Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, June 1, 2019

2393. ZAKAT DALAM ISLAM


ZAKAT DALAM ISLAM
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang zakat menurut agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
1.    Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 43.

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

       “Dan dirikan salat, tunaikan zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.”
2.    Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 103.

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

      “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka. Berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu menenteramkan jiwa  mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
3.    Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 35.

يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ

      “Pada hari dipanaskan emas perak dalam neraka Jahanam. Lalu dibakar dengannya dahi, lambung, dan punggung mereka. Lalu dikatakan kepada mereka, "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri. Rasakan sekarang akibat yang kamu simpan itu."
4.    Al-Quran surah Al-Anam (surah ke-6) ayat 141.

۞ وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

      “Dia menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanaman beraneka buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah buahnya (yang bermacam-macam itu) bila berbuah. Tunaikan haknya pada hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya). Jangan kamu berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.”
5.    Zakat (menurut KBBI V) adalah jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang Islam untuk diberikan kepada orang yang berhak menerimanya, misalnya fakir miskin dan sebagainya.
6.    Lima rukun Islam adalah syahadat, salat, zakat, puasa, dan haji.
7.    Zakat mengatur harta yang wajib dikeluarkan kepada mustahak (orang yang berhak, patut, dan pantas menerima zakat).
8.    Zakat dikeluarkan menurut ketentuan yang ditetapkan oleh syarak (hukum yang bersendi ajaran dan hukum Islam).
9.    Zakat menjadi salah satu unsur pokok bagi tegaknya syariat Islam dan zakat  bersifat “fardu ain“ (kewajiban perorangan) artinya wajib atas setiap muslim yang telah memenuhi syarat.
10. Zakat adalah ibadah sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang dapat berkembang sesuai dengan perkembangan umat manusia.
11.  Macam-macam zakat adalah:
1)    Zakat fitrah yaitu zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap umat Islam pada bulan Ramadan menjelang Idul Fitri yang besarnya setara dengan 3,5 liter ( 2,7 kilogram)  makanan pokok.
2)    Zakat mal (zakat harta kekayaan) yaitu zakat yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam mencakup hasil perniagaan, pertanian, pertambangan, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak, yang masing-masing memiliki perhitungan sendiri.

12. Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 60.

۞ إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

      “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanya untuk orang fakir, miskin, pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan orang yang sedang dalam perjalanan. Sebagai  ketetapan yang diwajibkan Allah.  Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

13. Delapan orang yang berhak menerima zakat adalah:
1)    Fakir. Yaitu orang yang amat berkekurangan, orang yang terlalu miskin, hampir tidak memiliki apa-apa, dan tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
2)    Miskin. Yaitu orang yang tidak mempunyai harta, serba kekurangan, berpenghasilan rendah atau memiliki harta yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.
3)    Amil zakat. Yaitu orang yang bertugas mengurus, mengumpulkan, dan membagikan zakat.
4)    Mualaf. Yaitu orang yang baru masuk Islam, orang yang imannya belum kukuh, karena baru masuk Islam dan masih membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan baru.
5)    Hamba sahaya. Yaitu seorang budak yang ingin memerdekakan dirinya. 
6)    Gharim. Yaitu orang yang terlilit utang untuk kebutuhan pokok yang halal dan tidak sanggup  memenuhinya.
7)    Fisabilillah. Yaitu orang yang berjuang di jalan Allah.
8)    Ibnus sabil. Yaitu orang yang kehabisan ongkos dan biaya dalam perjalanan yang tidak maksiat.

14. Orang-orang yang tidak berhak menerima zakat adalah:
1)    Orang kaya dan orang yang masih memiliki kemampuan dan tenaga untuk mencari nafkah tidak berhak menerima zakat.
2)    Hamba sahaya yang masih mendapat nafkah atau tanggungan dari juragannya tidak berhak menerima zakat.
3)    Keturunan Nabi Muhammad tidak berhak menerima zakat.
4)    Orang yang dalam tanggungan orang berzakat, misalnya istri dan anaknya tidak boleh menerima zakat dari orang yang menanggungnya.

