Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, May 12, 2018

830. MUHASSIR

LEMBAH MUHASSIR
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah Lembah Muhassir  yang terletak di antara Mina dan Muzdalifah di Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
     Mina terletak sekitar 7 km dari Masjidil Haram, Mekah dan Muzdalifah berjarak sekitar 5 km dari Mina, sedangkan Arafah tempat wukuf ibadah haji berjarak 9 km dari Muzdalifah.
      Lembah Muhassir atau disebut Wadi Muhassir adalah suatu lembah yang terletak di antara Mina dan Muzdalifah yang berjarak sekitar 9 km dari Masjidl Haram, Mekah lokasi pasukan gajah Abrahah dihancurkan oleh ribuan burung ababil.
     Peristiwa pasukan gajah Abrarah yang mendapat azab dari Allah adalah peristiwa yang hebat luar biasa sehingga tahun itu dinamakan dengan Tahun Gajah dan tidak lama kemudian lahir seorang yang sangat mulia, Nabi akhir zaman, yaitu Nabi Muhammad.
      Al-Quran surah Al-Fil, surah ke- 105 ayat 1-5.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ
     
      “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Kakbah) itu sia-sia? Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”
     Nama “Muhassir” berasal dari kata “Hasr” yang artinya “lemah atau lemas”, karena pasukan gajah yang melewati lembah tersebut seketika menjadi lemah, lemas, tidak berdaya, dan tidak mampu melanjutkan perjalanan menyerang Mekah.
     Ketika Nabi Muhammad melewati Lembah Muhassir dan lokasi lainnya yang dahulunya tempat Allah marah dan menurunkan azabnya, beliau menggerakkan onta betinanya untuk mempercepat lajunya.
      Jamaah haji yang melewati lembah Muhassir dianjurkan (disunahkan) untuk mempercepat perjalanannya, jika naik kendaraan dianjurkan melajukan kendaraan dengan lebih cepat sambil merendahkan diri, takut, dan berdoa agar dihindarkan dari azab Allah.
      Sekarang ini, pada lembah Muhassir telah dibangun banyak jembatan yang menghubungkan antara Muzdalifah secara langsung ke Mina yang dipakai para jamaah haji dalam rangkaian kegiatan ritual ibadah haji.
      Nabi Muhammad berdoa ketika melewati lembah Muhassir,“Ya Allah jangan bunuh kami semua dengan amarah-Mu dan jangan hancurkan kami semua dengan siksaan-Mu, dan selamatkan kami semua dari semua bencana. Aku memohon perlindungan kepada Allah yang Maha Mendengar dari godaan setan yang terkutuk.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

830. MUHASSIR

LEMBAH MUHASSIR
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah Lembah Muhassir  yang terletak di antara Mina dan Muzdalifah di Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
     Mina terletak sekitar 7 km dari Masjidil Haram, Mekah dan Muzdalifah berjarak sekitar 5 km dari Mina, sedangkan Arafah tempat wukuf ibadah haji berjarak 9 km dari Muzdalifah.
      Lembah Muhassir atau disebut Wadi Muhassir adalah suatu lembah yang terletak di antara Mina dan Muzdalifah yang berjarak sekitar 9 km dari Masjidl Haram, Mekah lokasi pasukan gajah Abrahah dihancurkan oleh ribuan burung ababil.
     Peristiwa pasukan gajah Abrarah yang mendapat azab dari Allah adalah peristiwa yang hebat luar biasa sehingga tahun itu dinamakan dengan Tahun Gajah dan tidak lama kemudian lahir seorang yang sangat mulia, Nabi akhir zaman, yaitu Nabi Muhammad.
      Al-Quran surah Al-Fil, surah ke- 105 ayat 1-5.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ
     
      “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Kakbah) itu sia-sia? Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”
     Nama “Muhassir” berasal dari kata “Hasr” yang artinya “lemah atau lemas”, karena pasukan gajah yang melewati lembah tersebut seketika menjadi lemah, lemas, tidak berdaya, dan tidak mampu melanjutkan perjalanan menyerang Mekah.
     Ketika Nabi Muhammad melewati Lembah Muhassir dan lokasi lainnya yang dahulunya tempat Allah marah dan menurunkan azabnya, beliau menggerakkan onta betinanya untuk mempercepat lajunya.
      Jamaah haji yang melewati lembah Muhassir dianjurkan (disunahkan) untuk mempercepat perjalanannya, jika naik kendaraan dianjurkan melajukan kendaraan dengan lebih cepat sambil merendahkan diri, takut, dan berdoa agar dihindarkan dari azab Allah.
      Sekarang ini, pada lembah Muhassir telah dibangun banyak jembatan yang menghubungkan antara Muzdalifah secara langsung ke Mina yang dipakai para jamaah haji dalam rangkaian kegiatan ritual ibadah haji.
      Nabi Muhammad berdoa ketika melewati lembah Muhassir,“Ya Allah jangan bunuh kami semua dengan amarah-Mu dan jangan hancurkan kami semua dengan siksaan-Mu, dan selamatkan kami semua dari semua bencana. Aku memohon perlindungan kepada Allah yang Maha Mendengar dari godaan setan yang terkutuk.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

830. MUHASSIR

LEMBAH MUHASSIR
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah Lembah Muhassir  yang terletak di antara Mina dan Muzdalifah di Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
     Mina terletak sekitar 7 km dari Masjidil Haram, Mekah dan Muzdalifah berjarak sekitar 5 km dari Mina, sedangkan Arafah tempat wukuf ibadah haji berjarak 9 km dari Muzdalifah.
      Lembah Muhassir atau disebut Wadi Muhassir adalah suatu lembah yang terletak di antara Mina dan Muzdalifah yang berjarak sekitar 9 km dari Masjidl Haram, Mekah lokasi pasukan gajah Abrahah dihancurkan oleh ribuan burung ababil.
     Peristiwa pasukan gajah Abrarah yang mendapat azab dari Allah adalah peristiwa yang hebat luar biasa sehingga tahun itu dinamakan dengan Tahun Gajah dan tidak lama kemudian lahir seorang yang sangat mulia, Nabi akhir zaman, yaitu Nabi Muhammad.
      Al-Quran surah Al-Fil, surah ke- 105 ayat 1-5.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ
     
