Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, May 5, 2018

814. TEDUH

BERTEDUH DALAM NAUNGAN KAKBAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang berteduh dalam naungan bangunan Kakbah di MasjidIl Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Ibrahim, surah ke-14 ayat 37.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

      “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikan hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezeki mereka dari buah-buahan, semoga mereka bersyukur.”
      Bangunan fisik Kakbah didirikan di atas pondasi batu-batu bangunan lama yang telah berumur ribuan tahun dan disusun berbentuk mirip punggung onta yang melekat kuat sekitar 1,5 meter ke dalam tanah.
      Bangunan fisik Kakbah berbentuk semacam balok yang tidak beraturan setinggi 14 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Iraqi di  dekat  Hijir Ismail 12,84 meter; lebar dinding di bagian Hijir Ismail 11,28 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Yamani 11,52 meter;  dan lebar dinding dari Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,11 meter.
      Hajar Aswad tertanam di pojok selatan dinding Kakbah setinggi 1,1 meter dari lantai dengan panjang 25 cm dan lebar 17 cm yang awalnya berbentuk 1 bongkahan saja, tetapi sekarang menjadi 8 gugusan batu kecil.
      Terhadap Hajar Aswad berupa gugusan 8 batu kecil yang tertanam dalam bongkahan batu besar yang dikelilingi ikatan perak inilah umat Islam dianjurkan untuk menyalami dan menciumnya, bukan bagian peraknya.
      Multazam adalah dinding yang terletak antara Hajar Aswad dengan pintu Kakbah yang termasuk tempat mustajab (doa yang dikabulkan) yang umat Islam disunahkan untuk menempelkan pipi, dada, lengan, dan kedua telapak tangan sambil berdoa memohon kepada Allah.
      Hijir Ismail adalah bangunan terbuka yang berbentuk setengan lingkaran karena yang setengah lingkaran terpotong, sehingga disebut “hathim” (yang terpotong), yang dahulu ditempati Nabi Ismail dan ibunya, Hajar, bertempat tinggal.
     Jarak 3 meter dari tembok Kakbah ke Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kabah, sehigga salat di tempat ini bernilai sama dengan salat di dalam Kakbah dan orang yang tawaf mengelilingi Kakbah harus berada di luar Hijir Ismail.
      Ukuran tinggi dinding Hijir ismail 1,32 meter; lebarnya 1,55 meter; jarak dua pintu masuknya 8,77 meter; jarak dari dinding Kakbah ke dinding Hijir ismail 8,46 meter; yang termasuk bagian dalam Kakbah 3 meter dari dinding Kakbah; dan panjang dinding Hajir ismail bagian luar 21,57 meter.
      Talang emas digunakan untuk saluran air hujan dan air cucian ketika Kakbah dibersihkan berada di bagian atas dinding Kakbah tepat di atas Hijir Ismail yang berdoa di bawahnya termasuk mustajab (doa yang dikabulkan).
      Talang emas berukuran panjang seluruhnya 2,53 meter; ukuran panjang talang yang terlihat 1,95 meter; panjang talang yang tertanam dalam dinding Kakbah 58 cm; ukuran tinggi talang 23 cm; dan lebar talang 26 cm.
      Rukun Yamani terletak di pojok tenggara Kakbah sejajar dengan Hajar Aswad yang berada di sudut Kakbah yang menghadap ke negeri Yaman, umat Islam dianjurkan untuk mengusap dan melambaikan tangan terhadap Rukun Yamani.
      Syadzarwan adalah bagian bangunan berbentuk melengkung di bawah dinding Kakbah sampai permukaan lantai selain dalam bagian Hijir Ismail, karena pintu masuk Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kakbah.   
      Syadzarwan yang berukuran tinggi 13 cm dengan lebar 45 cm digunakan untuk melindungi Kakbah dari genangan air dan tempat mengikat tali kiswah penutup Kakbah sebanyak 55 buah berbentuk bulat agar tak membahayakan para jamaah.
      Bangunan atap Kakbah disangga dengan 3 tiang utama terbuat dari kayu berdiameter 44 cm dengan jarak antara tiang 2,35 meter dan arah lurus dari pintu masuk Kakbah terdapat mihrab yang pernah digunakan oleh Nabi Muhammad untuk salat di dalam Kakbah.
      Di sebelah pojok kanan pintu masuk Kakbah terdapat tangga untuk naik ke atap yang digunakan untuk mencuci dan memasang tali kiswah penutup Kakbah melewati pintu “taubat” yang dibungkus kain kiswah setinggi 7,5 meter  dan diganti setiap 3 tahun sekali, karena terlindung dari debu dan hujan.
      Di dalam Kakbah untuk naik ke atap tardapat anak tangga sebanyak 35 buah, lebar tangga 63 cm sampai 75 cm, dan tinggi setiap anak tangga 24 cm sampai 35  cm, serta di dalam Kakbah terdapat sebuah kotak besar untuk menyimpan barang-barang berharga milik Kakbah.
      Pintu Kakbah berukuran tinggi 3,1 meter; lebarnya 1,9 meter; tebalnya 50 cm; dan jarak dari lantai setinggi 2,25 meter yang dilengkapi dengan kunci  sepanjang 40 cm dengan gembok berukuran panjang 34 cm dan lebarnya 6 cm.
      Kain kiswah penutup Kakbah terbuat dari sutera murni yang diberi warna hitam dengan dirajut tulisan kaligrafi Arab yang  terdiri atas 5 potong kain kiswah, yang 4 potong kiswah dipasang pada 4 dinding dan yang 1 potong kiswah untuk menutup pintu Kakbah.
      Sepertiga bagian atas kiswah terdapat sabuk bertulisan ayat-ayat Al-Quran dan setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah diganti, sehingga pada hari raya Idul Adha maka Kakbah diselubungi kain kiswah baru.
      Tinggi kain kiswah 14 meter, beratnya 670 kg, lebar kiswah untuk dinding Hajar Aswad hingga Rukun Iraqi 11, 67 meter; lebar kiswah dinding Rukun Yamani hingga Hajar Aswad 10,18 meter; lebar kiswah dinding bagian Hijir Ismail 9,90 meter;  dan lebar kiswah dinding Rukun Yamani sampai Rukun Syami 12.04 meter.
      Kain kiswah penutup pintu Kakbah disebut “Al-Barqa” yang berukuran tingginya 6,32 meter dan lebarnya 3,30 meter dan setiap sudutnya diberi hiasan tulisan kaligrafi Al-Quran dalam 8 lingkaran dan tengahnya terdapat 3 lingkaran bertulisan “Hasbiyallah”.
      Berteduh di bawah naungan Kakbah adalah tempat berteduh paling mulia di bumi, karena Nabi Muhammad pernah berteduh, duduk, dan berbaring di bawah naungan Kakbah.
      Khubab berkata,”Kami melihat Nabi Muhammad sedang berteduh dengan berbantal surban di bawah naungan Kakbah.” Nabi bersabda,”Saat ini kita sedang berada di tempat berteduh yang paling mulia di muka bumi.”
      Ali bin Abbas berkata,”Baitul Makmur yang kesucian dan kemuliaannya sama dengan Kakbah terletak di langit di atas Kakbah, terdapat 70.000 malaikat yang mengerjakan salat setiap hari selamanya.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

