Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, January 2, 2020

4171. SURAH AL-WAQIAH 27-29


SURAH AL-WAQIAH 27-29
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.


1.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 27.
وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ
Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.

2.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 28.
فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ
Mereka berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,

3.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 29.
وَطَلْحٍ مَنْضُودٍ
dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),

4.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 30.
وَظِلٍّ مَمْدُودٍ
dan naungan yang terbentang luas,

5.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 31.
وَمَاءٍ مَسْكُوبٍ
dan air yang mengalir terus menerus,

6.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 32.
وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ
dan buah-buahan yang banyak,

7.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 33.
لَا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ
yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,

8.    Asbanun-nuzul (penyebab turunyan) surah Al-Waqiah (suah ke-56) ayat 27-29.
1)    Atha’ bin Mujahid menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan sikap penduduk Thaif.
2)    Rasulullah mengizinkan penduduk Thaif menguasai lembah yang indah, subur, dan tempat sarang madu.
3)    Mereka mendengar bahwa surga itu serba sangat mengagumkan.
4)    Penduduk Thaif berangan-angan memiliki lembah di surga seperti yang mereka miliki sekarang.
5)    Kemudian turun ayat 27-29 yang melukiskan kehidupan di surga.




Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3.    Tafsirq.com online.










4171. SURAH AL-WAQIAH 27-29


SURAH AL-WAQIAH 27-29
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.


1.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 27.
وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ
Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.

2.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 28.
فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ
Mereka berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,

3.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 29.
وَطَلْحٍ مَنْضُودٍ
dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),

4.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 30.
وَظِلٍّ مَمْدُودٍ
dan naungan yang terbentang luas,

5.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 31.
وَمَاءٍ مَسْكُوبٍ
dan air yang mengalir terus menerus,

6.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 32.
وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ
dan buah-buahan yang banyak,

7.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 33.
لَا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ
yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,

8.    Asbanun-nuzul (penyebab turunyan) surah Al-Waqiah (suah ke-56) ayat 27-29.
1)    Atha’ bin Mujahid menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan sikap penduduk Thaif.
2)    Rasulullah mengizinkan penduduk Thaif menguasai lembah yang indah, subur, dan tempat sarang madu.
3)    Mereka mendengar bahwa surga itu serba sangat mengagumkan.
4)    Penduduk Thaif berangan-angan memiliki lembah di surga seperti yang mereka miliki sekarang.
5)    Kemudian turun ayat 27-29 yang melukiskan kehidupan di surga.




Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3.    Tafsirq.com online.










4171. SURAH AL-WAQIAH 27-29


SURAH AL-WAQIAH 27-29
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.


1.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 27.
وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ
Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.

2.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 28.
فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ
Mereka berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,

3.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 29.
وَطَلْحٍ مَنْضُودٍ
dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),

4.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 30.
وَظِلٍّ مَمْدُودٍ
dan naungan yang terbentang luas,

5.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 31.
وَمَاءٍ مَسْكُوبٍ
dan air yang mengalir terus menerus,

6.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 32.
وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ
dan buah-buahan yang banyak,

7.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 33.
لَا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ
yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,

8.    Asbanun-nuzul (penyebab turunyan) surah Al-Waqiah (suah ke-56) ayat 27-29.
1)    Atha’ bin Mujahid menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan sikap penduduk Thaif.
2)    Rasulullah mengizinkan penduduk Thaif menguasai lembah yang indah, subur, dan tempat sarang madu.
3)    Mereka mendengar bahwa surga itu serba sangat mengagumkan.
4)    Penduduk Thaif berangan-angan memiliki lembah di surga seperti yang mereka miliki sekarang.
5)    Kemudian turun ayat 27-29 yang melukiskan kehidupan di surga.




Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3.    Tafsirq.com online.










4171. SURAH AL-WAQIAH 27-29


SURAH AL-WAQIAH 27-29
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.


1.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 27.
وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ
Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.