      “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Kakbah) itu sia-sia? Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”
     Nama “Muhassir” berasal dari kata “Hasr” yang artinya “lemah atau lemas”, karena pasukan gajah yang melewati lembah tersebut seketika menjadi lemah, lemas, tidak berdaya, dan tidak mampu melanjutkan perjalanan menyerang Mekah.
     Ketika Nabi Muhammad melewati Lembah Muhassir dan lokasi lainnya yang dahulunya tempat Allah marah dan menurunkan azabnya, beliau menggerakkan onta betinanya untuk mempercepat lajunya.
      Jamaah haji yang melewati lembah Muhassir dianjurkan (disunahkan) untuk mempercepat perjalanannya, jika naik kendaraan dianjurkan melajukan kendaraan dengan lebih cepat sambil merendahkan diri, takut, dan berdoa agar dihindarkan dari azab Allah.
      Sekarang ini, pada lembah Muhassir telah dibangun banyak jembatan yang menghubungkan antara Muzdalifah secara langsung ke Mina yang dipakai para jamaah haji dalam rangkaian kegiatan ritual ibadah haji.
      Nabi Muhammad berdoa ketika melewati lembah Muhassir,“Ya Allah jangan bunuh kami semua dengan amarah-Mu dan jangan hancurkan kami semua dengan siksaan-Mu, dan selamatkan kami semua dari semua bencana. Aku memohon perlindungan kepada Allah yang Maha Mendengar dari godaan setan yang terkutuk.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

830. MUHASSIR

LEMBAH MUHASSIR
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah Lembah Muhassir  yang terletak di antara Mina dan Muzdalifah di Mekah?” Berikut ini penjelasannya.
     Mina terletak sekitar 7 km dari Masjidil Haram, Mekah dan Muzdalifah berjarak sekitar 5 km dari Mina, sedangkan Arafah tempat wukuf ibadah haji berjarak 9 km dari Muzdalifah.
      Lembah Muhassir atau disebut Wadi Muhassir adalah suatu lembah yang terletak di antara Mina dan Muzdalifah yang berjarak sekitar 9 km dari Masjidl Haram, Mekah lokasi pasukan gajah Abrahah dihancurkan oleh ribuan burung ababil.
     Peristiwa pasukan gajah Abrarah yang mendapat azab dari Allah adalah peristiwa yang hebat luar biasa sehingga tahun itu dinamakan dengan Tahun Gajah dan tidak lama kemudian lahir seorang yang sangat mulia, Nabi akhir zaman, yaitu Nabi Muhammad.
      Al-Quran surah Al-Fil, surah ke- 105 ayat 1-5.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ
     
      “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Kakbah) itu sia-sia? Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”
     Nama “Muhassir” berasal dari kata “Hasr” yang artinya “lemah atau lemas”, karena pasukan gajah yang melewati lembah tersebut seketika menjadi lemah, lemas, tidak berdaya, dan tidak mampu melanjutkan perjalanan menyerang Mekah.
     Ketika Nabi Muhammad melewati Lembah Muhassir dan lokasi lainnya yang dahulunya tempat Allah marah dan menurunkan azabnya, beliau menggerakkan onta betinanya untuk mempercepat lajunya.
      Jamaah haji yang melewati lembah Muhassir dianjurkan (disunahkan) untuk mempercepat perjalanannya, jika naik kendaraan dianjurkan melajukan kendaraan dengan lebih cepat sambil merendahkan diri, takut, dan berdoa agar dihindarkan dari azab Allah.
      Sekarang ini, pada lembah Muhassir telah dibangun banyak jembatan yang menghubungkan antara Muzdalifah secara langsung ke Mina yang dipakai para jamaah haji dalam rangkaian kegiatan ritual ibadah haji.
      Nabi Muhammad berdoa ketika melewati lembah Muhassir,“Ya Allah jangan bunuh kami semua dengan amarah-Mu dan jangan hancurkan kami semua dengan siksaan-Mu, dan selamatkan kami semua dari semua bencana. Aku memohon perlindungan kepada Allah yang Maha Mendengar dari godaan setan yang terkutuk.”
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

Friday, May 11, 2018

829. SAFA

SEJARAH BUKIT SAFA
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah bukit Safa yang terletak di Masjidil Haram Mekah?” berikut ini penjelasannya.
      Safa adalah bukit kecil yang terletak di selatan Masjidil Haram, Mekah yang telah dibangun kubah besar di atasnya dan menara tunggal menjulang tinggi sebagai tanda tempat memulai ibadah sai.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Peristiwa sejarah yang terjadi di bukit Safa adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad berdakwah di atas bukit Safa.
      Setelah turun Al-Quran surah Asy-Syuara, surah ke-26 ayat 214.

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

      “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.”
      Nabi Muhammad berdiri di atas bukit Safa lalu bersabda, ”Wahai semua suku kaum Quraisy. Bagaimana pendapat kalian, jika kukabarkan bahwa di sekitar lembah ini ada pasukan yang mengepung kalian. Apakah kalian percaya kepadaku?” “Ya, benar,” jawab mereka, “Kami tidak pernah menemukan engkau berbohong, pengalaman kami selama ini engkau selalu jujur.”
      Nabi melanjutkan,”Sesungguhnya, aku memberi peringatan kepada kalian, sebelum datangnya azab yang pedih.” Abu Lahab murka, “Celakalah kamu Muhammad, apakah kamu mengumpulkan kami hanya untuk ini!” Kemudian turunlah surat Al-Lahab.
      Al-Quran surah Al-Lahab, surah ke-111 ayat 1-5.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

