Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, October 1, 2020

5643. FUNGSINYA UANG

 


FUNGSINYA UANG

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

A.  Fungsi uang.

 

1.  Uang bisa diartikan “alat tukar atau standar pengukur  nilai (kesatuan hitungan) yang sah, dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara berupa emas, perak, atau logam lain yang dicetak dengan bentuk dan gambar tertentu

 

2.  Uang antara lain diartikan sebagai harta kekayaan dan nilai tukar bagi sesuatu.

 

3.  Pandangan  Islam terhadap uang dan harta amat positif.

 

 

4.  Dalam Al-Quran, kata “mal” (uang) dalam bentuk tunggal terulang dalam Al-Quran 25 kali.

 

5.   Kata “amwal” (dalam bentuk  jamak) 61 kali.

6.  Kata “mal” (uang) punya 2 bentuk.

 

1)  Uang tidak dihubungkanb dengan pemilik.

2)  Uang yang dihubungkan dengan Sesutu.

 

7.  Uang tidak dihubungkan kepada pemilik.

 

1)  Artinya “uang” dan “harta” adalah berdiri sendiri.

2)  Harta tidak menjadi objek kegiatan manusia.

3)  Tetapi berpotensi untuk itu.

 

8.  Uang dihubungkan kepada  sesuatu, misalnya:

 

1)  Harta mereka.

2)  Harta anak yatim.

 

3)  Hartamu.

4)  Dan lainnya.

 

9.  Artinya harta yang menjadi objek  kegiatan.

 

10.      Bentuk  ini yang terbanyak dipakai Al-Quran.

 

11.      Dalam Al-Quran, kata “harta” bentuk pertama 23 kali.

12.      Dan bentuk kedua 54  kali.

 

13.      Jumlah terbanyak dibicarakan harta dalam bentuk objek.

 

14.      Yang mengesankan seharusnya “harta” dan “uang”  menjadi  objek kegiatan manusia dalam ekonomi.

 

 

15.       Modal menurut Al-Quran:

 

1)  Modal ke-1: Manusia.

2)  Modal ke-2: Sumber daya alam.

 

16.      Uang adalah modal dan salah satu faktor produksi penting.

17.      Tapi bukan terpenting.

 

18.      Pandangan ini berbeda pendapat sebagian pelaku ekonomi modern.

 

19.      Yang menganggap uang adalah segalanya.

 

20.      Sehingga manusia dan sumber daya alam ditelantarkan.

 

 

21.      Modal tidak boleh diabaikan.

22.      Manusia wajib memakai modal dengan baik.

23.      Agar modal terus produktif dan tidak habis dipakai.

 

24.      Seorang wali yang mengurus dan menguasai harta orang lain yang belum mampu mengurus hartanya sendiri diperintahkan mengembangkannya.

 

25.      Untuk membiayai kebutuhan pemiliknya yang tidak mampu.

 

26.      Dari keuntungan perputaran modalnya.

 

27.      Bukan dari pokok modalnya.

 

28.      Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 5.

 

وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا وَارْزُقُوهُمْ فِيهَا وَاكْسُوهُمْ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا

   

    Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan. Beri mereka belanja dan pakaian (dari hasil harta itu) dan ucapkan kepada mereka perkataan yang baik.

 

 

29.      Ayat Al-Quran menyatakan, “Warzuquhum fiha”.

30.      Bukan “Warzuquhum  minha”.

 

31.      Kata “Minha” artinya “dari modal”.

32.      Kata “fiha” artinya “di dalam modal”.

 

33.      Yaitu adanya sesuatu yang masuk dari luar ke dalam.

34.      Berupa keuntungan yang diperoleh dari hasil usaha.

 

35.      Modal tidak boleh menghasilkan dari dirinya sendiri.

36.      Tapi harus dengan usaha manusia.

 

 

37.      Sehingga membungakan uang bentuk riba dan judI dilarang Al-Quran.

 

38.      Hikmah riba dilarang dan zakat sebesar 2,5 persen terhadap uang, meskipun tidak diperdagangkan:

 

1)  Mendorong kegiatan ekonomi.

2)  Terjadi perputaran dana.

3)  Mengurangi spekulasi dan penimbunan.

 

39.      Al-Quran surah Al-Taubah (surah ke-9) ayat 34.

 

۞ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۗ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

     

        Hai orang-orang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang alim Yahudi dan rahib Nasrani benar-benar makan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukan kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa pedih.

 

 

40.      Uang dan harta dijadikan Allah untuk sarana kehidupan manusia memenuhi kebutuhannya.

 

41.      Menyimpan uang dan harta tanpa diputar dan penimbunan kebutuhan, tidak sejalan dengan tujuan itu.

 

 

42.      Para pemilik uang yang tidak mampu mengelola uangnya.

 

43.      Al-Quran dan sunah Nabi memberi jalan:

 

1)  Murabahah.

2)  Mudharabah.

3)  Musyarakah.

 

44.       Murabahah adalah pembelian barang menurut perincian yang ditetapkan pengutang dengan keuntungan dan waktu pembayaran yang disepakati.