814. TEDUH

BERTEDUH DALAM NAUNGAN KAKBAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang berteduh dalam naungan bangunan Kakbah di MasjidIl Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Ibrahim, surah ke-14 ayat 37.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

      “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikan hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezeki mereka dari buah-buahan, semoga mereka bersyukur.”
      Bangunan fisik Kakbah didirikan di atas pondasi batu-batu bangunan lama yang telah berumur ribuan tahun dan disusun berbentuk mirip punggung onta yang melekat kuat sekitar 1,5 meter ke dalam tanah.
      Bangunan fisik Kakbah berbentuk semacam balok yang tidak beraturan setinggi 14 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Iraqi di  dekat  Hijir Ismail 12,84 meter; lebar dinding di bagian Hijir Ismail 11,28 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Yamani 11,52 meter;  dan lebar dinding dari Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,11 meter.
      Hajar Aswad tertanam di pojok selatan dinding Kakbah setinggi 1,1 meter dari lantai dengan panjang 25 cm dan lebar 17 cm yang awalnya berbentuk 1 bongkahan saja, tetapi sekarang menjadi 8 gugusan batu kecil.
      Terhadap Hajar Aswad berupa gugusan 8 batu kecil yang tertanam dalam bongkahan batu besar yang dikelilingi ikatan perak inilah umat Islam dianjurkan untuk menyalami dan menciumnya, bukan bagian peraknya.
      Multazam adalah dinding yang terletak antara Hajar Aswad dengan pintu Kakbah yang termasuk tempat mustajab (doa yang dikabulkan) yang umat Islam disunahkan untuk menempelkan pipi, dada, lengan, dan kedua telapak tangan sambil berdoa memohon kepada Allah.
      Hijir Ismail adalah bangunan terbuka yang berbentuk setengan lingkaran karena yang setengah lingkaran terpotong, sehingga disebut “hathim” (yang terpotong), yang dahulu ditempati Nabi Ismail dan ibunya, Hajar, bertempat tinggal.
     Jarak 3 meter dari tembok Kakbah ke Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kabah, sehigga salat di tempat ini bernilai sama dengan salat di dalam Kakbah dan orang yang tawaf mengelilingi Kakbah harus berada di luar Hijir Ismail.
      Ukuran tinggi dinding Hijir ismail 1,32 meter; lebarnya 1,55 meter; jarak dua pintu masuknya 8,77 meter; jarak dari dinding Kakbah ke dinding Hijir ismail 8,46 meter; yang termasuk bagian dalam Kakbah 3 meter dari dinding Kakbah; dan panjang dinding Hajir ismail bagian luar 21,57 meter.
      Talang emas digunakan untuk saluran air hujan dan air cucian ketika Kakbah dibersihkan berada di bagian atas dinding Kakbah tepat di atas Hijir Ismail yang berdoa di bawahnya termasuk mustajab (doa yang dikabulkan).
      Talang emas berukuran panjang seluruhnya 2,53 meter; ukuran panjang talang yang terlihat 1,95 meter; panjang talang yang tertanam dalam dinding Kakbah 58 cm; ukuran tinggi talang 23 cm; dan lebar talang 26 cm.
      Rukun Yamani terletak di pojok tenggara Kakbah sejajar dengan Hajar Aswad yang berada di sudut Kakbah yang menghadap ke negeri Yaman, umat Islam dianjurkan untuk mengusap dan melambaikan tangan terhadap Rukun Yamani.
      Syadzarwan adalah bagian bangunan berbentuk melengkung di bawah dinding Kakbah sampai permukaan lantai selain dalam bagian Hijir Ismail, karena pintu masuk Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kakbah.   
      Syadzarwan yang berukuran tinggi 13 cm dengan lebar 45 cm digunakan untuk melindungi Kakbah dari genangan air dan tempat mengikat tali kiswah penutup Kakbah sebanyak 55 buah berbentuk bulat agar tak membahayakan para jamaah.
      Bangunan atap Kakbah disangga dengan 3 tiang utama terbuat dari kayu berdiameter 44 cm dengan jarak antara tiang 2,35 meter dan arah lurus dari pintu masuk Kakbah terdapat mihrab yang pernah digunakan oleh Nabi Muhammad untuk salat di dalam Kakbah.
      Di sebelah pojok kanan pintu masuk Kakbah terdapat tangga untuk naik ke atap yang digunakan untuk mencuci dan memasang tali kiswah penutup Kakbah melewati pintu “taubat” yang dibungkus kain kiswah setinggi 7,5 meter  dan diganti setiap 3 tahun sekali, karena terlindung dari debu dan hujan.
      Di dalam Kakbah untuk naik ke atap tardapat anak tangga sebanyak 35 buah, lebar tangga 63 cm sampai 75 cm, dan tinggi setiap anak tangga 24 cm sampai 35  cm, serta di dalam Kakbah terdapat sebuah kotak besar untuk menyimpan barang-barang berharga milik Kakbah.
      Pintu Kakbah berukuran tinggi 3,1 meter; lebarnya 1,9 meter; tebalnya 50 cm; dan jarak dari lantai setinggi 2,25 meter yang dilengkapi dengan kunci  sepanjang 40 cm dengan gembok berukuran panjang 34 cm dan lebarnya 6 cm.
      Kain kiswah penutup Kakbah terbuat dari sutera murni yang diberi warna hitam dengan dirajut tulisan kaligrafi Arab yang  terdiri atas 5 potong kain kiswah, yang 4 potong kiswah dipasang pada 4 dinding dan yang 1 potong kiswah untuk menutup pintu Kakbah.
      Sepertiga bagian atas kiswah terdapat sabuk bertulisan ayat-ayat Al-Quran dan setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah diganti, sehingga pada hari raya Idul Adha maka Kakbah diselubungi kain kiswah baru.
      Tinggi kain kiswah 14 meter, beratnya 670 kg, lebar kiswah untuk dinding Hajar Aswad hingga Rukun Iraqi 11, 67 meter; lebar kiswah dinding Rukun Yamani hingga Hajar Aswad 10,18 meter; lebar kiswah dinding bagian Hijir Ismail 9,90 meter;  dan lebar kiswah dinding Rukun Yamani sampai Rukun Syami 12.04 meter.
      Kain kiswah penutup pintu Kakbah disebut “Al-Barqa” yang berukuran tingginya 6,32 meter dan lebarnya 3,30 meter dan setiap sudutnya diberi hiasan tulisan kaligrafi Al-Quran dalam 8 lingkaran dan tengahnya terdapat 3 lingkaran bertulisan “Hasbiyallah”.
      Berteduh di bawah naungan Kakbah adalah tempat berteduh paling mulia di bumi, karena Nabi Muhammad pernah berteduh, duduk, dan berbaring di bawah naungan Kakbah.
      Khubab berkata,”Kami melihat Nabi Muhammad sedang berteduh dengan berbantal surban di bawah naungan Kakbah.” Nabi bersabda,”Saat ini kita sedang berada di tempat berteduh yang paling mulia di muka bumi.”
      Ali bin Abbas berkata,”Baitul Makmur yang kesucian dan kemuliaannya sama dengan Kakbah terletak di langit di atas Kakbah, terdapat 70.000 malaikat yang mengerjakan salat setiap hari selamanya.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