      “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.  Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.  Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.”
      Ke-2, kaum Quraisy minta Nabi mengubah bukit Safa menjadi emas.
      Ibnu Abbas berkisah bahwa kaum Quraisy minta kepada Nabi,”Mohonlah kepada Tuhanmu, agar bukit Safa diubah menjadi emas lalu kami beriman kepadamu.”
      Malaikat Jibril turun kepada Nabi Muhammad,”Jika Allah menghendaki bukit Safa akan menjadi emas, tetapi jika mereka ingkar setelah itu maka akan disiksa dengan siksaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dan jika Allah menghendaki akan membuka pintu rahmat ampunan bagi mereka.” Nabi bersabda,”Aku ingin pintu rahmat dan ampunan.”
      Ke-3, Abu Jahal menyakiti Nabi Muhammad di bukit Safa.
      Abu Jahal memukul kepala Nabi dengan batu hingga berdarah di bukit Safa. Hamzah bin Abdul Muttalib, paman Nabi, lalu mendatangi Abu Jahal di dekat Kakbah dan membalas memukulnya dengan busur panah hingga kepala Abu Jahal terluka cukup parah.
      Ke-4, bukit Safa sebagai tempat berkumpul para sahabat Nabi.
      Setelah pembebasan kota Mekah tanpa pertumpahan darah, Nabi Muhammad mengutus Khalid bin Walid dengan para sahabat untuk berkumpul di bukit Safa.
       Ke-5, bukit Safa tempat Nabi berdoa.
      Setelah pembebasan kota Mekah, Nabi Muhammad mencium Hajar Aswad lalu tawaf mengelilingi Kakbah, kemudian Nabi naik ke bukit Safa berdoa memohon kepada Allah dengan menghadap Kakbah.
      Ke-6, bukit Safa tempat Nabi mengumumkan pemberian maaf.
     Nabi Muhammad berdiri di bukit Safa lalu bersabda,”Siapa saja yang masuk ke dalam rumah Abu Sofyan, meletakkan senjatanya, atau menutup pintu rumahnya maka amanlah dia.”
      Ke-7, bukit Safa tempat kaum kafir berikrar masuk Islam.
      Hindun, istri Abu Soyfyan, bersama rombongan kaum Quraisy menyatakan masuk Islam berikrar kepada Nabi Muhammad di bukit Safa.
      Ke-8, bukit Safa tempat keluarnya hewan melata yang dapat berbicara.
      Al-Quran surah An-naml, surah ke-27 ayat 82.

۞ وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ
  
   “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.”
      Sebagian ulama berpendapaat bahwa ayat ini menjelaskan akan munculnya jenis binatang melata dari bukit Safa yang dapat berbicara kepada manusia.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

829. SAFA

SEJARAH BUKIT SAFA
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah bukit Safa yang terletak di Masjidil Haram Mekah?” berikut ini penjelasannya.
      Safa adalah bukit kecil yang terletak di selatan Masjidil Haram, Mekah yang telah dibangun kubah besar di atasnya dan menara tunggal menjulang tinggi sebagai tanda tempat memulai ibadah sai.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Peristiwa sejarah yang terjadi di bukit Safa adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad berdakwah di atas bukit Safa.
      Setelah turun Al-Quran surah Asy-Syuara, surah ke-26 ayat 214.

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

      “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.”
      Nabi Muhammad berdiri di atas bukit Safa lalu bersabda, ”Wahai semua suku kaum Quraisy. Bagaimana pendapat kalian, jika kukabarkan bahwa di sekitar lembah ini ada pasukan yang mengepung kalian. Apakah kalian percaya kepadaku?” “Ya, benar,” jawab mereka, “Kami tidak pernah menemukan engkau berbohong, pengalaman kami selama ini engkau selalu jujur.”
      Nabi melanjutkan,”Sesungguhnya, aku memberi peringatan kepada kalian, sebelum datangnya azab yang pedih.” Abu Lahab murka, “Celakalah kamu Muhammad, apakah kamu mengumpulkan kami hanya untuk ini!” Kemudian turunlah surat Al-Lahab.
      Al-Quran surah Al-Lahab, surah ke-111 ayat 1-5.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

      “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.  Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.  Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.”
      Ke-2, kaum Quraisy minta Nabi mengubah bukit Safa menjadi emas.
      Ibnu Abbas berkisah bahwa kaum Quraisy minta kepada Nabi,”Mohonlah kepada Tuhanmu, agar bukit Safa diubah menjadi emas lalu kami beriman kepadamu.”
      Malaikat Jibril turun kepada Nabi Muhammad,”Jika Allah menghendaki bukit Safa akan menjadi emas, tetapi jika mereka ingkar setelah itu maka akan disiksa dengan siksaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dan jika Allah menghendaki akan membuka pintu rahmat ampunan bagi mereka.” Nabi bersabda,”Aku ingin pintu rahmat dan ampunan.”
      Ke-3, Abu Jahal menyakiti Nabi Muhammad di bukit Safa.
      Abu Jahal memukul kepala Nabi dengan batu hingga berdarah di bukit Safa. Hamzah bin Abdul Muttalib, paman Nabi, lalu mendatangi Abu Jahal di dekat Kakbah dan membalas memukulnya dengan busur panah hingga kepala Abu Jahal terluka cukup parah.
      Ke-4, bukit Safa sebagai tempat berkumpul para sahabat Nabi.
      Setelah pembebasan kota Mekah tanpa pertumpahan darah, Nabi Muhammad mengutus Khalid bin Walid dengan para sahabat untuk berkumpul di bukit Safa.
       Ke-5, bukit Safa tempat Nabi berdoa.
      Setelah pembebasan kota Mekah, Nabi Muhammad mencium Hajar Aswad lalu tawaf mengelilingi Kakbah, kemudian Nabi naik ke bukit Safa berdoa memohon kepada Allah dengan menghadap Kakbah.
      Ke-6, bukit Safa tempat Nabi mengumumkan pemberian maaf.
     Nabi Muhammad berdiri di bukit Safa lalu bersabda,”Siapa saja yang masuk ke dalam rumah Abu Sofyan, meletakkan senjatanya, atau menutup pintu rumahnya maka amanlah dia.”
      Ke-7, bukit Safa tempat kaum kafir berikrar masuk Islam.
      Hindun, istri Abu Soyfyan, bersama rombongan kaum Quraisy menyatakan masuk Islam berikrar kepada Nabi Muhammad di bukit Safa.
      Ke-8, bukit Safa tempat keluarnya hewan melata yang dapat berbicara.
      Al-Quran surah An-naml, surah ke-27 ayat 82.