15. Manfaat zakat dalam agama adalah:
1)    Melaksanakan rukun Islam yang membuat kesejahteraan kehidupan manusia di dunia dan akhirat.
2)    Sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.
3)    Orang yang mengeluarkan zakat mendapatkan pahala besar berlipat ganda.
4)    Sebagai sarana penghapus dosa bagi orang yang mengeluarkannya.

16. Manfaat zakat dalam akhlak adalah:
1)    Menanamkan sifat kemuliaan, rasa toleran, dan kelapangan dada.
2)    Menumbuhkan sifat penyayang dan belas kasih.
3)    Melapangkan dan memuaskan perasaan.
4)    Orang yang mengeluarkan zakat akan dicintai dan dihormati oleh masyarakat sekitarnya.
5)    Sebagai pembersihan akhlak bagi orang yang mengeluarkannya.      
6)    Orang yang mengeluarkan zakat menjadi orang yang bermanfaat buat sesama manusia.

17. Manfaat sosial zakat adalah:
1)    Membantu orang-orang yang kekurangan.
2)    Memperkuat persatuan umat Islam.
3)    Mengurangi kecemburuan sosial.
4)    Memacu pertumbuhan ekonomi.
5)    Memperluas kesejahteraan.

18. Keuntungan zakat adalah:
1)    Mengurangi kesenjangan sosial.
2)    Sebagai dakwah Islam.
3)    Membersihkan harta yang dimiliki.
4)    Ungkapan bersyukur atas nikmat Allah.
5)    Mengurangi ketamakan.
6)    Pengembangan potensi umat.
7)    Dukungan moral kepada orang yang baru masuk Islam.
8)    Menambah pendapatan negara untuk proyek yang berguna bagi masyarakat.

Daftar Pustaka
1.    Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).     Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.
3.    Tafsirq.com online

2392. SALAT IDUL FITERI


SALAT IDUL FITRI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat Idul Fitri menurut agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
1.    Kata “salat” (menurut KBBI V) dapat diartikan “rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam”, atau ”doa kepada Allah”.
2.    Salat Idul Fitri adalah salat pada hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibdah puasa selama bulan Ramadan.
3.    Salat Idul Adha adalah salat pada tanggal 10 bulan Zulhijah.
4.    Salat Idul Fitri dan salat Idul Adha hukumnya sunah muakkad (sangat dianjurkan).
5.    Salat berjamaah adalah salat yang dilaksanakan bersama-sama dengan mengikuti imam.
6.    Jika dua orang atau lebih salat bersama-sama dengan salah seorang di antara mereka menjadi imam (pemimpin), sedangkan orang yang lain menjadi makmum (pengikut), maka mereka dinamakan salat berjamaah.
7.    Rukun dan syarat salat Idul Fitri dan salat Idul Adha sama dengan rukun dan syarat salat yang lainnya.
8.    Salat Idul Fitri dan salat Idul Adha disunahkan beikut ini.
1)    Ke-1, salat dikerjakan secara berjemaah.
2)    Ke-2, salat dilaksanakan di lapangan terbuka.
3)    Ke-3, salat diikuti oleh semua orang dalam segala umur (termasuk wanita yang haid boleh hadir untuk mendengarkan khotbah), tetapi wanita haid dilarang ikut salat.
4)    Ke-4, pada rakaat pertama mengucapkan takbir tujuh kali, setelah membaca doa iftitah dan sebelum membaca taawuz.
5)    Ke-5, pada rakaat pertama membaca surah Qaf (surah ke-50) dan rakaat kedua membaca surah Al-Qamar (surah ke-54), atau pada rakaat pertama membaca surah Al-A’la (surah ke-87) dan rakaat kedua membaca surah Al-Ghasiyah (surah ke-88).
6)    Ke-6, berkhotbah dua kali setelah salat, caranya seperti khotbah Jumat.
7)    Ke-7, khotbah pertama dimulai dengan sembilan takbir dan puji-pujian kepada Allah.
8)    Ke-8, khotbah Idul Fitri berisi penjelsan tentang zakat fitrah dan pada salat Idul Adha tentang kurban.
9)    Ke-9, pada rakaat kedua mengucapkan takbir lima kali, selain takbir waktu bangkit berdiri.
10) Ke-10, mengangkat kedua tangan setinggi telinga atau setinggi bahu setiap takbir.
11) Ke-11, membaca tasbih di antara beberapa takbir.
12) Ke-12, disunahkan mandi, berhias, dan memakai wangi-wangian sebelum berangkat salat.
13) Ke-13, pada salat Idul Fitri disunahkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat, pada salat Idul Adha disunahkan tidak makan sebelum salat.
14) Ke-14, berangkat dan pulang dari tempat salat melalui jalan yang berbeda.
15) Ke-15, disunahkan bertakbir pada Idul Fitri sejak matahari terbenam sampai pelaksanaan salat Idul Fitri, sedangkan pada Idul Adha bertakbir setiap selesai salat fardu sampai selesai hari Tasyrik.

