Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, August 8, 2017

185. ALAM

AL-QURAN DAN ALAM SEMESTA
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Bagaimana hubungan antara Al-Quran dengan Alam Semesta? Mohon dijelaskan hubungan antara Al-Quran dengan Jagat Raya atau Alam Semesta? Profesor Duaa Anwar, seorang penulis yang berasal Mesir dan tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab menjelaskannya
      Teori modern yang diterima mengenai asal usul alam semesta adalah teori “Big Bang” atau “Ledakan besar” yang dahsyat. Para ilmuwan masih meneliti teori ini, konsep letusan dahsyat ini telah dijelaskan secara garis besar dalam Al-Quran sejak 1.400 tahun lampau.
       Teori “Big Bang” menjelaskan terjadinya alam semesta dimulai dengan satu gumpalan besar, kemudian alam semesta meledak menjadi jutaan pecahan. Fenomena ini terjadi milyaran tahun lalu.
       Sejak saat itu, alam semesta meluas dan mengembang semakin besar sampai suatu saat akan berhenti berkembang dan alam semesta akan kembali menciut lagi. Itulah teori para ilmuwan tentang alam semesta yang agaknya sejalan dengan Al-Quran.
      Al-Quran surah Al-Anbiya’, surah ke-21 ayat 30. “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak juga beriman?”
      Al-Quran surah Adz-Dzariyat, surah ke 51 ayat 47. “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.”
       Al-Quran surah Adz-Dzariyat, surah ke-51 ayat 7. “Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.”
      Al-Quran surah Al-Mursalat, surah ke-77 ayat 8. “Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan”.
      Para ilmuwan menyatakan bahwa pada saat terbentuknya alam semesta, maka ruang angkasa penuh dengan gas yang panas.  Hal ini disebutkan dalam Al-Quran surah Fushshilat, surah ke-41 ayat 11.
      “Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab, “Kami datang dengan suka hati”.
     Menurut para ilmuwan, kata asap merupakan penjelasan yang tepat mengenai gas ini. Kemudian Allah membagi langit menjadi tujuh lapis, seperti penjelasan dalam Al-Quran surah Fushshilat, surah ke-41 ayat 12.
      “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikian ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”
     Para ilmuwan memperkirakan bahwa alam semesta berumur sekitar 18 milyar tahun, sedangkan Al-Quran menyatakan bahwa alam semesta diciptakan dalam “enam hari” atau “enam periode.” Sebagian ulama memprediksi umur alam semesta 18,3 tahun.
      Dua hari di sini bukan ukuran 24 jam standar manusia, tetapi diukur dengan standar yang berbeda. Al-Quran menyatakan sehari ukuran Allah sama dengan 1.000 tahun ukuran manusia, dalam keadaan tertentu sehari sama dengan 50.000 tahun.
      Al-Quran surah Al-Maarij, surah ke-70 ayat 4. “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun”.
         Al-Quran surah Ar-Ra’du, surah ke-13 ayat 2. “Allah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.”
      Teori sains modern menjelaskan bahwa alam semesta berasal dari ledakan sebuah gumpalan besar yang dahsyat, tetapi belum berhasil menentukan, “Bagaimana cara gumpalan besar itu terwujud dan bagaimana ruang angkasa berupa kekosongan dan kehampaan terbentuk?”
      Saat ini, beberapa ilmuwan sampai kepada kesimpulan tentang kemungkinan penciptaan alam semesta. Artinya, alam semesta terjadi karena ada yang menciptakannya.
      Al-Quran surah Al-Anbiya’, surah ke-21 ayat 16-17. “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan (istri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya)”.
       Umat Islam yang patuh sangat yakin terhadap kebenaran Al-Quran, apa pun yang dikatakan Al-Quran pasti benar. Tidak perlu menunggu sampai Al-Quran membuktikan kebenarannya.
      Ketika ayat Al-Quran yang berkaitan dengan alam semesta ternyata terbukti benar secara ilmiah. Hal itu membantu mendukung bukti bahwa Al-Quran sebagai kalam Allah Yang Maha Tinggi.
Daftar Pustaka
1. Anwar, Duaa. Memahami Segalanya Tentang Al-Quran. The Everything Koran Book. Penerbit Karisma Publishing Group, Batam 2004.

185. ALAM

AL-QURAN DAN ALAM SEMESTA
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Bagaimana hubungan antara Al-Quran dengan Alam Semesta? Mohon dijelaskan hubungan antara Al-Quran dengan Jagat Raya atau Alam Semesta? Profesor Duaa Anwar, seorang penulis yang berasal Mesir dan tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab menjelaskannya
      Teori modern yang diterima mengenai asal usul alam semesta adalah teori “Big Bang” atau “Ledakan besar” yang dahsyat. Para ilmuwan masih meneliti teori ini, konsep letusan dahsyat ini telah dijelaskan secara garis besar dalam Al-Quran sejak 1.400 tahun lampau.
       Teori “Big Bang” menjelaskan terjadinya alam semesta dimulai dengan satu gumpalan besar, kemudian alam semesta meledak menjadi jutaan pecahan. Fenomena ini terjadi milyaran tahun lalu.
       Sejak saat itu, alam semesta meluas dan mengembang semakin besar sampai suatu saat akan berhenti berkembang dan alam semesta akan kembali menciut lagi. Itulah teori para ilmuwan tentang alam semesta yang agaknya sejalan dengan Al-Quran.
      Al-Quran surah Al-Anbiya’, surah ke-21 ayat 30. “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak juga beriman?”
      Al-Quran surah Adz-Dzariyat, surah ke 51 ayat 47. “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.”
       Al-Quran surah Adz-Dzariyat, surah ke-51 ayat 7. “Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.”
      Al-Quran surah Al-Mursalat, surah ke-77 ayat 8. “Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan”.
      Para ilmuwan menyatakan bahwa pada saat terbentuknya alam semesta, maka ruang angkasa penuh dengan gas yang panas.  Hal ini disebutkan dalam Al-Quran surah Fushshilat, surah ke-41 ayat 11.
      “Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab, “Kami datang dengan suka hati”.
     Menurut para ilmuwan, kata asap merupakan penjelasan yang tepat mengenai gas ini. Kemudian Allah membagi langit menjadi tujuh lapis, seperti penjelasan dalam Al-Quran surah Fushshilat, surah ke-41 ayat 12.
      “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikian ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”
     Para ilmuwan memperkirakan bahwa alam semesta berumur sekitar 18 milyar tahun, sedangkan Al-Quran menyatakan bahwa alam semesta diciptakan dalam “enam hari” atau “enam periode.” Sebagian ulama memprediksi umur alam semesta 18,3 tahun.
      Dua hari di sini bukan ukuran 24 jam standar manusia, tetapi diukur dengan standar yang berbeda. Al-Quran menyatakan sehari ukuran Allah sama dengan 1.000 tahun ukuran manusia, dalam keadaan tertentu sehari sama dengan 50.000 tahun.
      Al-Quran surah Al-Maarij, surah ke-70 ayat 4. “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun”.
         Al-Quran surah Ar-Ra’du, surah ke-13 ayat 2. “Allah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.”
      Teori sains modern menjelaskan bahwa alam semesta berasal dari ledakan sebuah gumpalan besar yang dahsyat, tetapi belum berhasil menentukan, “Bagaimana cara gumpalan besar itu terwujud dan bagaimana ruang angkasa berupa kekosongan dan kehampaan terbentuk?”
      Saat ini, beberapa ilmuwan sampai kepada kesimpulan tentang kemungkinan penciptaan alam semesta. Artinya, alam semesta terjadi karena ada yang menciptakannya.
      Al-Quran surah Al-Anbiya’, surah ke-21 ayat 16-17. “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan (istri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya)”.
       Umat Islam yang patuh sangat yakin terhadap kebenaran Al-Quran, apa pun yang dikatakan Al-Quran pasti benar. Tidak perlu menunggu sampai Al-Quran membuktikan kebenarannya.
      Ketika ayat Al-Quran yang berkaitan dengan alam semesta ternyata terbukti benar secara ilmiah. Hal itu membantu mendukung bukti bahwa Al-Quran sebagai kalam Allah Yang Maha Tinggi.
Daftar Pustaka
1. Anwar, Duaa. Memahami Segalanya Tentang Al-Quran. The Everything Koran Book. Penerbit Karisma Publishing Group, Batam 2004.

