Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, May 2, 2018

809. SABUK 5

TULISAN DI BAWAH SABUK KISWAH
(Seri ke-1)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan di bawah sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
      Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Di bawah sabuk kiswah pada 4 dinding Kakbah masing-masing terdapat 2 hiasan berbentuk persegi panjang dan 3 berbentuk gantungan lampu, selain di atas pintu Kakbah yang terdapat tulisan “ihda” (persembahan), sehingga semuanya terdapat 7 bentuk persegi panjang dan 12 bentuk gantungan lampu.
      Pertama, tulisan di bawah sabuk pada dinding Hajar Aswad sampai Rukun Iraqi di atas multazam dan di atas pintu Kakbah.
      Ke-1, di sudut Kakbah di atas Hajar Aswad dipasang hiasan berbentuk segi empat bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
      Ke-2, pada dinding di atas pintu Kakbah terdapat tulisan berbentuk tiga lampu gantung bertulisan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, “Yahayyu, Ya Qayyum”, dan “Ya Rahman, Ya Rahim”.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ      يا رحمن يا رحمن

      “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” “Yang Maha Hidup, Yang Maha berdiri sendiri tak butuh segala sesuatu”, dan “Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang”.
     Ke-3, di atas pintu Kakbah terdapat tulisan,”Shuniat hadzihi al-kiswah fi Makkah al-Mukarramah, wa ahdana ila al-Kabbah al-Musyarafah Khadim al-Haramain al-Syarifain al-Malik Fahd bin Abdul Aziz, Alu Saud. Taqabbalahu minhu.”
      Artinya,”Kiswah ini dibuat di Mekah Al-Mukaramah, dan Pelayan Dua Tanah Suci Raja Fahd bin Abdul Aziz dari keluarga Saud menghadiahkan kepada Kakbah yang mulia. Semoga Allah menerimanya.”
      Ke-4, di sudut Kakbah di atas Hijir Ismail dipasang hiasan berbentuk segi empat bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

809. SABUK 5

TULISAN DI BAWAH SABUK KISWAH
(Seri ke-1)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan di bawah sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
      Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Di bawah sabuk kiswah pada 4 dinding Kakbah masing-masing terdapat 2 hiasan berbentuk persegi panjang dan 3 berbentuk gantungan lampu, selain di atas pintu Kakbah yang terdapat tulisan “ihda” (persembahan), sehingga semuanya terdapat 7 bentuk persegi panjang dan 12 bentuk gantungan lampu.
      Pertama, tulisan di bawah sabuk pada dinding Hajar Aswad sampai Rukun Iraqi di atas multazam dan di atas pintu Kakbah.
      Ke-1, di sudut Kakbah di atas Hajar Aswad dipasang hiasan berbentuk segi empat bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
      Ke-2, pada dinding di atas pintu Kakbah terdapat tulisan berbentuk tiga lampu gantung bertulisan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, “Yahayyu, Ya Qayyum”, dan “Ya Rahman, Ya Rahim”.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ      يا رحمن يا رحمن

      “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” “Yang Maha Hidup, Yang Maha berdiri sendiri tak butuh segala sesuatu”, dan “Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang”.
     Ke-3, di atas pintu Kakbah terdapat tulisan,”Shuniat hadzihi al-kiswah fi Makkah al-Mukarramah, wa ahdana ila al-Kabbah al-Musyarafah Khadim al-Haramain al-Syarifain al-Malik Fahd bin Abdul Aziz, Alu Saud. Taqabbalahu minhu.”
      Artinya,”Kiswah ini dibuat di Mekah Al-Mukaramah, dan Pelayan Dua Tanah Suci Raja Fahd bin Abdul Aziz dari keluarga Saud menghadiahkan kepada Kakbah yang mulia. Semoga Allah menerimanya.”
      Ke-4, di sudut Kakbah di atas Hijir Ismail dipasang hiasan berbentuk segi empat bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

809. SABUK 5

TULISAN DI BAWAH SABUK KISWAH
(Seri ke-1)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan di bawah sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
      Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Di bawah sabuk kiswah pada 4 dinding Kakbah masing-masing terdapat 2 hiasan berbentuk persegi panjang dan 3 berbentuk gantungan lampu, selain di atas pintu Kakbah yang terdapat tulisan “ihda” (persembahan), sehingga semuanya terdapat 7 bentuk persegi panjang dan 12 bentuk gantungan lampu.
      Pertama, tulisan di bawah sabuk pada dinding Hajar Aswad sampai Rukun Iraqi di atas multazam dan di atas pintu Kakbah.
      Ke-1, di sudut Kakbah di atas Hajar Aswad dipasang hiasan berbentuk segi empat bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
      Ke-2, pada dinding di atas pintu Kakbah terdapat tulisan berbentuk tiga lampu gantung bertulisan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, “Yahayyu, Ya Qayyum”, dan “Ya Rahman, Ya Rahim”.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ      يا رحمن يا رحمن

