REZEKI TAK SELALU TAMBAH TAPI KURANG
BEBAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Dalam Islam:
1)
Rezeki tak selalu harus bertambah.
2)
Tapi bisa kurangi beban
3)
Agar hidup lebih ringan.
Dalam Al-Qur’an.
Konsep ini tercermin
Dalam ayat tentang:
1)
Bersyukur.
2)
Tawakal.
3)
Kurangi utang
4)
Kurangi beban hidup.
Yaitu:
1)
Rezeki tak selalu soal bertambah
2)
Kurangi beban hidup hindari riba dan
utang
3)
Kurangi beban dengan bersyukur dan
sedekah
4)
Kurangi beban dengan hidup sederhana
A.
Rezeki tak selalu soal bertambah
1)
Allah tekankan
2)
Bahwa rezeki datang dari-Nya.
3)
Bisa dalam banyak cara.
4)
Tak hanya uang atau harta.
5)
Bisa berupa sehat, ilmu, tenang hati,
atau keluarga harmonis.
QS. Al-Baqarah [2]: 286
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا
مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ
رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ
قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ
عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى
الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Allah tidak membebani
seseorang melainkan sesuai kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan)
yang diusahakan dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakan. (Mereka
berdoa): "Ya Tuhan kami, jangan Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami
tersalah. Ya Tuhan kami, jangan Engkau bebankan kepada kami beban yang berat seperti
Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, jangan Engkau
pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaf kami;
ampuni kami; dan rahmati kami. Engkau Penolong kami, maka tolong kami terhadap
kaum yang kafir".
Catatan.
1)
“Allah tak bebani orang melainkan
sesuai dengan kesanggupannya.”
2)
Artinya, hidup ini tidak selalu
tentang menambah harta.
3)
Tapi beban hidup yang ringan
4)
Itu juga rezeki.
B.
Kurangi beban hidup dengan menghindari
riba dan utang
1)
Al-Qur’an tekankan
2)
Tak menambah beban hidup dengan riba
atau utang memberatkan.
3)
Sebab bisa menjerat secara finansial
dan spiritual.
QS. Al-Baqarah [2]: 275
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا
يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ
الْمَسِّ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا ۗ
وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ۚ فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ
رَبِّهِ فَانْتَهَىٰ فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَمَنْ عَادَ
فَأُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri
melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan)
penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian disebabkan mereka berkata
(berpendapat), sesungguhnya jual beli sama dengan riba, padahal Allah telah
menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai
kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba),
maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan
urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka
orang itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
Catatan.
1)
Hindari hal yang menambah “beban” hidup.
2)
Agar rezeki terasa cukup dan berkah.
C.
Kurangi beban dengan bersyukur dan
sedekah
1)
Memberikan sedekah atau zakat
2)
Mengurangi beban hati dan hidup.
3)
Tak mengurangi harta.
4)
Allah berjanji rezeki dilipatgandakan:
QS. Al-Baqarah [2]: 261
مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ
أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ
يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan (infak yang
dikeluarkan oleh) orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah serupa dengan
1 butir benih menumbuhkan 7 bulir, pada
tiap 1 bulir 100 biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia
kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.
Catatan.
1)
Dengan sedekah.
2)
Kurangi beban serakah.
3)
Kurangi khawatir harta.
D.
Kurangi beban dengan hidup sederhana
1)
Al-Qur’an dorong hidup sederhana.
2)
Tak berlebihan.
3)
Tak terbebani utang
4)
Cegah keinginan tak habis-habis:
QS. Al-Furqan [25]: 67
وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ
ذَٰلِكَ قَوَامًا
Dan orang-orang yang
apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir,
dan (belanja) di tengah yang demikian.
Catatan.
1)
Hidup sederhana dan rendah hati .
2)
Kurangi beban pikiran dan materi.
Kesimpulan
1)
Rezeki tak selalu harus tambah secara
materi.
2)
Kita buat hidup lebih ringan dengan:
a.
Menghindari riba dan utang yang
memberatkan.
b.
Bersyukur dan bersedekah.
c.
Hidup sederhana.
d.
Tak berlebihan.
E.
Allah memberi rezeki dengan ukuran
QS Asy- Syura (42:27)
۞ وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَٰكِنْ
يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ
Dan jika Allah
melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentu mereka akan melampaui batas di bumi,
tapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia
Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.
Tafsirnya
1.
Allah tak memberi rezeki berlebihan
Tafsir Ibnu Kasir
1)
Jika Allah memberi rezeki terlalu luas
dan tanpa batas
2)
Kepada semua manusia.
3)
Maka sebagian besar jadi sombong.
4)
Melampaui batas.
5)
Berlaku zalim
6)
Serakah di bumi.
7)
Kelebihan harta tanpa batas
8)
Cenderung membuat lalai
9)
Tak taat kepada Allah
10) Sibuk urus dunia.
2.
Allah turunkan rezeki dengan takaran tepat
1)
Allah memberi rezeki dengan ukuran
2)
Sesuai hikmah dan kebutuhan hamba.
3)
Tak sekadar kekurangan.
4)
Tapi sesuai kebutuhan terbaik
5)
Allah tahu keadaan hamba‑hamba‑Nya
6)
Yerbaik untuk mereka.
Pesan Utama
1)
Rezeki Allah tak selalu berarti
bertambah banyak secara materi.
2)
Allah mengatur rezeki dengan ukuran
terbaik
3)
Agar manusia tetap dalam kebaikan
4)
Tak jadi penyebab kerusakan.
5)
Kekurangan yang dirasakan
6)
Bentuk rahmat Allah.
7)
Jika berlebihan dorong jauh taat.
1.
Rezeki sesuai ukuran Allah
1)
Allah memberi rezeki sesuai kebutuhan,
tak berlebihan.
2)
Kita harus bersyukur atas apa yang
diterima
3)
Hal itu cukup dan tepat bagi kita.
4)
Contoh:
Gaji cukup untuk kebutuhan pokok dan ibadah.
Meskipun tak besar, tetap berkah.
2.
Jangan serakah
1)
Jika manusia diberi berlebihan,
cenderung menjadi serakah, lalai ibadah, atau merusak lingkungan.
2)
Hikmah: Batasi keinginan dunia agar
hati tidak gelisah.
3)
Contoh: Tidak membeli barang mewah
yang tidak perlu hanya karena punya uang lebih.
3.
Hidup sederhana itu Rahmat
1)
Hidup tidak melampaui batas justru
membuat hati tenang dan fokus pada ibadah.
2)
Contoh: Memilih rumah yang sederhana
tapi nyaman, daripada rumah mewah tapi membebani utang.
4.
Percaya pada hikmah Allah
1)
Kekurangan materi bukan tanda Allah
tidak sayang.
2)
Rezeki bisa datang dalam bentuk
kesehatan, ilmu, teman baik, dan ketenangan hati.
3)
Contoh: Tidak punya mobil mewah tapi
punya kesehatan dan keluarga harmonis — ini juga rezeki.
5.
Kurangi beban hidup
1)
Hindari riba, utang berlebihan, dan
gaya hidup konsumtif.
2)
Hidup lebih ringan dan rezeki yang ada
lebih berkah.
3)
Contoh: Membeli mobil dengan tunai
atau syariah dibanding cicilan riba yang memberatkan.
Intinya:
1)
Rezeki bukan soal jumlah.
2)
Tapi cukup, berkah, dan seimbang
hidup.
3)
Dengan bersyukur, hidup sederhana, dan
hindari hal memberatkan.
4)
Bisa merasakan rezeki Allah penuh
hikmah.
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AI



.bmp)