۞ وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ
  
   “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.”
      Sebagian ulama berpendapaat bahwa ayat ini menjelaskan akan munculnya jenis binatang melata dari bukit Safa yang dapat berbicara kepada manusia.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

829. SAFA

SEJARAH BUKIT SAFA
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah bukit Safa yang terletak di Masjidil Haram Mekah?” berikut ini penjelasannya.
      Safa adalah bukit kecil yang terletak di selatan Masjidil Haram, Mekah yang telah dibangun kubah besar di atasnya dan menara tunggal menjulang tinggi sebagai tanda tempat memulai ibadah sai.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Peristiwa sejarah yang terjadi di bukit Safa adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad berdakwah di atas bukit Safa.
      Setelah turun Al-Quran surah Asy-Syuara, surah ke-26 ayat 214.

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

      “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.”
      Nabi Muhammad berdiri di atas bukit Safa lalu bersabda, ”Wahai semua suku kaum Quraisy. Bagaimana pendapat kalian, jika kukabarkan bahwa di sekitar lembah ini ada pasukan yang mengepung kalian. Apakah kalian percaya kepadaku?” “Ya, benar,” jawab mereka, “Kami tidak pernah menemukan engkau berbohong, pengalaman kami selama ini engkau selalu jujur.”
      Nabi melanjutkan,”Sesungguhnya, aku memberi peringatan kepada kalian, sebelum datangnya azab yang pedih.” Abu Lahab murka, “Celakalah kamu Muhammad, apakah kamu mengumpulkan kami hanya untuk ini!” Kemudian turunlah surat Al-Lahab.
      Al-Quran surah Al-Lahab, surah ke-111 ayat 1-5.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

      “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.  Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.  Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.”
      Ke-2, kaum Quraisy minta Nabi mengubah bukit Safa menjadi emas.
      Ibnu Abbas berkisah bahwa kaum Quraisy minta kepada Nabi,”Mohonlah kepada Tuhanmu, agar bukit Safa diubah menjadi emas lalu kami beriman kepadamu.”
      Malaikat Jibril turun kepada Nabi Muhammad,”Jika Allah menghendaki bukit Safa akan menjadi emas, tetapi jika mereka ingkar setelah itu maka akan disiksa dengan siksaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dan jika Allah menghendaki akan membuka pintu rahmat ampunan bagi mereka.” Nabi bersabda,”Aku ingin pintu rahmat dan ampunan.”
      Ke-3, Abu Jahal menyakiti Nabi Muhammad di bukit Safa.
      Abu Jahal memukul kepala Nabi dengan batu hingga berdarah di bukit Safa. Hamzah bin Abdul Muttalib, paman Nabi, lalu mendatangi Abu Jahal di dekat Kakbah dan membalas memukulnya dengan busur panah hingga kepala Abu Jahal terluka cukup parah.
      Ke-4, bukit Safa sebagai tempat berkumpul para sahabat Nabi.
      Setelah pembebasan kota Mekah tanpa pertumpahan darah, Nabi Muhammad mengutus Khalid bin Walid dengan para sahabat untuk berkumpul di bukit Safa.
       Ke-5, bukit Safa tempat Nabi berdoa.
      Setelah pembebasan kota Mekah, Nabi Muhammad mencium Hajar Aswad lalu tawaf mengelilingi Kakbah, kemudian Nabi naik ke bukit Safa berdoa memohon kepada Allah dengan menghadap Kakbah.
      Ke-6, bukit Safa tempat Nabi mengumumkan pemberian maaf.
     Nabi Muhammad berdiri di bukit Safa lalu bersabda,”Siapa saja yang masuk ke dalam rumah Abu Sofyan, meletakkan senjatanya, atau menutup pintu rumahnya maka amanlah dia.”
      Ke-7, bukit Safa tempat kaum kafir berikrar masuk Islam.
      Hindun, istri Abu Soyfyan, bersama rombongan kaum Quraisy menyatakan masuk Islam berikrar kepada Nabi Muhammad di bukit Safa.
      Ke-8, bukit Safa tempat keluarnya hewan melata yang dapat berbicara.
      Al-Quran surah An-naml, surah ke-27 ayat 82.

۞ وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ
  
   “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.”
      Sebagian ulama berpendapaat bahwa ayat ini menjelaskan akan munculnya jenis binatang melata dari bukit Safa yang dapat berbicara kepada manusia.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

829. SAFA

SEJARAH BUKIT SAFA
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah bukit Safa yang terletak di Masjidil Haram Mekah?” berikut ini penjelasannya.
      Safa adalah bukit kecil yang terletak di selatan Masjidil Haram, Mekah yang telah dibangun kubah besar di atasnya dan menara tunggal menjulang tinggi sebagai tanda tempat memulai ibadah sai.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Peristiwa sejarah yang terjadi di bukit Safa adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad berdakwah di atas bukit Safa.
      Setelah turun Al-Quran surah Asy-Syuara, surah ke-26 ayat 214.