185. ALAM

AL-QURAN DAN ALAM SEMESTA
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Bagaimana hubungan antara Al-Quran dengan Alam Semesta? Mohon dijelaskan hubungan antara Al-Quran dengan Jagat Raya atau Alam Semesta? Profesor Duaa Anwar, seorang penulis yang berasal Mesir dan tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab menjelaskannya
      Teori modern yang diterima mengenai asal usul alam semesta adalah teori “Big Bang” atau “Ledakan besar” yang dahsyat. Para ilmuwan masih meneliti teori ini, konsep letusan dahsyat ini telah dijelaskan secara garis besar dalam Al-Quran sejak 1.400 tahun lampau.
       Teori “Big Bang” menjelaskan terjadinya alam semesta dimulai dengan satu gumpalan besar, kemudian alam semesta meledak menjadi jutaan pecahan. Fenomena ini terjadi milyaran tahun lalu.
       Sejak saat itu, alam semesta meluas dan mengembang semakin besar sampai suatu saat akan berhenti berkembang dan alam semesta akan kembali menciut lagi. Itulah teori para ilmuwan tentang alam semesta yang agaknya sejalan dengan Al-Quran.
      Al-Quran surah Al-Anbiya’, surah ke-21 ayat 30. “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak juga beriman?”
      Al-Quran surah Adz-Dzariyat, surah ke 51 ayat 47. “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.”
       Al-Quran surah Adz-Dzariyat, surah ke-51 ayat 7. “Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.”
      Al-Quran surah Al-Mursalat, surah ke-77 ayat 8. “Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan”.
      Para ilmuwan menyatakan bahwa pada saat terbentuknya alam semesta, maka ruang angkasa penuh dengan gas yang panas.  Hal ini disebutkan dalam Al-Quran surah Fushshilat, surah ke-41 ayat 11.
      “Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab, “Kami datang dengan suka hati”.
     Menurut para ilmuwan, kata asap merupakan penjelasan yang tepat mengenai gas ini. Kemudian Allah membagi langit menjadi tujuh lapis, seperti penjelasan dalam Al-Quran surah Fushshilat, surah ke-41 ayat 12.
      “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikian ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”
     Para ilmuwan memperkirakan bahwa alam semesta berumur sekitar 18 milyar tahun, sedangkan Al-Quran menyatakan bahwa alam semesta diciptakan dalam “enam hari” atau “enam periode.” Sebagian ulama memprediksi umur alam semesta 18,3 tahun.
      Dua hari di sini bukan ukuran 24 jam standar manusia, tetapi diukur dengan standar yang berbeda. Al-Quran menyatakan sehari ukuran Allah sama dengan 1.000 tahun ukuran manusia, dalam keadaan tertentu sehari sama dengan 50.000 tahun.
      Al-Quran surah Al-Maarij, surah ke-70 ayat 4. “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun”.
         Al-Quran surah Ar-Ra’du, surah ke-13 ayat 2. “Allah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.”
      Teori sains modern menjelaskan bahwa alam semesta berasal dari ledakan sebuah gumpalan besar yang dahsyat, tetapi belum berhasil menentukan, “Bagaimana cara gumpalan besar itu terwujud dan bagaimana ruang angkasa berupa kekosongan dan kehampaan terbentuk?”
      Saat ini, beberapa ilmuwan sampai kepada kesimpulan tentang kemungkinan penciptaan alam semesta. Artinya, alam semesta terjadi karena ada yang menciptakannya.
      Al-Quran surah Al-Anbiya’, surah ke-21 ayat 16-17. “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan (istri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya)”.
       Umat Islam yang patuh sangat yakin terhadap kebenaran Al-Quran, apa pun yang dikatakan Al-Quran pasti benar. Tidak perlu menunggu sampai Al-Quran membuktikan kebenarannya.
      Ketika ayat Al-Quran yang berkaitan dengan alam semesta ternyata terbukti benar secara ilmiah. Hal itu membantu mendukung bukti bahwa Al-Quran sebagai kalam Allah Yang Maha Tinggi.
Daftar Pustaka
1. Anwar, Duaa. Memahami Segalanya Tentang Al-Quran. The Everything Koran Book. Penerbit Karisma Publishing Group, Batam 2004.

185. ALAM

AL-QURAN DAN ALAM SEMESTA
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Bagaimana hubungan antara Al-Quran dengan Alam Semesta? Mohon dijelaskan hubungan antara Al-Quran dengan Jagat Raya atau Alam Semesta? Profesor Duaa Anwar, seorang penulis yang berasal Mesir dan tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab menjelaskannya
      Teori modern yang diterima mengenai asal usul alam semesta adalah teori “Big Bang” atau “Ledakan besar” yang dahsyat. Para ilmuwan masih meneliti teori ini, konsep letusan dahsyat ini telah dijelaskan secara garis besar dalam Al-Quran sejak 1.400 tahun lampau.
       Teori “Big Bang” menjelaskan terjadinya alam semesta dimulai dengan satu gumpalan besar, kemudian alam semesta meledak menjadi jutaan pecahan. Fenomena ini terjadi milyaran tahun lalu.
       Sejak saat itu, alam semesta meluas dan mengembang semakin besar sampai suatu saat akan berhenti berkembang dan alam semesta akan kembali menciut lagi. Itulah teori para ilmuwan tentang alam semesta yang agaknya sejalan dengan Al-Quran.
      Al-Quran surah Al-Anbiya’, surah ke-21 ayat 30. “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapa mereka tidak juga beriman?”
      Al-Quran surah Adz-Dzariyat, surah ke 51 ayat 47. “Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.”
       Al-Quran surah Adz-Dzariyat, surah ke-51 ayat 7. “Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.”
      Al-Quran surah Al-Mursalat, surah ke-77 ayat 8. “Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan”.
      Para ilmuwan menyatakan bahwa pada saat terbentuknya alam semesta, maka ruang angkasa penuh dengan gas yang panas.  Hal ini disebutkan dalam Al-Quran surah Fushshilat, surah ke-41 ayat 11.
      “Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab, “Kami datang dengan suka hati”.
     Menurut para ilmuwan, kata asap merupakan penjelasan yang tepat mengenai gas ini. Kemudian Allah membagi langit menjadi tujuh lapis, seperti penjelasan dalam Al-Quran surah Fushshilat, surah ke-41 ayat 12.
      “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikian ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”
     Para ilmuwan memperkirakan bahwa alam semesta berumur sekitar 18 milyar tahun, sedangkan Al-Quran menyatakan bahwa alam semesta diciptakan dalam “enam hari” atau “enam periode.” Sebagian ulama memprediksi umur alam semesta 18,3 tahun.
      Dua hari di sini bukan ukuran 24 jam standar manusia, tetapi diukur dengan standar yang berbeda. Al-Quran menyatakan sehari ukuran Allah sama dengan 1.000 tahun ukuran manusia, dalam keadaan tertentu sehari sama dengan 50.000 tahun.
      Al-Quran surah Al-Maarij, surah ke-70 ayat 4. “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya 50.000 tahun”.
         Al-Quran surah Ar-Ra’du, surah ke-13 ayat 2. “Allah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.”
      Teori sains modern menjelaskan bahwa alam semesta berasal dari ledakan sebuah gumpalan besar yang dahsyat, tetapi belum berhasil menentukan, “Bagaimana cara gumpalan besar itu terwujud dan bagaimana ruang angkasa berupa kekosongan dan kehampaan terbentuk?”
      Saat ini, beberapa ilmuwan sampai kepada kesimpulan tentang kemungkinan penciptaan alam semesta. Artinya, alam semesta terjadi karena ada yang menciptakannya.
      Al-Quran surah Al-Anbiya’, surah ke-21 ayat 16-17. “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main. Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan (istri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami. Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya)”.
       Umat Islam yang patuh sangat yakin terhadap kebenaran Al-Quran, apa pun yang dikatakan Al-Quran pasti benar. Tidak perlu menunggu sampai Al-Quran membuktikan kebenarannya.
      Ketika ayat Al-Quran yang berkaitan dengan alam semesta ternyata terbukti benar secara ilmiah. Hal itu membantu mendukung bukti bahwa Al-Quran sebagai kalam Allah Yang Maha Tinggi.
Daftar Pustaka
1. Anwar, Duaa. Memahami Segalanya Tentang Al-Quran. The Everything Koran Book. Penerbit Karisma Publishing Group, Batam 2004.

