Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, June 1, 2019

2385. BERLAPANG DADA


BERLAPANG DADA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.


       Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang makna berlapang dada menurut Al-Quran?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Kata “lapang dada” (menurut KBBI V) dapat diartikan “berasa lega” atau “tidak sesak”, “berasa senang”, dan “tidak menjadi gusar”.
2.    Para ulama menjelaskan bahwa kata “Al-Shafh” (lapang dada)  dalam Al-Quran terulang 8 kali dalam berbagai bentuknya.
3.    Kata “al-shafh” pada mulanya artinya “lapang”.
4.    Halaman lembaran pada sebuah buku dinamakan “shafhat” karena kelapangan dan keluasannya.
5.    Al-shafh dapat diartikan “kelapangan dada”.
6.    Berjabat tangan  disebut “mushafahat” karena pihak yang melakukannya  menjadi perlambang kelapangan dada.
7.    Para ulama menjelaskan bahwa dari 8 kali bentuk “al-shafh” yang ditampilkan dalam Al-Quran, yang 4 kali di antaranya didahului dengan perintah “memberikan maaf”. 

8.    Al-Quran surah At-Thaghabun (surah ke-64) ayat 14. 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
        “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

9.    Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 22.  
وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

      “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antaramu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberikan (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

10. Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 13.
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ ۙ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
      “(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkan mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”.

11. Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 109. 
وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
      “Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikanmu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

12. Para ulama menjelaskan bahwa “al-shafa” (lapang dada) lebih tinggi kedudukannya apabila dibandingkan dengan “al-afwa” (memaafkan).
13. Para ulama menjelaskan bahwa kata “shafhat” dapa bermakna “halaman”.
14. Ketika kita  memiliki selembar kertas yang terdapat suatu kesalahan dengan tulisan pensil, kesalahan itu dapat dihapus dengan karet penghapus. 
15. Meskipun suatu kesalahan sudah dihapus, tetapi pasti masih terdapat bekasnya.
16. Maka diperlukan “al-shafh” (kelapangan dada), yaitu bersedia untuk membuka lembaran yang baru, sehingga hubungan tidak ternodai, tidak kusut, dan  tidak  seperti halaman yang telah dihapus kesalahannya.
17. Mushafahat yang artinya “berjabatan tangan” adalah lambang kesediaan untuk  membuka  lembaran  baru, memaafkan, dan  melupakan lembaran yang lama, karena meskipun kesalahan telah dihapus, kadang kala masih tersisa kekusutan.
18. Para ulama menjelaskan bahwa setelah seseorang memberikan maaf, perlu  dilanjutkan  dengan tindakan “al-shafh” (berlapang dada).
19. Berlapang dada artinya memaafkan dengan cara yang baik.

20. Al-Quran surah Al-Hijr (surah ke-15) ayat 85.
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ ۖ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ
      “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik”.

Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online.      


2385. BERLAPANG DADA


BERLAPANG DADA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.


       Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang makna berlapang dada menurut Al-Quran?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Kata “lapang dada” (menurut KBBI V) dapat diartikan “berasa lega” atau “tidak sesak”, “berasa senang”, dan “tidak menjadi gusar”.
2.    Para ulama menjelaskan bahwa kata “Al-Shafh” (lapang dada)  dalam Al-Quran terulang 8 kali dalam berbagai bentuknya.
3.    Kata “al-shafh” pada mulanya artinya “lapang”.
4.    Halaman lembaran pada sebuah buku dinamakan “shafhat” karena kelapangan dan keluasannya.
5.    Al-shafh dapat diartikan “kelapangan dada”.
6.    Berjabat tangan  disebut “mushafahat” karena pihak yang melakukannya  menjadi perlambang kelapangan dada.
7.    Para ulama menjelaskan bahwa dari 8 kali bentuk “al-shafh” yang ditampilkan dalam Al-Quran, yang 4 kali di antaranya didahului dengan perintah “memberikan maaf”. 

8.    Al-Quran surah At-Thaghabun (surah ke-64) ayat 14. 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
        “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

9.    Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 22.  
وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

      “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antaramu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberikan (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

10. Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 13.
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ ۙ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
      “(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkan mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”.

11. Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 109. 
وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
      “Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikanmu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

12. Para ulama menjelaskan bahwa “al-shafa” (lapang dada) lebih tinggi kedudukannya apabila dibandingkan dengan “al-afwa” (memaafkan).
13. Para ulama menjelaskan bahwa kata “shafhat” dapa bermakna “halaman”.
14. Ketika kita  memiliki selembar kertas yang terdapat suatu kesalahan dengan tulisan pensil, kesalahan itu dapat dihapus dengan karet penghapus. 
15. Meskipun suatu kesalahan sudah dihapus, tetapi pasti masih terdapat bekasnya.
16. Maka diperlukan “al-shafh” (kelapangan dada), yaitu bersedia untuk membuka lembaran yang baru, sehingga hubungan tidak ternodai, tidak kusut, dan  tidak  seperti halaman yang telah dihapus kesalahannya.
17. Mushafahat yang artinya “berjabatan tangan” adalah lambang kesediaan untuk  membuka  lembaran  baru, memaafkan, dan  melupakan lembaran yang lama, karena meskipun kesalahan telah dihapus, kadang kala masih tersisa kekusutan.
18. Para ulama menjelaskan bahwa setelah seseorang memberikan maaf, perlu  dilanjutkan  dengan tindakan “al-shafh” (berlapang dada).
19. Berlapang dada artinya memaafkan dengan cara yang baik.

20. Al-Quran surah Al-Hijr (surah ke-15) ayat 85.
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ ۖ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ
      “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik”.

Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online.      


2385. BERLAPANG DADA


BERLAPANG DADA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.


       Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang makna berlapang dada menurut Al-Quran?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Kata “lapang dada” (menurut KBBI V) dapat diartikan “berasa lega” atau “tidak sesak”, “berasa senang”, dan “tidak menjadi gusar”.
2.    Para ulama menjelaskan bahwa kata “Al-Shafh” (lapang dada)  dalam Al-Quran terulang 8 kali dalam berbagai bentuknya.
3.    Kata “al-shafh” pada mulanya artinya “lapang”.
4.    Halaman lembaran pada sebuah buku dinamakan “shafhat” karena kelapangan dan keluasannya.
5.    Al-shafh dapat diartikan “kelapangan dada”.
6.    Berjabat tangan  disebut “mushafahat” karena pihak yang melakukannya  menjadi perlambang kelapangan dada.
7.    Para ulama menjelaskan bahwa dari 8 kali bentuk “al-shafh” yang ditampilkan dalam Al-Quran, yang 4 kali di antaranya didahului dengan perintah “memberikan maaf”. 

8.    Al-Quran surah At-Thaghabun (surah ke-64) ayat 14. 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
        “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

9.    Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 22.  
وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۖ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

      “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antaramu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberikan (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

10. Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 13.
فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ ۙ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ ۚ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَىٰ خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
      “(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat), maka maafkan mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”.

11. Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 109. 
وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
      “Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikanmu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

12. Para ulama menjelaskan bahwa “al-shafa” (lapang dada) lebih tinggi kedudukannya apabila dibandingkan dengan “al-afwa” (memaafkan).
13. Para ulama menjelaskan bahwa kata “shafhat” dapa bermakna “halaman”.
14. Ketika kita  memiliki selembar kertas yang terdapat suatu kesalahan dengan tulisan pensil, kesalahan itu dapat dihapus dengan karet penghapus. 
15. Meskipun suatu kesalahan sudah dihapus, tetapi pasti masih terdapat bekasnya.
16. Maka diperlukan “al-shafh” (kelapangan dada), yaitu bersedia untuk membuka lembaran yang baru, sehingga hubungan tidak ternodai, tidak kusut, dan  tidak  seperti halaman yang telah dihapus kesalahannya.
17. Mushafahat yang artinya “berjabatan tangan” adalah lambang kesediaan untuk  membuka  lembaran  baru, memaafkan, dan  melupakan lembaran yang lama, karena meskipun kesalahan telah dihapus, kadang kala masih tersisa kekusutan.
18. Para ulama menjelaskan bahwa setelah seseorang memberikan maaf, perlu  dilanjutkan  dengan tindakan “al-shafh” (berlapang dada).
19. Berlapang dada artinya memaafkan dengan cara yang baik.

20. Al-Quran surah Al-Hijr (surah ke-15) ayat 85.
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ السَّاعَةَ لَآتِيَةٌ ۖ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ
      “Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik”.

Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online.      


2394. ZAKAT FITRAH


ZAKAT FITRAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang zakat fitrah menurut agama Islam?” Ustad Sulaiman Rasjid menjelaskannya.
1.    Kata “zakat” menurut KBBI V dapat diartikan “jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak”, atau “salah satu rukun Islam mengatur harta yang wajib dikeluarkan kepada mustahik (orang yang berhak)”.
2.    Zakat menurut istilah agama Islam adalah kadar harta tertentu yang diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan beberapa syarat.
3.    Zakat adalah salah satu rukun Islam yang hukumnya fardu ain (kewajiban perorangan) bagi orang-orang yang telah memenuhi syaratnya.
4.    Nisab adalah jumlah harta benda minimal yang dikenakan zakat.
5.    Haul adalah jangka waktu satu tahun yang menjadi batas kewajiban membayar zakat bagi pemilikan harta kekayaan, seperti perniagaan, emas, ternak.
6.    Zakat fitrah adalah zakat yang wajib diberikan oleh setiap orang Islam setahun sekali (pada Idul Fitri) berupa makanan pokok sehari-hari (beras, jagung, dan sebagainya).
7.    Setiap umat Islam yang masih hidup pada setiap hari Idul Fitri diwajibkan membayar zakat fitrah berupa makanan yang mengenyangkan sebanyak 3,1 liter.
8.    Dalam hadis Bukhari menyebutkan bahwa membayar zakat fitrah adalah sehari atau dua hari sebelum hari raya Idul Fitri.
9.    Ibnu Umar berkata bahwa Nabi Muhammad mewajibKan setiap umat Islam mengeluarkan zakat fitrah sebanyak satu sak (3,1 liter) gandum atau kurma atas setiap orang Islam yang merdeka, hamba pria, wanita, dewasa, dan anak-anak.
10. Syarat orang yang wajib mengeluarkan zakat fitrah adalah berikut ini.
1)    Semua orang Islam yang hidup wajib mengeluarkan zakat fitrah.
2)    Orang yang tidak beragama Islam, tidak wajib membayar zakat fitrah.
3)    Bayi yang lahir pada akhir bulan Ramadan sebelum matahari terbenam wajib dibayarkan zakat fitrahnya.
4)    Orang yang mempunyai kelebihan harta keperluan makanan untuk dirinya sendiri dan orang yang berada dalam tangungannya wajib mengeluarkan zakat fitrahnya.

11. Waktu membayarkan zakat fitrah adalah berikut ini.
1)    Waktu yang dibolehkan membayar zakat adalah sejak awal bulan Ramadan sampai akhir bulan Ramadan.
2)    Waktu wajib membayar zakat fitrah adalah setelah Magrib pada akhir bulan Ramadan sampai Subuh.
3)    Waktu yang lebih baik adalah setelah salat Subuh sebelum pergi salat hari raya Idul Fitri.
4)    Waktu yang makruh adalah membayar zakat fitrah setelah salat Idul Fitri sampai sebelum matahari terbenam.
5)    Waktu haram adalah membayar zakat fitrah pada hari raya Idul Fitri setelah matahari terbenam.

12. Mazhab Syafii melarang untuk mengganti zakat fitrah dengan uang senilai zakat fitrah, karena yang diwajibkan dalam hadis Nabi adalah mengeluarkan zakat fitrah dengan makanan yang mengenyangkan.
13. Mazhab Hanafi membolehkan mengganti zakat fitrah dengan uang seharga zakat fitrah, karena zakat fitrah adalah hak orang-orang miskin untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka, dengan makanan atau dengan uang tidak ada bedanya.
14. Jika telat membayar zakat fitrah, padahal hartanya dan penerima zakatnya sudah ada, maka orang itu mempunyai utang dan wajib membayar zakat fitrahnya pada tahun mendatang.
15. Ibnu Abbas berkata bahwa Nabi Muhammad bersabda,”Zakat fitrah untuk membersihkan orang yang telah berpuasa Ramadan dan memberikan makanan kepada fakir miskin. Barangsiapa yang membayar zakat fitrah setelah salat Idul Fitri, zakat itu termasuk sedekah biasa.”

 Daftar Pustaka
1.   Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.
2.   Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3.   Tafsirq.com online