BADUI
BODOH YANG PINTAR
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
- Seorang
lelaki Badui tinggal di pedalaman.
- Dia
hidup dan tinggal di pelosok pedesaan yang jauh dari pusat keramaian kota.
- Tempat
tinggalnya termasuk daerah terpencil, terjauh, dan terluar.
- Wilayahnya
sulit terjangkau.
- Si
Badui tidak berpendidikan, orang bodoh, dan tidak pernah
“makan” sekolah.
- Si
Badui datang menjumpai Rasulullah di Madinah.
- Badui
bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah yang mengurus hisabnya seluruh makhluk?”
- Rasulullah
bersabda,“Allah”.
- Badui
bertanya lagi,“Apakah Allah mengurusnya seorang diri?”
- Rasulullah
bersabda, “Ya.”
- Mendengar
jawaban Nabi Muhammad, si Badui tersenyum puas dan tampaknya dia amat gembira.
- Rasulullah
bersabda, “Mengapa engkau tersenyum, wahai orang Badui?”
- Badui menjawab,“Seorang yang pemurah,
jika menghisab pasti akan banyak memaafkan.”
- Si
Badui melanjutkan,”Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Allah Maha Pemaaf
lagi Maha Pengampun. Jika Allah menghisab manusia pasti akan banyak memaafkan
dan banyak member ampunan.”
- Rasulullah
tersenyum mendengarkan jawaban si Badui.
- Rasulullah
bersabda,”Engkau benar, tidak ada yang lebih pemurah dibandingkan dengan
Allah, Allah Maha Pemurah lagi Maha
Pengampun.”
- Si
Badui mengucapkan terima kasih kepada Rasulullah dan segera pamit pulang dengan
wajah puas dan lega.
- Rasulullah
bersabda, “Dia sungguh pintar.”
- Al-Quran
surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 163.
وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ
وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ
“Dan Tuhanmu adalahTuhan Yang Maha Esa;
tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”
Daftar Pustaka
1. Katsir,
Ibnu. Kisah Para Nabi. Penerbit Pustaka Azzam. Jakarta 2011.
2. Al-Quran
Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3. Tafsirq.com
online.
0 comments:
Post a Comment