Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, May 6, 2018

816. TAWAF

TEMPAT TAWAF
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tempat tawaf berkeliling Kakbah di Masjidil Haram, Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 125.

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

      “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikan sebagian makam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: ‘Bersihkan rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud’.”.
      Tawaf adalah bentuk ibadah dengan berjalan kaki atau memakai kursi roda mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali yang arahnya berlawanan dengan jarum jam sambil berdoa, artinya Kakbah selalu berada di sebelah kiri jamaah.
      Tawaf ifadah adalah tawaf dalam rukun haji yang dikerjakan setelah lewat tengah malam mulai tanggal 10 Zulhjah sampai kapan saja, tetapi dianjurkan pada hari hari-hari Tasyrik atau masih dalam bulan Zulhijah.
      Tawaf qudum adalah tawaf yang dilakukan ketika seseorang baru tiba di Mekah untuk menunailkan ibadah umrah atau ibadah haji, tawaf wada adalah tawaf perpisahan bagi seseorang yang akan meninggalkan kota Mekah dan kembali ke negeri asalnya, serta tawaf sunah adalah tawaf yang dilakukan oleh seseorang ketika memasuki atau berada di Masjidil Haram, Mekah.
      Tempat tawaf adalah tanah lapang di sekeliling Kakbah yang tidak terdapat bangunan dan harus di luar Hijir ismail yang lantainya terbuat dari marmer dingin yang dapat menahan panas sengatan matahari sehingga para jamaah dapat tawaf tanpa alas kaki.
      Tempat tawaf juga dapat dilakukan di lantai 2 dan 3 Masjidil Haram, Mekah  melewati jalur khusus untuk berjalan kaki atau memakai kursi roda untuk berputar mengelilingi Kakbah yang diawali dan diakhiri dari garis di depan Hajar Aswad.
      Tempat tawaf di dalam Masjidil Haram selalu terbuka selama 24 jam penuh “non-stop”, sehingga para jamaah dapat mengerjakan tawaf, iktikaf, atau salat siang dan malam, serta disiapkan air minum zam-zam dengan gelas plastik sekali pakai.
      Nabi Muhammad bersabda,”Wahai keturunan Abdi Manaf, jika kalian menjadi pemimpin sesudahku maka janganlah melarang seseorang yang ingin tawaf di Baitullah (Rumah Allah) baik siang maupun malam.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

816. TAWAF

TEMPAT TAWAF
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tempat tawaf berkeliling Kakbah di Masjidil Haram, Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 125.

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

      “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikan sebagian makam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: ‘Bersihkan rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud’.”.
      Tawaf adalah bentuk ibadah dengan berjalan kaki atau memakai kursi roda mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali yang arahnya berlawanan dengan jarum jam sambil berdoa, artinya Kakbah selalu berada di sebelah kiri jamaah.
      Tawaf ifadah adalah tawaf dalam rukun haji yang dikerjakan setelah lewat tengah malam mulai tanggal 10 Zulhjah sampai kapan saja, tetapi dianjurkan pada hari hari-hari Tasyrik atau masih dalam bulan Zulhijah.
      Tawaf qudum adalah tawaf yang dilakukan ketika seseorang baru tiba di Mekah untuk menunailkan ibadah umrah atau ibadah haji, tawaf wada adalah tawaf perpisahan bagi seseorang yang akan meninggalkan kota Mekah dan kembali ke negeri asalnya, serta tawaf sunah adalah tawaf yang dilakukan oleh seseorang ketika memasuki atau berada di Masjidil Haram, Mekah.
      Tempat tawaf adalah tanah lapang di sekeliling Kakbah yang tidak terdapat bangunan dan harus di luar Hijir ismail yang lantainya terbuat dari marmer dingin yang dapat menahan panas sengatan matahari sehingga para jamaah dapat tawaf tanpa alas kaki.
      Tempat tawaf juga dapat dilakukan di lantai 2 dan 3 Masjidil Haram, Mekah  melewati jalur khusus untuk berjalan kaki atau memakai kursi roda untuk berputar mengelilingi Kakbah yang diawali dan diakhiri dari garis di depan Hajar Aswad.
      Tempat tawaf di dalam Masjidil Haram selalu terbuka selama 24 jam penuh “non-stop”, sehingga para jamaah dapat mengerjakan tawaf, iktikaf, atau salat siang dan malam, serta disiapkan air minum zam-zam dengan gelas plastik sekali pakai.
      Nabi Muhammad bersabda,”Wahai keturunan Abdi Manaf, jika kalian menjadi pemimpin sesudahku maka janganlah melarang seseorang yang ingin tawaf di Baitullah (Rumah Allah) baik siang maupun malam.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

816. TAWAF

TEMPAT TAWAF
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tempat tawaf berkeliling Kakbah di Masjidil Haram, Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 125.