Daftar Pustaka.
1.Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2.Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3.Tafsirq.com online


2392. SALAT IDUL FITRI


SALAT IDUL FITRI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat Idul Fitri menurut agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
1.    Kata “salat” (menurut KBBI V) dapat diartikan “rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam”, atau ”doa kepada Allah”.
2.    Salat Idul Fitri adalah salat pada hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibdah puasa selama bulan Ramadan.
3.    Salat Idul Adha adalah salat pada tanggal 10 bulan Zulhijah.
4.    Salat Idul Fitri dan salat Idul Adha hukumnya sunah muakkad (sangat dianjurkan).
5.    Salat berjamaah adalah salat yang dilaksanakan bersama-sama dengan mengikuti imam.
6.    Jika dua orang atau lebih salat bersama-sama dengan salah seorang di antara mereka menjadi imam (pemimpin), sedangkan orang yang lain menjadi makmum (pengikut), maka mereka dinamakan salat berjamaah.
7.    Rukun dan syarat salat Idul Fitri dan salat Idul Adha sama dengan rukun dan syarat salat yang lainnya.
8.    Salat Idul Fitri dan salat Idul Adha disunahkan beikut ini.
1)    Ke-1, salat dikerjakan secara berjemaah.
2)    Ke-2, salat dilaksanakan di lapangan terbuka.
3)    Ke-3, salat diikuti oleh semua orang dalam segala umur (termasuk wanita yang haid boleh hadir untuk mendengarkan khotbah), tetapi wanita haid dilarang ikut salat.
4)    Ke-4, pada rakaat pertama mengucapkan takbir tujuh kali, setelah membaca doa iftitah dan sebelum membaca taawuz.
5)    Ke-5, pada rakaat pertama membaca surah Qaf (surah ke-50) dan rakaat kedua membaca surah Al-Qamar (surah ke-54), atau pada rakaat pertama membaca surah Al-A’la (surah ke-87) dan rakaat kedua membaca surah Al-Ghasiyah (surah ke-88).
6)    Ke-6, berkhotbah dua kali setelah salat, caranya seperti khotbah Jumat.
7)    Ke-7, khotbah pertama dimulai dengan sembilan takbir dan puji-pujian kepada Allah.
8)    Ke-8, khotbah Idul Fitri berisi penjelsan tentang zakat fitrah dan pada salat Idul Adha tentang kurban.
9)    Ke-9, pada rakaat kedua mengucapkan takbir lima kali, selain takbir waktu bangkit berdiri.
10) Ke-10, mengangkat kedua tangan setinggi telinga atau setinggi bahu setiap takbir.
11) Ke-11, membaca tasbih di antara beberapa takbir.
12) Ke-12, disunahkan mandi, berhias, dan memakai wangi-wangian sebelum berangkat salat.
13) Ke-13, pada salat Idul Fitri disunahkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat, pada salat Idul Adha disunahkan tidak makan sebelum salat.
14) Ke-14, berangkat dan pulang dari tempat salat melalui jalan yang berbeda.
15) Ke-15, disunahkan bertakbir pada Idul Fitri sejak matahari terbenam sampai pelaksanaan salat Idul Fitri, sedangkan pada Idul Adha bertakbir setiap selesai salat fardu sampai selesai hari Tasyrik.

