PEMIMPIN WAJIB PUNYA VISI DUNIA DAN AKHIRAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Pemimpin yang baik.
Wajib punya visi yang baik
Untuk dunia dan akhirat
Yaitu:
1)
Visi Pemimpin Harus Mengarah pada
Kebaikan
2)
Visi Harus Jelas: Dunia dan Akhirat
3)
Visi Berdasar Petunjuk Allah, Bukan
Nafsu
4)
Visi Menjadi Cahaya dan Arah bagi
Rakyat
5)
Contoh Visi Pemimpin dalam Al-Qur’an
A.
Visi Pemimpin Harus Mengarah pada
Kebaikan
1)
Al-Qur’an tegaskan.
2)
Kepemimpinan tak kepentingan pribadi.
3)
Tapi mewujudkan kebaikan bersama.
QS. Ali ‘Imran (3:104)
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ
بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di
antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang
makruf dan mencegah dari yang mungkar; mereka orang yang beruntung.
Catatan
1)
“Dan hendaklah kamu menjadi umat yang
menyeru kepada kebaikan…”
2)
Maknanya:
3)
Pemimpin yang baik
4)
Punya visi ajak warga pada kebaikan
5)
Tak sekadar janji
6)
Tak hanya kekuasaan.
B.
Visi Harus Jelas: Dunia dan Akhirat
1)
Al-Qur’an ajarkan
2)
Seimbang kemajuan dunia dan selamat
akhirat.
QS. Al-Qasas (28:77)
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ
مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ
الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Dan carilah pada apa
yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (bahagia) negeri akhirat, dan jangan
kamu melupakan bagianmu dari (nikmat) dunia dan berbuat baiklah (kepada orang
lain) seperti Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan jangan kamu berbuat
kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat
kerusakan.
Catatan.
1)
“Cari pada apa yang telah
dianugerahkan Allah kepadamu negeri akhirat, dan jangan lupa bagianmu di
dunia.”
2)
Maknanya:
3)
Visi pemimpin Qurani
4)
tak hanya bangun ekonomi dan fisik.
5)
Tapi juga moral dan iman.
C.
Visi Berdasarkan Petunjuk Allah, Bukan
Nafsu
1)
Pemimpin tanpa visi yang benar
2)
Akan mengikuti hawa nafsu.
3)
Merusak rakyat.
QS. Shad (38:26)
يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ
خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ
الْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ
سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ
Hai Daud, sesungguhnya
Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di bumi, maka beri keputusan (hal) di
antara manusia dengan adil dan jangan kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan
menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari
jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari
perhitungan.
Catatan.
1)
“Dan jangan kamu ikuti hawa nafsu,
karena ia akan menyesatkanmu dari jalan Allah.”
2)
Maknanya:
3)
Visi yang baik berdasar nilai
kebenaran.
4)
Bukan ambisi pribadi.
D.
Visi jadi cahaya dan arah bagi rakyat
1)
Pemimpin berilmu dan beriman.
2)
Mampu memberi arah yang jelas.
QS. Yunus (10:35)
قُلْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ ۚ قُلِ اللَّهُ يَهْدِي
لِلْحَقِّ ۗ أَفَمَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَنْ يُتَّبَعَ أَمَّنْ لَا
يَهِدِّي إِلَّا أَنْ يُهْدَىٰ ۖ فَمَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ
Katakan (Muhammad):
"Apakah di antara sekuturmu ada yang menunjuki kepada kebenaran?"
Katakan: "Allah yang menunjuki kepada kebenaran". Maka apakah orang
yang menunjuki kepada kebenaran lebih berhak diikuti atau orang yang tidak
dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu (berbuat
demikian)? Bagaimana kamu mengambil keputusan?
Catatan.
1)
“Apakah orang yang memberi petunjuk
kepada kebenaran lebih berhak diikuti…?”
2)
Maknanya:
3)
Pemimpin tahu tujuan ingin dicapai
4)
Dan cara mencapainya.
E.
Contoh Visi Pemimpin di Al-Qur’an
1)
Nabi Yusuf punya visi jelas
2)
Saat memimpin ekonomi Mesir.
QS. Yusuf (12:55)
قَالَ اجْعَلْنِي عَلَىٰ خَزَائِنِ الْأَرْضِ ۖ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ
Berkata Yusuf: "Jadikan aku bendahara negara (Mesir);
sesungguhnya aku orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan".
Catatan.
1)
“Jadikan aku bendahara negeri;
sesungguhnya aku orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan.”
2)
Visi Nabi Yusuf: selamatkan rakyat
dari krisis.
3)
Bukan memperkaya diri.
KESIMPULAN
1)
Pemimpin harus punya visi yang baik,
jelas, dan bermanfaat
2)
Visi harus sesuai nilai Al-Qur’an.
3)
Bukan nafsu
4)
Visi arahkan rakyat pada adil, sejahtera,
dan taat pada Allah
5)
Pemimpin tanpa visi
6)
Membawa kacau dan tidak adil
PEMIMPIN HARUS PUNYA VISI BAIK YANG JELAS (VERSI SISWA)
Pemimpin menurut Al-Qur’an.
1)
Harus punya visi yang baik dan jelas.
2)
Membawa rakyat ke arah kebaikan.
3)
Bukan kepentingan dsendiri.
Al-Qur’an ajarkan.
1)
Pemimpin ajak pada kebaikan.
2)
Mencegah keburukan.
Visi pemimpin
1)
Seimbang hidup dunia dan akhirat.
2)
Tak hanya mengejar kekayaan.
3)
Tak Cuma kekuasaan.
Pemimpin yang baik
1)
Tak ikuti hawa nafsu.
2)
Nafsu bisa menyesatkan.
3)
Merusak keadilan.
Dengan visi yang benar
1)
Pemimpin jadi petunjuk dan arah.
2)
Bagi rakyatnya.
Contohnya
1)
Nabi Yusuf visi selamatkan rakyat dari
krisis.
2)
Bukan memperkaya diri.
Kesimpulan:
1)
Pemimpin punya visi baik dan jelas
2)
Membawa masyarakat menuju keadilan,
kesejahteraan, dan kebaikan bersama.
3)
Sesuai ajaran Al-Qur’an.
Kesimpulan:
1)
Pemimpin visinya baik di Al-Qur’an
2)
Menyejahterakan rakyat di dunia.
3)
Tak lupa tanggung jawab akhirat.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AI

0 comments:
Post a Comment