2.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 28.
فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ
Mereka berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,

3.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 29.
وَطَلْحٍ مَنْضُودٍ
dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),

4.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 30.
وَظِلٍّ مَمْدُودٍ
dan naungan yang terbentang luas,

5.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 31.
وَمَاءٍ مَسْكُوبٍ
dan air yang mengalir terus menerus,

6.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 32.
وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ
dan buah-buahan yang banyak,

7.    Al-Quran surah Al-Waqiah (surah ke-56) ayat 33.
لَا مَقْطُوعَةٍ وَلَا مَمْنُوعَةٍ
yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,

8.    Asbanun-nuzul (penyebab turunyan) surah Al-Waqiah (suah ke-56) ayat 27-29.
1)    Atha’ bin Mujahid menjelaskan ayat ini turun berkenaan dengan sikap penduduk Thaif.
2)    Rasulullah mengizinkan penduduk Thaif menguasai lembah yang indah, subur, dan tempat sarang madu.
3)    Mereka mendengar bahwa surga itu serba sangat mengagumkan.
4)    Penduduk Thaif berangan-angan memiliki lembah di surga seperti yang mereka miliki sekarang.
5)    Kemudian turun ayat 27-29 yang melukiskan kehidupan di surga.




Daftar Pustaka
1.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3.    Tafsirq.com online.










4170. TEMPAT MENYEKUTUKAN ALLAH


TEMPAT MENYEKUTUKAN ALLAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
1.    Jamaah Tablig.
2.    Jika umat Islam  melewati suatu jalan di depan sebuah gereja.
3.    Atau melihat sebuah gereja.
4.    Atau tempat lainnya yang dipakai untuk MENYEKUTUKAN ALLAH.
5.    Maka umat lslam disunahkan untuk mengucapkan,”La ilaha illallah, la makbuda illallah”.
6.    Sebanyak  3 kali.
7.    Yang artinya,”Tidak ada tuhan selain Allah, dan tidak ada yang layak disembah selain Allah.”
(Sumber: Jamaah Tablig)

4170. TEMPAT MENYEKUTUKAN ALLAH


TEMPAT MENYEKUTUKAN ALLAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
1.    Jamaah Tablig.
2.    Jika umat Islam  melewati suatu jalan di depan sebuah gereja.
3.    Atau melihat sebuah gereja.
4.    Atau tempat lainnya yang dipakai untuk MENYEKUTUKAN ALLAH.
5.    Maka umat lslam disunahkan untuk mengucapkan,”La ilaha illallah, la makbuda illallah”.
6.    Sebanyak  3 kali.
7.    Yang artinya,”Tidak ada tuhan selain Allah, dan tidak ada yang layak disembah selain Allah.”
(Sumber: Jamaah Tablig)

4170. TEMPAT MENYEKUTUKAN ALLAH


TEMPAT MENYEKUTUKAN ALLAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
1.    Jamaah Tablig.
2.    Jika umat Islam  melewati suatu jalan di depan sebuah gereja.
3.    Atau melihat sebuah gereja.
4.    Atau tempat lainnya yang dipakai untuk MENYEKUTUKAN ALLAH.
5.    Maka umat lslam disunahkan untuk mengucapkan,”La ilaha illallah, la makbuda illallah”.
6.    Sebanyak  3 kali.
7.    Yang artinya,”Tidak ada tuhan selain Allah, dan tidak ada yang layak disembah selain Allah.”
(Sumber: Jamaah Tablig)

4170. TEMPAT MENYEKUTUKAN ALLAH


TEMPAT MENYEKUTUKAN ALLAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
1.    Jamaah Tablig.
2.    Jika umat Islam  melewati suatu jalan di depan sebuah gereja.
3.    Atau melihat sebuah gereja.
4.    Atau tempat lainnya yang dipakai untuk MENYEKUTUKAN ALLAH.
5.    Maka umat lslam disunahkan untuk mengucapkan,”La ilaha illallah, la makbuda illallah”.
6.    Sebanyak  3 kali.
7.    Yang artinya,”Tidak ada tuhan selain Allah, dan tidak ada yang layak disembah selain Allah.”
(Sumber: Jamaah Tablig)

4170. TEMPAT MENYEKUTUKAN ALLAH


TEMPAT MENYEKUTUKAN ALLAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
1.    Jamaah Tablig.
2.    Jika umat Islam  melewati suatu jalan di depan sebuah gereja.
3.    Atau melihat sebuah gereja.
4.    Atau tempat lainnya yang dipakai untuk MENYEKUTUKAN ALLAH.
5.    Maka umat lslam disunahkan untuk mengucapkan,”La ilaha illallah, la makbuda illallah”.
6.    Sebanyak  3 kali.
7.    Yang artinya,”Tidak ada tuhan selain Allah, dan tidak ada yang layak disembah selain Allah.”
(Sumber: Jamaah Tablig)