PKS JAKARTA MASIH LAYAK IBUKOTA INDONESIA
Oleh Drs. HM Yusron Hadi, MM
Anies Baswedan
1.
IKN jadi Undang-Undang.
Sulit berubah.
2.
Dana IKN.
Jangan folkus 1 tempat
Tapi untuk pemerataan:
1)
Bangun Puskesmas.
2)
Gaji TNI, Polri, ASN naik.
3)
Angkat guru PPPK.
4)
Angkat honorer.
Capres nomor urut 1.
Anies Baswedan.
Kampanye di Sudirman Grand Ballroom.
Bandung, Jawa Barat.
Rabu (29/11/2023).
Calon presiden nomor 1.
Bicara terkait
Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Anies Baswedan menilai.
Progran IKN Nusantara.
Telah disahkan jadi undang-undang.
Kecil kemungkinan berubah.
"Saat ini .
Sudah jadi undang-undang.
Selama ada Undang-Undang.
Maka tak berubah," ujar Anies Baswedan.
Acara Desak Anies Basawedan
Di Bandung.
Rabu (29/11/2023).
Tapi Anies Baswedan menilai.
Anggaran triliun.
Untuk bangun IKN Nusantara.
Bisa dialihkan.
Untuk pembangunan lain.
Contohnya.
1)
Angkat guru-guru PPPK.
2)
Bangun Puskesmas.
3)
Kesejahteraan bagi aparatur negara.
Seperti Polisi dan TNI.
Jika dipakai kesejahteraan.
Bagi polisi dan tentara.
Yang masih kurang.
Mereka dapat manfaat.
Jauh lebih besar," ucap Anies Baswedan
Anies Baswedan katakan.
Anggaran jumlah besar.
Hanya focus 1 tempat.
Maka tempat lain.
Yang lebih butuh.
Tak dapat bagian.
Presiden PKS.
Ahmad Syaikhu tegaskan.
Jakarta tetap jadi ibu kota.
“Jika PKS menang.
Maka ibu kota negara .
Tetap di Jakarta," kata Syaikhu.
Di Hotel Bumi Wiyata, Depok.
Jawa Barat.
Minggu (26/11/2023).
Tapi pembangunan di IKN.
Tak akan disetop.
Tapi IKN jadi pusat bisnis.
Kawasan IKN.
Jadi pusat pertumbuhan ekonomi.
"Lalu yang sekarang.
Sudah dibangun di Kalimantan?
Tetap ibu kota Nusantara.
Jadi pusat pertumbuhan ekonomi.
Konsep green economy.
Kalimantan paru-paru Indonesia.
Diakui paru-paru dunia," kata
Syaiku.
Syaikhu sampaikan.
Jakarta saat ini.
Masih layak
Jadi ibu kota Indonesia.
(Sumber detik)
0 comments:
Post a Comment