      “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” “Yang Maha Hidup, Yang Maha berdiri sendiri tak butuh segala sesuatu”, dan “Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang”.
     Ke-3, di atas pintu Kakbah terdapat tulisan,”Shuniat hadzihi al-kiswah fi Makkah al-Mukarramah, wa ahdana ila al-Kabbah al-Musyarafah Khadim al-Haramain al-Syarifain al-Malik Fahd bin Abdul Aziz, Alu Saud. Taqabbalahu minhu.”
      Artinya,”Kiswah ini dibuat di Mekah Al-Mukaramah, dan Pelayan Dua Tanah Suci Raja Fahd bin Abdul Aziz dari keluarga Saud menghadiahkan kepada Kakbah yang mulia. Semoga Allah menerimanya.”
      Ke-4, di sudut Kakbah di atas Hijir Ismail dipasang hiasan berbentuk segi empat bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

809. SABUK 5

TULISAN DI BAWAH SABUK KISWAH
(Seri ke-1)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan di bawah sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
      Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Di bawah sabuk kiswah pada 4 dinding Kakbah masing-masing terdapat 2 hiasan berbentuk persegi panjang dan 3 berbentuk gantungan lampu, selain di atas pintu Kakbah yang terdapat tulisan “ihda” (persembahan), sehingga semuanya terdapat 7 bentuk persegi panjang dan 12 bentuk gantungan lampu.
      Pertama, tulisan di bawah sabuk pada dinding Hajar Aswad sampai Rukun Iraqi di atas multazam dan di atas pintu Kakbah.
      Ke-1, di sudut Kakbah di atas Hajar Aswad dipasang hiasan berbentuk segi empat bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
      Ke-2, pada dinding di atas pintu Kakbah terdapat tulisan berbentuk tiga lampu gantung bertulisan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, “Yahayyu, Ya Qayyum”, dan “Ya Rahman, Ya Rahim”.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ      يا رحمن يا رحمن

      “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” “Yang Maha Hidup, Yang Maha berdiri sendiri tak butuh segala sesuatu”, dan “Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang”.
     Ke-3, di atas pintu Kakbah terdapat tulisan,”Shuniat hadzihi al-kiswah fi Makkah al-Mukarramah, wa ahdana ila al-Kabbah al-Musyarafah Khadim al-Haramain al-Syarifain al-Malik Fahd bin Abdul Aziz, Alu Saud. Taqabbalahu minhu.”
      Artinya,”Kiswah ini dibuat di Mekah Al-Mukaramah, dan Pelayan Dua Tanah Suci Raja Fahd bin Abdul Aziz dari keluarga Saud menghadiahkan kepada Kakbah yang mulia. Semoga Allah menerimanya.”
      Ke-4, di sudut Kakbah di atas Hijir Ismail dipasang hiasan berbentuk segi empat bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

809. SABUK 5

TULISAN DI BAWAH SABUK KISWAH
(Seri ke-1)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan di bawah sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
      Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Di bawah sabuk kiswah pada 4 dinding Kakbah masing-masing terdapat 2 hiasan berbentuk persegi panjang dan 3 berbentuk gantungan lampu, selain di atas pintu Kakbah yang terdapat tulisan “ihda” (persembahan), sehingga semuanya terdapat 7 bentuk persegi panjang dan 12 bentuk gantungan lampu.
      Pertama, tulisan di bawah sabuk pada dinding Hajar Aswad sampai Rukun Iraqi di atas multazam dan di atas pintu Kakbah.
      Ke-1, di sudut Kakbah di atas Hajar Aswad dipasang hiasan berbentuk segi empat bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
      Ke-2, pada dinding di atas pintu Kakbah terdapat tulisan berbentuk tiga lampu gantung bertulisan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, “Yahayyu, Ya Qayyum”, dan “Ya Rahman, Ya Rahim”.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ      يا رحمن يا رحمن

      “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” “Yang Maha Hidup, Yang Maha berdiri sendiri tak butuh segala sesuatu”, dan “Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang”.
     Ke-3, di atas pintu Kakbah terdapat tulisan,”Shuniat hadzihi al-kiswah fi Makkah al-Mukarramah, wa ahdana ila al-Kabbah al-Musyarafah Khadim al-Haramain al-Syarifain al-Malik Fahd bin Abdul Aziz, Alu Saud. Taqabbalahu minhu.”
      Artinya,”Kiswah ini dibuat di Mekah Al-Mukaramah, dan Pelayan Dua Tanah Suci Raja Fahd bin Abdul Aziz dari keluarga Saud menghadiahkan kepada Kakbah yang mulia. Semoga Allah menerimanya.”
      Ke-4, di sudut Kakbah di atas Hijir Ismail dipasang hiasan berbentuk segi empat bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