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

      “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikan sebagian makam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: ‘Bersihkan rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud’.”.
      Tawaf adalah bentuk ibadah dengan berjalan kaki atau memakai kursi roda mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali yang arahnya berlawanan dengan jarum jam sambil berdoa, artinya Kakbah selalu berada di sebelah kiri jamaah.
      Tawaf ifadah adalah tawaf dalam rukun haji yang dikerjakan setelah lewat tengah malam mulai tanggal 10 Zulhjah sampai kapan saja, tetapi dianjurkan pada hari hari-hari Tasyrik atau masih dalam bulan Zulhijah.
      Tawaf qudum adalah tawaf yang dilakukan ketika seseorang baru tiba di Mekah untuk menunailkan ibadah umrah atau ibadah haji, tawaf wada adalah tawaf perpisahan bagi seseorang yang akan meninggalkan kota Mekah dan kembali ke negeri asalnya, serta tawaf sunah adalah tawaf yang dilakukan oleh seseorang ketika memasuki atau berada di Masjidil Haram, Mekah.
      Tempat tawaf adalah tanah lapang di sekeliling Kakbah yang tidak terdapat bangunan dan harus di luar Hijir ismail yang lantainya terbuat dari marmer dingin yang dapat menahan panas sengatan matahari sehingga para jamaah dapat tawaf tanpa alas kaki.
      Tempat tawaf juga dapat dilakukan di lantai 2 dan 3 Masjidil Haram, Mekah  melewati jalur khusus untuk berjalan kaki atau memakai kursi roda untuk berputar mengelilingi Kakbah yang diawali dan diakhiri dari garis di depan Hajar Aswad.
      Tempat tawaf di dalam Masjidil Haram selalu terbuka selama 24 jam penuh “non-stop”, sehingga para jamaah dapat mengerjakan tawaf, iktikaf, atau salat siang dan malam, serta disiapkan air minum zam-zam dengan gelas plastik sekali pakai.
      Nabi Muhammad bersabda,”Wahai keturunan Abdi Manaf, jika kalian menjadi pemimpin sesudahku maka janganlah melarang seseorang yang ingin tawaf di Baitullah (Rumah Allah) baik siang maupun malam.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

816. TAWAF

TEMPAT TAWAF
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tempat tawaf berkeliling Kakbah di Masjidil Haram, Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 125.

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

      “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikan sebagian makam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: ‘Bersihkan rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud’.”.
      Tawaf adalah bentuk ibadah dengan berjalan kaki atau memakai kursi roda mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali yang arahnya berlawanan dengan jarum jam sambil berdoa, artinya Kakbah selalu berada di sebelah kiri jamaah.
      Tawaf ifadah adalah tawaf dalam rukun haji yang dikerjakan setelah lewat tengah malam mulai tanggal 10 Zulhjah sampai kapan saja, tetapi dianjurkan pada hari hari-hari Tasyrik atau masih dalam bulan Zulhijah.
      Tawaf qudum adalah tawaf yang dilakukan ketika seseorang baru tiba di Mekah untuk menunailkan ibadah umrah atau ibadah haji, tawaf wada adalah tawaf perpisahan bagi seseorang yang akan meninggalkan kota Mekah dan kembali ke negeri asalnya, serta tawaf sunah adalah tawaf yang dilakukan oleh seseorang ketika memasuki atau berada di Masjidil Haram, Mekah.
      Tempat tawaf adalah tanah lapang di sekeliling Kakbah yang tidak terdapat bangunan dan harus di luar Hijir ismail yang lantainya terbuat dari marmer dingin yang dapat menahan panas sengatan matahari sehingga para jamaah dapat tawaf tanpa alas kaki.
      Tempat tawaf juga dapat dilakukan di lantai 2 dan 3 Masjidil Haram, Mekah  melewati jalur khusus untuk berjalan kaki atau memakai kursi roda untuk berputar mengelilingi Kakbah yang diawali dan diakhiri dari garis di depan Hajar Aswad.
      Tempat tawaf di dalam Masjidil Haram selalu terbuka selama 24 jam penuh “non-stop”, sehingga para jamaah dapat mengerjakan tawaf, iktikaf, atau salat siang dan malam, serta disiapkan air minum zam-zam dengan gelas plastik sekali pakai.
      Nabi Muhammad bersabda,”Wahai keturunan Abdi Manaf, jika kalian menjadi pemimpin sesudahku maka janganlah melarang seseorang yang ingin tawaf di Baitullah (Rumah Allah) baik siang maupun malam.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

816. TAWAF

TEMPAT TAWAF
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tempat tawaf berkeliling Kakbah di Masjidil Haram, Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 125.