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

      “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.”
      Nabi Muhammad berdiri di atas bukit Safa lalu bersabda, ”Wahai semua suku kaum Quraisy. Bagaimana pendapat kalian, jika kukabarkan bahwa di sekitar lembah ini ada pasukan yang mengepung kalian. Apakah kalian percaya kepadaku?” “Ya, benar,” jawab mereka, “Kami tidak pernah menemukan engkau berbohong, pengalaman kami selama ini engkau selalu jujur.”
      Nabi melanjutkan,”Sesungguhnya, aku memberi peringatan kepada kalian, sebelum datangnya azab yang pedih.” Abu Lahab murka, “Celakalah kamu Muhammad, apakah kamu mengumpulkan kami hanya untuk ini!” Kemudian turunlah surat Al-Lahab.
      Al-Quran surah Al-Lahab, surah ke-111 ayat 1-5.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

      “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.  Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.  Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.”
      Ke-2, kaum Quraisy minta Nabi mengubah bukit Safa menjadi emas.
      Ibnu Abbas berkisah bahwa kaum Quraisy minta kepada Nabi,”Mohonlah kepada Tuhanmu, agar bukit Safa diubah menjadi emas lalu kami beriman kepadamu.”
      Malaikat Jibril turun kepada Nabi Muhammad,”Jika Allah menghendaki bukit Safa akan menjadi emas, tetapi jika mereka ingkar setelah itu maka akan disiksa dengan siksaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dan jika Allah menghendaki akan membuka pintu rahmat ampunan bagi mereka.” Nabi bersabda,”Aku ingin pintu rahmat dan ampunan.”
      Ke-3, Abu Jahal menyakiti Nabi Muhammad di bukit Safa.
      Abu Jahal memukul kepala Nabi dengan batu hingga berdarah di bukit Safa. Hamzah bin Abdul Muttalib, paman Nabi, lalu mendatangi Abu Jahal di dekat Kakbah dan membalas memukulnya dengan busur panah hingga kepala Abu Jahal terluka cukup parah.
      Ke-4, bukit Safa sebagai tempat berkumpul para sahabat Nabi.
      Setelah pembebasan kota Mekah tanpa pertumpahan darah, Nabi Muhammad mengutus Khalid bin Walid dengan para sahabat untuk berkumpul di bukit Safa.
       Ke-5, bukit Safa tempat Nabi berdoa.
      Setelah pembebasan kota Mekah, Nabi Muhammad mencium Hajar Aswad lalu tawaf mengelilingi Kakbah, kemudian Nabi naik ke bukit Safa berdoa memohon kepada Allah dengan menghadap Kakbah.
      Ke-6, bukit Safa tempat Nabi mengumumkan pemberian maaf.
     Nabi Muhammad berdiri di bukit Safa lalu bersabda,”Siapa saja yang masuk ke dalam rumah Abu Sofyan, meletakkan senjatanya, atau menutup pintu rumahnya maka amanlah dia.”
      Ke-7, bukit Safa tempat kaum kafir berikrar masuk Islam.
      Hindun, istri Abu Soyfyan, bersama rombongan kaum Quraisy menyatakan masuk Islam berikrar kepada Nabi Muhammad di bukit Safa.
      Ke-8, bukit Safa tempat keluarnya hewan melata yang dapat berbicara.
      Al-Quran surah An-naml, surah ke-27 ayat 82.

۞ وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ
  
   “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.”
      Sebagian ulama berpendapaat bahwa ayat ini menjelaskan akan munculnya jenis binatang melata dari bukit Safa yang dapat berbicara kepada manusia.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

829. SAFA

SEJARAH BUKIT SAFA
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah bukit Safa yang terletak di Masjidil Haram Mekah?” berikut ini penjelasannya.
      Safa adalah bukit kecil yang terletak di selatan Masjidil Haram, Mekah yang telah dibangun kubah besar di atasnya dan menara tunggal menjulang tinggi sebagai tanda tempat memulai ibadah sai.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Peristiwa sejarah yang terjadi di bukit Safa adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad berdakwah di atas bukit Safa.
      Setelah turun Al-Quran surah Asy-Syuara, surah ke-26 ayat 214.

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

      “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.”
      Nabi Muhammad berdiri di atas bukit Safa lalu bersabda, ”Wahai semua suku kaum Quraisy. Bagaimana pendapat kalian, jika kukabarkan bahwa di sekitar lembah ini ada pasukan yang mengepung kalian. Apakah kalian percaya kepadaku?” “Ya, benar,” jawab mereka, “Kami tidak pernah menemukan engkau berbohong, pengalaman kami selama ini engkau selalu jujur.”
      Nabi melanjutkan,”Sesungguhnya, aku memberi peringatan kepada kalian, sebelum datangnya azab yang pedih.” Abu Lahab murka, “Celakalah kamu Muhammad, apakah kamu mengumpulkan kami hanya untuk ini!” Kemudian turunlah surat Al-Lahab.
      Al-Quran surah Al-Lahab, surah ke-111 ayat 1-5.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

      “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.  Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.  Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.”
      Ke-2, kaum Quraisy minta Nabi mengubah bukit Safa menjadi emas.
      Ibnu Abbas berkisah bahwa kaum Quraisy minta kepada Nabi,”Mohonlah kepada Tuhanmu, agar bukit Safa diubah menjadi emas lalu kami beriman kepadamu.”
      Malaikat Jibril turun kepada Nabi Muhammad,”Jika Allah menghendaki bukit Safa akan menjadi emas, tetapi jika mereka ingkar setelah itu maka akan disiksa dengan siksaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dan jika Allah menghendaki akan membuka pintu rahmat ampunan bagi mereka.” Nabi bersabda,”Aku ingin pintu rahmat dan ampunan.”
      Ke-3, Abu Jahal menyakiti Nabi Muhammad di bukit Safa.
      Abu Jahal memukul kepala Nabi dengan batu hingga berdarah di bukit Safa. Hamzah bin Abdul Muttalib, paman Nabi, lalu mendatangi Abu Jahal di dekat Kakbah dan membalas memukulnya dengan busur panah hingga kepala Abu Jahal terluka cukup parah.
      Ke-4, bukit Safa sebagai tempat berkumpul para sahabat Nabi.
      Setelah pembebasan kota Mekah tanpa pertumpahan darah, Nabi Muhammad mengutus Khalid bin Walid dengan para sahabat untuk berkumpul di bukit Safa.
       Ke-5, bukit Safa tempat Nabi berdoa.
      Setelah pembebasan kota Mekah, Nabi Muhammad mencium Hajar Aswad lalu tawaf mengelilingi Kakbah, kemudian Nabi naik ke bukit Safa berdoa memohon kepada Allah dengan menghadap Kakbah.
      Ke-6, bukit Safa tempat Nabi mengumumkan pemberian maaf.
     Nabi Muhammad berdiri di bukit Safa lalu bersabda,”Siapa saja yang masuk ke dalam rumah Abu Sofyan, meletakkan senjatanya, atau menutup pintu rumahnya maka amanlah dia.”
      Ke-7, bukit Safa tempat kaum kafir berikrar masuk Islam.
      Hindun, istri Abu Soyfyan, bersama rombongan kaum Quraisy menyatakan masuk Islam berikrar kepada Nabi Muhammad di bukit Safa.
      Ke-8, bukit Safa tempat keluarnya hewan melata yang dapat berbicara.
      Al-Quran surah An-naml, surah ke-27 ayat 82.