184. ASMAUL

APAKAH AL-QURAN ITU SEBENARNYA?
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Apakah Al-Quran itu? Mohon dijelaskan, apakah Al-Quran itu sebenarnya? Profesor Duaa Anwar, seorang penulis yang berasal Mesir dan tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab menjelaskannya.
      Al-Quran (menurut KBBI V) adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai pertunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia. 
      Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad sekitar 1400 tahun lampau. Bahasa asli Al-Quran adalah bahasa Arab. Al-Quran merupakan Kitab Suci terakhir yang sampai kepada manusia, setelah Kitab Taurat dan Kitab Injil.  .
      Al-Quran tidak diwahyukan sekaligus, tetapi diturunkan dalam tempo sekitar 23 tahun. Al-Quran terdiri atas 114 surah. Surah adalah istilah bahasa Arab untuk menyebut “bab”, setiap surah panjangnya berbeda-beda.
     Sebuah surah terdiri atas beberapa ayat dan diberi nomor urut. Surah terpanjang adalah surah Al-Baqarah, yaitu 286 ayat. Surah Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagian-sebagian pada kesempatan tertentu.
      Surah Al-Quran diwahyukan tidak dalam  urutan seperti dalam mushaf Al-Quran sekarang. Umat Islam yakin Nabi Muhammad menyelesaikan susunan terakhir Al-Quran sesuai dengan petunjuk Allah.
      Ayat Al-Quran dirujuk dengan menuliskan surah dan ayatnya, misalnya 33:36 artinya menunjuk surah ke-33 dan ayat ke-36. Ayat Al-Quran diberi pengenal seperti itu dalam seluruh isi Al-Quran.
      Al-Quran adalah kitab suci utama agama Islam, yang berisi ajaran segala sesuatu untuk orang yang beriman kepada Allah. Beberapa penjelasan tertentu seperti cara mendirikan salat belum lengkap diuraikan dalam Al-Quran, maka Nabi Muhammad menyampaikan rinciannya. Al-Quran memberikan pedoman secara umum, sedangkan Nabi Muhammad menjelaskan rinciannya.
     Al-Quran adalah jantung agama Islam. Islam timbul dari Al-Quran, dan tanpa Al-Quran tidak ada Islam. Al-Quran berbicara tentang banyak pokok bahasan.
      Kosakata dalam Al-Quran sangat mengagumkan orang yang memahami bahasa Arab dan membuat heran para ilmuwan karena isi Al-Quran memberikan informasi yang tepat mengenai  sains dan teknologi.
     Al-Quran memaparkan ulang peristiwa sejarah dan menceritakan kisah para nabi sebelum Nabi Muhammad seperti Nabi Sulaiman, Ibrahim,dan Musa.
      Al-Quran merupakan pedoman hidup yang mengajarkan manusia untuk menggunakan standar moral yang tinggi dan  mendorong menaati peraturan yang tegas tentang etika.
      Al-Quran sangat menganjurkan sikap moral yang baik dan sifat yang terpuji seperti kesederhanaan, kebenaran, dan kebaikan, serta mengutuk keras sikap kemunafikan, penipuan, dan pergunjingan.
     Tujuan utama Al-Quran adalah untuk menunjukkan manusia agar mengetahui tentang Allah Yang Maha Kuasa yang wajib disembah serta Allah Yang Maha Agung dan Maha Pencipta segalanya yang tidak ada sekutu bagi-Nya.
      Al-Quran surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-5. “Katakan, “Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia”.  
      Al-Quran menjelaskan tentang 99 “asmaul husna”, yaitu 99 nama yang baik untuk menyebutkan nama-Nya. Allah adalah sebutan nama Tuhan yang paling utama, sedangkan 99 nama lainnya boleh digunakan oleh umat Islam ketika berbicara tentang Tuhan.
     Sekarang ini, Al-Quran sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh penjuru dunia. Meskipun demikian, umat Islam ditekankan untuk tetap membaca Al-Quran dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Arab.
      Terjemahan Al-Quran ke dalam bahasa lain adalah untuk membantu orang-orang yang bukan berbahasa Arab untuk memahaminya, tetapi terjemahan dapat mengurangi pesan dan menghilangkan keindahan bahasa aslinya.  Terjemahan Al-Quran hanya menjelaskan maksudnya, bukan kata-kata sesungguhnya.
    Terjemahan kata “Kami” sering membingungkan. Perbendaharaan bahasa Arab sangat rumit, sehingga penerjemah menggunaan kata yang paling dekat. Kata “Kami” dalam bahasa Arab untuk menunjukkan penghormatan dan dipakai oleh orang mempunyai kekuasaan.
         Allah Maha Pencipta dan Maha Kuasa, kadang kala menggunakan kata “Kami” untuk menunjukkan penghormatan dan keagungan.
     Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 54. “Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.”
      Ketika membaca Al-Quran, umat Islam harus mengatur sikap tubuhnya yang menunjukkan penghormatan kepada Al-Quran.
      Duduk di atas kursi malas, atau duduk di lantai beralaskan bantal dengan bersila merupakan posisi yang layak. Tetapi menyandarkan punggung pada sandaran dan melonjorkan kaki di atas meja merupakan sikap yang tidak pantas.
Daftar Pustaka
1. Anwar, Duaa. Memahami Segalanya Tentang Al-Quran. The Everything Koran Book. Penerbit Karisma Publishing Group, Batam 2004.

