Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, July 4, 2019

2545. HARI KIAMAT -4


HARI KIAMAT -4
(Seri ke-4)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan cara Al-Quran menghadapi penolak adanya hari kiamat?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Dalam menghadapi para penolak dan pengingkar adanya hari akhir, Al-Quran sering kali mengemukakan beberapa alasan penolakan dan pengingkaran, kemudian menanggapi dan menolaknya.
2.    Pada umumnya masyarakat Arab zaman dahulu meragukan dan menolak adanya hari akhir, sedangkan yang percaya adanya hari akhir memiliki keyakinan yang keliru.
3.    Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 49.
وَقَالُوا أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا
      Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?"
4.    Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 29.
وَقَالُوا إِنْ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ
     Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): "Hidup hanya kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan".
5.    Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 38.

      Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh: "Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati". (Tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji yang benar dari Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tidaK mengetahui.
6.    Al-Quran menyanggah pendapat yang menolak adanya hari akhir dengan cara langsung dan tidak langsung.
7.    Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 31.
قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ ۚ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

      Sungguh telah rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: "Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!", sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruk apa yang mereka pikul itu.

8.    Al-Quran surah Al-Ankabut (surah ke-29) ayat 23.


     Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapatkan azab yang pedih.

9.    Ayat Al-Quran di atas dan semacamnya tidak secara langsung menuding kepada orang yang menolak tentang adanya hari akhir, tetapi kandungan ayat Al-Quran itu secara jelas dan tegas menyentuh hati setiap orang yang menolak dan mengingkari adanya hari akhir.
10. Redaksi yang diguakan oleh Al-Quran dapat membawa pengaruh ke dalam jiwa orang yang menolak dan megingkari adanya hari akhir.
11. Sehingga diharapkan dapat menimbulkan rasa takut dan penyesalan yang mengantarkan kepada kesadaran dan pengakuan adanya hari akhir.
12. Al-Quran surah Yasin (surah ke-36) ayat 78-81, menampilkan argumentasi filosofis.

     Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapa yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?" Katakan: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama.
      Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk, yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu." Dan tidakkah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan kembali jasad-jasad mereka yang sudah hancur itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dia Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.
13. Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 259 menampilkan alasan historis.
14.        أَوْ كَالَّذِي مَرَّ عَلَىٰ قَرْيَةٍ وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا قَالَ أَنَّىٰ يُحْيِي هَٰذِهِ اللَّهُ بَعْدَ مَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُ اللَّهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ ۖ قَالَ كَمْ لَبِثْتَ ۖ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ ۖ قَالَ بَلْ لَبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ إِلَىٰ طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْ ۖ وَانْظُرْ إِلَىٰ حِمَارِكَ وَلِنَجْعَلَكَ آيَةً لِلنَّاسِ ۖ وَانْظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا ۚ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ قَالَ أَعْلَمُ أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

      Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapa lama kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikanmu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".

15. Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 260 menampilkan alasan historis.
16.        وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ


      Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, perlihatkan padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati". Allah berfirman: "Belum yakinkah kamu?". Ibrahim menjawab: "Aku telah meyakininya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku)". Allah berfirman: "(Kalau demikian) ambillah empat ekor burung, lalu cingcang semuanya olehmu. (Allah berfirman): "Lalu letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu bagian dari bagian-bagian itu, kemudian panggil mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera". Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

17. Al-Quran surah Al-Haj (surah ke-22) ayat 5-7 menggunakan analogi.

      Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
     Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dia yang hak dan sesungguhnya Dia yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala suatu, dan sesungguhnya hari kiamat itu pasti datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.

18. Al-Quran surah Al-Najm (surah ke-53) ayat 31 menguraikan keniscayaannya dari segi tujuan dan hikmah.

      Dan hanya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).


DaftarPustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online.

2544. HARI KIAMAT -3


HARI KIAMAT-3
(Seri ke-3)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
  Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan bukti adanya hari kiamat?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Al-Quran menguraikan cara pembuktian tentang kepastian adanya hari akhir dengan menggiring pemahaman agar manusia merasa ikut berperan dalam menemukan suatu kebenaran, sehingga manusia merasa memilikinya serta bertanggungjawab untuk mempertahankannya.
2.    Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 49-51.