814. TEDUH

BERTEDUH DALAM NAUNGAN KAKBAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang berteduh dalam naungan bangunan Kakbah di MasjidIl Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Ibrahim, surah ke-14 ayat 37.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

      “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikan hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezeki mereka dari buah-buahan, semoga mereka bersyukur.”
      Bangunan fisik Kakbah didirikan di atas pondasi batu-batu bangunan lama yang telah berumur ribuan tahun dan disusun berbentuk mirip punggung onta yang melekat kuat sekitar 1,5 meter ke dalam tanah.
      Bangunan fisik Kakbah berbentuk semacam balok yang tidak beraturan setinggi 14 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Iraqi di  dekat  Hijir Ismail 12,84 meter; lebar dinding di bagian Hijir Ismail 11,28 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Yamani 11,52 meter;  dan lebar dinding dari Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,11 meter.
      Hajar Aswad tertanam di pojok selatan dinding Kakbah setinggi 1,1 meter dari lantai dengan panjang 25 cm dan lebar 17 cm yang awalnya berbentuk 1 bongkahan saja, tetapi sekarang menjadi 8 gugusan batu kecil.
      Terhadap Hajar Aswad berupa gugusan 8 batu kecil yang tertanam dalam bongkahan batu besar yang dikelilingi ikatan perak inilah umat Islam dianjurkan untuk menyalami dan menciumnya, bukan bagian peraknya.
      Multazam adalah dinding yang terletak antara Hajar Aswad dengan pintu Kakbah yang termasuk tempat mustajab (doa yang dikabulkan) yang umat Islam disunahkan untuk menempelkan pipi, dada, lengan, dan kedua telapak tangan sambil berdoa memohon kepada Allah.
      Hijir Ismail adalah bangunan terbuka yang berbentuk setengan lingkaran karena yang setengah lingkaran terpotong, sehingga disebut “hathim” (yang terpotong), yang dahulu ditempati Nabi Ismail dan ibunya, Hajar, bertempat tinggal.
     Jarak 3 meter dari tembok Kakbah ke Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kabah, sehigga salat di tempat ini bernilai sama dengan salat di dalam Kakbah dan orang yang tawaf mengelilingi Kakbah harus berada di luar Hijir Ismail.
      Ukuran tinggi dinding Hijir ismail 1,32 meter; lebarnya 1,55 meter; jarak dua pintu masuknya 8,77 meter; jarak dari dinding Kakbah ke dinding Hijir ismail 8,46 meter; yang termasuk bagian dalam Kakbah 3 meter dari dinding Kakbah; dan panjang dinding Hajir ismail bagian luar 21,57 meter.
      Talang emas digunakan untuk saluran air hujan dan air cucian ketika Kakbah dibersihkan berada di bagian atas dinding Kakbah tepat di atas Hijir Ismail yang berdoa di bawahnya termasuk mustajab (doa yang dikabulkan).
      Talang emas berukuran panjang seluruhnya 2,53 meter; ukuran panjang talang yang terlihat 1,95 meter; panjang talang yang tertanam dalam dinding Kakbah 58 cm; ukuran tinggi talang 23 cm; dan lebar talang 26 cm.
      Rukun Yamani terletak di pojok tenggara Kakbah sejajar dengan Hajar Aswad yang berada di sudut Kakbah yang menghadap ke negeri Yaman, umat Islam dianjurkan untuk mengusap dan melambaikan tangan terhadap Rukun Yamani.
      Syadzarwan adalah bagian bangunan berbentuk melengkung di bawah dinding Kakbah sampai permukaan lantai selain dalam bagian Hijir Ismail, karena pintu masuk Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kakbah.   
      Syadzarwan yang berukuran tinggi 13 cm dengan lebar 45 cm digunakan untuk melindungi Kakbah dari genangan air dan tempat mengikat tali kiswah penutup Kakbah sebanyak 55 buah berbentuk bulat agar tak membahayakan para jamaah.
      Bangunan atap Kakbah disangga dengan 3 tiang utama terbuat dari kayu berdiameter 44 cm dengan jarak antara tiang 2,35 meter dan arah lurus dari pintu masuk Kakbah terdapat mihrab yang pernah digunakan oleh Nabi Muhammad untuk salat di dalam Kakbah.
      Di sebelah pojok kanan pintu masuk Kakbah terdapat tangga untuk naik ke atap yang digunakan untuk mencuci dan memasang tali kiswah penutup Kakbah melewati pintu “taubat” yang dibungkus kain kiswah setinggi 7,5 meter  dan diganti setiap 3 tahun sekali, karena terlindung dari debu dan hujan.
      Di dalam Kakbah untuk naik ke atap tardapat anak tangga sebanyak 35 buah, lebar tangga 63 cm sampai 75 cm, dan tinggi setiap anak tangga 24 cm sampai 35  cm, serta di dalam Kakbah terdapat sebuah kotak besar untuk menyimpan barang-barang berharga milik Kakbah.
      Pintu Kakbah berukuran tinggi 3,1 meter; lebarnya 1,9 meter; tebalnya 50 cm; dan jarak dari lantai setinggi 2,25 meter yang dilengkapi dengan kunci  sepanjang 40 cm dengan gembok berukuran panjang 34 cm dan lebarnya 6 cm.
      Kain kiswah penutup Kakbah terbuat dari sutera murni yang diberi warna hitam dengan dirajut tulisan kaligrafi Arab yang  terdiri atas 5 potong kain kiswah, yang 4 potong kiswah dipasang pada 4 dinding dan yang 1 potong kiswah untuk menutup pintu Kakbah.
      Sepertiga bagian atas kiswah terdapat sabuk bertulisan ayat-ayat Al-Quran dan setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah diganti, sehingga pada hari raya Idul Adha maka Kakbah diselubungi kain kiswah baru.
      Tinggi kain kiswah 14 meter, beratnya 670 kg, lebar kiswah untuk dinding Hajar Aswad hingga Rukun Iraqi 11, 67 meter; lebar kiswah dinding Rukun Yamani hingga Hajar Aswad 10,18 meter; lebar kiswah dinding bagian Hijir Ismail 9,90 meter;  dan lebar kiswah dinding Rukun Yamani sampai Rukun Syami 12.04 meter.
      Kain kiswah penutup pintu Kakbah disebut “Al-Barqa” yang berukuran tingginya 6,32 meter dan lebarnya 3,30 meter dan setiap sudutnya diberi hiasan tulisan kaligrafi Al-Quran dalam 8 lingkaran dan tengahnya terdapat 3 lingkaran bertulisan “Hasbiyallah”.
      Berteduh di bawah naungan Kakbah adalah tempat berteduh paling mulia di bumi, karena Nabi Muhammad pernah berteduh, duduk, dan berbaring di bawah naungan Kakbah.
      Khubab berkata,”Kami melihat Nabi Muhammad sedang berteduh dengan berbantal surban di bawah naungan Kakbah.” Nabi bersabda,”Saat ini kita sedang berada di tempat berteduh yang paling mulia di muka bumi.”
      Ali bin Abbas berkata,”Baitul Makmur yang kesucian dan kemuliaannya sama dengan Kakbah terletak di langit di atas Kakbah, terdapat 70.000 malaikat yang mengerjakan salat setiap hari selamanya.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