184. ASMAUL

APAKAH AL-QURAN ITU SEBENARNYA?
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Apakah Al-Quran itu? Mohon dijelaskan, apakah Al-Quran itu sebenarnya? Profesor Duaa Anwar, seorang penulis yang berasal Mesir dan tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab menjelaskannya.
      Al-Quran (menurut KBBI V) adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai pertunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia. 
      Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad sekitar 1400 tahun lampau. Bahasa asli Al-Quran adalah bahasa Arab. Al-Quran merupakan Kitab Suci terakhir yang sampai kepada manusia, setelah Kitab Taurat dan Kitab Injil.  .
      Al-Quran tidak diwahyukan sekaligus, tetapi diturunkan dalam tempo sekitar 23 tahun. Al-Quran terdiri atas 114 surah. Surah adalah istilah bahasa Arab untuk menyebut “bab”, setiap surah panjangnya berbeda-beda.
     Sebuah surah terdiri atas beberapa ayat dan diberi nomor urut. Surah terpanjang adalah surah Al-Baqarah, yaitu 286 ayat. Surah Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagian-sebagian pada kesempatan tertentu.
      Surah Al-Quran diwahyukan tidak dalam  urutan seperti dalam mushaf Al-Quran sekarang. Umat Islam yakin Nabi Muhammad menyelesaikan susunan terakhir Al-Quran sesuai dengan petunjuk Allah.
      Ayat Al-Quran dirujuk dengan menuliskan surah dan ayatnya, misalnya 33:36 artinya menunjuk surah ke-33 dan ayat ke-36. Ayat Al-Quran diberi pengenal seperti itu dalam seluruh isi Al-Quran.
      Al-Quran adalah kitab suci utama agama Islam, yang berisi ajaran segala sesuatu untuk orang yang beriman kepada Allah. Beberapa penjelasan tertentu seperti cara mendirikan salat belum lengkap diuraikan dalam Al-Quran, maka Nabi Muhammad menyampaikan rinciannya. Al-Quran memberikan pedoman secara umum, sedangkan Nabi Muhammad menjelaskan rinciannya.
     Al-Quran adalah jantung agama Islam. Islam timbul dari Al-Quran, dan tanpa Al-Quran tidak ada Islam. Al-Quran berbicara tentang banyak pokok bahasan.
      Kosakata dalam Al-Quran sangat mengagumkan orang yang memahami bahasa Arab dan membuat heran para ilmuwan karena isi Al-Quran memberikan informasi yang tepat mengenai  sains dan teknologi.
     Al-Quran memaparkan ulang peristiwa sejarah dan menceritakan kisah para nabi sebelum Nabi Muhammad seperti Nabi Sulaiman, Ibrahim,dan Musa.
      Al-Quran merupakan pedoman hidup yang mengajarkan manusia untuk menggunakan standar moral yang tinggi dan  mendorong menaati peraturan yang tegas tentang etika.
      Al-Quran sangat menganjurkan sikap moral yang baik dan sifat yang terpuji seperti kesederhanaan, kebenaran, dan kebaikan, serta mengutuk keras sikap kemunafikan, penipuan, dan pergunjingan.
     Tujuan utama Al-Quran adalah untuk menunjukkan manusia agar mengetahui tentang Allah Yang Maha Kuasa yang wajib disembah serta Allah Yang Maha Agung dan Maha Pencipta segalanya yang tidak ada sekutu bagi-Nya.
      Al-Quran surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-5. “Katakan, “Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia”.  
      Al-Quran menjelaskan tentang 99 “asmaul husna”, yaitu 99 nama yang baik untuk menyebutkan nama-Nya. Allah adalah sebutan nama Tuhan yang paling utama, sedangkan 99 nama lainnya boleh digunakan oleh umat Islam ketika berbicara tentang Tuhan.
     Sekarang ini, Al-Quran sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh penjuru dunia. Meskipun demikian, umat Islam ditekankan untuk tetap membaca Al-Quran dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Arab.
      Terjemahan Al-Quran ke dalam bahasa lain adalah untuk membantu orang-orang yang bukan berbahasa Arab untuk memahaminya, tetapi terjemahan dapat mengurangi pesan dan menghilangkan keindahan bahasa aslinya.  Terjemahan Al-Quran hanya menjelaskan maksudnya, bukan kata-kata sesungguhnya.
    Terjemahan kata “Kami” sering membingungkan. Perbendaharaan bahasa Arab sangat rumit, sehingga penerjemah menggunaan kata yang paling dekat. Kata “Kami” dalam bahasa Arab untuk menunjukkan penghormatan dan dipakai oleh orang mempunyai kekuasaan.
         Allah Maha Pencipta dan Maha Kuasa, kadang kala menggunakan kata “Kami” untuk menunjukkan penghormatan dan keagungan.
     Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 54. “Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.”
      Ketika membaca Al-Quran, umat Islam harus mengatur sikap tubuhnya yang menunjukkan penghormatan kepada Al-Quran.
      Duduk di atas kursi malas, atau duduk di lantai beralaskan bantal dengan bersila merupakan posisi yang layak. Tetapi menyandarkan punggung pada sandaran dan melonjorkan kaki di atas meja merupakan sikap yang tidak pantas.
Daftar Pustaka
1. Anwar, Duaa. Memahami Segalanya Tentang Al-Quran. The Everything Koran Book. Penerbit Karisma Publishing Group, Batam 2004.

184. ASMAUL

APAKAH AL-QURAN ITU SEBENARNYA?
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Apakah Al-Quran itu? Mohon dijelaskan, apakah Al-Quran itu sebenarnya? Profesor Duaa Anwar, seorang penulis yang berasal Mesir dan tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab menjelaskannya.
      Al-Quran (menurut KBBI V) adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai pertunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia. 
      Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad sekitar 1400 tahun lampau. Bahasa asli Al-Quran adalah bahasa Arab. Al-Quran merupakan Kitab Suci terakhir yang sampai kepada manusia, setelah Kitab Taurat dan Kitab Injil.  .
      Al-Quran tidak diwahyukan sekaligus, tetapi diturunkan dalam tempo sekitar 23 tahun. Al-Quran terdiri atas 114 surah. Surah adalah istilah bahasa Arab untuk menyebut “bab”, setiap surah panjangnya berbeda-beda.
     Sebuah surah terdiri atas beberapa ayat dan diberi nomor urut. Surah terpanjang adalah surah Al-Baqarah, yaitu 286 ayat. Surah Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagian-sebagian pada kesempatan tertentu.
      Surah Al-Quran diwahyukan tidak dalam  urutan seperti dalam mushaf Al-Quran sekarang. Umat Islam yakin Nabi Muhammad menyelesaikan susunan terakhir Al-Quran sesuai dengan petunjuk Allah.
      Ayat Al-Quran dirujuk dengan menuliskan surah dan ayatnya, misalnya 33:36 artinya menunjuk surah ke-33 dan ayat ke-36. Ayat Al-Quran diberi pengenal seperti itu dalam seluruh isi Al-Quran.
      Al-Quran adalah kitab suci utama agama Islam, yang berisi ajaran segala sesuatu untuk orang yang beriman kepada Allah. Beberapa penjelasan tertentu seperti cara mendirikan salat belum lengkap diuraikan dalam Al-Quran, maka Nabi Muhammad menyampaikan rinciannya. Al-Quran memberikan pedoman secara umum, sedangkan Nabi Muhammad menjelaskan rinciannya.
     Al-Quran adalah jantung agama Islam. Islam timbul dari Al-Quran, dan tanpa Al-Quran tidak ada Islam. Al-Quran berbicara tentang banyak pokok bahasan.
      Kosakata dalam Al-Quran sangat mengagumkan orang yang memahami bahasa Arab dan membuat heran para ilmuwan karena isi Al-Quran memberikan informasi yang tepat mengenai  sains dan teknologi.
     Al-Quran memaparkan ulang peristiwa sejarah dan menceritakan kisah para nabi sebelum Nabi Muhammad seperti Nabi Sulaiman, Ibrahim,dan Musa.
      Al-Quran merupakan pedoman hidup yang mengajarkan manusia untuk menggunakan standar moral yang tinggi dan  mendorong menaati peraturan yang tegas tentang etika.
      Al-Quran sangat menganjurkan sikap moral yang baik dan sifat yang terpuji seperti kesederhanaan, kebenaran, dan kebaikan, serta mengutuk keras sikap kemunafikan, penipuan, dan pergunjingan.
     Tujuan utama Al-Quran adalah untuk menunjukkan manusia agar mengetahui tentang Allah Yang Maha Kuasa yang wajib disembah serta Allah Yang Maha Agung dan Maha Pencipta segalanya yang tidak ada sekutu bagi-Nya.
      Al-Quran surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-5. “Katakan, “Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia”.  
      Al-Quran menjelaskan tentang 99 “asmaul husna”, yaitu 99 nama yang baik untuk menyebutkan nama-Nya. Allah adalah sebutan nama Tuhan yang paling utama, sedangkan 99 nama lainnya boleh digunakan oleh umat Islam ketika berbicara tentang Tuhan.
     Sekarang ini, Al-Quran sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh penjuru dunia. Meskipun demikian, umat Islam ditekankan untuk tetap membaca Al-Quran dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Arab.
      Terjemahan Al-Quran ke dalam bahasa lain adalah untuk membantu orang-orang yang bukan berbahasa Arab untuk memahaminya, tetapi terjemahan dapat mengurangi pesan dan menghilangkan keindahan bahasa aslinya.  Terjemahan Al-Quran hanya menjelaskan maksudnya, bukan kata-kata sesungguhnya.
    Terjemahan kata “Kami” sering membingungkan. Perbendaharaan bahasa Arab sangat rumit, sehingga penerjemah menggunaan kata yang paling dekat. Kata “Kami” dalam bahasa Arab untuk menunjukkan penghormatan dan dipakai oleh orang mempunyai kekuasaan.
         Allah Maha Pencipta dan Maha Kuasa, kadang kala menggunakan kata “Kami” untuk menunjukkan penghormatan dan keagungan.
     Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 54. “Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.”
      Ketika membaca Al-Quran, umat Islam harus mengatur sikap tubuhnya yang menunjukkan penghormatan kepada Al-Quran.
      Duduk di atas kursi malas, atau duduk di lantai beralaskan bantal dengan bersila merupakan posisi yang layak. Tetapi menyandarkan punggung pada sandaran dan melonjorkan kaki di atas meja merupakan sikap yang tidak pantas.
Daftar Pustaka
1. Anwar, Duaa. Memahami Segalanya Tentang Al-Quran. The Everything Koran Book. Penerbit Karisma Publishing Group, Batam 2004.

