PERANG QURAIZHAH DAN KHILAFIAH SAHABAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
A.
Arti KHILAFIAH.
Khilafiah (خلافية)
1)
Perbedaan pendapat atau perselisihan
pandangan.
2)
Terutama dalam masalah agama (fikih).
Penjelasan
1)
Khilafiah adalah perbedaan pendapat
para ulama.
2)
Dalam memahami dalil (Al-Qur’an dan
Hadis).
3)
Bukan perbedaan dalam akidah pokok.
4)
Contoh khilafiah
a.
Cara mengangkat tangan saat doa
b.
Qunut Subuh (ada yang membaca, ada
yang tidak)
c.
Jumlah takbir Idul Fitri dan Idul
Adha.
d.
Menyentuh lawan jenis membatalkan wudu
atau tidak
Penting dipahami
1)
Khilafiah boleh terjadi
2)
Sudah ada sejak zaman sahabat
3)
Tak boleh saling menyalahkan
4)
Tak boleh anggap sesat
5)
Semua pendapat punya dalil dan metode
ijtihad
Arti khilafiah (versi siswa):
1)
Khilafiah adalah perbedaan pendapat di
para ulama.
2)
Tentang cara menjalankan ibadah.
3)
Tapi semua masih benar
4)
Semua dibolehkan dalam Islam.
Contoh mudah
1)
Ada yang qunut Subuh, ada yang tidak
2)
Posisi tangan saat salat bisa berbeda
3)
Jumlah takbir salat hari Raya tak sama
Kesimpulan untuk siswa
1)
Khilafiah bukan berarti salah
2)
Tak boleh bertengkar
3)
Dilarang mengejek
4)
Boleh ikut pendapat yang diyakini
Singkatnya:
1)
Khilafiah = beda pendapat.
2)
Bukan beda iman.
Khilafiah para sahabat.
Pada Perang Bani Quraizhah
1)
Salah satu contoh perbedaan
2)
Ijtihad para sahabat
3)
Dibenarkan oleh Nabi
4)
Bukan perpecahan akidah.
A.
Latar Belakang
1)
Pada tahun 5 H
2)
Setelah Perang Khandaq (Ahzab).
3)
Bani Quraizhah (suku Yahudi Madinah)
4)
Melanggar perjanjian dengan Nabi
5)
Bergabung secara rahasia
6)
Dengan kaum Quraisy.
7)
Setelah Perang Ahzab selesai
8)
Nabi memerintahkan para sahabat
9)
Menuju perkampungan Bani Quraizhah.
10) Perjalanan agak jauh.
Perintah Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
1)
“Jangan kalian salat Asar
2)
Kecuali di kampung Bani Quraizhah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
B.
Bentuk Khilafiah Sahabat
1)
Dalam perjalanan.
2)
Waktu Asar hampir habis.
3)
Para sahabat berbeda pendapat.
4)
Cara memahami perintah Nabi:
1️⃣ Kelompok ke-1
Memahami Tekstual
1)
Tidak salat Ashar
2)
Sampai tiba di kampung Bani Quraizhah.
3)
Meskipun waktu Asar telah habis.
4)
Alasan: taat literal pada perintah
Nabi ﷺ.
2️⃣ Kelompok ke-2
Memahami Kontekstual
1)
Salat Asar di jalan.
2)
Sebelum habis waktunya.
3)
Alasan: maksud Nabi ﷺ adalah bersegera.
4)
Bukan menunda salat.
C.
Sikap Nabi Muhammad.
1)
Ketika hal ini dilaporkan:
2)
Nabi ﷺ tak menyalahkan salah 1 dari 2
kelompok.
3)
Maknanya:
a.
Perbedaan ijtihad
b.
Dalam memahami dalil dibolehkan.
c.
Selama niatnya taat pada Allah dan
Rasul.
d.
Bukan hawa nafsu.
Pelajaran
1)
Khilafiah sudah ada
2)
Sejak zaman Nabi ﷺ
3)
Bahkan para sahabat terbaik.
4)
Khilafiah bukan penyimpangan
5)
Selama:
- Dalilnya jelas
- Metodenya ilmiah
- Niatnya benar
3️⃣ Landasan toleransi mazhab
1)
Peristiwa ini
2)
menjadi dasar ulama
3)
Terima beda pendapat fiqih.
Khilafiah pada Perang Bani Quraizhah
(Versi Siswa)
1.
Latar Belakang
1)
Perang Bani Quraizhah.
2)
Terjadi tahun 5 Hijriah.
3)
Setelah Perang Khandaq.
4)
Bani Quraizhah salah satu suku Yahudi
di Madinah.
5)
Melanggar perjanjian dengan Nabi
Muhammad ﷺ.
6)
Perang Khandaq selesai.
7)
Nabi ﷺ memerintahkan para sahabat
8)
Menuju kampung Bani Quraizhah.
2.
Perintah Nabi ﷺ
Rasulullah ﷺ bersabda:
1)
“Jangan salah seorang di antara kalian
shalat Asar kecuali di Bani Quraizhah.”
3.
Terjadinya Khilafiah
1)
Dalam perjalanan.
2)
Waktu salat Asar hampir habis.
3)
Para sahabat berbeda pendapat
4)
Dalam memahami perintah Nabi ﷺ.
a.
Kelompok ke-1
1)
Tak salat Asar dalam perjalanan.
2)
Menunggu sampai tiba di Bani
Quraizhah.
3)
Alasannya: ingin menaati perintah Nabi
secara langsung.
b.
Kelompok ke-2
1)
Salat Asar dalam perjalanan
2)
Sebelum waktunya habis.
3)
Alasannya: perintah Nabi
4)
Agar segera berangkat.
5)
Bukan menunda salat.
4.
Sikap Nabi Muhammad.
1)
Setelah kejadian itu disampaikan.
2)
Nabi ﷺ tak salahkan 2 kelompok.
3)
Meskipun beda pendapat.
Artinya:
1)
Kedua kelompok sama-sama berniat taat.
2)
Perbedaan ini beda pemahaman.
3)
Bukan perbedaan iman.
Pelajaran
1)
Perbedaan pendapat
2)
Sudah ada sejak zaman Nabi ﷺ.
3)
Khilafiah tak membuat berdosa.
4)
Jika tujuannya taat pada Allah.
5)
Islam ajarkan saling menghormati
6)
Perbedaan pendapat.
7)
Perbedaan dalam Islam.
8)
Jangan jadi alasan bertengkar.
Kesimpulan
1)
Khilafiah pada Perang Bani Quraizhah
2)
Mengajarkan bahwa:
a.
Boleh bedaan pendapat
b.
Dalam memahami ajaran Islam.
c.
Selama niatnya benar.
d.
Tetap pegang Al-Qur’an dan Sunah.
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AI



.bmp)