814. TEDUH

BERTEDUH DALAM NAUNGAN KAKBAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang berteduh dalam naungan bangunan Kakbah di MasjidIl Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Ibrahim, surah ke-14 ayat 37.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

      “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikan hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezeki mereka dari buah-buahan, semoga mereka bersyukur.”
      Bangunan fisik Kakbah didirikan di atas pondasi batu-batu bangunan lama yang telah berumur ribuan tahun dan disusun berbentuk mirip punggung onta yang melekat kuat sekitar 1,5 meter ke dalam tanah.
      Bangunan fisik Kakbah berbentuk semacam balok yang tidak beraturan setinggi 14 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Iraqi di  dekat  Hijir Ismail 12,84 meter; lebar dinding di bagian Hijir Ismail 11,28 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Yamani 11,52 meter;  dan lebar dinding dari Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,11 meter.
      Hajar Aswad tertanam di pojok selatan dinding Kakbah setinggi 1,1 meter dari lantai dengan panjang 25 cm dan lebar 17 cm yang awalnya berbentuk 1 bongkahan saja, tetapi sekarang menjadi 8 gugusan batu kecil.
      Terhadap Hajar Aswad berupa gugusan 8 batu kecil yang tertanam dalam bongkahan batu besar yang dikelilingi ikatan perak inilah umat Islam dianjurkan untuk menyalami dan menciumnya, bukan bagian peraknya.
      Multazam adalah dinding yang terletak antara Hajar Aswad dengan pintu Kakbah yang termasuk tempat mustajab (doa yang dikabulkan) yang umat Islam disunahkan untuk menempelkan pipi, dada, lengan, dan kedua telapak tangan sambil berdoa memohon kepada Allah.
      Hijir Ismail adalah bangunan terbuka yang berbentuk setengan lingkaran karena yang setengah lingkaran terpotong, sehingga disebut “hathim” (yang terpotong), yang dahulu ditempati Nabi Ismail dan ibunya, Hajar, bertempat tinggal.
     Jarak 3 meter dari tembok Kakbah ke Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kabah, sehigga salat di tempat ini bernilai sama dengan salat di dalam Kakbah dan orang yang tawaf mengelilingi Kakbah harus berada di luar Hijir Ismail.
      Ukuran tinggi dinding Hijir ismail 1,32 meter; lebarnya 1,55 meter; jarak dua pintu masuknya 8,77 meter; jarak dari dinding Kakbah ke dinding Hijir ismail 8,46 meter; yang termasuk bagian dalam Kakbah 3 meter dari dinding Kakbah; dan panjang dinding Hajir ismail bagian luar 21,57 meter.
      Talang emas digunakan untuk saluran air hujan dan air cucian ketika Kakbah dibersihkan berada di bagian atas dinding Kakbah tepat di atas Hijir Ismail yang berdoa di bawahnya termasuk mustajab (doa yang dikabulkan).
      Talang emas berukuran panjang seluruhnya 2,53 meter; ukuran panjang talang yang terlihat 1,95 meter; panjang talang yang tertanam dalam dinding Kakbah 58 cm; ukuran tinggi talang 23 cm; dan lebar talang 26 cm.
      Rukun Yamani terletak di pojok tenggara Kakbah sejajar dengan Hajar Aswad yang berada di sudut Kakbah yang menghadap ke negeri Yaman, umat Islam dianjurkan untuk mengusap dan melambaikan tangan terhadap Rukun Yamani.
      Syadzarwan adalah bagian bangunan berbentuk melengkung di bawah dinding Kakbah sampai permukaan lantai selain dalam bagian Hijir Ismail, karena pintu masuk Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kakbah.   
      Syadzarwan yang berukuran tinggi 13 cm dengan lebar 45 cm digunakan untuk melindungi Kakbah dari genangan air dan tempat mengikat tali kiswah penutup Kakbah sebanyak 55 buah berbentuk bulat agar tak membahayakan para jamaah.
      Bangunan atap Kakbah disangga dengan 3 tiang utama terbuat dari kayu berdiameter 44 cm dengan jarak antara tiang 2,35 meter dan arah lurus dari pintu masuk Kakbah terdapat mihrab yang pernah digunakan oleh Nabi Muhammad untuk salat di dalam Kakbah.
      Di sebelah pojok kanan pintu masuk Kakbah terdapat tangga untuk naik ke atap yang digunakan untuk mencuci dan memasang tali kiswah penutup Kakbah melewati pintu “taubat” yang dibungkus kain kiswah setinggi 7,5 meter  dan diganti setiap 3 tahun sekali, karena terlindung dari debu dan hujan.
      Di dalam Kakbah untuk naik ke atap tardapat anak tangga sebanyak 35 buah, lebar tangga 63 cm sampai 75 cm, dan tinggi setiap anak tangga 24 cm sampai 35  cm, serta di dalam Kakbah terdapat sebuah kotak besar untuk menyimpan barang-barang berharga milik Kakbah.
      Pintu Kakbah berukuran tinggi 3,1 meter; lebarnya 1,9 meter; tebalnya 50 cm; dan jarak dari lantai setinggi 2,25 meter yang dilengkapi dengan kunci  sepanjang 40 cm dengan gembok berukuran panjang 34 cm dan lebarnya 6 cm.
      Kain kiswah penutup Kakbah terbuat dari sutera murni yang diberi warna hitam dengan dirajut tulisan kaligrafi Arab yang  terdiri atas 5 potong kain kiswah, yang 4 potong kiswah dipasang pada 4 dinding dan yang 1 potong kiswah untuk menutup pintu Kakbah.
      Sepertiga bagian atas kiswah terdapat sabuk bertulisan ayat-ayat Al-Quran dan setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah diganti, sehingga pada hari raya Idul Adha maka Kakbah diselubungi kain kiswah baru.
      Tinggi kain kiswah 14 meter, beratnya 670 kg, lebar kiswah untuk dinding Hajar Aswad hingga Rukun Iraqi 11, 67 meter; lebar kiswah dinding Rukun Yamani hingga Hajar Aswad 10,18 meter; lebar kiswah dinding bagian Hijir Ismail 9,90 meter;  dan lebar kiswah dinding Rukun Yamani sampai Rukun Syami 12.04 meter.
      Kain kiswah penutup pintu Kakbah disebut “Al-Barqa” yang berukuran tingginya 6,32 meter dan lebarnya 3,30 meter dan setiap sudutnya diberi hiasan tulisan kaligrafi Al-Quran dalam 8 lingkaran dan tengahnya terdapat 3 lingkaran bertulisan “Hasbiyallah”.
      Berteduh di bawah naungan Kakbah adalah tempat berteduh paling mulia di bumi, karena Nabi Muhammad pernah berteduh, duduk, dan berbaring di bawah naungan Kakbah.
      Khubab berkata,”Kami melihat Nabi Muhammad sedang berteduh dengan berbantal surban di bawah naungan Kakbah.” Nabi bersabda,”Saat ini kita sedang berada di tempat berteduh yang paling mulia di muka bumi.”
      Ali bin Abbas berkata,”Baitul Makmur yang kesucian dan kemuliaannya sama dengan Kakbah terletak di langit di atas Kakbah, terdapat 70.000 malaikat yang mengerjakan salat setiap hari selamanya.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