184. ASMAUL

APAKAH AL-QURAN ITU SEBENARNYA?
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Apakah Al-Quran itu? Mohon dijelaskan, apakah Al-Quran itu sebenarnya? Profesor Duaa Anwar, seorang penulis yang berasal Mesir dan tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab menjelaskannya.
      Al-Quran (menurut KBBI V) adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai pertunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia. 
      Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad sekitar 1400 tahun lampau. Bahasa asli Al-Quran adalah bahasa Arab. Al-Quran merupakan Kitab Suci terakhir yang sampai kepada manusia, setelah Kitab Taurat dan Kitab Injil.  .
      Al-Quran tidak diwahyukan sekaligus, tetapi diturunkan dalam tempo sekitar 23 tahun. Al-Quran terdiri atas 114 surah. Surah adalah istilah bahasa Arab untuk menyebut “bab”, setiap surah panjangnya berbeda-beda.
     Sebuah surah terdiri atas beberapa ayat dan diberi nomor urut. Surah terpanjang adalah surah Al-Baqarah, yaitu 286 ayat. Surah Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagian-sebagian pada kesempatan tertentu.
      Surah Al-Quran diwahyukan tidak dalam  urutan seperti dalam mushaf Al-Quran sekarang. Umat Islam yakin Nabi Muhammad menyelesaikan susunan terakhir Al-Quran sesuai dengan petunjuk Allah.
      Ayat Al-Quran dirujuk dengan menuliskan surah dan ayatnya, misalnya 33:36 artinya menunjuk surah ke-33 dan ayat ke-36. Ayat Al-Quran diberi pengenal seperti itu dalam seluruh isi Al-Quran.
      Al-Quran adalah kitab suci utama agama Islam, yang berisi ajaran segala sesuatu untuk orang yang beriman kepada Allah. Beberapa penjelasan tertentu seperti cara mendirikan salat belum lengkap diuraikan dalam Al-Quran, maka Nabi Muhammad menyampaikan rinciannya. Al-Quran memberikan pedoman secara umum, sedangkan Nabi Muhammad menjelaskan rinciannya.
     Al-Quran adalah jantung agama Islam. Islam timbul dari Al-Quran, dan tanpa Al-Quran tidak ada Islam. Al-Quran berbicara tentang banyak pokok bahasan.
      Kosakata dalam Al-Quran sangat mengagumkan orang yang memahami bahasa Arab dan membuat heran para ilmuwan karena isi Al-Quran memberikan informasi yang tepat mengenai  sains dan teknologi.
     Al-Quran memaparkan ulang peristiwa sejarah dan menceritakan kisah para nabi sebelum Nabi Muhammad seperti Nabi Sulaiman, Ibrahim,dan Musa.
      Al-Quran merupakan pedoman hidup yang mengajarkan manusia untuk menggunakan standar moral yang tinggi dan  mendorong menaati peraturan yang tegas tentang etika.
      Al-Quran sangat menganjurkan sikap moral yang baik dan sifat yang terpuji seperti kesederhanaan, kebenaran, dan kebaikan, serta mengutuk keras sikap kemunafikan, penipuan, dan pergunjingan.
     Tujuan utama Al-Quran adalah untuk menunjukkan manusia agar mengetahui tentang Allah Yang Maha Kuasa yang wajib disembah serta Allah Yang Maha Agung dan Maha Pencipta segalanya yang tidak ada sekutu bagi-Nya.
      Al-Quran surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-5. “Katakan, “Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia”.  
      Al-Quran menjelaskan tentang 99 “asmaul husna”, yaitu 99 nama yang baik untuk menyebutkan nama-Nya. Allah adalah sebutan nama Tuhan yang paling utama, sedangkan 99 nama lainnya boleh digunakan oleh umat Islam ketika berbicara tentang Tuhan.
     Sekarang ini, Al-Quran sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh penjuru dunia. Meskipun demikian, umat Islam ditekankan untuk tetap membaca Al-Quran dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Arab.
      Terjemahan Al-Quran ke dalam bahasa lain adalah untuk membantu orang-orang yang bukan berbahasa Arab untuk memahaminya, tetapi terjemahan dapat mengurangi pesan dan menghilangkan keindahan bahasa aslinya.  Terjemahan Al-Quran hanya menjelaskan maksudnya, bukan kata-kata sesungguhnya.
    Terjemahan kata “Kami” sering membingungkan. Perbendaharaan bahasa Arab sangat rumit, sehingga penerjemah menggunaan kata yang paling dekat. Kata “Kami” dalam bahasa Arab untuk menunjukkan penghormatan dan dipakai oleh orang mempunyai kekuasaan.
         Allah Maha Pencipta dan Maha Kuasa, kadang kala menggunakan kata “Kami” untuk menunjukkan penghormatan dan keagungan.
     Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 54. “Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.”
      Ketika membaca Al-Quran, umat Islam harus mengatur sikap tubuhnya yang menunjukkan penghormatan kepada Al-Quran.
      Duduk di atas kursi malas, atau duduk di lantai beralaskan bantal dengan bersila merupakan posisi yang layak. Tetapi menyandarkan punggung pada sandaran dan melonjorkan kaki di atas meja merupakan sikap yang tidak pantas.
Daftar Pustaka
1. Anwar, Duaa. Memahami Segalanya Tentang Al-Quran. The Everything Koran Book. Penerbit Karisma Publishing Group, Batam 2004.