وَقَالُواأَإِذَاكُنَّاعِظَامًاوَرُفَاتًاأَإِنَّالَمَبْعُوثُونَخَلْقًاجَدِيدًا
۞ قُلْكُونُواحِجَارَةًأَوْحَدِيدًا

مِمَّايَكْبُرُفِيصُدُورِكُمْ ۚ فَسَيَقُولُونَمَنْيُعِيدُنَا ۖ قُلِالَّذِيفَطَرَكُمْأَوَّلَمَرَّةٍ ۚ فَسَيُنْغِضُونَإِلَيْكَرُءُوسَهُمْوَيَقُولُونَمَتَىٰهُوَ ۖ قُلْعَسَىٰأَنْيَكُونَقَرِيبًا

      Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?"
      Katakan: "Jadilah kamu sekalian batu atau besi, atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu". Maka mereka akan bertanya: "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?" Katakan: "Yang telah menciptakanmu pada kali yang pertama". Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata, "Kapan itu (akan terjadi)?" Katakan: "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat",

3.    Al-Quran bermaksud melibatkan manusia dalam penemuan keyakinan tentang hari kebangkitan ini, tidak menjawab pertanyaan kaum musyrik tadi dengan jawaban “ya” atau “tidak”.
4.    Tetapi, Al-Quran mengajukan masalah baru yang belum terlintas dalam benak  mereka, yaitu dengan pernyataan yang diperintahkan kepada Nabi Muhammad untuk disampaikan kepada penanya.
5.    ”Bagaimana seandainya setelah kematian nanti kalian tidak menjadi tulang-belulang yang pernah mengalami hidup, tetapi menjadi batu atau besi atau makhluk lainnya yang aneh yang belum pernah hidup dan menurut kalian lebih mustahil untuk dihidupkan?"
6.    Al-Quran mengajak akal manusia mengajukan pertanyaan yang mereka ajukan semula, “Siapakah yang akan menghidupkan itu semua kembali?”
7.    Jawabannya adalah, “Dia yang pertama kali mewujudkannya, karena sebelumnya mereka tidak ada”.
8.    Karena mewujudkan sesuatu yang pernah “hidup” pasti lebih mudah daripada mewujudkan sesuatu yang “belum hidup” dan tidak pernah berwujud sama sekali.
9.    Al-Quran surah Al-Haj (surah ke-22) ayat 5-7, menganalogkan hari akhir seperti air hujan yang menimpa tanah yang gersang.

يَاأَيُّهَاالنَّاسُإِنْكُنْتُمْفِيرَيْبٍمِنَالْبَعْثِفَإِنَّاخَلَقْنَاكُمْمِنْتُرَابٍثُمَّمِنْنُطْفَةٍثُمَّمِنْعَلَقَةٍثُمَّمِنْمُضْغَةٍمُخَلَّقَةٍوَغَيْرِمُخَلَّقَةٍلِنُبَيِّنَلَكُمْ ۚ وَنُقِرُّفِيالْأَرْحَامِمَانَشَاءُإِلَىٰ أَجَلٍمُسَمًّىثُمَّنُخْرِجُكُمْطِفْلًاثُمَّلِتَبْلُغُواأَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنْكُمْمَنْيُتَوَفَّىٰوَمِنْكُمْمَنْيُرَدُّإِلَىٰأَرْذَلِالْعُمُرِلِكَيْلَايَعْلَمَمِنْبَعْدِعِلْمٍشَيْئًا ۚ وَتَرَىالْأَرْضَهَامِدَةًفَإِذَاأَنْزَلْنَاعَلَيْهَاالْمَاءَاهْتَزَّتْوَرَبَتْوَأَنْبَتَتْمِنْكُلِّزَوْجٍبَهِيجٍ
ذَٰلِكَبِأَنَّاللَّهَهُوَالْحَقُّوَأَنَّهُيُحْيِيالْمَوْتَىٰوَأَنَّهُعَلَىٰكُلِّشَيْءٍقَدِيرٌ

وَأَنَّالسَّاعَةَآتِيَةٌلَارَيْبَفِيهَاوَأَنَّاللَّهَيَبْعَثُمَنْفِيالْقُبُورِ

     Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antaramu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antaramu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
     Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dia yang hak dan sesungguhnya Dia yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala suatu, dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.
10. Al-Quran surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 42, menjelaskan bahwa orang mati mirip dengan orang yang tidur.