 

45.      Mudharabah adalah bergabungnya tenaga kerja dengan pemilik modal sebagai mitra usaha dan keuntungan yang dibagi sesuai rasio kesepakatan.

 

 

46.      Musyarakah adalah memadukan modal bersama memutarnya dengan kesepakatan rasio laba yang akan diterima.

 

47.      Cara ini akan mendorong para pemilik harta kekayaan memutarkan modalnya dalam kegiatan ekonomi.

 

 

 

48.      Karena uang adalah sarana kehidupan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online.             

5642. HARTA BENDA YANG WAJIB DIZAKATI

 


HARTA BENDA YANG WAJIB DIZAKATI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

A.  Pengertian zakat.

 

1.  Zakat menurut istilah agama Islam adalah kadar harta tertentu diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan beberapa syarat.

 

2.  Zakat adalah salah satu rukun Islam yang hukumnya “fardu ain” (kewajiban perorangan) bagi orang-orang yang telah memenuhi syaratnya.

 

 

3.  Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 277.  

 

      إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

    

      Sesungguhnya orang-orang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan salat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

 

4.  Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 77.

 

      أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللَّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً ۚ وَقَالُوا رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَ لَوْلَا أَخَّرْتَنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ ۗ قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَىٰ وَلَا تُظْلَمُونَ فَتِيلًا

    

     Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka:”Tahanlah tanganmu (dari berperang), dirikan salat dan tunaikan zakat!" Setelah diwajibkan kepada mereka berperang, tiba-tiba sebagian dari mereka (golongan munafik) takut kepada manusia (musuh), seperti takutnya kepada Allah, bahkan lebih sangat dari itu takutnya. Mereka berkata,”Ya Tuhan kami, mengapa Engkau wajibkan berperang kepada kami? Mengapa tidak Engkau tangguhkan (kewajiban berperang) kepada kami beberapa waktu lagi?” Katakan:”Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa dan kamu tidak akan dianiaya sedikit pun.”

 

5.  Rasulullah bersabda,”Islam ditegakkan di atas 5 dasar. yaitu bersaksi tidak ada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah, mendirikan salat 5 waktu, membayar zakat, berpuasa bulan Ramadan, dan beribadah haji ke Mekah.”

 

6.  Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah bersabda,”Seseorang menyimpan hartanya, tidak mengeluarkan zakatnya akan dibakar dalam neraka Jahanam, dia akan disetrika lambungnya, dahinya… dan seterusnya (hadis ini panjang).”

 

 

B.  Harta benda yang wajib dikeluarkan zakatnya:

1.  Hewan ternak.

2.  Emas dan perak.

3.  Bahan makanan mengenyangkan perut.

4.  Buah-buahan.

5.  Harta benda yang dipakai bisnis.

 

C. Zakat hewan ternak.

 

1.  Ke-1: Hewan ternak wajib dikeluarkan zakatnya menurut ijmak ulama adalah: unta, sapi, kerbau, dan kambing.

 

2.  Syarat pemilik hewan wajib mengeluarkan zakatnya:

 

1)  Orang Islam.

    Orang yang bukan Islam meskipun punya unta, sapi, kerbau, dan kambing tidak wajib mengeluarkan zakatnya.

 

2)  Orang merdeka.

Seorang budak tidak wajib berzakat.

3)  Hewan itu milik sempurna.

Hewan yang belum jadi milik secara sempurna tidak wajib dikeluarkan zakatnya.

 

4)  Hewan itu cukup nisabnya.

Yaitu mencapai jumlah harta benda yang dikenakan zakatnya.

 

5)  Hewan itu dimiliki 1 tahun penuh.

 

6)  Hewan itu digembalakan di rerumputan bebas.

a.  Hewan yang diberi makanan tidak wajib dikeluarkan zakatnya.

b.  Hewan ternak yang dipakai membajak sawah, menarik gerobak, atau hewan yang dipakai membantu bekerja tidak wajib dikeluarkan zakatnya.

 

 

D. Emas dan perak wajib dikeluarkan zakatnya.

 

1.  Semua hasil tambang yang lainnya tidak wajib dikeluarkan zakatnya.

 

2.  Syarat pemilik emas dan perak yang wajib mengeluarkan zakatnya.

1)  Orang Islam.

2)  Orang merdeka.

 

3)  Menjadi milik sempurna.

4)  Sudah cukup nisabnya.

5)  Disimpan selama 1 tahun.

 

 

E.  Bahan makanan yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah yang mengenyangkan perut manusia.

 

1.  Misalnya beras, jagung, gandum, dan lainnya terkena zakat.

 

2.  Bahan makanan tidak mengenyangkan perut manusia tidak wajib dikeluarkan zakatnya.

 

3.  Misalnya: kacang-kacangan, buncis, dan lainnya tidak terkena zakat.

 

 

F.  Syarat bagi pemilik bahan makanan yang wajib dikeluarkan zakatnya.

 

1.  Orang Islam.

2.  Menjadi milik sempurna.

 

3.  Sudah cukup nisabnya.

4.  Disimpan selama 1 tahun.

 

G. Buah yang terkena zakat adalah kurma dan anggur.

1.  Buah yang lain tidak wajib dikeluarkan zakatnya.

2.  Syarat bagi pemilik buah kurma dan anggur yang wajib dikeluarkan zakatnya.

 

1.  Orang Islam.

2.  Orang merdeka.

 

3.  Menjadi milik sempurna.

4.  Sudah cukup nisabnya.

 

H. Zakat benda yang diperdagangkan.

 

1.  Harta benda yang dipakai bisnis wajib dikeluarkan zakatnya.

a.  Misalnya: berupa kain dan lainnya.