184. ASMAUL

APAKAH AL-QURAN ITU SEBENARNYA?
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Apakah Al-Quran itu? Mohon dijelaskan, apakah Al-Quran itu sebenarnya? Profesor Duaa Anwar, seorang penulis yang berasal Mesir dan tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab menjelaskannya.
      Al-Quran (menurut KBBI V) adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai pertunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia. 
      Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad sekitar 1400 tahun lampau. Bahasa asli Al-Quran adalah bahasa Arab. Al-Quran merupakan Kitab Suci terakhir yang sampai kepada manusia, setelah Kitab Taurat dan Kitab Injil.  .
      Al-Quran tidak diwahyukan sekaligus, tetapi diturunkan dalam tempo sekitar 23 tahun. Al-Quran terdiri atas 114 surah. Surah adalah istilah bahasa Arab untuk menyebut “bab”, setiap surah panjangnya berbeda-beda.
     Sebuah surah terdiri atas beberapa ayat dan diberi nomor urut. Surah terpanjang adalah surah Al-Baqarah, yaitu 286 ayat. Surah Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagian-sebagian pada kesempatan tertentu.
      Surah Al-Quran diwahyukan tidak dalam  urutan seperti dalam mushaf Al-Quran sekarang. Umat Islam yakin Nabi Muhammad menyelesaikan susunan terakhir Al-Quran sesuai dengan petunjuk Allah.
      Ayat Al-Quran dirujuk dengan menuliskan surah dan ayatnya, misalnya 33:36 artinya menunjuk surah ke-33 dan ayat ke-36. Ayat Al-Quran diberi pengenal seperti itu dalam seluruh isi Al-Quran.
      Al-Quran adalah kitab suci utama agama Islam, yang berisi ajaran segala sesuatu untuk orang yang beriman kepada Allah. Beberapa penjelasan tertentu seperti cara mendirikan salat belum lengkap diuraikan dalam Al-Quran, maka Nabi Muhammad menyampaikan rinciannya. Al-Quran memberikan pedoman secara umum, sedangkan Nabi Muhammad menjelaskan rinciannya.
     Al-Quran adalah jantung agama Islam. Islam timbul dari Al-Quran, dan tanpa Al-Quran tidak ada Islam. Al-Quran berbicara tentang banyak pokok bahasan.
      Kosakata dalam Al-Quran sangat mengagumkan orang yang memahami bahasa Arab dan membuat heran para ilmuwan karena isi Al-Quran memberikan informasi yang tepat mengenai  sains dan teknologi.
     Al-Quran memaparkan ulang peristiwa sejarah dan menceritakan kisah para nabi sebelum Nabi Muhammad seperti Nabi Sulaiman, Ibrahim,dan Musa.
      Al-Quran merupakan pedoman hidup yang mengajarkan manusia untuk menggunakan standar moral yang tinggi dan  mendorong menaati peraturan yang tegas tentang etika.
      Al-Quran sangat menganjurkan sikap moral yang baik dan sifat yang terpuji seperti kesederhanaan, kebenaran, dan kebaikan, serta mengutuk keras sikap kemunafikan, penipuan, dan pergunjingan.
     Tujuan utama Al-Quran adalah untuk menunjukkan manusia agar mengetahui tentang Allah Yang Maha Kuasa yang wajib disembah serta Allah Yang Maha Agung dan Maha Pencipta segalanya yang tidak ada sekutu bagi-Nya.
      Al-Quran surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-5. “Katakan, “Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia”.  
      Al-Quran menjelaskan tentang 99 “asmaul husna”, yaitu 99 nama yang baik untuk menyebutkan nama-Nya. Allah adalah sebutan nama Tuhan yang paling utama, sedangkan 99 nama lainnya boleh digunakan oleh umat Islam ketika berbicara tentang Tuhan.
     Sekarang ini, Al-Quran sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh penjuru dunia. Meskipun demikian, umat Islam ditekankan untuk tetap membaca Al-Quran dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Arab.
      Terjemahan Al-Quran ke dalam bahasa lain adalah untuk membantu orang-orang yang bukan berbahasa Arab untuk memahaminya, tetapi terjemahan dapat mengurangi pesan dan menghilangkan keindahan bahasa aslinya.  Terjemahan Al-Quran hanya menjelaskan maksudnya, bukan kata-kata sesungguhnya.
    Terjemahan kata “Kami” sering membingungkan. Perbendaharaan bahasa Arab sangat rumit, sehingga penerjemah menggunaan kata yang paling dekat. Kata “Kami” dalam bahasa Arab untuk menunjukkan penghormatan dan dipakai oleh orang mempunyai kekuasaan.
         Allah Maha Pencipta dan Maha Kuasa, kadang kala menggunakan kata “Kami” untuk menunjukkan penghormatan dan keagungan.
     Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 54. “Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.”
      Ketika membaca Al-Quran, umat Islam harus mengatur sikap tubuhnya yang menunjukkan penghormatan kepada Al-Quran.
      Duduk di atas kursi malas, atau duduk di lantai beralaskan bantal dengan bersila merupakan posisi yang layak. Tetapi menyandarkan punggung pada sandaran dan melonjorkan kaki di atas meja merupakan sikap yang tidak pantas.
Daftar Pustaka
1. Anwar, Duaa. Memahami Segalanya Tentang Al-Quran. The Everything Koran Book. Penerbit Karisma Publishing Group, Batam 2004.

184. ASMAUL

APAKAH AL-QURAN ITU SEBENARNYA?
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Apakah Al-Quran itu? Mohon dijelaskan, apakah Al-Quran itu sebenarnya? Profesor Duaa Anwar, seorang penulis yang berasal Mesir dan tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab menjelaskannya.
      Al-Quran (menurut KBBI V) adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai pertunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia. 
      Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad sekitar 1400 tahun lampau. Bahasa asli Al-Quran adalah bahasa Arab. Al-Quran merupakan Kitab Suci terakhir yang sampai kepada manusia, setelah Kitab Taurat dan Kitab Injil.  .
      Al-Quran tidak diwahyukan sekaligus, tetapi diturunkan dalam tempo sekitar 23 tahun. Al-Quran terdiri atas 114 surah. Surah adalah istilah bahasa Arab untuk menyebut “bab”, setiap surah panjangnya berbeda-beda.
     Sebuah surah terdiri atas beberapa ayat dan diberi nomor urut. Surah terpanjang adalah surah Al-Baqarah, yaitu 286 ayat. Surah Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagian-sebagian pada kesempatan tertentu.
      Surah Al-Quran diwahyukan tidak dalam  urutan seperti dalam mushaf Al-Quran sekarang. Umat Islam yakin Nabi Muhammad menyelesaikan susunan terakhir Al-Quran sesuai dengan petunjuk Allah.
      Ayat Al-Quran dirujuk dengan menuliskan surah dan ayatnya, misalnya 33:36 artinya menunjuk surah ke-33 dan ayat ke-36. Ayat Al-Quran diberi pengenal seperti itu dalam seluruh isi Al-Quran.
      Al-Quran adalah kitab suci utama agama Islam, yang berisi ajaran segala sesuatu untuk orang yang beriman kepada Allah. Beberapa penjelasan tertentu seperti cara mendirikan salat belum lengkap diuraikan dalam Al-Quran, maka Nabi Muhammad menyampaikan rinciannya. Al-Quran memberikan pedoman secara umum, sedangkan Nabi Muhammad menjelaskan rinciannya.
     Al-Quran adalah jantung agama Islam. Islam timbul dari Al-Quran, dan tanpa Al-Quran tidak ada Islam. Al-Quran berbicara tentang banyak pokok bahasan.
      Kosakata dalam Al-Quran sangat mengagumkan orang yang memahami bahasa Arab dan membuat heran para ilmuwan karena isi Al-Quran memberikan informasi yang tepat mengenai  sains dan teknologi.
     Al-Quran memaparkan ulang peristiwa sejarah dan menceritakan kisah para nabi sebelum Nabi Muhammad seperti Nabi Sulaiman, Ibrahim,dan Musa.
      Al-Quran merupakan pedoman hidup yang mengajarkan manusia untuk menggunakan standar moral yang tinggi dan  mendorong menaati peraturan yang tegas tentang etika.
      Al-Quran sangat menganjurkan sikap moral yang baik dan sifat yang terpuji seperti kesederhanaan, kebenaran, dan kebaikan, serta mengutuk keras sikap kemunafikan, penipuan, dan pergunjingan.
     Tujuan utama Al-Quran adalah untuk menunjukkan manusia agar mengetahui tentang Allah Yang Maha Kuasa yang wajib disembah serta Allah Yang Maha Agung dan Maha Pencipta segalanya yang tidak ada sekutu bagi-Nya.
      Al-Quran surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-5. “Katakan, “Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia”.  
      Al-Quran menjelaskan tentang 99 “asmaul husna”, yaitu 99 nama yang baik untuk menyebutkan nama-Nya. Allah adalah sebutan nama Tuhan yang paling utama, sedangkan 99 nama lainnya boleh digunakan oleh umat Islam ketika berbicara tentang Tuhan.
     Sekarang ini, Al-Quran sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh penjuru dunia. Meskipun demikian, umat Islam ditekankan untuk tetap membaca Al-Quran dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Arab.
      Terjemahan Al-Quran ke dalam bahasa lain adalah untuk membantu orang-orang yang bukan berbahasa Arab untuk memahaminya, tetapi terjemahan dapat mengurangi pesan dan menghilangkan keindahan bahasa aslinya.  Terjemahan Al-Quran hanya menjelaskan maksudnya, bukan kata-kata sesungguhnya.
    Terjemahan kata “Kami” sering membingungkan. Perbendaharaan bahasa Arab sangat rumit, sehingga penerjemah menggunaan kata yang paling dekat. Kata “Kami” dalam bahasa Arab untuk menunjukkan penghormatan dan dipakai oleh orang mempunyai kekuasaan.
         Allah Maha Pencipta dan Maha Kuasa, kadang kala menggunakan kata “Kami” untuk menunjukkan penghormatan dan keagungan.
     Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 54. “Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.”
      Ketika membaca Al-Quran, umat Islam harus mengatur sikap tubuhnya yang menunjukkan penghormatan kepada Al-Quran.
      Duduk di atas kursi malas, atau duduk di lantai beralaskan bantal dengan bersila merupakan posisi yang layak. Tetapi menyandarkan punggung pada sandaran dan melonjorkan kaki di atas meja merupakan sikap yang tidak pantas.
Daftar Pustaka
1. Anwar, Duaa. Memahami Segalanya Tentang Al-Quran. The Everything Koran Book. Penerbit Karisma Publishing Group, Batam 2004.