814. TEDUH

BERTEDUH DALAM NAUNGAN KAKBAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang berteduh dalam naungan bangunan Kakbah di MasjidIl Haram Mekah?” Berikut ini penjelasannya.

     Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 127.

وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

      “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan, kami terimalah amalan kami, sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
     Al-Quran surah Ibrahim, surah ke-14 ayat 37.

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

      “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan salat, maka jadikan hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezeki mereka dari buah-buahan, semoga mereka bersyukur.”
      Bangunan fisik Kakbah didirikan di atas pondasi batu-batu bangunan lama yang telah berumur ribuan tahun dan disusun berbentuk mirip punggung onta yang melekat kuat sekitar 1,5 meter ke dalam tanah.
      Bangunan fisik Kakbah berbentuk semacam balok yang tidak beraturan setinggi 14 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Iraqi di  dekat  Hijir Ismail 12,84 meter; lebar dinding di bagian Hijir Ismail 11,28 meter; lebar dinding dari Hajar Aswad ke Rukun Yamani 11,52 meter;  dan lebar dinding dari Rukun Yamani ke Rukun Syami 12,11 meter.
      Hajar Aswad tertanam di pojok selatan dinding Kakbah setinggi 1,1 meter dari lantai dengan panjang 25 cm dan lebar 17 cm yang awalnya berbentuk 1 bongkahan saja, tetapi sekarang menjadi 8 gugusan batu kecil.
      Terhadap Hajar Aswad berupa gugusan 8 batu kecil yang tertanam dalam bongkahan batu besar yang dikelilingi ikatan perak inilah umat Islam dianjurkan untuk menyalami dan menciumnya, bukan bagian peraknya.
      Multazam adalah dinding yang terletak antara Hajar Aswad dengan pintu Kakbah yang termasuk tempat mustajab (doa yang dikabulkan) yang umat Islam disunahkan untuk menempelkan pipi, dada, lengan, dan kedua telapak tangan sambil berdoa memohon kepada Allah.
      Hijir Ismail adalah bangunan terbuka yang berbentuk setengan lingkaran karena yang setengah lingkaran terpotong, sehingga disebut “hathim” (yang terpotong), yang dahulu ditempati Nabi Ismail dan ibunya, Hajar, bertempat tinggal.
     Jarak 3 meter dari tembok Kakbah ke Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kabah, sehigga salat di tempat ini bernilai sama dengan salat di dalam Kakbah dan orang yang tawaf mengelilingi Kakbah harus berada di luar Hijir Ismail.
      Ukuran tinggi dinding Hijir ismail 1,32 meter; lebarnya 1,55 meter; jarak dua pintu masuknya 8,77 meter; jarak dari dinding Kakbah ke dinding Hijir ismail 8,46 meter; yang termasuk bagian dalam Kakbah 3 meter dari dinding Kakbah; dan panjang dinding Hajir ismail bagian luar 21,57 meter.
      Talang emas digunakan untuk saluran air hujan dan air cucian ketika Kakbah dibersihkan berada di bagian atas dinding Kakbah tepat di atas Hijir Ismail yang berdoa di bawahnya termasuk mustajab (doa yang dikabulkan).
      Talang emas berukuran panjang seluruhnya 2,53 meter; ukuran panjang talang yang terlihat 1,95 meter; panjang talang yang tertanam dalam dinding Kakbah 58 cm; ukuran tinggi talang 23 cm; dan lebar talang 26 cm.
      Rukun Yamani terletak di pojok tenggara Kakbah sejajar dengan Hajar Aswad yang berada di sudut Kakbah yang menghadap ke negeri Yaman, umat Islam dianjurkan untuk mengusap dan melambaikan tangan terhadap Rukun Yamani.
      Syadzarwan adalah bagian bangunan berbentuk melengkung di bawah dinding Kakbah sampai permukaan lantai selain dalam bagian Hijir Ismail, karena pintu masuk Hijir Ismail termasuk bagian dalam Kakbah.   
      Syadzarwan yang berukuran tinggi 13 cm dengan lebar 45 cm digunakan untuk melindungi Kakbah dari genangan air dan tempat mengikat tali kiswah penutup Kakbah sebanyak 55 buah berbentuk bulat agar tak membahayakan para jamaah.
      Bangunan atap Kakbah disangga dengan 3 tiang utama terbuat dari kayu berdiameter 44 cm dengan jarak antara tiang 2,35 meter dan arah lurus dari pintu masuk Kakbah terdapat mihrab yang pernah digunakan oleh Nabi Muhammad untuk salat di dalam Kakbah.
      Di sebelah pojok kanan pintu masuk Kakbah terdapat tangga untuk naik ke atap yang digunakan untuk mencuci dan memasang tali kiswah penutup Kakbah melewati pintu “taubat” yang dibungkus kain kiswah setinggi 7,5 meter  dan diganti setiap 3 tahun sekali, karena terlindung dari debu dan hujan.