2.  Syarat bagi pemilik harta benda perniagaan yang wajib dikeluarkan zakatnya.

 

1)  Orang Islam.

2)  Orang merdeka.

3)  Menjadi milik sempurna.

 

4)  Sudah cukup nisabnya.

5)  Disimpan selama 1 tahun.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.  Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.

5641. NISAB ZAKAT HEWAN UNTA

 

NISAB ZAKAT HEWAN UNTA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

A.  Nisab zakat unta.

 

1.  Zakat adalah salah satu rukun Islam mengatur harta yang wajib dikeluarkan kepada mustahik (orang yang berhak).

 

2.  Zakat menurut istilah agama Islam adalah kadar harta tertentu yang diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan beberapa syarat. 

 

 

3.  Zakat adalah salah satu rukun Islam.

 

4.  Zakat hukumnya “fardu ain” (kewajiban perorangan) bagi orang yang telah memenuhi syaratnya.

5.  Kata “nisab” adalah jumlah harta minimal yang terkena zakat.

 

6.  Haul adalah jangka waktu 1 tahun yang jadi batas kewajiban bayar zakat bagi pemilikan harta kekayaan, seperti perniagaan, emas, ternak.

 

 

7.  Hewan ternak yang wajib dikeluarkan zakatnya menurut ijmak ulama adalah:

1)  Unta.

2)  Sapi.

3)  Kerbau.

 

8.  Haulnya adalah setelah 1 tahun.

 

 

B.  Syarat pemilik hewan ternak wajib mengeluarkan zakatnya:

 

1.  Orang Islam. Orang bukan Islam meskipun punya unta, sapi, kerbau, dan kambing tidak wajib mengeluarkan zakatnya.

9.  Orang merdeka. Seorang budak tidak wajib berzakat.

 

10.      Hewan itu menjadi milik yang sempurna. Hewan yang belum menjadi milik secara sempurna tidak wajib dikeluarkan zakatnya.

 

11.      Hewan itu cukup nisabnya. Yaitu mencapai jumlah harta benda yang dikenakan zakatnya.

 

 

12.      Hewan itu dimiliki selama 1 tahun penuh.

 

13.      Hewan itu digembalakan di rerumputan bebas. Hewan yang diberi makanan tidak wajib dikeluarkan zakatnya.

 

14.      Binatang ternak yang dipakai membajak sawah, menarik gerobak, atau hewan yang dipakai membantu bekerja tidak wajib dikeluarkan zakatnya.

 

 

15.      Batas nisab ternak unta adalah 5 ekor.

16.      Artinya jika jumlah untanya kurang dari 5 ekor, maka peternak tidak wajib mengeluarkan zakat untuk untanya.

 

 

 

C. Jumlah zakat yang harus dikeluarkan untuk ternak unta:

 

1.  Unta sebanyak 5 - 9 ekor.

Zakatnya berupa 1 ekor kambing umur 2 tahun lebih.

 

2.  Unta sebanyak 10 - 14 ekor.

Zakatnya berupa 2 ekor kambing umur 2 tahun lebih.

 

3.  Unta sebanyak 15 - 19 ekor.

Zakatnya berupa 3 ekor kambing umur 2 tahun lebih.

 

4.  Unta sebanyak 20 - 24 ekor.

Zakatnya berupa 4 ekor kambing umur 2 tahun lebih.

 

 

5.  Unta sebanyak 25 - 35 ekor.

Zakatnya berupa 1 ekor anak unta umur 1 tahun lebih.

 

6.  Unta sebanyak 36 - 45 ekor.

Zakatnya berupa 1 ekor anak unta umur 2 tahun lebih.

 

7.  Unta sebanyak 46 - 60 ekor.

Zakatnya berupa 1 ekor anak unta berumur 3 tahun lebih.

 

8.  Unta sebanyak 61 - 75 ekor.

9.  Zakatnya berupa 1  ekor anak unta berumur 4 tahun lebih.

 

 

10.              Unta sebanyak 76 - 90 ekor.

Zakatnya berupa 2 ekor anak unta berumur 2 tahun lebih.

11.              Unta sebanyak 91 - 120 ekor.

Zakatnya berupa 2 ekor anak unta berumur 3 tahun lebih.

 

12.              Unta sebanyak 121 ekor lebih.

Zakatnya berupa 3 ekor anak una berumur 3 tahun lebih.

 

13.              Jumlah unta yang lebih dari 121 ekor.

Dihitung tiap 40 ekor, zakatnya berupa 1 ekor anak unta umur 2 tahun lebih.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.