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

      “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikan sebagian makam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: ‘Bersihkan rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud’.”.
      Tawaf adalah bentuk ibadah dengan berjalan kaki atau memakai kursi roda mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali yang arahnya berlawanan dengan jarum jam sambil berdoa, artinya Kakbah selalu berada di sebelah kiri jamaah.
      Tawaf ifadah adalah tawaf dalam rukun haji yang dikerjakan setelah lewat tengah malam mulai tanggal 10 Zulhjah sampai kapan saja, tetapi dianjurkan pada hari hari-hari Tasyrik atau masih dalam bulan Zulhijah.
      Tawaf qudum adalah tawaf yang dilakukan ketika seseorang baru tiba di Mekah untuk menunailkan ibadah umrah atau ibadah haji, tawaf wada adalah tawaf perpisahan bagi seseorang yang akan meninggalkan kota Mekah dan kembali ke negeri asalnya, serta tawaf sunah adalah tawaf yang dilakukan oleh seseorang ketika memasuki atau berada di Masjidil Haram, Mekah.
      Tempat tawaf adalah tanah lapang di sekeliling Kakbah yang tidak terdapat bangunan dan harus di luar Hijir ismail yang lantainya terbuat dari marmer dingin yang dapat menahan panas sengatan matahari sehingga para jamaah dapat tawaf tanpa alas kaki.
      Tempat tawaf juga dapat dilakukan di lantai 2 dan 3 Masjidil Haram, Mekah  melewati jalur khusus untuk berjalan kaki atau memakai kursi roda untuk berputar mengelilingi Kakbah yang diawali dan diakhiri dari garis di depan Hajar Aswad.
      Tempat tawaf di dalam Masjidil Haram selalu terbuka selama 24 jam penuh “non-stop”, sehingga para jamaah dapat mengerjakan tawaf, iktikaf, atau salat siang dan malam, serta disiapkan air minum zam-zam dengan gelas plastik sekali pakai.
      Nabi Muhammad bersabda,”Wahai keturunan Abdi Manaf, jika kalian menjadi pemimpin sesudahku maka janganlah melarang seseorang yang ingin tawaf di Baitullah (Rumah Allah) baik siang maupun malam.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

816. TAWAF

TEMPAT TAWAF
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang tempat tawaf berkeliling Kakbah di Masjidil Haram, Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 125.

وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

      “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikan sebagian makam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: ‘Bersihkan rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud’.”.
      Tawaf adalah bentuk ibadah dengan berjalan kaki atau memakai kursi roda mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh kali yang arahnya berlawanan dengan jarum jam sambil berdoa, artinya Kakbah selalu berada di sebelah kiri jamaah.
      Tawaf ifadah adalah tawaf dalam rukun haji yang dikerjakan setelah lewat tengah malam mulai tanggal 10 Zulhjah sampai kapan saja, tetapi dianjurkan pada hari hari-hari Tasyrik atau masih dalam bulan Zulhijah.
      Tawaf qudum adalah tawaf yang dilakukan ketika seseorang baru tiba di Mekah untuk menunailkan ibadah umrah atau ibadah haji, tawaf wada adalah tawaf perpisahan bagi seseorang yang akan meninggalkan kota Mekah dan kembali ke negeri asalnya, serta tawaf sunah adalah tawaf yang dilakukan oleh seseorang ketika memasuki atau berada di Masjidil Haram, Mekah.
      Tempat tawaf adalah tanah lapang di sekeliling Kakbah yang tidak terdapat bangunan dan harus di luar Hijir ismail yang lantainya terbuat dari marmer dingin yang dapat menahan panas sengatan matahari sehingga para jamaah dapat tawaf tanpa alas kaki.
      Tempat tawaf juga dapat dilakukan di lantai 2 dan 3 Masjidil Haram, Mekah  melewati jalur khusus untuk berjalan kaki atau memakai kursi roda untuk berputar mengelilingi Kakbah yang diawali dan diakhiri dari garis di depan Hajar Aswad.
      Tempat tawaf di dalam Masjidil Haram selalu terbuka selama 24 jam penuh “non-stop”, sehingga para jamaah dapat mengerjakan tawaf, iktikaf, atau salat siang dan malam, serta disiapkan air minum zam-zam dengan gelas plastik sekali pakai.
      Nabi Muhammad bersabda,”Wahai keturunan Abdi Manaf, jika kalian menjadi pemimpin sesudahku maka janganlah melarang seseorang yang ingin tawaf di Baitullah (Rumah Allah) baik siang maupun malam.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