اللَّهُيَتَوَفَّىالْأَنْفُسَحِينَمَوْتِهَاوَالَّتِيلَمْتَمُتْفِيمَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُالَّتِيقَضَىٰعَلَيْهَاالْمَوْتَوَيُرْسِلُالْأُخْرَىٰإِلَىٰأَجَلٍمُسَمًّى ۚ إِنَّفِيذَٰلِكَلَآيَاتٍلِقَوْمٍيَتَفَكَّرُونَ

         Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.
11. Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 259 mengisahkan orang yang ditidurkan selama 100 tahun untuk membuktikan adanya kebangkitan.

أَوْكَالَّذِيمَرَّعَلَىٰقَرْيَةٍوَهِيَخَاوِيَةٌعَلَىٰعُرُوشِهَاقَالَأَنَّىٰيُحْيِيهَٰذِهِاللَّهُبَعْدَمَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُاللَّهُمِائَةَعَامٍثُمَّبَعَثَهُ ۖ قَالَكَمْلَبِثْتَ ۖ قَالَلَبِثْتُيَوْمًاأَوْبَعْضَيَوْمٍ ۖ قَالَبَلْلَبِثْتَمِائَةَعَامٍفَانْظُرْإِلَىٰطَعَامِكَوَشَرَابِكَلَمْيَتَسَنَّهْ ۖ وَانْظُرْإِلَىٰحِمَارِكَوَلِنَجْعَلَكَآيَةًلِلنَّاسِ ۖ وَانْظُرْإِلَىالْعِظَامِكَيْفَنُنْشِزُهَاثُمَّنَكْسُوهَالَحْمًا ۚ فَلَمَّاتَبَيَّنَلَهُقَالَأَعْلَمُأَنَّاللَّهَعَلَىٰكُلِّشَيْءٍقَدِيرٌ

      Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu 100 tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapa lama kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya telah tinggal di sini 1 hari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini 100 tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikanmu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".
12. Al-Quran dalam surah Al-Kahf (surah ke-18) ayat 9-26 yang mengisahkan sekelompok pemuda yang ditidurkan selama 300 tahun lebih, dan gua bekas peninggalan tempat persembunyian telah ditemukan dekat kota Amman, Yordania, yang sekarang menjadi salah satu objek yang dikunjungi wisatawan dan peziarah.
13. Al-Quran dalam surah Al-Kahfi (surah ke-18) ayat 9-11.


      Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan? (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami berikan rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakan bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)". Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu.
14. Al-Quran dalam surah Al-Kahfi (surah ke-18) ayat 25-26.

      Dan mereka tinggal dalam gua mereka 300 tahun dan ditambah 9 tahun (lagi). Katakan: "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan".
Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online.


2544. HARI KIAMAT -3


HARI KIAMAT-3
(Seri ke-3)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
  Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan bukti adanya hari kiamat?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Al-Quran menguraikan cara pembuktian tentang kepastian adanya hari akhir dengan menggiring pemahaman agar manusia merasa ikut berperan dalam menemukan suatu kebenaran, sehingga manusia merasa memilikinya serta bertanggungjawab untuk mempertahankannya.
2.    Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 49-51.

وَقَالُواأَإِذَاكُنَّاعِظَامًاوَرُفَاتًاأَإِنَّالَمَبْعُوثُونَخَلْقًاجَدِيدًا
۞ قُلْكُونُواحِجَارَةًأَوْحَدِيدًا

مِمَّايَكْبُرُفِيصُدُورِكُمْ ۚ فَسَيَقُولُونَمَنْيُعِيدُنَا ۖ قُلِالَّذِيفَطَرَكُمْأَوَّلَمَرَّةٍ ۚ فَسَيُنْغِضُونَإِلَيْكَرُءُوسَهُمْوَيَقُولُونَمَتَىٰهُوَ ۖ قُلْعَسَىٰأَنْيَكُونَقَرِيبًا

      Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?"
      Katakan: "Jadilah kamu sekalian batu atau besi, atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu". Maka mereka akan bertanya: "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?" Katakan: "Yang telah menciptakanmu pada kali yang pertama". Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata, "Kapan itu (akan terjadi)?" Katakan: "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat",

