KENAPA ORANG JAHAT TERLIHAT BAHAGIA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Kenapa orang jahat.
Terlihat bahagia?
Jawaban.
1)
Yang terlihat hanya “permukaan”
2)
Allah memberi “istidraj” (ujian nikmat)
3)
Mereka belum “ditagih”
4)
Standar bahagia mereka rendah
5)
Bahagia sejati bukan di dunia
A.
Yang terlihat hanya “permukaan”
1)
Kebahagiaan orang jahat
2)
Sering hanya tampilan luar.
3)
Bukan kondisi batin.
QS. Al-Baqarah (2:212)
زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَيَسْخَرُونَ مِنَ الَّذِينَ
آمَنُوا ۘ وَالَّذِينَ اتَّقَوْا فَوْقَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ وَاللَّهُ
يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Kehidupan dunia
dijadikan indah dalam pandangan orang kafir, dan mereka memandang hina orang beriman.
Padahal orang yang bertakwa lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan
Allah memberi rezeki kepada orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas.
Catatan.
1)
“Kehidupan dunia dijadikan indah bagi
orang kafir…”
2)
Dunia tampak memihak mereka:
a.
harta,
b.
jabatan,
c.
pengaruh.
3)
Al-Qur’an tak menilai bahagia.
4)
Hanya dari tampilan.
5)
Tapi ketenangan hati.
B.
Allah memberi “istidraj”
(ujian nikmat bertahap)
1)
Ini poin penting
2)
Tapi sering tak disadari.
QS. Al-A‘raf (7:182)
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِنْ حَيْثُ لَا
يَعْلَمُونَ
Dan orang-orang yang
mendustakan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur
(ke arah binasa), dengan cara yang tidak mereka ketahui.
Catatan.
1)
“Kami biarkan mereka berangsur-angsur
menuju kebinasaan, dari arah yang tidak mereka sadari.”
2)
Istidraj artinya:
- Diberi nikmat
- Dibiarkan berbuat dosa
- Merasa aman dan sukses
- Padahal dikunci pintu tobatnya
1)
Bahagia mereka bukan hadiah.
2)
Tapi ujian yang lebih berat.
C.
Karena mereka belum “ditagih”
1)
Orang jahat sering belum dibalas
sekarang.
2)
Tapi bukan berarti lolos.
QS. Ibrahim (14:42)
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا
يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ
Dan jangan sekali-kali
kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh
orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai
hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,
Catatan.
1)
“Jangan kamu kira Allah lengah
terhadap apa yang dilakukan orang zalim.”
2)
Penundaan hukuman.
3)
Bukan pembiaran
4)
Allah hanya menunda.
5)
Sampai waktu yang tepat
D.
Karena standar bahagia mereka rendah
1)
Banyak orang jahat merasa bahagia
2)
Karena:
- Tak punya rasa bersalah
- Tak takut akhirat
- Hidup hanya untuk diri sendiri
QS. Al-Mutaffifin (83:29-30)
إِنَّ الَّذِينَ أَجْرَمُوا كَانُوا مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا يَضْحَكُونَ
29. Sesungguhnya
orang-orang yang berdosa adalah mereka yang menertawakan orang-orang beriman.
وَإِذَا مَرُّوا بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ
30. Dan apabila
orang-orang beriman lewat di depan mereka, mereka saling mengedipkan matanya.
Catatan.
1)
“Orang berdosa itu menertawakan orang
beriman.”
2)
Mereka merasa bahagia.
3)
Sebab tak memikul beban moral
4)
Tapi itu bahagia semu.
5)
Bukan bahagia sejati
E.
Bahagia sejati bukan di dunia
Ini inti jawaban Qur’an.
QS. Al-Hadid (57:20)
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ
بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ
أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ
حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ
وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Ketahui bahwa
sesungguhnya kehidupan dunia ini hanya permainan dan suatu yang melalaikan,
perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga tentang banyaknya
harta dan anak, seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani; kemudian
tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi
hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab keras dan ampunan dari Allah serta rida-Nya.
Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanya kesenangan yang menipu.
Catatan.
1)
“Kehidupan dunia hanya permainan dan
senda gurau.”
QS. Yunus (10:64)
لَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ
لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Bagi mereka berita
gembira dalam hidup di dunia dan (dalam hidup) di akhirat. Tidak ada perubahan
bagi kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian adalah kemenangan yang besar.
Catatan.
1)
“Bagi mereka kabar gembira di dunia
dan di akhirat.” (untuk orang beriman)
2)
Dunia bukan tempat keadilan final
3)
Akhiratlah tempat bahagia hakiki dan
abadi
Kesimpulan
1)
Orang jahat terlihat bahagia.
2)
Sebab dunia bisa menipu.
3)
Itu bisa jadi istidraj,
4)
Bukan rahmat
5)
Allah tidak lupa.
6)
Hanya menunda
7)
Bahagia sejati bukan di luar.
8)
Tapi dalam hati
9)
Keadilan sejati bukan sekarang.
10) Tapi nanti di akhirat.
Kenapa Orang Jahat Terlihat Bahagia?
(Versi Siswa)
Siswa bertanya:
1)
“Kalau orang jahat itu salah.
2)
Kenapa hidupnya kelihatan enak dan
bahagia?”
Dalam Al-Qur’an.
1)
Hal ini tak aneh.
2)
Sebab sudah dijelaskan.
1.
Yang terlihat belum tentu sebenarnya
1)
Kita hanya melihat luarnya saja.
2)
QS. Al-Baqarah: 212
3)
Kehidupan dunia dibuat indah.
4)
Bagi orang yang tidak beriman.
Mereka terlihat:
1)
Kaya
2)
Sukses
3)
Bebas melakukan apa saja
4)
Tapi kita tidak tahu isi hatinya.
2.
Bahagia mereka bisa jadi ujian
1)
Allah bisa beri nikmat pada orang
jahat
2)
Bukan karena sayang.
3)
Tapi ujian.
QS. Al-A‘raf: 182
Allah membiarkan mereka sedikit demi
sedikit menuju kebinasaan.
Ini disebut istidraj:
1)
Diberi nikmat
2)
Dibiarkan berbuat salah
3)
Tidak merasa bersalah
3.
Orang jahat belum tentu aman
Bukan berarti mereka lolos dari
hukuman.
QS. Ibrahim: 42
1)
Jangan mengira Allah lalai
2)
Pada perbuatan orang zalim.
3)
Allah hanya menunda.
4)
Bukan membiarkan.
4.
Standar bahagia mereka berbeda
1)
Orang jahat merasa bahagia.
2)
Karena:
- Tidak peduli dosa
- Tidak takut akhirat
- Hidup hanya untuk kesenangan
QS. Al-Muthaffifin: 29
Orang berdosa menertawakan orang
beriman.
5.
Bahagia sejati bukan di dunia
Dunia bukan tempat balasan akhir.
QS. Al-Hadid: 20
1)
Kehidupan dunia hanya permainan dan
senda gurau.
2)
Bahagia sejati pada:
a.
Hati tenang
b.
Hidup yang benar
c.
Balasan di akhirat
Kesimpulan Siswa
1)
Orang jahat terlihat bahagia
2)
Bukan karena benar
3)
Bisa jadi itu ujian dari Allah
4)
Allah tidak pernah lupa
5)
Bahagia sejati bukan soal harta.
6)
Tapi tenang hati
Kalimat penutup (mudah dihafal):
1)
Tak iri pada bahagia orang jahat.
2)
Bahagia sejati bukan yang terlihat.
Bahagia sejati yaitu:
a.
Dosa diampuni.
b.
Masuk surga.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AI
.bmp)
0 comments:
Post a Comment