815. SAI

PINTU MASUK LOKASI SAI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang pintu masuk lokasi ke tempat sai  di Masjidil Haram, Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Sai adalah berjalan kaki atau berlari-lari kecil pergi pulang sekitar 400 meter sebanyak tujuh kali dari Safa ke Marwa pada waktu melaksanakan ibadah haji atau umrah di Masjidil Haram Mekah.
      Di bukit Safa dibangun menara tunggal yang tinggi sebagai tanda untuk tempat memulai ibadah sai yang terletak di selatan Masjidil Haram, sedangkan di bukit Marwa dibangun dua menara yang menjulang tinggi di sisi utara Masjidil Haram yang terlihat jelas dari kejauhan.
      Di atas pintu masuk bukit Safa yang terletak di selatan Masjidil Haram Mekah di bawah menara tunggal yang menjulang tinggi di bukit Safa diberi tulisan “Safa Start” tempat memulai ibadah sai menuju ke bukit Marwa.
      Berjalan kaki atau naik kereta dorong berangkat dari bukit Safa ke bukit Marwa dihitung sai pertama kali dan waktu kembalinya dari bukit Marwa ke bukit Safa dihitung sai kedua, begitu seterusnya sehingga sai ketujuh berakhir di bukit Marwa.
       Sekitar 20 meter dari dari menara tunggal Safa dibangun tangga elektronik di sebelah timur tempat sai untuk para jamaah yang ingin naik dan turun dari tempat sai di lantai 2 dan 3 sesuai keperluan.
      Sekitar 50 meter dari menara tunggal Safa dipasang jembatan penyeberangan untuk para jamaah yang keluar masuk Masjidil Haram di atas daerah sai sehingga tak mengganggu jamaah yang sedang beribadah sai.
      Sekitar 75 meter dari menara tunggal Safa terdapat Pintu Bani Hasyim yang berdekatan dengan jembatan penyeberangan Bani Hasyim, di utara Pintu Bani Hasyim terdapat Pintu Ali, kemudian di utaranya lagi terdapat Pintu Abbas.
     Pintu Babus Salam terletak di tengah antara bukit Safa dan bukit Marwa, jamaah yang masuk lewat pintu Babus Salam langsung dapat melihat Makam Ibrahim, Hajar Aswad, multazam, pintu Kakbah, dan Hijir Ismail.
      Sekitar 20 meter di utara Pintu Babus Salam terdapat jembatan penyeberangan Babus Salam, sekitar 20 meter di selatan pintu Babus Salam terdapat pintu Nabi dan jembatan penyeberangan pintu Nabi.
      Sekitar 50 meter di utara Pintu Babus Salam terdapat Pintu Bani Syaibah dan jembatan penyeberangan Bani Syaibah serta di sebelah dalam Pintu Bani Syaibah terdapat tangga elektronik untuk para jamaah.
       Sekitar 20 meter di sebelah selatan bukit Marwa terdapat Pintu Murad, tangga elektronik di sisi dalam Masjidil Haram, dan Pintu Mahshab yang terletak 50 meter dari bukit Marwa.
      Sekitar 75 meter di selatan bukit Marwa terdapat Pintu Arafah, Pintu Mina, Pintu Ma’lat dan jembatan penyeberangan Ma’lat yang dapat dipakai oleh para jamaah keluar masuk Masjidil Haram tanpa mengganggu jamaah yag sedang sai.
      Pintu Marwa terletak di bukit Marwa dengan tanda dua menara yang menjulang tinggi dan para jamaah yang selesai sai tujuh kali putaran dapat langsung keluar menuju tempat pangkas rambut untuk tahalul yang berada di luar Marwa yang berdekatan dengan toilet dengan banyak kamar kecil dan tempat wudu.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

815. SAI

PINTU MASUK LOKASI SAI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang pintu masuk lokasi ke tempat sai  di Masjidil Haram, Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Sai adalah berjalan kaki atau berlari-lari kecil pergi pulang sekitar 400 meter sebanyak tujuh kali dari Safa ke Marwa pada waktu melaksanakan ibadah haji atau umrah di Masjidil Haram Mekah.
      Di bukit Safa dibangun menara tunggal yang tinggi sebagai tanda untuk tempat memulai ibadah sai yang terletak di selatan Masjidil Haram, sedangkan di bukit Marwa dibangun dua menara yang menjulang tinggi di sisi utara Masjidil Haram yang terlihat jelas dari kejauhan.
      Di atas pintu masuk bukit Safa yang terletak di selatan Masjidil Haram Mekah di bawah menara tunggal yang menjulang tinggi di bukit Safa diberi tulisan “Safa Start” tempat memulai ibadah sai menuju ke bukit Marwa.
      Berjalan kaki atau naik kereta dorong berangkat dari bukit Safa ke bukit Marwa dihitung sai pertama kali dan waktu kembalinya dari bukit Marwa ke bukit Safa dihitung sai kedua, begitu seterusnya sehingga sai ketujuh berakhir di bukit Marwa.
       Sekitar 20 meter dari dari menara tunggal Safa dibangun tangga elektronik di sebelah timur tempat sai untuk para jamaah yang ingin naik dan turun dari tempat sai di lantai 2 dan 3 sesuai keperluan.
      Sekitar 50 meter dari menara tunggal Safa dipasang jembatan penyeberangan untuk para jamaah yang keluar masuk Masjidil Haram di atas daerah sai sehingga tak mengganggu jamaah yang sedang beribadah sai.
      Sekitar 75 meter dari menara tunggal Safa terdapat Pintu Bani Hasyim yang berdekatan dengan jembatan penyeberangan Bani Hasyim, di utara Pintu Bani Hasyim terdapat Pintu Ali, kemudian di utaranya lagi terdapat Pintu Abbas.
     Pintu Babus Salam terletak di tengah antara bukit Safa dan bukit Marwa, jamaah yang masuk lewat pintu Babus Salam langsung dapat melihat Makam Ibrahim, Hajar Aswad, multazam, pintu Kakbah, dan Hijir Ismail.
      Sekitar 20 meter di utara Pintu Babus Salam terdapat jembatan penyeberangan Babus Salam, sekitar 20 meter di selatan pintu Babus Salam terdapat pintu Nabi dan jembatan penyeberangan pintu Nabi.
      Sekitar 50 meter di utara Pintu Babus Salam terdapat Pintu Bani Syaibah dan jembatan penyeberangan Bani Syaibah serta di sebelah dalam Pintu Bani Syaibah terdapat tangga elektronik untuk para jamaah.
       Sekitar 20 meter di sebelah selatan bukit Marwa terdapat Pintu Murad, tangga elektronik di sisi dalam Masjidil Haram, dan Pintu Mahshab yang terletak 50 meter dari bukit Marwa.
      Sekitar 75 meter di selatan bukit Marwa terdapat Pintu Arafah, Pintu Mina, Pintu Ma’lat dan jembatan penyeberangan Ma’lat yang dapat dipakai oleh para jamaah keluar masuk Masjidil Haram tanpa mengganggu jamaah yag sedang sai.
      Pintu Marwa terletak di bukit Marwa dengan tanda dua menara yang menjulang tinggi dan para jamaah yang selesai sai tujuh kali putaran dapat langsung keluar menuju tempat pangkas rambut untuk tahalul yang berada di luar Marwa yang berdekatan dengan toilet dengan banyak kamar kecil dan tempat wudu.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

