Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, February 17, 2018

702. MUTLAK

SALAT SUNAH MUTLAK
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat sunah mutlak menurut agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Kata “salat” (menurut KBBI V) dapat diartikan “rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam”, atau ”doa kepada Allah”.
      Kata “sunah” (menurut KBBI V) dapat diartikan “jalan yang ditempuh”, “kebiasaan”, “auran agama yang didasarkan atas segala apa yang dinukilkan dari Nabi Muhammad, baik perbuatan, perkataan, sikap, maupun kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan”, “hadis”,  “perbuatan yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa”.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan salat dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas dan dilakukan setiap dua rakaat dengan satu salam.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang tidak ditentukan waktunya dan tidak ada sebabnya. Banyaknya rakaat salat sunah mutlak tidak terbatas jumlahnya dan dikerjakan dua rakaat atau lebih.
     Cara mengerjakan salat sunah mutlak seperti salat sunah yang lain. Nabi bersabda,”Salat adalah perbuatan yang utama, berapa pun jumlah rakaatnya, salat adalah  perbuatan yang sangat baik untuk dikerjakan.”

Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

702. MUTLAK

SALAT SUNAH MUTLAK
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat sunah mutlak menurut agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Kata “salat” (menurut KBBI V) dapat diartikan “rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam”, atau ”doa kepada Allah”.
      Kata “sunah” (menurut KBBI V) dapat diartikan “jalan yang ditempuh”, “kebiasaan”, “auran agama yang didasarkan atas segala apa yang dinukilkan dari Nabi Muhammad, baik perbuatan, perkataan, sikap, maupun kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan”, “hadis”,  “perbuatan yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa”.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan salat dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas dan dilakukan setiap dua rakaat dengan satu salam.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang tidak ditentukan waktunya dan tidak ada sebabnya. Banyaknya rakaat salat sunah mutlak tidak terbatas jumlahnya dan dikerjakan dua rakaat atau lebih.
     Cara mengerjakan salat sunah mutlak seperti salat sunah yang lain. Nabi bersabda,”Salat adalah perbuatan yang utama, berapa pun jumlah rakaatnya, salat adalah  perbuatan yang sangat baik untuk dikerjakan.”

Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

702. MUTLAK

SALAT SUNAH MUTLAK
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat sunah mutlak menurut agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Kata “salat” (menurut KBBI V) dapat diartikan “rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam”, atau ”doa kepada Allah”.
      Kata “sunah” (menurut KBBI V) dapat diartikan “jalan yang ditempuh”, “kebiasaan”, “auran agama yang didasarkan atas segala apa yang dinukilkan dari Nabi Muhammad, baik perbuatan, perkataan, sikap, maupun kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan”, “hadis”,  “perbuatan yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa”.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan salat dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas dan dilakukan setiap dua rakaat dengan satu salam.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang tidak ditentukan waktunya dan tidak ada sebabnya. Banyaknya rakaat salat sunah mutlak tidak terbatas jumlahnya dan dikerjakan dua rakaat atau lebih.
     Cara mengerjakan salat sunah mutlak seperti salat sunah yang lain. Nabi bersabda,”Salat adalah perbuatan yang utama, berapa pun jumlah rakaatnya, salat adalah  perbuatan yang sangat baik untuk dikerjakan.”

Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

702. MUTLAK

SALAT SUNAH MUTLAK
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat sunah mutlak menurut agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Kata “salat” (menurut KBBI V) dapat diartikan “rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam”, atau ”doa kepada Allah”.
      Kata “sunah” (menurut KBBI V) dapat diartikan “jalan yang ditempuh”, “kebiasaan”, “auran agama yang didasarkan atas segala apa yang dinukilkan dari Nabi Muhammad, baik perbuatan, perkataan, sikap, maupun kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan”, “hadis”,  “perbuatan yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa”.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan salat dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas dan dilakukan setiap dua rakaat dengan satu salam.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang tidak ditentukan waktunya dan tidak ada sebabnya. Banyaknya rakaat salat sunah mutlak tidak terbatas jumlahnya dan dikerjakan dua rakaat atau lebih.
     Cara mengerjakan salat sunah mutlak seperti salat sunah yang lain. Nabi bersabda,”Salat adalah perbuatan yang utama, berapa pun jumlah rakaatnya, salat adalah  perbuatan yang sangat baik untuk dikerjakan.”

Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

702. MUTLAK

SALAT SUNAH MUTLAK
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat sunah mutlak menurut agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Kata “salat” (menurut KBBI V) dapat diartikan “rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam”, atau ”doa kepada Allah”.
      Kata “sunah” (menurut KBBI V) dapat diartikan “jalan yang ditempuh”, “kebiasaan”, “auran agama yang didasarkan atas segala apa yang dinukilkan dari Nabi Muhammad, baik perbuatan, perkataan, sikap, maupun kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan”, “hadis”,  “perbuatan yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa”.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan salat dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas dan dilakukan setiap dua rakaat dengan satu salam.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang tidak ditentukan waktunya dan tidak ada sebabnya. Banyaknya rakaat salat sunah mutlak tidak terbatas jumlahnya dan dikerjakan dua rakaat atau lebih.
     Cara mengerjakan salat sunah mutlak seperti salat sunah yang lain. Nabi bersabda,”Salat adalah perbuatan yang utama, berapa pun jumlah rakaatnya, salat adalah  perbuatan yang sangat baik untuk dikerjakan.”

Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

702. MUTLAK

SALAT SUNAH MUTLAK
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat sunah mutlak menurut agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Kata “salat” (menurut KBBI V) dapat diartikan “rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam”, atau ”doa kepada Allah”.
      Kata “sunah” (menurut KBBI V) dapat diartikan “jalan yang ditempuh”, “kebiasaan”, “auran agama yang didasarkan atas segala apa yang dinukilkan dari Nabi Muhammad, baik perbuatan, perkataan, sikap, maupun kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan”, “hadis”,  “perbuatan yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa”.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan salat dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas dan dilakukan setiap dua rakaat dengan satu salam.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang tidak ditentukan waktunya dan tidak ada sebabnya. Banyaknya rakaat salat sunah mutlak tidak terbatas jumlahnya dan dikerjakan dua rakaat atau lebih.
     Cara mengerjakan salat sunah mutlak seperti salat sunah yang lain. Nabi bersabda,”Salat adalah perbuatan yang utama, berapa pun jumlah rakaatnya, salat adalah  perbuatan yang sangat baik untuk dikerjakan.”

Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

702. MUTLAK

SALAT SUNAH MUTLAK
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat sunah mutlak menurut agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Kata “salat” (menurut KBBI V) dapat diartikan “rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam”, atau ”doa kepada Allah”.
      Kata “sunah” (menurut KBBI V) dapat diartikan “jalan yang ditempuh”, “kebiasaan”, “auran agama yang didasarkan atas segala apa yang dinukilkan dari Nabi Muhammad, baik perbuatan, perkataan, sikap, maupun kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan”, “hadis”,  “perbuatan yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa”.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan salat dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas dan dilakukan setiap dua rakaat dengan satu salam.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang tidak ditentukan waktunya dan tidak ada sebabnya. Banyaknya rakaat salat sunah mutlak tidak terbatas jumlahnya dan dikerjakan dua rakaat atau lebih.
     Cara mengerjakan salat sunah mutlak seperti salat sunah yang lain. Nabi bersabda,”Salat adalah perbuatan yang utama, berapa pun jumlah rakaatnya, salat adalah  perbuatan yang sangat baik untuk dikerjakan.”

Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

702. MUTLAK

SALAT SUNAH MUTLAK
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat sunah mutlak menurut agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Kata “salat” (menurut KBBI V) dapat diartikan “rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam”, atau ”doa kepada Allah”.
      Kata “sunah” (menurut KBBI V) dapat diartikan “jalan yang ditempuh”, “kebiasaan”, “auran agama yang didasarkan atas segala apa yang dinukilkan dari Nabi Muhammad, baik perbuatan, perkataan, sikap, maupun kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan”, “hadis”,  “perbuatan yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa”.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan salat dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas dan dilakukan setiap dua rakaat dengan satu salam.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang tidak ditentukan waktunya dan tidak ada sebabnya. Banyaknya rakaat salat sunah mutlak tidak terbatas jumlahnya dan dikerjakan dua rakaat atau lebih.
     Cara mengerjakan salat sunah mutlak seperti salat sunah yang lain. Nabi bersabda,”Salat adalah perbuatan yang utama, berapa pun jumlah rakaatnya, salat adalah  perbuatan yang sangat baik untuk dikerjakan.”

Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

702. MUTLAK

SALAT SUNAH MUTLAK
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat sunah mutlak menurut agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Kata “salat” (menurut KBBI V) dapat diartikan “rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam”, atau ”doa kepada Allah”.
      Kata “sunah” (menurut KBBI V) dapat diartikan “jalan yang ditempuh”, “kebiasaan”, “auran agama yang didasarkan atas segala apa yang dinukilkan dari Nabi Muhammad, baik perbuatan, perkataan, sikap, maupun kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan”, “hadis”,  “perbuatan yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa”.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan salat dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas dan dilakukan setiap dua rakaat dengan satu salam.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang tidak ditentukan waktunya dan tidak ada sebabnya. Banyaknya rakaat salat sunah mutlak tidak terbatas jumlahnya dan dikerjakan dua rakaat atau lebih.
     Cara mengerjakan salat sunah mutlak seperti salat sunah yang lain. Nabi bersabda,”Salat adalah perbuatan yang utama, berapa pun jumlah rakaatnya, salat adalah  perbuatan yang sangat baik untuk dikerjakan.”

Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

702. MUTLAK

SALAT SUNAH MUTLAK
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat sunah mutlak menurut agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Kata “salat” (menurut KBBI V) dapat diartikan “rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam”, atau ”doa kepada Allah”.
      Kata “sunah” (menurut KBBI V) dapat diartikan “jalan yang ditempuh”, “kebiasaan”, “auran agama yang didasarkan atas segala apa yang dinukilkan dari Nabi Muhammad, baik perbuatan, perkataan, sikap, maupun kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan”, “hadis”,  “perbuatan yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa”.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang dapat dilakukan kapan saja kecuali pada waktu-waktu yang diharamkan salat dengan jumlah rakaat yang tidak terbatas dan dilakukan setiap dua rakaat dengan satu salam.
      Salat sunah mutlak adalah salat sunah yang tidak ditentukan waktunya dan tidak ada sebabnya. Banyaknya rakaat salat sunah mutlak tidak terbatas jumlahnya dan dikerjakan dua rakaat atau lebih.
     Cara mengerjakan salat sunah mutlak seperti salat sunah yang lain. Nabi bersabda,”Salat adalah perbuatan yang utama, berapa pun jumlah rakaatnya, salat adalah  perbuatan yang sangat baik untuk dikerjakan.”

Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

Friday, February 16, 2018

701. ISTI

SALAT ISTIKHARAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat istikharah menurut agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Kata “salat” (menurut KBBI V) dapat diartikan “rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam”, atau ”doa kepada Allah”.
      Kata “sunah” (menurut KBBI V) dapat diartikan “jalan yang ditempuh”, “kebiasaan”, “auran agama yang didasarkan atas segala apa yang dinukilkan dari Nabi Muhammad, baik perbuatan, perkataan, sikap, maupun kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan”, “hadis”,  “perbuatan yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa”.
      Salat istikharah adalah salat sunah dua rakaat yang dilakukan oleh orang Islam untuk memohon kepada Allah supaya mendapatkan petunjuk dalam memutuskan  pilihan yang paling benar.
     Setelah mengerjakan salat istikharah dua rakaat, lalu berdoa memohon kepada Allah agar diberikan pilihan yang paling baik dan paling benar untuk kehidupan di dunia dan akhirat.
      Jabir bin Abdullah berkata bahwa Nabi bersabda,”Jika seseorang di antaramu menghadapi suatu pilihan, maka kerjakan salat istikharah dua rakaat, kemudian berdoalah.”
      Doa istikharah adalah berikut ini.
      “Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada-Mu untuk memilih yang paling baik untuk kehidupan dunia dan akhirat saya, dan saya memohon kepada-Mu untuk menentukan dengan kekuasaan-Mu, serta saya memohon kepada-Mu anugerah  yang agung.
     Ya, Allah Yang Maha Mengetahui segalanya, sedangkan saya tidak mengetahui hal-hal yang gaib. Ya Allah, jika masalah ini …(sebutkan masalah masing-masing)…baik bagi saya, baik untuk agama saya, baik untuk kehidupan di dunia dan akhirat saya, maka tetapkan hal itu untuk saya dan mudahkan hal itu bagi saya kemudian berilah keberkahan di dalamnya.
     “Ya Allah, jika hal itu jelek bagi saya, dan buruk untuk agama saya, jelek untuk kehidupan di dunia dan akhirat saya, maka jauhkan hal itu dari saya dan tetapkan untuk saya kebaikan di mana pun saya berada, kemudian jadikan hati saya untuk rela dan ikhlas menerimanya".
      Para ulama menjelaskan biasanya setelah mengerjakan salat istikharah akan muncul petunjuk melalui berbagai cara. Misalnya melalui mimpi atau tiba-tiba terbesit bisikan di dalam hati atau lewat cara yang lain. Jika belum mendapatkan petunjuk, maka diulangi mengerjakan salat istikharah lagi sampai mendapatkan petunjuk dari Allah.
Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