184. ASMAUL

APAKAH AL-QURAN ITU SEBENARNYA?
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Apakah Al-Quran itu? Mohon dijelaskan, apakah Al-Quran itu sebenarnya? Profesor Duaa Anwar, seorang penulis yang berasal Mesir dan tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab menjelaskannya.
      Al-Quran (menurut KBBI V) adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai pertunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia. 
      Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad sekitar 1400 tahun lampau. Bahasa asli Al-Quran adalah bahasa Arab. Al-Quran merupakan Kitab Suci terakhir yang sampai kepada manusia, setelah Kitab Taurat dan Kitab Injil.  .
      Al-Quran tidak diwahyukan sekaligus, tetapi diturunkan dalam tempo sekitar 23 tahun. Al-Quran terdiri atas 114 surah. Surah adalah istilah bahasa Arab untuk menyebut “bab”, setiap surah panjangnya berbeda-beda.
     Sebuah surah terdiri atas beberapa ayat dan diberi nomor urut. Surah terpanjang adalah surah Al-Baqarah, yaitu 286 ayat. Surah Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagian-sebagian pada kesempatan tertentu.
      Surah Al-Quran diwahyukan tidak dalam  urutan seperti dalam mushaf Al-Quran sekarang. Umat Islam yakin Nabi Muhammad menyelesaikan susunan terakhir Al-Quran sesuai dengan petunjuk Allah.
      Ayat Al-Quran dirujuk dengan menuliskan surah dan ayatnya, misalnya 33:36 artinya menunjuk surah ke-33 dan ayat ke-36. Ayat Al-Quran diberi pengenal seperti itu dalam seluruh isi Al-Quran.
      Al-Quran adalah kitab suci utama agama Islam, yang berisi ajaran segala sesuatu untuk orang yang beriman kepada Allah. Beberapa penjelasan tertentu seperti cara mendirikan salat belum lengkap diuraikan dalam Al-Quran, maka Nabi Muhammad menyampaikan rinciannya. Al-Quran memberikan pedoman secara umum, sedangkan Nabi Muhammad menjelaskan rinciannya.
     Al-Quran adalah jantung agama Islam. Islam timbul dari Al-Quran, dan tanpa Al-Quran tidak ada Islam. Al-Quran berbicara tentang banyak pokok bahasan.
      Kosakata dalam Al-Quran sangat mengagumkan orang yang memahami bahasa Arab dan membuat heran para ilmuwan karena isi Al-Quran memberikan informasi yang tepat mengenai  sains dan teknologi.
     Al-Quran memaparkan ulang peristiwa sejarah dan menceritakan kisah para nabi sebelum Nabi Muhammad seperti Nabi Sulaiman, Ibrahim,dan Musa.
      Al-Quran merupakan pedoman hidup yang mengajarkan manusia untuk menggunakan standar moral yang tinggi dan  mendorong menaati peraturan yang tegas tentang etika.
      Al-Quran sangat menganjurkan sikap moral yang baik dan sifat yang terpuji seperti kesederhanaan, kebenaran, dan kebaikan, serta mengutuk keras sikap kemunafikan, penipuan, dan pergunjingan.
     Tujuan utama Al-Quran adalah untuk menunjukkan manusia agar mengetahui tentang Allah Yang Maha Kuasa yang wajib disembah serta Allah Yang Maha Agung dan Maha Pencipta segalanya yang tidak ada sekutu bagi-Nya.
      Al-Quran surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-5. “Katakan, “Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia”.  
      Al-Quran menjelaskan tentang 99 “asmaul husna”, yaitu 99 nama yang baik untuk menyebutkan nama-Nya. Allah adalah sebutan nama Tuhan yang paling utama, sedangkan 99 nama lainnya boleh digunakan oleh umat Islam ketika berbicara tentang Tuhan.
     Sekarang ini, Al-Quran sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh penjuru dunia. Meskipun demikian, umat Islam ditekankan untuk tetap membaca Al-Quran dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Arab.
      Terjemahan Al-Quran ke dalam bahasa lain adalah untuk membantu orang-orang yang bukan berbahasa Arab untuk memahaminya, tetapi terjemahan dapat mengurangi pesan dan menghilangkan keindahan bahasa aslinya.  Terjemahan Al-Quran hanya menjelaskan maksudnya, bukan kata-kata sesungguhnya.
    Terjemahan kata “Kami” sering membingungkan. Perbendaharaan bahasa Arab sangat rumit, sehingga penerjemah menggunaan kata yang paling dekat. Kata “Kami” dalam bahasa Arab untuk menunjukkan penghormatan dan dipakai oleh orang mempunyai kekuasaan.
         Allah Maha Pencipta dan Maha Kuasa, kadang kala menggunakan kata “Kami” untuk menunjukkan penghormatan dan keagungan.
     Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 54. “Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.”
      Ketika membaca Al-Quran, umat Islam harus mengatur sikap tubuhnya yang menunjukkan penghormatan kepada Al-Quran.
      Duduk di atas kursi malas, atau duduk di lantai beralaskan bantal dengan bersila merupakan posisi yang layak. Tetapi menyandarkan punggung pada sandaran dan melonjorkan kaki di atas meja merupakan sikap yang tidak pantas.
Daftar Pustaka
1. Anwar, Duaa. Memahami Segalanya Tentang Al-Quran. The Everything Koran Book. Penerbit Karisma Publishing Group, Batam 2004.

184. ASMAUL

APAKAH AL-QURAN ITU SEBENARNYA?
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Apakah Al-Quran itu? Mohon dijelaskan, apakah Al-Quran itu sebenarnya? Profesor Duaa Anwar, seorang penulis yang berasal Mesir dan tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab menjelaskannya.
      Al-Quran (menurut KBBI V) adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai pertunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia. 
      Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad sekitar 1400 tahun lampau. Bahasa asli Al-Quran adalah bahasa Arab. Al-Quran merupakan Kitab Suci terakhir yang sampai kepada manusia, setelah Kitab Taurat dan Kitab Injil.  .
      Al-Quran tidak diwahyukan sekaligus, tetapi diturunkan dalam tempo sekitar 23 tahun. Al-Quran terdiri atas 114 surah. Surah adalah istilah bahasa Arab untuk menyebut “bab”, setiap surah panjangnya berbeda-beda.
     Sebuah surah terdiri atas beberapa ayat dan diberi nomor urut. Surah terpanjang adalah surah Al-Baqarah, yaitu 286 ayat. Surah Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagian-sebagian pada kesempatan tertentu.
      Surah Al-Quran diwahyukan tidak dalam  urutan seperti dalam mushaf Al-Quran sekarang. Umat Islam yakin Nabi Muhammad menyelesaikan susunan terakhir Al-Quran sesuai dengan petunjuk Allah.
      Ayat Al-Quran dirujuk dengan menuliskan surah dan ayatnya, misalnya 33:36 artinya menunjuk surah ke-33 dan ayat ke-36. Ayat Al-Quran diberi pengenal seperti itu dalam seluruh isi Al-Quran.
      Al-Quran adalah kitab suci utama agama Islam, yang berisi ajaran segala sesuatu untuk orang yang beriman kepada Allah. Beberapa penjelasan tertentu seperti cara mendirikan salat belum lengkap diuraikan dalam Al-Quran, maka Nabi Muhammad menyampaikan rinciannya. Al-Quran memberikan pedoman secara umum, sedangkan Nabi Muhammad menjelaskan rinciannya.
     Al-Quran adalah jantung agama Islam. Islam timbul dari Al-Quran, dan tanpa Al-Quran tidak ada Islam. Al-Quran berbicara tentang banyak pokok bahasan.
      Kosakata dalam Al-Quran sangat mengagumkan orang yang memahami bahasa Arab dan membuat heran para ilmuwan karena isi Al-Quran memberikan informasi yang tepat mengenai  sains dan teknologi.
     Al-Quran memaparkan ulang peristiwa sejarah dan menceritakan kisah para nabi sebelum Nabi Muhammad seperti Nabi Sulaiman, Ibrahim,dan Musa.
      Al-Quran merupakan pedoman hidup yang mengajarkan manusia untuk menggunakan standar moral yang tinggi dan  mendorong menaati peraturan yang tegas tentang etika.
      Al-Quran sangat menganjurkan sikap moral yang baik dan sifat yang terpuji seperti kesederhanaan, kebenaran, dan kebaikan, serta mengutuk keras sikap kemunafikan, penipuan, dan pergunjingan.
     Tujuan utama Al-Quran adalah untuk menunjukkan manusia agar mengetahui tentang Allah Yang Maha Kuasa yang wajib disembah serta Allah Yang Maha Agung dan Maha Pencipta segalanya yang tidak ada sekutu bagi-Nya.
      Al-Quran surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-5. “Katakan, “Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia”.  
      Al-Quran menjelaskan tentang 99 “asmaul husna”, yaitu 99 nama yang baik untuk menyebutkan nama-Nya. Allah adalah sebutan nama Tuhan yang paling utama, sedangkan 99 nama lainnya boleh digunakan oleh umat Islam ketika berbicara tentang Tuhan.
     Sekarang ini, Al-Quran sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh penjuru dunia. Meskipun demikian, umat Islam ditekankan untuk tetap membaca Al-Quran dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Arab.
      Terjemahan Al-Quran ke dalam bahasa lain adalah untuk membantu orang-orang yang bukan berbahasa Arab untuk memahaminya, tetapi terjemahan dapat mengurangi pesan dan menghilangkan keindahan bahasa aslinya.  Terjemahan Al-Quran hanya menjelaskan maksudnya, bukan kata-kata sesungguhnya.
    Terjemahan kata “Kami” sering membingungkan. Perbendaharaan bahasa Arab sangat rumit, sehingga penerjemah menggunaan kata yang paling dekat. Kata “Kami” dalam bahasa Arab untuk menunjukkan penghormatan dan dipakai oleh orang mempunyai kekuasaan.
         Allah Maha Pencipta dan Maha Kuasa, kadang kala menggunakan kata “Kami” untuk menunjukkan penghormatan dan keagungan.
     Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 54. “Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.”
      Ketika membaca Al-Quran, umat Islam harus mengatur sikap tubuhnya yang menunjukkan penghormatan kepada Al-Quran.
      Duduk di atas kursi malas, atau duduk di lantai beralaskan bantal dengan bersila merupakan posisi yang layak. Tetapi menyandarkan punggung pada sandaran dan melonjorkan kaki di atas meja merupakan sikap yang tidak pantas.
Daftar Pustaka
1. Anwar, Duaa. Memahami Segalanya Tentang Al-Quran. The Everything Koran Book. Penerbit Karisma Publishing Group, Batam 2004.