۞ وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ
  
   “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.”
      Sebagian ulama berpendapaat bahwa ayat ini menjelaskan akan munculnya jenis binatang melata dari bukit Safa yang dapat berbicara kepada manusia.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

829. SAFA

SEJARAH BUKIT SAFA
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah bukit Safa yang terletak di Masjidil Haram Mekah?” berikut ini penjelasannya.
      Safa adalah bukit kecil yang terletak di selatan Masjidil Haram, Mekah yang telah dibangun kubah besar di atasnya dan menara tunggal menjulang tinggi sebagai tanda tempat memulai ibadah sai.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Peristiwa sejarah yang terjadi di bukit Safa adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad berdakwah di atas bukit Safa.
      Setelah turun Al-Quran surah Asy-Syuara, surah ke-26 ayat 214.

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

      “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.”
      Nabi Muhammad berdiri di atas bukit Safa lalu bersabda, ”Wahai semua suku kaum Quraisy. Bagaimana pendapat kalian, jika kukabarkan bahwa di sekitar lembah ini ada pasukan yang mengepung kalian. Apakah kalian percaya kepadaku?” “Ya, benar,” jawab mereka, “Kami tidak pernah menemukan engkau berbohong, pengalaman kami selama ini engkau selalu jujur.”
      Nabi melanjutkan,”Sesungguhnya, aku memberi peringatan kepada kalian, sebelum datangnya azab yang pedih.” Abu Lahab murka, “Celakalah kamu Muhammad, apakah kamu mengumpulkan kami hanya untuk ini!” Kemudian turunlah surat Al-Lahab.
      Al-Quran surah Al-Lahab, surah ke-111 ayat 1-5.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

      “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.  Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.  Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.”
      Ke-2, kaum Quraisy minta Nabi mengubah bukit Safa menjadi emas.
      Ibnu Abbas berkisah bahwa kaum Quraisy minta kepada Nabi,”Mohonlah kepada Tuhanmu, agar bukit Safa diubah menjadi emas lalu kami beriman kepadamu.”
      Malaikat Jibril turun kepada Nabi Muhammad,”Jika Allah menghendaki bukit Safa akan menjadi emas, tetapi jika mereka ingkar setelah itu maka akan disiksa dengan siksaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dan jika Allah menghendaki akan membuka pintu rahmat ampunan bagi mereka.” Nabi bersabda,”Aku ingin pintu rahmat dan ampunan.”
      Ke-3, Abu Jahal menyakiti Nabi Muhammad di bukit Safa.
      Abu Jahal memukul kepala Nabi dengan batu hingga berdarah di bukit Safa. Hamzah bin Abdul Muttalib, paman Nabi, lalu mendatangi Abu Jahal di dekat Kakbah dan membalas memukulnya dengan busur panah hingga kepala Abu Jahal terluka cukup parah.
      Ke-4, bukit Safa sebagai tempat berkumpul para sahabat Nabi.
      Setelah pembebasan kota Mekah tanpa pertumpahan darah, Nabi Muhammad mengutus Khalid bin Walid dengan para sahabat untuk berkumpul di bukit Safa.
       Ke-5, bukit Safa tempat Nabi berdoa.
      Setelah pembebasan kota Mekah, Nabi Muhammad mencium Hajar Aswad lalu tawaf mengelilingi Kakbah, kemudian Nabi naik ke bukit Safa berdoa memohon kepada Allah dengan menghadap Kakbah.
      Ke-6, bukit Safa tempat Nabi mengumumkan pemberian maaf.
     Nabi Muhammad berdiri di bukit Safa lalu bersabda,”Siapa saja yang masuk ke dalam rumah Abu Sofyan, meletakkan senjatanya, atau menutup pintu rumahnya maka amanlah dia.”
      Ke-7, bukit Safa tempat kaum kafir berikrar masuk Islam.
      Hindun, istri Abu Soyfyan, bersama rombongan kaum Quraisy menyatakan masuk Islam berikrar kepada Nabi Muhammad di bukit Safa.
      Ke-8, bukit Safa tempat keluarnya hewan melata yang dapat berbicara.
      Al-Quran surah An-naml, surah ke-27 ayat 82.

۞ وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ
  
   “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.”
      Sebagian ulama berpendapaat bahwa ayat ini menjelaskan akan munculnya jenis binatang melata dari bukit Safa yang dapat berbicara kepada manusia.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

829. SAFA

SEJARAH BUKIT SAFA
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah bukit Safa yang terletak di Masjidil Haram Mekah?” berikut ini penjelasannya.
      Safa adalah bukit kecil yang terletak di selatan Masjidil Haram, Mekah yang telah dibangun kubah besar di atasnya dan menara tunggal menjulang tinggi sebagai tanda tempat memulai ibadah sai.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Peristiwa sejarah yang terjadi di bukit Safa adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad berdakwah di atas bukit Safa.
      Setelah turun Al-Quran surah Asy-Syuara, surah ke-26 ayat 214.