815. SAI

PINTU MASUK LOKASI SAI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang pintu masuk lokasi ke tempat sai  di Masjidil Haram, Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Sai adalah berjalan kaki atau berlari-lari kecil pergi pulang sekitar 400 meter sebanyak tujuh kali dari Safa ke Marwa pada waktu melaksanakan ibadah haji atau umrah di Masjidil Haram Mekah.
      Di bukit Safa dibangun menara tunggal yang tinggi sebagai tanda untuk tempat memulai ibadah sai yang terletak di selatan Masjidil Haram, sedangkan di bukit Marwa dibangun dua menara yang menjulang tinggi di sisi utara Masjidil Haram yang terlihat jelas dari kejauhan.
      Di atas pintu masuk bukit Safa yang terletak di selatan Masjidil Haram Mekah di bawah menara tunggal yang menjulang tinggi di bukit Safa diberi tulisan “Safa Start” tempat memulai ibadah sai menuju ke bukit Marwa.
      Berjalan kaki atau naik kereta dorong berangkat dari bukit Safa ke bukit Marwa dihitung sai pertama kali dan waktu kembalinya dari bukit Marwa ke bukit Safa dihitung sai kedua, begitu seterusnya sehingga sai ketujuh berakhir di bukit Marwa.
       Sekitar 20 meter dari dari menara tunggal Safa dibangun tangga elektronik di sebelah timur tempat sai untuk para jamaah yang ingin naik dan turun dari tempat sai di lantai 2 dan 3 sesuai keperluan.
      Sekitar 50 meter dari menara tunggal Safa dipasang jembatan penyeberangan untuk para jamaah yang keluar masuk Masjidil Haram di atas daerah sai sehingga tak mengganggu jamaah yang sedang beribadah sai.
      Sekitar 75 meter dari menara tunggal Safa terdapat Pintu Bani Hasyim yang berdekatan dengan jembatan penyeberangan Bani Hasyim, di utara Pintu Bani Hasyim terdapat Pintu Ali, kemudian di utaranya lagi terdapat Pintu Abbas.
     Pintu Babus Salam terletak di tengah antara bukit Safa dan bukit Marwa, jamaah yang masuk lewat pintu Babus Salam langsung dapat melihat Makam Ibrahim, Hajar Aswad, multazam, pintu Kakbah, dan Hijir Ismail.
      Sekitar 20 meter di utara Pintu Babus Salam terdapat jembatan penyeberangan Babus Salam, sekitar 20 meter di selatan pintu Babus Salam terdapat pintu Nabi dan jembatan penyeberangan pintu Nabi.
      Sekitar 50 meter di utara Pintu Babus Salam terdapat Pintu Bani Syaibah dan jembatan penyeberangan Bani Syaibah serta di sebelah dalam Pintu Bani Syaibah terdapat tangga elektronik untuk para jamaah.
       Sekitar 20 meter di sebelah selatan bukit Marwa terdapat Pintu Murad, tangga elektronik di sisi dalam Masjidil Haram, dan Pintu Mahshab yang terletak 50 meter dari bukit Marwa.
      Sekitar 75 meter di selatan bukit Marwa terdapat Pintu Arafah, Pintu Mina, Pintu Ma’lat dan jembatan penyeberangan Ma’lat yang dapat dipakai oleh para jamaah keluar masuk Masjidil Haram tanpa mengganggu jamaah yag sedang sai.
      Pintu Marwa terletak di bukit Marwa dengan tanda dua menara yang menjulang tinggi dan para jamaah yang selesai sai tujuh kali putaran dapat langsung keluar menuju tempat pangkas rambut untuk tahalul yang berada di luar Marwa yang berdekatan dengan toilet dengan banyak kamar kecil dan tempat wudu.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