809. SABUK 5

TULISAN DI BAWAH SABUK KISWAH
(Seri ke-1)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan di bawah sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
      Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Di bawah sabuk kiswah pada 4 dinding Kakbah masing-masing terdapat 2 hiasan berbentuk persegi panjang dan 3 berbentuk gantungan lampu, selain di atas pintu Kakbah yang terdapat tulisan “ihda” (persembahan), sehingga semuanya terdapat 7 bentuk persegi panjang dan 12 bentuk gantungan lampu.
      Pertama, tulisan di bawah sabuk pada dinding Hajar Aswad sampai Rukun Iraqi di atas multazam dan di atas pintu Kakbah.
      Ke-1, di sudut Kakbah di atas Hajar Aswad dipasang hiasan berbentuk segi empat bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
      Ke-2, pada dinding di atas pintu Kakbah terdapat tulisan berbentuk tiga lampu gantung bertulisan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, “Yahayyu, Ya Qayyum”, dan “Ya Rahman, Ya Rahim”.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ      يا رحمن يا رحمن

      “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” “Yang Maha Hidup, Yang Maha berdiri sendiri tak butuh segala sesuatu”, dan “Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang”.
     Ke-3, di atas pintu Kakbah terdapat tulisan,”Shuniat hadzihi al-kiswah fi Makkah al-Mukarramah, wa ahdana ila al-Kabbah al-Musyarafah Khadim al-Haramain al-Syarifain al-Malik Fahd bin Abdul Aziz, Alu Saud. Taqabbalahu minhu.”
      Artinya,”Kiswah ini dibuat di Mekah Al-Mukaramah, dan Pelayan Dua Tanah Suci Raja Fahd bin Abdul Aziz dari keluarga Saud menghadiahkan kepada Kakbah yang mulia. Semoga Allah menerimanya.”
      Ke-4, di sudut Kakbah di atas Hijir Ismail dipasang hiasan berbentuk segi empat bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

809. SABUK 5

TULISAN DI BAWAH SABUK KISWAH
(Seri ke-1)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan di bawah sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
      Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Di bawah sabuk kiswah pada 4 dinding Kakbah masing-masing terdapat 2 hiasan berbentuk persegi panjang dan 3 berbentuk gantungan lampu, selain di atas pintu Kakbah yang terdapat tulisan “ihda” (persembahan), sehingga semuanya terdapat 7 bentuk persegi panjang dan 12 bentuk gantungan lampu.
      Pertama, tulisan di bawah sabuk pada dinding Hajar Aswad sampai Rukun Iraqi di atas multazam dan di atas pintu Kakbah.
      Ke-1, di sudut Kakbah di atas Hajar Aswad dipasang hiasan berbentuk segi empat bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
      Ke-2, pada dinding di atas pintu Kakbah terdapat tulisan berbentuk tiga lampu gantung bertulisan “Alhamdulillahi Rabbil Alamin”, “Yahayyu, Ya Qayyum”, dan “Ya Rahman, Ya Rahim”.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ   يَا حَىُّ يَا قَيُّومُ      يا رحمن يا رحمن

      “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” “Yang Maha Hidup, Yang Maha berdiri sendiri tak butuh segala sesuatu”, dan “Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang”.
     Ke-3, di atas pintu Kakbah terdapat tulisan,”Shuniat hadzihi al-kiswah fi Makkah al-Mukarramah, wa ahdana ila al-Kabbah al-Musyarafah Khadim al-Haramain al-Syarifain al-Malik Fahd bin Abdul Aziz, Alu Saud. Taqabbalahu minhu.”
      Artinya,”Kiswah ini dibuat di Mekah Al-Mukaramah, dan Pelayan Dua Tanah Suci Raja Fahd bin Abdul Aziz dari keluarga Saud menghadiahkan kepada Kakbah yang mulia. Semoga Allah menerimanya.”
      Ke-4, di sudut Kakbah di atas Hijir Ismail dipasang hiasan berbentuk segi empat bertulisan surah Al-Ikhlas, surah ke-112 ayat 1-4 yang disebut “Al-Shomadiyah”.

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ   اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ   يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ   وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

       “Katakanlah:’Dia Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak mempunyai dan tidak pula dilahirkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia’.”  
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

Tuesday, May 1, 2018

808. SABUK 4

TULISAN SABUK KISWAH KAKBAH
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan pada sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Keempat, sabuk pada dinding Rukun Yamani sampai Rukun Syami yang terletak di sisi barat Kakbah.
      Ke-1, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 26.

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
    
“Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan):’Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikan rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud’.”
      Ke-2, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 27.