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

      “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.”
      Nabi Muhammad berdiri di atas bukit Safa lalu bersabda, ”Wahai semua suku kaum Quraisy. Bagaimana pendapat kalian, jika kukabarkan bahwa di sekitar lembah ini ada pasukan yang mengepung kalian. Apakah kalian percaya kepadaku?” “Ya, benar,” jawab mereka, “Kami tidak pernah menemukan engkau berbohong, pengalaman kami selama ini engkau selalu jujur.”
      Nabi melanjutkan,”Sesungguhnya, aku memberi peringatan kepada kalian, sebelum datangnya azab yang pedih.” Abu Lahab murka, “Celakalah kamu Muhammad, apakah kamu mengumpulkan kami hanya untuk ini!” Kemudian turunlah surat Al-Lahab.
      Al-Quran surah Al-Lahab, surah ke-111 ayat 1-5.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

      “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.  Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.  Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.”
      Ke-2, kaum Quraisy minta Nabi mengubah bukit Safa menjadi emas.
      Ibnu Abbas berkisah bahwa kaum Quraisy minta kepada Nabi,”Mohonlah kepada Tuhanmu, agar bukit Safa diubah menjadi emas lalu kami beriman kepadamu.”
      Malaikat Jibril turun kepada Nabi Muhammad,”Jika Allah menghendaki bukit Safa akan menjadi emas, tetapi jika mereka ingkar setelah itu maka akan disiksa dengan siksaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dan jika Allah menghendaki akan membuka pintu rahmat ampunan bagi mereka.” Nabi bersabda,”Aku ingin pintu rahmat dan ampunan.”
      Ke-3, Abu Jahal menyakiti Nabi Muhammad di bukit Safa.
      Abu Jahal memukul kepala Nabi dengan batu hingga berdarah di bukit Safa. Hamzah bin Abdul Muttalib, paman Nabi, lalu mendatangi Abu Jahal di dekat Kakbah dan membalas memukulnya dengan busur panah hingga kepala Abu Jahal terluka cukup parah.
      Ke-4, bukit Safa sebagai tempat berkumpul para sahabat Nabi.
      Setelah pembebasan kota Mekah tanpa pertumpahan darah, Nabi Muhammad mengutus Khalid bin Walid dengan para sahabat untuk berkumpul di bukit Safa.
       Ke-5, bukit Safa tempat Nabi berdoa.
      Setelah pembebasan kota Mekah, Nabi Muhammad mencium Hajar Aswad lalu tawaf mengelilingi Kakbah, kemudian Nabi naik ke bukit Safa berdoa memohon kepada Allah dengan menghadap Kakbah.
      Ke-6, bukit Safa tempat Nabi mengumumkan pemberian maaf.
     Nabi Muhammad berdiri di bukit Safa lalu bersabda,”Siapa saja yang masuk ke dalam rumah Abu Sofyan, meletakkan senjatanya, atau menutup pintu rumahnya maka amanlah dia.”
      Ke-7, bukit Safa tempat kaum kafir berikrar masuk Islam.
      Hindun, istri Abu Soyfyan, bersama rombongan kaum Quraisy menyatakan masuk Islam berikrar kepada Nabi Muhammad di bukit Safa.
      Ke-8, bukit Safa tempat keluarnya hewan melata yang dapat berbicara.
      Al-Quran surah An-naml, surah ke-27 ayat 82.

۞ وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ
  
   “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.”
      Sebagian ulama berpendapaat bahwa ayat ini menjelaskan akan munculnya jenis binatang melata dari bukit Safa yang dapat berbicara kepada manusia.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

829. SAFA

SEJARAH BUKIT SAFA
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah bukit Safa yang terletak di Masjidil Haram Mekah?” berikut ini penjelasannya.
      Safa adalah bukit kecil yang terletak di selatan Masjidil Haram, Mekah yang telah dibangun kubah besar di atasnya dan menara tunggal menjulang tinggi sebagai tanda tempat memulai ibadah sai.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Peristiwa sejarah yang terjadi di bukit Safa adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad berdakwah di atas bukit Safa.
      Setelah turun Al-Quran surah Asy-Syuara, surah ke-26 ayat 214.

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

      “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.”
      Nabi Muhammad berdiri di atas bukit Safa lalu bersabda, ”Wahai semua suku kaum Quraisy. Bagaimana pendapat kalian, jika kukabarkan bahwa di sekitar lembah ini ada pasukan yang mengepung kalian. Apakah kalian percaya kepadaku?” “Ya, benar,” jawab mereka, “Kami tidak pernah menemukan engkau berbohong, pengalaman kami selama ini engkau selalu jujur.”
      Nabi melanjutkan,”Sesungguhnya, aku memberi peringatan kepada kalian, sebelum datangnya azab yang pedih.” Abu Lahab murka, “Celakalah kamu Muhammad, apakah kamu mengumpulkan kami hanya untuk ini!” Kemudian turunlah surat Al-Lahab.
      Al-Quran surah Al-Lahab, surah ke-111 ayat 1-5.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

      “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.  Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.  Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.”
      Ke-2, kaum Quraisy minta Nabi mengubah bukit Safa menjadi emas.
      Ibnu Abbas berkisah bahwa kaum Quraisy minta kepada Nabi,”Mohonlah kepada Tuhanmu, agar bukit Safa diubah menjadi emas lalu kami beriman kepadamu.”
      Malaikat Jibril turun kepada Nabi Muhammad,”Jika Allah menghendaki bukit Safa akan menjadi emas, tetapi jika mereka ingkar setelah itu maka akan disiksa dengan siksaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dan jika Allah menghendaki akan membuka pintu rahmat ampunan bagi mereka.” Nabi bersabda,”Aku ingin pintu rahmat dan ampunan.”
      Ke-3, Abu Jahal menyakiti Nabi Muhammad di bukit Safa.
      Abu Jahal memukul kepala Nabi dengan batu hingga berdarah di bukit Safa. Hamzah bin Abdul Muttalib, paman Nabi, lalu mendatangi Abu Jahal di dekat Kakbah dan membalas memukulnya dengan busur panah hingga kepala Abu Jahal terluka cukup parah.
      Ke-4, bukit Safa sebagai tempat berkumpul para sahabat Nabi.
      Setelah pembebasan kota Mekah tanpa pertumpahan darah, Nabi Muhammad mengutus Khalid bin Walid dengan para sahabat untuk berkumpul di bukit Safa.
       Ke-5, bukit Safa tempat Nabi berdoa.
      Setelah pembebasan kota Mekah, Nabi Muhammad mencium Hajar Aswad lalu tawaf mengelilingi Kakbah, kemudian Nabi naik ke bukit Safa berdoa memohon kepada Allah dengan menghadap Kakbah.
      Ke-6, bukit Safa tempat Nabi mengumumkan pemberian maaf.
     Nabi Muhammad berdiri di bukit Safa lalu bersabda,”Siapa saja yang masuk ke dalam rumah Abu Sofyan, meletakkan senjatanya, atau menutup pintu rumahnya maka amanlah dia.”
      Ke-7, bukit Safa tempat kaum kafir berikrar masuk Islam.
      Hindun, istri Abu Soyfyan, bersama rombongan kaum Quraisy menyatakan masuk Islam berikrar kepada Nabi Muhammad di bukit Safa.
      Ke-8, bukit Safa tempat keluarnya hewan melata yang dapat berbicara.
      Al-Quran surah An-naml, surah ke-27 ayat 82.