815. SAI

PINTU MASUK LOKASI SAI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang pintu masuk lokasi ke tempat sai  di Masjidil Haram, Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Sai adalah berjalan kaki atau berlari-lari kecil pergi pulang sekitar 400 meter sebanyak tujuh kali dari Safa ke Marwa pada waktu melaksanakan ibadah haji atau umrah di Masjidil Haram Mekah.
      Di bukit Safa dibangun menara tunggal yang tinggi sebagai tanda untuk tempat memulai ibadah sai yang terletak di selatan Masjidil Haram, sedangkan di bukit Marwa dibangun dua menara yang menjulang tinggi di sisi utara Masjidil Haram yang terlihat jelas dari kejauhan.
      Di atas pintu masuk bukit Safa yang terletak di selatan Masjidil Haram Mekah di bawah menara tunggal yang menjulang tinggi di bukit Safa diberi tulisan “Safa Start” tempat memulai ibadah sai menuju ke bukit Marwa.
      Berjalan kaki atau naik kereta dorong berangkat dari bukit Safa ke bukit Marwa dihitung sai pertama kali dan waktu kembalinya dari bukit Marwa ke bukit Safa dihitung sai kedua, begitu seterusnya sehingga sai ketujuh berakhir di bukit Marwa.
       Sekitar 20 meter dari dari menara tunggal Safa dibangun tangga elektronik di sebelah timur tempat sai untuk para jamaah yang ingin naik dan turun dari tempat sai di lantai 2 dan 3 sesuai keperluan.
      Sekitar 50 meter dari menara tunggal Safa dipasang jembatan penyeberangan untuk para jamaah yang keluar masuk Masjidil Haram di atas daerah sai sehingga tak mengganggu jamaah yang sedang beribadah sai.
      Sekitar 75 meter dari menara tunggal Safa terdapat Pintu Bani Hasyim yang berdekatan dengan jembatan penyeberangan Bani Hasyim, di utara Pintu Bani Hasyim terdapat Pintu Ali, kemudian di utaranya lagi terdapat Pintu Abbas.
     Pintu Babus Salam terletak di tengah antara bukit Safa dan bukit Marwa, jamaah yang masuk lewat pintu Babus Salam langsung dapat melihat Makam Ibrahim, Hajar Aswad, multazam, pintu Kakbah, dan Hijir Ismail.
      Sekitar 20 meter di utara Pintu Babus Salam terdapat jembatan penyeberangan Babus Salam, sekitar 20 meter di selatan pintu Babus Salam terdapat pintu Nabi dan jembatan penyeberangan pintu Nabi.
      Sekitar 50 meter di utara Pintu Babus Salam terdapat Pintu Bani Syaibah dan jembatan penyeberangan Bani Syaibah serta di sebelah dalam Pintu Bani Syaibah terdapat tangga elektronik untuk para jamaah.
       Sekitar 20 meter di sebelah selatan bukit Marwa terdapat Pintu Murad, tangga elektronik di sisi dalam Masjidil Haram, dan Pintu Mahshab yang terletak 50 meter dari bukit Marwa.
      Sekitar 75 meter di selatan bukit Marwa terdapat Pintu Arafah, Pintu Mina, Pintu Ma’lat dan jembatan penyeberangan Ma’lat yang dapat dipakai oleh para jamaah keluar masuk Masjidil Haram tanpa mengganggu jamaah yag sedang sai.
      Pintu Marwa terletak di bukit Marwa dengan tanda dua menara yang menjulang tinggi dan para jamaah yang selesai sai tujuh kali putaran dapat langsung keluar menuju tempat pangkas rambut untuk tahalul yang berada di luar Marwa yang berdekatan dengan toilet dengan banyak kamar kecil dan tempat wudu.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