Daftar Pustaka.
1.Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2.Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3.Tafsirq.com online


2392. SALAT IDUL FITRI


SALAT IDUL FITRI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat Idul Fitri menurut agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
1.    Kata “salat” (menurut KBBI V) dapat diartikan “rukun Islam kedua, berupa ibadah kepada Allah, wajib dilakukan oleh setiap muslim mukalaf, dengan syarat, rukun, dan bacaan tertentu, dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam”, atau ”doa kepada Allah”.
2.    Salat Idul Fitri adalah salat pada hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibdah puasa selama bulan Ramadan.
3.    Salat Idul Adha adalah salat pada tanggal 10 bulan Zulhijah.
4.    Salat Idul Fitri dan salat Idul Adha hukumnya sunah muakkad (sangat dianjurkan).
5.    Salat berjamaah adalah salat yang dilaksanakan bersama-sama dengan mengikuti imam.
6.    Jika dua orang atau lebih salat bersama-sama dengan salah seorang di antara mereka menjadi imam (pemimpin), sedangkan orang yang lain menjadi makmum (pengikut), maka mereka dinamakan salat berjamaah.
7.    Rukun dan syarat salat Idul Fitri dan salat Idul Adha sama dengan rukun dan syarat salat yang lainnya.
8.    Salat Idul Fitri dan salat Idul Adha disunahkan beikut ini.
1)    Ke-1, salat dikerjakan secara berjemaah.
2)    Ke-2, salat dilaksanakan di lapangan terbuka.
3)    Ke-3, salat diikuti oleh semua orang dalam segala umur (termasuk wanita yang haid boleh hadir untuk mendengarkan khotbah), tetapi wanita haid dilarang ikut salat.
4)    Ke-4, pada rakaat pertama mengucapkan takbir tujuh kali, setelah membaca doa iftitah dan sebelum membaca taawuz.
5)    Ke-5, pada rakaat pertama membaca surah Qaf (surah ke-50) dan rakaat kedua membaca surah Al-Qamar (surah ke-54), atau pada rakaat pertama membaca surah Al-A’la (surah ke-87) dan rakaat kedua membaca surah Al-Ghasiyah (surah ke-88).
6)    Ke-6, berkhotbah dua kali setelah salat, caranya seperti khotbah Jumat.
7)    Ke-7, khotbah pertama dimulai dengan sembilan takbir dan puji-pujian kepada Allah.
8)    Ke-8, khotbah Idul Fitri berisi penjelsan tentang zakat fitrah dan pada salat Idul Adha tentang kurban.
9)    Ke-9, pada rakaat kedua mengucapkan takbir lima kali, selain takbir waktu bangkit berdiri.
10) Ke-10, mengangkat kedua tangan setinggi telinga atau setinggi bahu setiap takbir.
11) Ke-11, membaca tasbih di antara beberapa takbir.
12) Ke-12, disunahkan mandi, berhias, dan memakai wangi-wangian sebelum berangkat salat.
13) Ke-13, pada salat Idul Fitri disunahkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat, pada salat Idul Adha disunahkan tidak makan sebelum salat.
14) Ke-14, berangkat dan pulang dari tempat salat melalui jalan yang berbeda.
15) Ke-15, disunahkan bertakbir pada Idul Fitri sejak matahari terbenam sampai pelaksanaan salat Idul Fitri, sedangkan pada Idul Adha bertakbir setiap selesai salat fardu sampai selesai hari Tasyrik.

Daftar Pustaka.
1.Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2.Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3.Tafsirq.com online