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
     
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”

      Ke-3, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 28.

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ
   
  “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya.”
      Ke-4, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 28-29.
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
    
       “Dan (sebagian lagi) berikan untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.”
      “Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

808. SABUK 4

TULISAN SABUK KISWAH KAKBAH
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan pada sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Keempat, sabuk pada dinding Rukun Yamani sampai Rukun Syami yang terletak di sisi barat Kakbah.
      Ke-1, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 26.

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
    
“Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan):’Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikan rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud’.”
      Ke-2, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 27.

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
     
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”

      Ke-3, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 28.

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ
   
  “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya.”
      Ke-4, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 28-29.
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
    
       “Dan (sebagian lagi) berikan untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.”
      “Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

808. SABUK 4

TULISAN SABUK KISWAH KAKBAH
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan pada sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Keempat, sabuk pada dinding Rukun Yamani sampai Rukun Syami yang terletak di sisi barat Kakbah.
      Ke-1, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 26.

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
    
“Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan):’Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikan rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud’.”
      Ke-2, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 27.

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
     
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”

      Ke-3, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 28.

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ
   
  “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya.”
      Ke-4, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 28-29.
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
    
       “Dan (sebagian lagi) berikan untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.”
      “Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

808. SABUK 4

TULISAN SABUK KISWAH KAKBAH
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan pada sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Keempat, sabuk pada dinding Rukun Yamani sampai Rukun Syami yang terletak di sisi barat Kakbah.
      Ke-1, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 26.

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
    
“Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan):’Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikan rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud’.”
      Ke-2, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 27.

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
     
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”

      Ke-3, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 28.

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ
   
  “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya.”
      Ke-4, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 28-29.
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
    
       “Dan (sebagian lagi) berikan untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.”
      “Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

808. SABUK 4

TULISAN SABUK KISWAH KAKBAH
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan pada sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Keempat, sabuk pada dinding Rukun Yamani sampai Rukun Syami yang terletak di sisi barat Kakbah.
      Ke-1, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 26.

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
    
“Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan):’Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikan rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud’.”
      Ke-2, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 27.

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
     
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”

      Ke-3, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 28.

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ
   
  “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya.”
      Ke-4, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 28-29.
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
    
       “Dan (sebagian lagi) berikan untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.”
      “Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online

808. SABUK 4

TULISAN SABUK KISWAH KAKBAH
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tulisan pada sabuk kiswah kain penutup  Kakbah di Masjidil Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
      Kiswah penutup Kakbah dibuat dari sutera murni diberi warna hitam dirajut dengan tulisan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran terdiri atas 5 potong lembar, yang 4 lembar untuk menutup 4 sisi Kakbah, dan I lembar untuk menutup pintu Kakbah serta sepertiga bagian atas dipasang sabuk kiswah.
      Tinggi kiswah 24 meter; berat suteranya 670 kg; lebar bagian Hajar Asad ke Rukun Iraqi 11,67 meter; lebar bagian Hijir Ismail 9,9 meter; lebar bagian Hajar Aswad ke Rukun Yamani 10,18 meter; dan lebar Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,04 meter.
Setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah penutup Kakbah diganti, sehingga setiap tahun pada 10 Zulhijah Kakbah di Masjidil Haram Mekah dibungkus dengan kain kiswah baru.
      Sabuk kiswah berukuran panjang 45 meter dan lebarnya 90 cm yang ditulisi dengan kaligrafi ayat-ayat Al-Quran bercorak tsulusi (salah satu model kaligrafi) yang diberi ornamen benang perak timbul yang disepuh emas.
      Sabuk kiswah Kakbah pada tiap sisinya bertulisan 4 kelompok kaligrafi model tsulusi yang indah, karena Kakbah mempunyai 4 sisi maka semuanya berjumlah 16 kelompok berbentuk bulat lonjong.
      Keempat, sabuk pada dinding Rukun Yamani sampai Rukun Syami yang terletak di sisi barat Kakbah.
      Ke-1, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 26.

وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
    
“Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan):’Janganlah kamu memperserikatkan sesuatu pun dengan Aku dan sucikan rumah-Ku ini bagi orang-orang yang tawaf, dan orang-orang yang beribadah dan orang-orang yang rukuk dan sujud’.”
      Ke-2, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 27.

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
     
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”

      Ke-3, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 28.

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ ۖ
   
  “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian daripadanya.”
      Ke-4, bertulisan Al-Quran surah Al-Haj, surah ke-22 ayat 28-29.
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
ثُمَّ لْيَقْضُوا تَفَثَهُمْ وَلْيُوفُوا نُذُورَهُمْ وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
    
       “Dan (sebagian lagi) berikan untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.”
      “Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nazar-nazar mereka dan hendaklah mereka melakukan tawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
6. Tafsirq.com online