815. SAI

PINTU MASUK LOKASI SAI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang pintu masuk lokasi ke tempat sai  di Masjidil Haram, Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Sai adalah berjalan kaki atau berlari-lari kecil pergi pulang sekitar 400 meter sebanyak tujuh kali dari Safa ke Marwa pada waktu melaksanakan ibadah haji atau umrah di Masjidil Haram Mekah.
      Di bukit Safa dibangun menara tunggal yang tinggi sebagai tanda untuk tempat memulai ibadah sai yang terletak di selatan Masjidil Haram, sedangkan di bukit Marwa dibangun dua menara yang menjulang tinggi di sisi utara Masjidil Haram yang terlihat jelas dari kejauhan.
      Di atas pintu masuk bukit Safa yang terletak di selatan Masjidil Haram Mekah di bawah menara tunggal yang menjulang tinggi di bukit Safa diberi tulisan “Safa Start” tempat memulai ibadah sai menuju ke bukit Marwa.
      Berjalan kaki atau naik kereta dorong berangkat dari bukit Safa ke bukit Marwa dihitung sai pertama kali dan waktu kembalinya dari bukit Marwa ke bukit Safa dihitung sai kedua, begitu seterusnya sehingga sai ketujuh berakhir di bukit Marwa.
       Sekitar 20 meter dari dari menara tunggal Safa dibangun tangga elektronik di sebelah timur tempat sai untuk para jamaah yang ingin naik dan turun dari tempat sai di lantai 2 dan 3 sesuai keperluan.
      Sekitar 50 meter dari menara tunggal Safa dipasang jembatan penyeberangan untuk para jamaah yang keluar masuk Masjidil Haram di atas daerah sai sehingga tak mengganggu jamaah yang sedang beribadah sai.
      Sekitar 75 meter dari menara tunggal Safa terdapat Pintu Bani Hasyim yang berdekatan dengan jembatan penyeberangan Bani Hasyim, di utara Pintu Bani Hasyim terdapat Pintu Ali, kemudian di utaranya lagi terdapat Pintu Abbas.
     Pintu Babus Salam terletak di tengah antara bukit Safa dan bukit Marwa, jamaah yang masuk lewat pintu Babus Salam langsung dapat melihat Makam Ibrahim, Hajar Aswad, multazam, pintu Kakbah, dan Hijir Ismail.
      Sekitar 20 meter di utara Pintu Babus Salam terdapat jembatan penyeberangan Babus Salam, sekitar 20 meter di selatan pintu Babus Salam terdapat pintu Nabi dan jembatan penyeberangan pintu Nabi.
      Sekitar 50 meter di utara Pintu Babus Salam terdapat Pintu Bani Syaibah dan jembatan penyeberangan Bani Syaibah serta di sebelah dalam Pintu Bani Syaibah terdapat tangga elektronik untuk para jamaah.
       Sekitar 20 meter di sebelah selatan bukit Marwa terdapat Pintu Murad, tangga elektronik di sisi dalam Masjidil Haram, dan Pintu Mahshab yang terletak 50 meter dari bukit Marwa.
      Sekitar 75 meter di selatan bukit Marwa terdapat Pintu Arafah, Pintu Mina, Pintu Ma’lat dan jembatan penyeberangan Ma’lat yang dapat dipakai oleh para jamaah keluar masuk Masjidil Haram tanpa mengganggu jamaah yag sedang sai.
      Pintu Marwa terletak di bukit Marwa dengan tanda dua menara yang menjulang tinggi dan para jamaah yang selesai sai tujuh kali putaran dapat langsung keluar menuju tempat pangkas rambut untuk tahalul yang berada di luar Marwa yang berdekatan dengan toilet dengan banyak kamar kecil dan tempat wudu.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

815. SAI

PINTU MASUK LOKASI SAI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang pintu masuk lokasi ke tempat sai  di Masjidil Haram, Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Sai adalah berjalan kaki atau berlari-lari kecil pergi pulang sekitar 400 meter sebanyak tujuh kali dari Safa ke Marwa pada waktu melaksanakan ibadah haji atau umrah di Masjidil Haram Mekah.
      Di bukit Safa dibangun menara tunggal yang tinggi sebagai tanda untuk tempat memulai ibadah sai yang terletak di selatan Masjidil Haram, sedangkan di bukit Marwa dibangun dua menara yang menjulang tinggi di sisi utara Masjidil Haram yang terlihat jelas dari kejauhan.
      Di atas pintu masuk bukit Safa yang terletak di selatan Masjidil Haram Mekah di bawah menara tunggal yang menjulang tinggi di bukit Safa diberi tulisan “Safa Start” tempat memulai ibadah sai menuju ke bukit Marwa.
      Berjalan kaki atau naik kereta dorong berangkat dari bukit Safa ke bukit Marwa dihitung sai pertama kali dan waktu kembalinya dari bukit Marwa ke bukit Safa dihitung sai kedua, begitu seterusnya sehingga sai ketujuh berakhir di bukit Marwa.
       Sekitar 20 meter dari dari menara tunggal Safa dibangun tangga elektronik di sebelah timur tempat sai untuk para jamaah yang ingin naik dan turun dari tempat sai di lantai 2 dan 3 sesuai keperluan.
      Sekitar 50 meter dari menara tunggal Safa dipasang jembatan penyeberangan untuk para jamaah yang keluar masuk Masjidil Haram di atas daerah sai sehingga tak mengganggu jamaah yang sedang beribadah sai.
      Sekitar 75 meter dari menara tunggal Safa terdapat Pintu Bani Hasyim yang berdekatan dengan jembatan penyeberangan Bani Hasyim, di utara Pintu Bani Hasyim terdapat Pintu Ali, kemudian di utaranya lagi terdapat Pintu Abbas.
     Pintu Babus Salam terletak di tengah antara bukit Safa dan bukit Marwa, jamaah yang masuk lewat pintu Babus Salam langsung dapat melihat Makam Ibrahim, Hajar Aswad, multazam, pintu Kakbah, dan Hijir Ismail.
      Sekitar 20 meter di utara Pintu Babus Salam terdapat jembatan penyeberangan Babus Salam, sekitar 20 meter di selatan pintu Babus Salam terdapat pintu Nabi dan jembatan penyeberangan pintu Nabi.
      Sekitar 50 meter di utara Pintu Babus Salam terdapat Pintu Bani Syaibah dan jembatan penyeberangan Bani Syaibah serta di sebelah dalam Pintu Bani Syaibah terdapat tangga elektronik untuk para jamaah.
       Sekitar 20 meter di sebelah selatan bukit Marwa terdapat Pintu Murad, tangga elektronik di sisi dalam Masjidil Haram, dan Pintu Mahshab yang terletak 50 meter dari bukit Marwa.
      Sekitar 75 meter di selatan bukit Marwa terdapat Pintu Arafah, Pintu Mina, Pintu Ma’lat dan jembatan penyeberangan Ma’lat yang dapat dipakai oleh para jamaah keluar masuk Masjidil Haram tanpa mengganggu jamaah yag sedang sai.
      Pintu Marwa terletak di bukit Marwa dengan tanda dua menara yang menjulang tinggi dan para jamaah yang selesai sai tujuh kali putaran dapat langsung keluar menuju tempat pangkas rambut untuk tahalul yang berada di luar Marwa yang berdekatan dengan toilet dengan banyak kamar kecil dan tempat wudu.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