184. ASMAUL

APAKAH AL-QURAN ITU SEBENARNYA?
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo

      Beberapa orang bertanya,”Apakah Al-Quran itu? Mohon dijelaskan, apakah Al-Quran itu sebenarnya? Profesor Duaa Anwar, seorang penulis yang berasal Mesir dan tinggal di Dubai, Uni Emirat Arab menjelaskannya.
      Al-Quran (menurut KBBI V) adalah kitab suci umat Islam yang berisi firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan malaikat Jibril untuk dibaca, dipahami, dan diamalkan sebagai pertunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia. 
      Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad sekitar 1400 tahun lampau. Bahasa asli Al-Quran adalah bahasa Arab. Al-Quran merupakan Kitab Suci terakhir yang sampai kepada manusia, setelah Kitab Taurat dan Kitab Injil.  .
      Al-Quran tidak diwahyukan sekaligus, tetapi diturunkan dalam tempo sekitar 23 tahun. Al-Quran terdiri atas 114 surah. Surah adalah istilah bahasa Arab untuk menyebut “bab”, setiap surah panjangnya berbeda-beda.
     Sebuah surah terdiri atas beberapa ayat dan diberi nomor urut. Surah terpanjang adalah surah Al-Baqarah, yaitu 286 ayat. Surah Al-Quran diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagian-sebagian pada kesempatan tertentu.
      Surah Al-Quran diwahyukan tidak dalam  urutan seperti dalam mushaf Al-Quran sekarang. Umat Islam yakin Nabi Muhammad menyelesaikan susunan terakhir Al-Quran sesuai dengan petunjuk Allah.
      Ayat Al-Quran dirujuk dengan menuliskan surah dan ayatnya, misalnya 33:36 artinya menunjuk surah ke-33 dan ayat ke-36. Ayat Al-Quran diberi pengenal seperti itu dalam seluruh isi Al-Quran.
      Al-Quran adalah kitab suci utama agama Islam, yang berisi ajaran segala sesuatu untuk orang yang beriman kepada Allah. Beberapa penjelasan tertentu seperti cara mendirikan salat belum lengkap diuraikan dalam Al-Quran, maka Nabi Muhammad menyampaikan rinciannya. Al-Quran memberikan pedoman secara umum, sedangkan Nabi Muhammad menjelaskan rinciannya.
     Al-Quran adalah jantung agama Islam. Islam timbul dari Al-Quran, dan tanpa Al-Quran tidak ada Islam. Al-Quran berbicara tentang banyak pokok bahasan.
      Kosakata dalam Al-Quran sangat mengagumkan orang yang memahami bahasa Arab dan membuat heran para ilmuwan karena isi Al-Quran memberikan informasi yang tepat mengenai  sains dan teknologi.
     Al-Quran memaparkan ulang peristiwa sejarah dan menceritakan kisah para nabi sebelum Nabi Muhammad seperti Nabi Sulaiman, Ibrahim,dan Musa.
      Al-Quran merupakan pedoman hidup yang mengajarkan manusia untuk menggunakan standar moral yang tinggi dan  mendorong menaati peraturan yang tegas tentang etika.
      Al-Quran sangat menganjurkan sikap moral yang baik dan sifat yang terpuji seperti kesederhanaan, kebenaran, dan kebaikan, serta mengutuk keras sikap kemunafikan, penipuan, dan pergunjingan.
     Tujuan utama Al-Quran adalah untuk menunjukkan manusia agar mengetahui tentang Allah Yang Maha Kuasa yang wajib disembah serta Allah Yang Maha Agung dan Maha Pencipta segalanya yang tidak ada sekutu bagi-Nya.
      Al-Quran surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-5. “Katakan, “Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan Dia”.  
      Al-Quran menjelaskan tentang 99 “asmaul husna”, yaitu 99 nama yang baik untuk menyebutkan nama-Nya. Allah adalah sebutan nama Tuhan yang paling utama, sedangkan 99 nama lainnya boleh digunakan oleh umat Islam ketika berbicara tentang Tuhan.
     Sekarang ini, Al-Quran sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di seluruh penjuru dunia. Meskipun demikian, umat Islam ditekankan untuk tetap membaca Al-Quran dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Arab.
      Terjemahan Al-Quran ke dalam bahasa lain adalah untuk membantu orang-orang yang bukan berbahasa Arab untuk memahaminya, tetapi terjemahan dapat mengurangi pesan dan menghilangkan keindahan bahasa aslinya.  Terjemahan Al-Quran hanya menjelaskan maksudnya, bukan kata-kata sesungguhnya.
    Terjemahan kata “Kami” sering membingungkan. Perbendaharaan bahasa Arab sangat rumit, sehingga penerjemah menggunaan kata yang paling dekat. Kata “Kami” dalam bahasa Arab untuk menunjukkan penghormatan dan dipakai oleh orang mempunyai kekuasaan.
         Allah Maha Pencipta dan Maha Kuasa, kadang kala menggunakan kata “Kami” untuk menunjukkan penghormatan dan keagungan.
     Al-Quran surah Al-Kahfi, surah ke-18 ayat 54. “Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam Al-Quran ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.”
      Ketika membaca Al-Quran, umat Islam harus mengatur sikap tubuhnya yang menunjukkan penghormatan kepada Al-Quran.
      Duduk di atas kursi malas, atau duduk di lantai beralaskan bantal dengan bersila merupakan posisi yang layak. Tetapi menyandarkan punggung pada sandaran dan melonjorkan kaki di atas meja merupakan sikap yang tidak pantas.
Daftar Pustaka
1. Anwar, Duaa. Memahami Segalanya Tentang Al-Quran. The Everything Koran Book. Penerbit Karisma Publishing Group, Batam 2004.