      Di dalam Kakbah untuk naik ke atap tardapat anak tangga sebanyak 35 buah, lebar tangga 63 cm sampai 75 cm, dan tinggi setiap anak tangga 24 cm sampai 35  cm, serta di dalam Kakbah terdapat sebuah kotak besar untuk menyimpan barang-barang berharga milik Kakbah.
      Pintu Kakbah berukuran tinggi 3,1 meter; lebarnya 1,9 meter; tebalnya 50 cm; dan jarak dari lantai setinggi 2,25 meter yang dilengkapi dengan kunci  sepanjang 40 cm dengan gembok berukuran panjang 34 cm dan lebarnya 6 cm.
      Kain kiswah penutup Kakbah terbuat dari sutera murni yang diberi warna hitam dengan dirajut tulisan kaligrafi Arab yang  terdiri atas 5 potong kain kiswah, yang 4 potong kiswah dipasang pada 4 dinding dan yang 1 potong kiswah untuk menutup pintu Kakbah.
      Sepertiga bagian atas kiswah terdapat sabuk bertulisan ayat-ayat Al-Quran dan setiap tahun pada 9 Zulhijah kain kiswah diganti, sehingga pada hari raya Idul Adha maka Kakbah diselubungi kain kiswah baru.
      Tinggi kain kiswah 14 meter, beratnya 670 kg, lebar kiswah untuk dinding Hajar Aswad hingga Rukun Iraqi 11, 67 meter; lebar kiswah dinding Rukun Yamani hingga Hajar Aswad 10,18 meter; lebar kiswah dinding bagian Hijir Ismail 9,90 meter;  dan lebar kiswah dinding Rukun Yamani sampai Rukun Syami 12.04 meter.
      Kain kiswah penutup pintu Kakbah disebut “Al-Barqa” yang berukuran tingginya 6,32 meter dan lebarnya 3,30 meter dan setiap sudutnya diberi hiasan tulisan kaligrafi Al-Quran dalam 8 lingkaran dan tengahnya terdapat 3 lingkaran bertulisan “Hasbiyallah”.
      Berteduh di bawah naungan Kakbah adalah tempat berteduh paling mulia di bumi, karena Nabi Muhammad pernah berteduh, duduk, dan berbaring di bawah naungan Kakbah.
      Khubab berkata,”Kami melihat Nabi Muhammad sedang berteduh dengan berbantal surban di bawah naungan Kakbah.” Nabi bersabda,”Saat ini kita sedang berada di tempat berteduh yang paling mulia di muka bumi.”
      Ali bin Abbas berkata,”Baitul Makmur yang kesucian dan kemuliaannya sama dengan Kakbah terletak di langit di atas Kakbah, terdapat 70.000 malaikat yang mengerjakan salat setiap hari selamanya.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penerbit Ash-Shaff. Yogyakarta. 2000.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

Friday, May 4, 2018

813. ISRA

Khutbah Jumat, 4-5-2018
“PERISTIWA ISRA MIKRAJ”
Khutbah-1

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْر
أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ
وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى    سيد نا  مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ
وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون

Para jamaah yang berbahagia,
      Marilah kita selalu meningkatkan takwa kepada Allah dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Para jamaah yang berbahagia,
      Setiap tahun, umat Islam memperingati peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad, yaitu perjalanan Nabi Muhammad pada malam hari dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian dilanjutkan perjalanan mengarungi langit ke Sidratul Muntaha.
Para jamaah yang berbahagia,
      Isra Mikraj adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidl Haram ke Masjidl Aqsa, langsung ke Sidratul Muntaha (langit ketujuh) pada malam hari untuk menerima perintah salat lima waktu.
      Sejak awal, peristiwa Isra Mikraj adalah peristiwa yang fenomenal dan kontroversial. Dikatakan peristiwa yang fenomenal karena peristiwa Isra Mikraj diyakini tidak pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan terjadi lagi di masa depan.
      Disebut sebagai peristiwa yang kontroversial karena peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad telah menimbulkan perdebatan yang sangat panjang sejak zaman dahulu sampai sekarang.

Para jamaah yang berbahagia,
      Peristiwa Isra Mikraj terjadi ketika Nabi Muhammad berusia 51 tahun. Pada malam 27 bulan Rajab, Nabi Muhammad berkisah tentang peristiwa Isra yaitu perjalanan pada malam hari dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Palestina yang berjarak sekitar 1500 km, naik kendaraan yang bernama Buraq yang artinya kilat cahaya.