701. ISTI

SALAT ISTIKHARAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat istikharah menurut agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Kata “salat” (menurut KBBI V) dapat diartikan “rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam”, atau ”doa kepada Allah”.
      Kata “sunah” (menurut KBBI V) dapat diartikan “jalan yang ditempuh”, “kebiasaan”, “auran agama yang didasarkan atas segala apa yang dinukilkan dari Nabi Muhammad, baik perbuatan, perkataan, sikap, maupun kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan”, “hadis”,  “perbuatan yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa”.
      Salat istikharah adalah salat sunah dua rakaat yang dilakukan oleh orang Islam untuk memohon kepada Allah supaya mendapatkan petunjuk dalam memutuskan  pilihan yang paling benar.
     Setelah mengerjakan salat istikharah dua rakaat, lalu berdoa memohon kepada Allah agar diberikan pilihan yang paling baik dan paling benar untuk kehidupan di dunia dan akhirat.
      Jabir bin Abdullah berkata bahwa Nabi bersabda,”Jika seseorang di antaramu menghadapi suatu pilihan, maka kerjakan salat istikharah dua rakaat, kemudian berdoalah.”
      Doa istikharah adalah berikut ini.
      “Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada-Mu untuk memilih yang paling baik untuk kehidupan dunia dan akhirat saya, dan saya memohon kepada-Mu untuk menentukan dengan kekuasaan-Mu, serta saya memohon kepada-Mu anugerah  yang agung.
     Ya, Allah Yang Maha Mengetahui segalanya, sedangkan saya tidak mengetahui hal-hal yang gaib. Ya Allah, jika masalah ini …(sebutkan masalah masing-masing)…baik bagi saya, baik untuk agama saya, baik untuk kehidupan di dunia dan akhirat saya, maka tetapkan hal itu untuk saya dan mudahkan hal itu bagi saya kemudian berilah keberkahan di dalamnya.
     “Ya Allah, jika hal itu jelek bagi saya, dan buruk untuk agama saya, jelek untuk kehidupan di dunia dan akhirat saya, maka jauhkan hal itu dari saya dan tetapkan untuk saya kebaikan di mana pun saya berada, kemudian jadikan hati saya untuk rela dan ikhlas menerimanya".
      Para ulama menjelaskan biasanya setelah mengerjakan salat istikharah akan muncul petunjuk melalui berbagai cara. Misalnya melalui mimpi atau tiba-tiba terbesit bisikan di dalam hati atau lewat cara yang lain. Jika belum mendapatkan petunjuk, maka diulangi mengerjakan salat istikharah lagi sampai mendapatkan petunjuk dari Allah.
Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online

701. ISTI

SALAT ISTIKHARAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat istikharah menurut agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
      Kata “salat” (menurut KBBI V) dapat diartikan “rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam”, atau ”doa kepada Allah”.
      Kata “sunah” (menurut KBBI V) dapat diartikan “jalan yang ditempuh”, “kebiasaan”, “auran agama yang didasarkan atas segala apa yang dinukilkan dari Nabi Muhammad, baik perbuatan, perkataan, sikap, maupun kebiasaan yang tidak pernah ditinggalkan”, “hadis”,  “perbuatan yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak berdosa”.
      Salat istikharah adalah salat sunah dua rakaat yang dilakukan oleh orang Islam untuk memohon kepada Allah supaya mendapatkan petunjuk dalam memutuskan  pilihan yang paling benar.
     Setelah mengerjakan salat istikharah dua rakaat, lalu berdoa memohon kepada Allah agar diberikan pilihan yang paling baik dan paling benar untuk kehidupan di dunia dan akhirat.
      Jabir bin Abdullah berkata bahwa Nabi bersabda,”Jika seseorang di antaramu menghadapi suatu pilihan, maka kerjakan salat istikharah dua rakaat, kemudian berdoalah.”
      Doa istikharah adalah berikut ini.
      “Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada-Mu untuk memilih yang paling baik untuk kehidupan dunia dan akhirat saya, dan saya memohon kepada-Mu untuk menentukan dengan kekuasaan-Mu, serta saya memohon kepada-Mu anugerah  yang agung.
     Ya, Allah Yang Maha Mengetahui segalanya, sedangkan saya tidak mengetahui hal-hal yang gaib. Ya Allah, jika masalah ini …(sebutkan masalah masing-masing)…baik bagi saya, baik untuk agama saya, baik untuk kehidupan di dunia dan akhirat saya, maka tetapkan hal itu untuk saya dan mudahkan hal itu bagi saya kemudian berilah keberkahan di dalamnya.
     “Ya Allah, jika hal itu jelek bagi saya, dan buruk untuk agama saya, jelek untuk kehidupan di dunia dan akhirat saya, maka jauhkan hal itu dari saya dan tetapkan untuk saya kebaikan di mana pun saya berada, kemudian jadikan hati saya untuk rela dan ikhlas menerimanya".
      Para ulama menjelaskan biasanya setelah mengerjakan salat istikharah akan muncul petunjuk melalui berbagai cara. Misalnya melalui mimpi atau tiba-tiba terbesit bisikan di dalam hati atau lewat cara yang lain. Jika belum mendapatkan petunjuk, maka diulangi mengerjakan salat istikharah lagi sampai mendapatkan petunjuk dari Allah.
Daftar Pustaka.
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online