanya menguji Nabi.

Menyulitkan diri sendiri.

 

3)        Mendidik umat agar fokus hal yang jelas wajib.

 

4)        Tak buang energi hal tak penting.

 

Inti Pesan.

 

1)        Islam melarang umatnya terlalu banyak bertanya hal tak penting.

 

2)        Khususnya terkait syariat.

3)        Bisa timbul kewajiban baru yang berat.

 

4)        Belajar dari Bani Israil.

5)        Bertanya terlalu detail soal sapi betina.

6)        Akhirnya jadi lebih sulit.

 

7)        Pertanyaan yang baik.

8)        Untuk memahami hukum.

9)        Mendapat manfaat.

 

10)  Hikmah: Agama ini mudah, jangan dipersulit.

 

Kesimpulan.

1)        Boleh bertanya untuk mencari ilmu.

 

2)        Tak bertanya berlebihan.

3)        Hingga menjerumuskan diri sendiri.

 

4)        Tak ulang salah umat terdahulu.

5)        Menyusahkan diri sendiri.

6)        Dengan pertanyaan yang tak perlu.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

 

43078. NABI SULAIMAN PAHAM BAHASA HEWAN

 



 

NABI SULAIMAN PAHAM BAHASA HEWAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Dalam Al-Qur’an.

Beberapa ayat tunjukkan.

 

Bahwa hewan bisa berbicara.

Dengan izin Allah.

 

A.       Semut berbicara dengan Nabi Sulaiman.

 

Al-Quran surah An-Naml (surah ke-27) ayat 18-19.

 



حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

 

18. Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkata seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";

 

فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

 

19. maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: "Ya Tuhanku beri aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridai; dan masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-Mu yang saleh".

 

Catatan.

 

1)        Ayat ini bukti semut bisa berbicara.

2)        Nabi Sulaiman dianugerahi kemampuan memahami bahasa binatang.

 

B.       Hud-hud (burung pelatuk) berbicara kepada Nabi Sulaiman.

 

Al-Quran surah An-Naml (surah ke-27) ayat 20-22.


وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لَا أَرَى الْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ الْغَائِبِينَ


20. Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir.


لَأُعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لَأَذْبَحَنَّهُ أَوْ لَيَأْتِيَنِّي بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ

 

21. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab keras atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang".

 

فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ فَقَالَ أَحَطْتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِ وَجِئْتُكَ مِنْ سَبَإٍ بِنَبَإٍ يَقِينٍ

 

22. Maka tidak lama kemudian (datang hud-hud), lalu ia berkata: "Aku tahu sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.

 

Catatan.

 

1)        Burung Hud-hud memberi info dengan bahasa yang dipahami Nabi Sulaiman.

 

C.       Binatang melata berbicara di akhir zaman.

 

Al-Quran surah An-Naml (surah ke-27) ayat 82.

 

۞ وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ

 

Dan jika ucapan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.

 

Catatan.

 

1)        Tanda kiamat: munculnya Dabbatul Ardhi (binatang melata dari bumi) yang bisa berbicara dengan manusia.

 

D.       Kisah Nabi Yunus dan ikan besar.

Tak langsung bicara, tapi taat perintah Allah.

 

Al-Quran surah As-Saffat (surah ke-37) ayat 139-144.

 


وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

 

139. Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul,

 

إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ

 

140. (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan,


فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ

 

141. kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang kalah dalam undian.

 

فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ

 

142. Maka ia ditelan ikan besar dalam keadaan tercela.

 

فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ

 

143. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak mengingat Allah,

 

لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

 

144. niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan sampai hari berbangkit.

 

Catatan.

 

1)        Ikan yang menelan Nabi Yunus patuh perintah Allah.

2)        Meskipun tak ada dialog lisan.

 

3)        Hewan bisa bertasbih.

4)        Tunduk pada Allah.

 

5)        Ada riwayat komunikasi tertentu dengan nabi.

 

Catatan

 

1)        Nabi Sulaiman diberi ilmu bahasa hewan.

 

2)        Hewan patuh secara naluri.

 

3)        Pada saat tertentu hewan bicara secara nyata sebagai mukjizat.

 

Al-Quran surah Al-lsra ayat 44.


تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

 

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak paham tasbih mereka. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.

 

Kesimpulan.

 

1)        Manusia diberi akal dan hati.

2)        Tak boleh kalah dengan hewan yang taat kepada Allah.

 

3)        Selalu menjaga lisan.

4)        Untuk berkata baik.

 

5)        Selalu mengingat Allah.

6)        Menebarkan manfaat.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.