3.    Al-Quran bermaksud melibatkan manusia dalam penemuan keyakinan tentang hari kebangkitan ini, tidak menjawab pertanyaan kaum musyrik tadi dengan jawaban “ya” atau “tidak”.
4.    Tetapi, Al-Quran mengajukan masalah baru yang belum terlintas dalam benak  mereka, yaitu dengan pernyataan yang diperintahkan kepada Nabi Muhammad untuk disampaikan kepada penanya.
5.    ”Bagaimana seandainya setelah kematian nanti kalian tidak menjadi tulang-belulang yang pernah mengalami hidup, tetapi menjadi batu atau besi atau makhluk lainnya yang aneh yang belum pernah hidup dan menurut kalian lebih mustahil untuk dihidupkan?"
6.    Al-Quran mengajak akal manusia mengajukan pertanyaan yang mereka ajukan semula, “Siapakah yang akan menghidupkan itu semua kembali?”
7.    Jawabannya adalah, “Dia yang pertama kali mewujudkannya, karena sebelumnya mereka tidak ada”.
8.    Karena mewujudkan sesuatu yang pernah “hidup” pasti lebih mudah daripada mewujudkan sesuatu yang “belum hidup” dan tidak pernah berwujud sama sekali.
9.    Al-Quran surah Al-Haj (surah ke-22) ayat 5-7, menganalogkan hari akhir seperti air hujan yang menimpa tanah yang gersang.

يَاأَيُّهَاالنَّاسُإِنْكُنْتُمْفِيرَيْبٍمِنَالْبَعْثِفَإِنَّاخَلَقْنَاكُمْمِنْتُرَابٍثُمَّمِنْنُطْفَةٍثُمَّمِنْعَلَقَةٍثُمَّمِنْمُضْغَةٍمُخَلَّقَةٍوَغَيْرِمُخَلَّقَةٍلِنُبَيِّنَلَكُمْ ۚ وَنُقِرُّفِيالْأَرْحَامِمَانَشَاءُإِلَىٰ أَجَلٍمُسَمًّىثُمَّنُخْرِجُكُمْطِفْلًاثُمَّلِتَبْلُغُواأَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنْكُمْمَنْيُتَوَفَّىٰوَمِنْكُمْمَنْيُرَدُّإِلَىٰأَرْذَلِالْعُمُرِلِكَيْلَايَعْلَمَمِنْبَعْدِعِلْمٍشَيْئًا ۚ وَتَرَىالْأَرْضَهَامِدَةًفَإِذَاأَنْزَلْنَاعَلَيْهَاالْمَاءَاهْتَزَّتْوَرَبَتْوَأَنْبَتَتْمِنْكُلِّزَوْجٍبَهِيجٍ
ذَٰلِكَبِأَنَّاللَّهَهُوَالْحَقُّوَأَنَّهُيُحْيِيالْمَوْتَىٰوَأَنَّهُعَلَىٰكُلِّشَيْءٍقَدِيرٌ

وَأَنَّالسَّاعَةَآتِيَةٌلَارَيْبَفِيهَاوَأَنَّاللَّهَيَبْعَثُمَنْفِيالْقُبُورِ

     Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antaramu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antaramu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
     Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dia yang hak dan sesungguhnya Dia yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala suatu, dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.
10. Al-Quran surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 42, menjelaskan bahwa orang mati mirip dengan orang yang tidur.

اللَّهُيَتَوَفَّىالْأَنْفُسَحِينَمَوْتِهَاوَالَّتِيلَمْتَمُتْفِيمَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُالَّتِيقَضَىٰعَلَيْهَاالْمَوْتَوَيُرْسِلُالْأُخْرَىٰإِلَىٰأَجَلٍمُسَمًّى ۚ إِنَّفِيذَٰلِكَلَآيَاتٍلِقَوْمٍيَتَفَكَّرُونَ

         Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.
11. Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 259 mengisahkan orang yang ditidurkan selama 100 tahun untuk membuktikan adanya kebangkitan.

أَوْكَالَّذِيمَرَّعَلَىٰقَرْيَةٍوَهِيَخَاوِيَةٌعَلَىٰعُرُوشِهَاقَالَأَنَّىٰيُحْيِيهَٰذِهِاللَّهُبَعْدَمَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُاللَّهُمِائَةَعَامٍثُمَّبَعَثَهُ ۖ قَالَكَمْلَبِثْتَ ۖ قَالَلَبِثْتُيَوْمًاأَوْبَعْضَيَوْمٍ ۖ قَالَبَلْلَبِثْتَمِائَةَعَامٍفَانْظُرْإِلَىٰطَعَامِكَوَشَرَابِكَلَمْيَتَسَنَّهْ ۖ وَانْظُرْإِلَىٰحِمَارِكَوَلِنَجْعَلَكَآيَةًلِلنَّاسِ ۖ وَانْظُرْإِلَىالْعِظَامِكَيْفَنُنْشِزُهَاثُمَّنَكْسُوهَالَحْمًا ۚ فَلَمَّاتَبَيَّنَلَهُقَالَأَعْلَمُأَنَّاللَّهَعَلَىٰكُلِّشَيْءٍقَدِيرٌ

      Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu 100 tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapa lama kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya telah tinggal di sini 1 hari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini 100 tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikanmu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".
12. Al-Quran dalam surah Al-Kahf (surah ke-18) ayat 9-26 yang mengisahkan sekelompok pemuda yang ditidurkan selama 300 tahun lebih, dan gua bekas peninggalan tempat persembunyian telah ditemukan dekat kota Amman, Yordania, yang sekarang menjadi salah satu objek yang dikunjungi wisatawan dan peziarah.
13. Al-Quran dalam surah Al-Kahfi (surah ke-18) ayat 9-11.


      Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan? (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami berikan rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakan bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)". Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu.
14. Al-Quran dalam surah Al-Kahfi (surah ke-18) ayat 25-26.

      Dan mereka tinggal dalam gua mereka 300 tahun dan ditambah 9 tahun (lagi). Katakan: "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan".
Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online.


2544. HARI KIAMAT-3


HARI KIAMAT-3
(Seri ke-3)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
  Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan bukti adanya hari kiamat?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1.    Al-Quran menguraikan cara pembuktian tentang kepastian adanya hari akhir dengan menggiring pemahaman agar manusia merasa ikut berperan dalam menemukan suatu kebenaran, sehingga manusia merasa memilikinya serta bertanggungjawab untuk mempertahankannya.
2.    Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 49-51.

وَقَالُواأَإِذَاكُنَّاعِظَامًاوَرُفَاتًاأَإِنَّالَمَبْعُوثُونَخَلْقًاجَدِيدًا
۞ قُلْكُونُواحِجَارَةًأَوْحَدِيدًا

مِمَّايَكْبُرُفِيصُدُورِكُمْ ۚ فَسَيَقُولُونَمَنْيُعِيدُنَا ۖ قُلِالَّذِيفَطَرَكُمْأَوَّلَمَرَّةٍ ۚ فَسَيُنْغِضُونَإِلَيْكَرُءُوسَهُمْوَيَقُولُونَمَتَىٰهُوَ ۖ قُلْعَسَىٰأَنْيَكُونَقَرِيبًا

      Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?"
      Katakan: "Jadilah kamu sekalian batu atau besi, atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu". Maka mereka akan bertanya: "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?" Katakan: "Yang telah menciptakanmu pada kali yang pertama". Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata, "Kapan itu (akan terjadi)?" Katakan: "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat",

3.    Al-Quran bermaksud melibatkan manusia dalam penemuan keyakinan tentang hari kebangkitan ini, tidak menjawab pertanyaan kaum musyrik tadi dengan jawaban “ya” atau “tidak”.
4.    Tetapi, Al-Quran mengajukan masalah baru yang belum terlintas dalam benak  mereka, yaitu dengan pernyataan yang diperintahkan kepada Nabi Muhammad untuk disampaikan kepada penanya.
5.    ”Bagaimana seandainya setelah kematian nanti kalian tidak menjadi tulang-belulang yang pernah mengalami hidup, tetapi menjadi batu atau besi atau makhluk lainnya yang aneh yang belum pernah hidup dan menurut kalian lebih mustahil untuk dihidupkan?"
6.    Al-Quran mengajak akal manusia mengajukan pertanyaan yang mereka ajukan semula, “Siapakah yang akan menghidupkan itu semua kembali?”
7.    Jawabannya adalah, “Dia yang pertama kali mewujudkannya, karena sebelumnya mereka tidak ada”.
8.    Karena mewujudkan sesuatu yang pernah “hidup” pasti lebih mudah daripada mewujudkan sesuatu yang “belum hidup” dan tidak pernah berwujud sama sekali.
9.    Al-Quran surah Al-Haj (surah ke-22) ayat 5-7, menganalogkan hari akhir seperti air hujan yang menimpa tanah yang gersang.