۞ وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ
  
   “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.”
      Sebagian ulama berpendapaat bahwa ayat ini menjelaskan akan munculnya jenis binatang melata dari bukit Safa yang dapat berbicara kepada manusia.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online

829. SAFA

SEJARAH BUKIT SAFA
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sejarah bukit Safa yang terletak di Masjidil Haram Mekah?” berikut ini penjelasannya.
      Safa adalah bukit kecil yang terletak di selatan Masjidil Haram, Mekah yang telah dibangun kubah besar di atasnya dan menara tunggal menjulang tinggi sebagai tanda tempat memulai ibadah sai.
      Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 158.

۞ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
   
      “Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.”
      Peristiwa sejarah yang terjadi di bukit Safa adalah berikut ini.
      Ke-1, Nabi Muhammad berdakwah di atas bukit Safa.
      Setelah turun Al-Quran surah Asy-Syuara, surah ke-26 ayat 214.

وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ

      “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.”
      Nabi Muhammad berdiri di atas bukit Safa lalu bersabda, ”Wahai semua suku kaum Quraisy. Bagaimana pendapat kalian, jika kukabarkan bahwa di sekitar lembah ini ada pasukan yang mengepung kalian. Apakah kalian percaya kepadaku?” “Ya, benar,” jawab mereka, “Kami tidak pernah menemukan engkau berbohong, pengalaman kami selama ini engkau selalu jujur.”
      Nabi melanjutkan,”Sesungguhnya, aku memberi peringatan kepada kalian, sebelum datangnya azab yang pedih.” Abu Lahab murka, “Celakalah kamu Muhammad, apakah kamu mengumpulkan kami hanya untuk ini!” Kemudian turunlah surat Al-Lahab.
      Al-Quran surah Al-Lahab, surah ke-111 ayat 1-5.

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ

      “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.  Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.  Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut.”
      Ke-2, kaum Quraisy minta Nabi mengubah bukit Safa menjadi emas.
      Ibnu Abbas berkisah bahwa kaum Quraisy minta kepada Nabi,”Mohonlah kepada Tuhanmu, agar bukit Safa diubah menjadi emas lalu kami beriman kepadamu.”
      Malaikat Jibril turun kepada Nabi Muhammad,”Jika Allah menghendaki bukit Safa akan menjadi emas, tetapi jika mereka ingkar setelah itu maka akan disiksa dengan siksaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dan jika Allah menghendaki akan membuka pintu rahmat ampunan bagi mereka.” Nabi bersabda,”Aku ingin pintu rahmat dan ampunan.”
      Ke-3, Abu Jahal menyakiti Nabi Muhammad di bukit Safa.
      Abu Jahal memukul kepala Nabi dengan batu hingga berdarah di bukit Safa. Hamzah bin Abdul Muttalib, paman Nabi, lalu mendatangi Abu Jahal di dekat Kakbah dan membalas memukulnya dengan busur panah hingga kepala Abu Jahal terluka cukup parah.
      Ke-4, bukit Safa sebagai tempat berkumpul para sahabat Nabi.
      Setelah pembebasan kota Mekah tanpa pertumpahan darah, Nabi Muhammad mengutus Khalid bin Walid dengan para sahabat untuk berkumpul di bukit Safa.
       Ke-5, bukit Safa tempat Nabi berdoa.
      Setelah pembebasan kota Mekah, Nabi Muhammad mencium Hajar Aswad lalu tawaf mengelilingi Kakbah, kemudian Nabi naik ke bukit Safa berdoa memohon kepada Allah dengan menghadap Kakbah.
      Ke-6, bukit Safa tempat Nabi mengumumkan pemberian maaf.
     Nabi Muhammad berdiri di bukit Safa lalu bersabda,”Siapa saja yang masuk ke dalam rumah Abu Sofyan, meletakkan senjatanya, atau menutup pintu rumahnya maka amanlah dia.”
      Ke-7, bukit Safa tempat kaum kafir berikrar masuk Islam.
      Hindun, istri Abu Soyfyan, bersama rombongan kaum Quraisy menyatakan masuk Islam berikrar kepada Nabi Muhammad di bukit Safa.
      Ke-8, bukit Safa tempat keluarnya hewan melata yang dapat berbicara.
      Al-Quran surah An-naml, surah ke-27 ayat 82.

۞ وَإِذَا وَقَعَ الْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَابَّةً مِنَ الْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ النَّاسَ كَانُوا بِآيَاتِنَا لَا يُوقِنُونَ
  
   “Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.”
      Sebagian ulama berpendapaat bahwa ayat ini menjelaskan akan munculnya jenis binatang melata dari bukit Safa yang dapat berbicara kepada manusia.
Daftar Pustaka
1. Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap). Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
5. Emoto, Masaru. Buku “The True Power of Water”.
6. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
7. Tafsirq.com online