      Kemudian dilanjutkan dengan peristiwa Mikraj yaitu perjalanan mengarungi angkasa raya menuju ke Sidratul Muntaha. Nabi Muhammad bercerita bahwa perjalanan Isra dan Mikraj ditempuh hanya dalam semalam saja, bahkan hanya dalam beberapa jam saja, mulai tengah malam sampai sebelum Subuh.
      Peristiwa Isra Mikraj menggemparkan dan membingungkan, karena masyarakat menganggap peristiwa Isra Mikraj adalah mustahil dan tidak masuk akal, tetapi Nabi Muhammad dikenal sangat terpercaya yang sejak kecil tidak pernah berbohong.
      Nabi Muhammad dijuluki Al-Amin artinya orang yang sangat dipercaya, sehingga harta benda dan kekayaan mereka dititipkan kepada Nabi Muhammad karena mereka sangat yakin akan jaminan keamanannya, meskipun mereka masih kafir tetapi tetap menitipkan barang-barangnya dan hartanya kepada Nabi Muhammad.
     Dalam menghadapi peristiwa Isra mIkraj masyarakat Mekah terbagi dalam tiga kelompok besar.
      Pertama, golongan orang yang mengejek dan mencemooh Nabi Muhammad. Kebanyakan mereka adalah kaum kafir yang menganggap peristiwa Isra Mikraj adalah dongeng yang tidak masuk akal dan mustahil, karena pada zaman itu naik kuda tercepat dari Mekah ke Palestina, berangkat perlu waktu sebulan dan pulangnya juga sebulan.
      Untuk menghindari kontradiksi dan pertentangan pendapat bahwa Nabi Muhammad adalah orang yang sejak kecil tidak pernah berbohong dan sangat terpercaya, maka mereka mengatakan bahwa Nabi Muhammad telah gila.
      Kedua, golongan orang yang ragu-ragu dan bimbang. Mereka gabungan orang kafir dan orang Islam yang terbawa kontradiksi dan pertentangan pendapat yang berlawanan, mereka akan percaya tetapi berita itu tak masuk akal, tetapi jika tak percaya padahal Nabi Muhammad orang yang tak pernah berbohong.
      Ketiga, golongan orang yang sangat yakin kebenaran peristiwa Isra Mikraj. Yang sangat menonjol adalah Abu Bakar Sidiq, mereka sangat yakin bahwa apa pun yang dikisahkan oleh Nabi Muhammad pasti benar dan peristiwa Isra Mikraj menambah keyakinan bahwa Nabi Muhammad benar-benar utusan Aallah.

Para jamaah yang berbahagia,
      Al-Quran surah Al-Isra, surah ke-17 ayat 1.
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

      “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Para jamaah yang berbahagia,
      Marilah kita mencoba memahami peristiwa Isra Mikraj dengan delapan kalimat kunci.
      Ke-1, Maha Suci Allah. Dalam agama Islam diajarkan untuk mengucapkan “subhanallah” (Maha Suci Allah) apabila menjumpai sesuatu atau peristiwa yang menakjubkan dan mengherankan.
      Ayat Al-Quran ini dimulai dengan “Subhanallah”( Maha Suci Allah) yang menandakan bahwa yang dikisahkan adalah peristiwa yang sangat luar biasa dan menakjubkan.
      Ke-2, yang telah memperjalankan. Kalimat ini menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mikraj bukan keinginan Nabi Muhammad, tetapi kehendak Allah. Artinya Nabi Muhammad tak mampu melakukan perjalanan tersebut, jika atas kemauan Nabi Muhammad sendiri.
      Ke-3, hamba-Nya. Makna “abdihi” menunjukkan bahwa Nabi Muhammad diperjalankan seutuhnya dengan jiwa dan raganya. Makna abdihi juga menunjukkan bahwa Nabi Mujammad sudah mencapai tingkatan hamba tertinggi.
      Ke-4, pada malam hari. Malam hari adalah suasana yang jernih, tenang, dan lancar, sehingga dapat fokus dan khusuk. Apalagi jika badan Nabi diubah menjadi gelombang cahaya maka tak terganggu radiasi sinar matahari.
      Ke-5, dari masjid ke masjid. Masjid adalah tempat yang banyak digunakan beribadah sehingga menyimpan energi positif yang terasa sejuk dan  menyenangkan, apalagi  Masjildil Haram dan Masjidil Aqsa yang berumur ribuan tahun.
      Ke-6, diberkahi sekelilingnya. Isra Mikraj adalah perjalanan luar biasa sehingga perlu disiapkan segala fasilitas agar semua berjalan lancar dan tak membahayakan tubuh Nabi Muhammad.
      Ke-7, diperlihatkan tanda kebesaran Allah. Salah satu tujuan Isra Mikraj adalah memantapkan hati Nabi Muhammad setelah Khadijah, istri Nabi, dan Abi Thalib, paman yang melindungi Nabi, wafat, ditambah boikot kaum Quraisy yang melarang keluarga Nabi bergaul dan berdagang, sehingga tahun itu penuh dengan kesulitan yang disebut tahun berduka.
      Ke-8, Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat. Kalimat ini menegaskan bahwa peristiwa Isra Mikraj memang benar terjadi karena Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat serta menjelaskan bahwa Nabi Muhammad dapat mendengar dan melihat dengan jelas selama perjalanan Isra Mikarj.
Para jamaah yang berbahagia,
      Nabi bersabda,”Salat adalah mikrajnya orang-orang yang beriman.”
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 153.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

      “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Para jamaah yang berbahagia,
      Semoga kita semua dan anak cucu kita termasuk orang-orang yang selalu diberikan kekuatan dan kemampuan oleh Allah untuk menegakkan salat di mana pun dan kapan pun sampai kita meninggal dunia dengan husnulkhatimah, sehingga kita dapat memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, amin
 
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ
وَ نَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْم
وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

duduk
Khutbah-2
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى   سيد نا  مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ  سيد نا  مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى     إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ    سيد نا إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون  
. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبَنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا.

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَ الْحَمْدُِ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ
واسئلوه من فضله يعتكم, ولذكر الله اكبر

----selesai----

813. ISRA

Khutbah Jumat, 4-5-2018
“PERISTIWA ISRA MIKRAJ”
Khutbah-1

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْر
أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ
وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى    سيد نا  مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ
وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون

Para jamaah yang berbahagia,
      Marilah kita selalu meningkatkan takwa kepada Allah dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Para jamaah yang berbahagia,
      Setiap tahun, umat Islam memperingati peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad, yaitu perjalanan Nabi Muhammad pada malam hari dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina, kemudian dilanjutkan perjalanan mengarungi langit ke Sidratul Muntaha.
Para jamaah yang berbahagia,
      Isra Mikraj adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidl Haram ke Masjidl Aqsa, langsung ke Sidratul Muntaha (langit ketujuh) pada malam hari untuk menerima perintah salat lima waktu.
      Sejak awal, peristiwa Isra Mikraj adalah peristiwa yang fenomenal dan kontroversial. Dikatakan peristiwa yang fenomenal karena peristiwa Isra Mikraj diyakini tidak pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan terjadi lagi di masa depan.
      Disebut sebagai peristiwa yang kontroversial karena peristiwa Isra Mikraj Nabi Muhammad telah menimbulkan perdebatan yang sangat panjang sejak zaman dahulu sampai sekarang.

Para jamaah yang berbahagia,
      Peristiwa Isra Mikraj terjadi ketika Nabi Muhammad berusia 51 tahun. Pada malam 27 bulan Rajab, Nabi Muhammad berkisah tentang peristiwa Isra yaitu perjalanan pada malam hari dari Masjidil Haram di Mekah menuju Masjidil Aqsa di Palestina yang berjarak sekitar 1500 km, naik kendaraan yang bernama Buraq yang artinya kilat cahaya.