يَاأَيُّهَاالنَّاسُإِنْكُنْتُمْفِيرَيْبٍمِنَالْبَعْثِفَإِنَّاخَلَقْنَاكُمْمِنْتُرَابٍثُمَّمِنْنُطْفَةٍثُمَّمِنْعَلَقَةٍثُمَّمِنْمُضْغَةٍمُخَلَّقَةٍوَغَيْرِمُخَلَّقَةٍلِنُبَيِّنَلَكُمْ ۚ وَنُقِرُّفِيالْأَرْحَامِمَانَشَاءُإِلَىٰ أَجَلٍمُسَمًّىثُمَّنُخْرِجُكُمْطِفْلًاثُمَّلِتَبْلُغُواأَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنْكُمْمَنْيُتَوَفَّىٰوَمِنْكُمْمَنْيُرَدُّإِلَىٰأَرْذَلِالْعُمُرِلِكَيْلَايَعْلَمَمِنْبَعْدِعِلْمٍشَيْئًا ۚ وَتَرَىالْأَرْضَهَامِدَةًفَإِذَاأَنْزَلْنَاعَلَيْهَاالْمَاءَاهْتَزَّتْوَرَبَتْوَأَنْبَتَتْمِنْكُلِّزَوْجٍبَهِيجٍ
ذَٰلِكَبِأَنَّاللَّهَهُوَالْحَقُّوَأَنَّهُيُحْيِيالْمَوْتَىٰوَأَنَّهُعَلَىٰكُلِّشَيْءٍقَدِيرٌ

وَأَنَّالسَّاعَةَآتِيَةٌلَارَيْبَفِيهَاوَأَنَّاللَّهَيَبْعَثُمَنْفِيالْقُبُورِ

     Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antaramu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antaramu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
     Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dia yang hak dan sesungguhnya Dia yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala suatu, dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.
10. Al-Quran surah Az-Zumar (surah ke-39) ayat 42, menjelaskan bahwa orang mati mirip dengan orang yang tidur.

اللَّهُيَتَوَفَّىالْأَنْفُسَحِينَمَوْتِهَاوَالَّتِيلَمْتَمُتْفِيمَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُالَّتِيقَضَىٰعَلَيْهَاالْمَوْتَوَيُرْسِلُالْأُخْرَىٰإِلَىٰأَجَلٍمُسَمًّى ۚ إِنَّفِيذَٰلِكَلَآيَاتٍلِقَوْمٍيَتَفَكَّرُونَ

         Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.
11. Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 259 mengisahkan orang yang ditidurkan selama 100 tahun untuk membuktikan adanya kebangkitan.

أَوْكَالَّذِيمَرَّعَلَىٰقَرْيَةٍوَهِيَخَاوِيَةٌعَلَىٰعُرُوشِهَاقَالَأَنَّىٰيُحْيِيهَٰذِهِاللَّهُبَعْدَمَوْتِهَا ۖ فَأَمَاتَهُاللَّهُمِائَةَعَامٍثُمَّبَعَثَهُ ۖ قَالَكَمْلَبِثْتَ ۖ قَالَلَبِثْتُيَوْمًاأَوْبَعْضَيَوْمٍ ۖ قَالَبَلْلَبِثْتَمِائَةَعَامٍفَانْظُرْإِلَىٰطَعَامِكَوَشَرَابِكَلَمْيَتَسَنَّهْ ۖ وَانْظُرْإِلَىٰحِمَارِكَوَلِنَجْعَلَكَآيَةًلِلنَّاسِ ۖ وَانْظُرْإِلَىالْعِظَامِكَيْفَنُنْشِزُهَاثُمَّنَكْسُوهَالَحْمًا ۚ فَلَمَّاتَبَيَّنَلَهُقَالَأَعْلَمُأَنَّاللَّهَعَلَىٰكُلِّشَيْءٍقَدِيرٌ

      Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata: "Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu 100 tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya: "Berapa lama kamu tinggal di sini?" Ia menjawab: "Saya telah tinggal di sini 1 hari atau setengah hari". Allah berfirman: "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini 100 tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berobah; dan lihatlah kepada keledaimu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikanmu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging". Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".
12. Al-Quran dalam surah Al-Kahf (surah ke-18) ayat 9-26 yang mengisahkan sekelompok pemuda yang ditidurkan selama 300 tahun lebih, dan gua bekas peninggalan tempat persembunyian telah ditemukan dekat kota Amman, Yordania, yang sekarang menjadi salah satu objek yang dikunjungi wisatawan dan peziarah.
13. Al-Quran dalam surah Al-Kahfi (surah ke-18) ayat 9-11.


      Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan? (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: "Wahai Tuhan kami berikan rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakan bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)". Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu.
14. Al-Quran dalam surah Al-Kahfi (surah ke-18) ayat 25-26.

      Dan mereka tinggal dalam gua mereka 300 tahun dan ditambah 9 tahun (lagi). Katakan: "Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain daripada-Nya; dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan".
Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online.