815. SAI

PINTU MASUK LOKASI SAI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang pintu masuk lokasi ke tempat sai  di Masjidil Haram, Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Sai adalah berjalan kaki atau berlari-lari kecil pergi pulang sekitar 400 meter sebanyak tujuh kali dari Safa ke Marwa pada waktu melaksanakan ibadah haji atau umrah di Masjidil Haram Mekah.
      Di bukit Safa dibangun menara tunggal yang tinggi sebagai tanda untuk tempat memulai ibadah sai yang terletak di selatan Masjidil Haram, sedangkan di bukit Marwa dibangun dua menara yang menjulang tinggi di sisi utara Masjidil Haram yang terlihat jelas dari kejauhan.
      Di atas pintu masuk bukit Safa yang terletak di selatan Masjidil Haram Mekah di bawah menara tunggal yang menjulang tinggi di bukit Safa diberi tulisan “Safa Start” tempat memulai ibadah sai menuju ke bukit Marwa.
      Berjalan kaki atau naik kereta dorong berangkat dari bukit Safa ke bukit Marwa dihitung sai pertama kali dan waktu kembalinya dari bukit Marwa ke bukit Safa dihitung sai kedua, begitu seterusnya sehingga sai ketujuh berakhir di bukit Marwa.
       Sekitar 20 meter dari dari menara tunggal Safa dibangun tangga elektronik di sebelah timur tempat sai untuk para jamaah yang ingin naik dan turun dari tempat sai di lantai 2 dan 3 sesuai keperluan.
      Sekitar 50 meter dari menara tunggal Safa dipasang jembatan penyeberangan untuk para jamaah yang keluar masuk Masjidil Haram di atas daerah sai sehingga tak mengganggu jamaah yang sedang beribadah sai.
      Sekitar 75 meter dari menara tunggal Safa terdapat Pintu Bani Hasyim yang berdekatan dengan jembatan penyeberangan Bani Hasyim, di utara Pintu Bani Hasyim terdapat Pintu Ali, kemudian di utaranya lagi terdapat Pintu Abbas.
     Pintu Babus Salam terletak di tengah antara bukit Safa dan bukit Marwa, jamaah yang masuk lewat pintu Babus Salam langsung dapat melihat Makam Ibrahim, Hajar Aswad, multazam, pintu Kakbah, dan Hijir Ismail.
      Sekitar 20 meter di utara Pintu Babus Salam terdapat jembatan penyeberangan Babus Salam, sekitar 20 meter di selatan pintu Babus Salam terdapat pintu Nabi dan jembatan penyeberangan pintu Nabi.
      Sekitar 50 meter di utara Pintu Babus Salam terdapat Pintu Bani Syaibah dan jembatan penyeberangan Bani Syaibah serta di sebelah dalam Pintu Bani Syaibah terdapat tangga elektronik untuk para jamaah.
       Sekitar 20 meter di sebelah selatan bukit Marwa terdapat Pintu Murad, tangga elektronik di sisi dalam Masjidil Haram, dan Pintu Mahshab yang terletak 50 meter dari bukit Marwa.
      Sekitar 75 meter di selatan bukit Marwa terdapat Pintu Arafah, Pintu Mina, Pintu Ma’lat dan jembatan penyeberangan Ma’lat yang dapat dipakai oleh para jamaah keluar masuk Masjidil Haram tanpa mengganggu jamaah yag sedang sai.
      Pintu Marwa terletak di bukit Marwa dengan tanda dua menara yang menjulang tinggi dan para jamaah yang selesai sai tujuh kali putaran dapat langsung keluar menuju tempat pangkas rambut untuk tahalul yang berada di luar Marwa yang berdekatan dengan toilet dengan banyak kamar kecil dan tempat wudu.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online