      Kemudian dilanjutkan dengan peristiwa Mikraj yaitu perjalanan mengarungi angkasa raya menuju ke Sidratul Muntaha. Nabi Muhammad bercerita bahwa perjalanan Isra dan Mikraj ditempuh hanya dalam semalam saja, bahkan hanya dalam beberapa jam saja, mulai tengah malam sampai sebelum Subuh.
      Peristiwa Isra Mikraj menggemparkan dan membingungkan, karena masyarakat menganggap peristiwa Isra Mikraj adalah mustahil dan tidak masuk akal, tetapi Nabi Muhammad dikenal sangat terpercaya yang sejak kecil tidak pernah berbohong.
      Nabi Muhammad dijuluki Al-Amin artinya orang yang sangat dipercaya, sehingga harta benda dan kekayaan mereka dititipkan kepada Nabi Muhammad karena mereka sangat yakin akan jaminan keamanannya, meskipun mereka masih kafir tetapi tetap menitipkan barang-barangnya dan hartanya kepada Nabi Muhammad.
     Dalam menghadapi peristiwa Isra mIkraj masyarakat Mekah terbagi dalam tiga kelompok besar.
      Pertama, golongan orang yang mengejek dan mencemooh Nabi Muhammad. Kebanyakan mereka adalah kaum kafir yang menganggap peristiwa Isra Mikraj adalah dongeng yang tidak masuk akal dan mustahil, karena pada zaman itu naik kuda tercepat dari Mekah ke Palestina, berangkat perlu waktu sebulan dan pulangnya juga sebulan.
      Untuk menghindari kontradiksi dan pertentangan pendapat bahwa Nabi Muhammad adalah orang yang sejak kecil tidak pernah berbohong dan sangat terpercaya, maka mereka mengatakan bahwa Nabi Muhammad telah gila.
      Kedua, golongan orang yang ragu-ragu dan bimbang. Mereka gabungan orang kafir dan orang Islam yang terbawa kontradiksi dan pertentangan pendapat yang berlawanan, mereka akan percaya tetapi berita itu tak masuk akal, tetapi jika tak percaya padahal Nabi Muhammad orang yang tak pernah berbohong.
      Ketiga, golongan orang yang sangat yakin kebenaran peristiwa Isra Mikraj. Yang sangat menonjol adalah Abu Bakar Sidiq, mereka sangat yakin bahwa apa pun yang dikisahkan oleh Nabi Muhammad pasti benar dan peristiwa Isra Mikraj menambah keyakinan bahwa Nabi Muhammad benar-benar utusan Aallah.

Para jamaah yang berbahagia,
      Al-Quran surah Al-Isra, surah ke-17 ayat 1.
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

      “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Para jamaah yang berbahagia,
      Marilah kita mencoba memahami peristiwa Isra Mikraj dengan delapan kalimat kunci.
      Ke-1, Maha Suci Allah. Dalam agama Islam diajarkan untuk mengucapkan “subhanallah” (Maha Suci Allah) apabila menjumpai sesuatu atau peristiwa yang menakjubkan dan mengherankan.
      Ayat Al-Quran ini dimulai dengan “Subhanallah”( Maha Suci Allah) yang menandakan bahwa yang dikisahkan adalah peristiwa yang sangat luar biasa dan menakjubkan.
      Ke-2, yang telah memperjalankan. Kalimat ini menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mikraj bukan keinginan Nabi Muhammad, tetapi kehendak Allah. Artinya Nabi Muhammad tak mampu melakukan perjalanan tersebut, jika atas kemauan Nabi Muhammad sendiri.
      Ke-3, hamba-Nya. Makna “abdihi” menunjukkan bahwa Nabi Muhammad diperjalankan seutuhnya dengan jiwa dan raganya. Makna abdihi juga menunjukkan bahwa Nabi Mujammad sudah mencapai tingkatan hamba tertinggi.
      Ke-4, pada malam hari. Malam hari adalah suasana yang jernih, tenang, dan lancar, sehingga dapat fokus dan khusuk. Apalagi jika badan Nabi diubah menjadi gelombang cahaya maka tak terganggu radiasi sinar matahari.
      Ke-5, dari masjid ke masjid. Masjid adalah tempat yang banyak digunakan beribadah sehingga menyimpan energi positif yang terasa sejuk dan  menyenangkan, apalagi  Masjildil Haram dan Masjidil Aqsa yang berumur ribuan tahun.
      Ke-6, diberkahi sekelilingnya. Isra Mikraj adalah perjalanan luar biasa sehingga perlu disiapkan segala fasilitas agar semua berjalan lancar dan tak membahayakan tubuh Nabi Muhammad.
      Ke-7, diperlihatkan tanda kebesaran Allah. Salah satu tujuan Isra Mikraj adalah memantapkan hati Nabi Muhammad setelah Khadijah, istri Nabi, dan Abi Thalib, paman yang melindungi Nabi, wafat, ditambah boikot kaum Quraisy yang melarang keluarga Nabi bergaul dan berdagang, sehingga tahun itu penuh dengan kesulitan yang disebut tahun berduka.
      Ke-8, Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat. Kalimat ini menegaskan bahwa peristiwa Isra Mikraj memang benar terjadi karena Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat serta menjelaskan bahwa Nabi Muhammad dapat mendengar dan melihat dengan jelas selama perjalanan Isra Mikarj.
Para jamaah yang berbahagia,
      Nabi bersabda,”Salat adalah mikrajnya orang-orang yang beriman.”
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 153.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

      “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”
Para jamaah yang berbahagia,
      Semoga kita semua dan anak cucu kita termasuk orang-orang yang selalu diberikan kekuatan dan kemampuan oleh Allah untuk menegakkan salat di mana pun dan kapan pun sampai kita meninggal dunia dengan husnulkhatimah, sehingga kita dapat memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, amin
 
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ
وَ نَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْم
وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

duduk
Khutbah-2
إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى   سيد نا  مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ  سيد نا  مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى     إِبْرَاهِيْمَ
وَعَلَى آلِ    سيد نا إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْد
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون  
. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنَاتِ وَ الْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ
وَ الْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ وَ قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.
اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَ هَبْلَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا لَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبَنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ. رَبَّنَا هَبْلَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَ ذُرِّيَّتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَ اجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا.

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.
وَ الْحَمْدُِ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ
واسئلوه من فضله يعتكم, ولذكر الله اكبر

----selesai----