MUHAMMADIYAH JADI TELADAN
DEMOKRASI YANG BAIK
Oleh Drs HM Yusron Hadi, MM
Ketua Umum
Pimpinan Pusat (PP)
Muhammadiyah.
Haedar Nashir berpesan.
Agar warga Muhammadiyah.
1)
Pedoman khittah.
2)
Jadi teladan baik .
3)
Pada Pemilu 2024.
4)
Warga cerdas, rasional,
dewasa.
5)
Bermartabat dan adab
mulia.
“Buktikan Warga
Muhammadiyah.
Mampu bersikap cerdas.
Rasional, dewasa.
Bermartabat, dan adab
mulia,” katanya.
Refleksi Pemilu 2024
Ahad (11/2/2024).
Haedar ajak
Warga Muhammadiyah.
1)
Partisipasi Pemilu.
2)
Bijak hadapi beda
pilihan politik.
3)
Arif berbangsa dan
bernegara.
“Tunjukkan pada semua.
Bahwa Warga Muhammadiyah.
Berbeda dengan yang lain.
Sebab bisa:
1)
Bisa berpolitik,
berbangsa, dan bernegara dengan baik.
2)
Cerdas, adil, luhur
peradaban.
3)
Dewasa hadapi beda
pilihan politik.
4)
Memperkaya kearifan
berbasis ihsan,” imbuhnya.
Agar rumah besar
Muhammadiyah.
1)
Terpancar cerah berbangsa
dan bernegara.
2)
Bawa kemajuan Indonesia.
3)
Mencerahkan semesta.
Haedar juga jelaskan.
1)
Tak melarang kritik .
2)
Boleh koreksi Pemilu.
3)
Sampaikan pikiran cerdas.
4)
Luas argumentasi.
5)
Patuh aturan.
6)
Berbingkai akhlak mulia.
Peran dakwah Muhammadiyah.
1)
Penyeimbang.
2)
Berbasis hikmah.
3)
Nasihat penuh kebaikan.
4)
Sejalan Kepribadian
Muhammadiyah.
5)
Bersikap adil.
6)
Koreksi dalam dan keluar.
Dengan bijaksana.
7)
Bijaksana bukan lemah.
8)
Tapi menunjuk karakter
Muhammadiyah.
Haedar berpesan.
Agar warga Muhammadiyah.
1)
Taat koridor organisasi.
2)
Hindari langkah sendiri.
3)
Tak sempal koridor
organisasi.
4)
Junjung tinggi marwah (muruah)
organisasi.
Haedar jelaskan.
Khittah Denpasar 2002.
Bahwa politik.
1)
Urusan muamalah dunia.
2)
Terbuka pintu ijtihad.
3)
Mungkin beda pilihan.
4)
Hal itu boleh.
(Sumber
Haedar Nashir)
0 comments:
Post a Comment