Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, October 7, 2020

5753. BODOH DAN MISKIN SEBAB KURANG BERSYUKUR

 


BODOH DAN MISKIN SEBAB KURANG BERSYUKUR

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

A.  Kebodohan dan kemiskinan muncul karena kurang bersyukur terhadap nikmat Allah.

 

1.  Bangsa Indonesia wajib bersyukur dengan nikmat kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

 

2.  Kata “syukur” dalam bahasa agama artinya “memakai atau mengolah nikmat yang dilimpahkan oleh Allah sesuai dengan tujuan dianugerahkannya”.

 

 

3.  Al-Quran secara tegas menyatakan manusia ditugaskan sebagai khalifah untuk membangun peradaban di bumi.

 

4.  Meskipun para malaikat mendambakan tugas itu, tetapi tidak memperolehnya.

 

 

5.  Para malaikat hanya mampu “melakukan apa yang diperintahkan Allah, tetapi tidak punya daya kreasi atau inisiatif”.

 

6.  Seluruh alam semesta diciptakan oleh Allah untuk diolah manusia demi kenyamanan hidupnya di dunia dan kebahagiaannya di akhirat.

 

7.  Pada dasarnya kegiatan apa pun boleh dilakukan oleh manusia.

 

 

8.  Tetapi terdapat peringatan, yaitu:

 

1)  Berapa pun panjangnya umurmu, kematian pasti datang.

 

2)  Kamu boleh bertindak semaumu, tetapi perhitungan tanggungjawab pasti dilakukan.

 

9.  Apakah peringatan semacam ini bertujuan menakuti manusia?

10.       

Jawabnya,” Tidak, karena dia adalah kebenaran”.

 

 

11.      Apakah hal itu akan menghambat pembangunan?

 

12.      Jawabnya,”Justru sebaliknya, hal itu akan menambah semangat dalam pembangunan”.

 

13.      Nabi Muhammad bersabda terhadap sekelompok pemuda yang sedang duduk menganggur sambil tertawa terbahak-bahak.

 

14.      ”Perbanyaklah kalian mengingat mati, niscaya kalian akan sedikit tertawa, dan banyak menangis”.

 

 

15.      Para ulama berpendapat penyakit yang diderita manusia seperti gelisah dan sengsara adalah siksaan Allah di dunia, karena ada pelanggaran sunatullah (hukum Allah yang berlaku di alam semesta).

 

16.      Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 268.

 

      الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ ۖ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

      

     Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

 

 

17.      Manusia diperintahkan meneladani sifat-sifat Allah yang mulia, sesuai dengan posisi manusia sebagai makhluk Allah.

 

18.      Misalnya Allah Maha Kaya, dan Maha Kuasa dan sifat mulia lainnya.

 

19.      Orang yang puas dengan hasil yang diperolehnya, padahal kemampuannya masih bisa menambah lagi hasilnya untuk kemanfaatan dirinya dan makhluk lainnya.

 

20.      Pada hakikatnya orang itu kurang menghayati ajaran agama.

 

 

21.      Dalam literatur keagamaan dikenal istilah “qana'ah”.

22.       

23.      Tetapi “qana'ah” bukan sekadar “merasa puas dengan apa yang dimiliki”.

 

24.      Tetapi kepuasan yang dimaksudkan adalah hasil akhir yang maksimal yang didahului oleh:

 

 

1)  lngin meraih sesuatu.

 

2)  Usaha maksimal.

 

3)  Berhasil dalam berusaha.

 

 

4)  Menyerahkan dengan sukarela sesuatu yang telah diraihnya kepada orang lebih butuh.

 

5)  Merasa puas dengan apa yang telah dimiliki sebelumnya.

 

25.      Jika ada orang potensinya terabaikan atau pekerjaannya sia-sia, maka bisa dikatakan dia orang kurang bersyukur terhadap nikmat dari Allah.

 

26.      Karena dia tidak memanfaatkannya secara maksimal.

 

27.      Al-Quran surah An-Nahal (surah ke-16) ayat 14.

 

      وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

     

     Dan Dia Allah yang menundukkan lautan (untukmu) agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur.

 

 

28.      Pada umumnya potensi dan kemampuan umat Islam belum dimanfaatkan optimal.

 

29.      Sehingga muncul keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan dalam masyarakat.

 

30.      Munculnya keterbelakangan, kebodohan, dan kemiskinan bisa dikatakan umat Islam kurang bersyukur terhadap nikmat yang diberikan oleh Allah.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online

5752. DILARANG MEMAKSA WANITA

 


DILARANG MEMAKSA WANITA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A.  Dilarang mewarisi wanita dengan paksaan.

 

1.  Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 19.

 

  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

     

 

      Hai orang-orang beriman, tidak halal bagimu mewarisi wanita dengan jalan paksa dan jangan kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.

 

 

B.  Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 19.

 

1.  Ibnu Abbas menjelaskan pada zaman Jahiliah, jika seorang suami wafat, maka para walinya boleh menikahi atau menikahkan istri almarhum dengan orang lain.

 

2.  Para walinya lebih berhak atas istri almarhum daripada keluarga istrinya.

 

 

3.  Kemudian turun ayat 19 ini.

 

4.  Dilarang mewarisi wanita dengan paksa, bukan berarti mewarisi wanita tidak dengan paksaan dibolehkan.

 

5.  Menurut sebagian adat Arab jahiliah, jika seorang suami meninggal, maka anak tertua atau keluarga yang lain mewarisi jandanya (istri almarhum).

 

6.  Janda itu boleh dinikahi sendiri, atau dinikahkan dengan orang lain dengan mahar kawin diambil oleh pewaris, atau tidak boleh menikah lagi.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

5751. JANGAN IRI, KARENA PRIA IKUT PERANG

 


JANGAN IRI, KARENA PRIA IKUT PERANG

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A.  Kaum wanita jangan iri kepada kaum pria.

 

1.  Karena kaum pria ikut berperang melawan musuh.

 

2.  Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 32.

 

      وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا ۖ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

    

 

     Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi pria ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohon kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

 

 

B.  Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 32.

 

1.  Ummu Salamah berkata,”Kaum pria ikut berperang, sedangkan kaum wanita tidak ikut berperang. Sehingga wanita mendapat separuh disbanding pria dalam hak waris.”

 

2.  Kemudian turun ayat 32 ini.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

5750. HARAM MENIKAH DENGAN WANITA BERSUAMI

 


HARAM MENIKAH DENGAN WANITA BERSUAMI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A.  Haram menikah dengan wanita yang masih punya suami.

 

1.  Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 24.

 

      ۞ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۖ كِتَابَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ ۚ وَأُحِلَّ لَكُمْ مَا وَرَاءَ ذَٰلِكُمْ أَنْ تَبْتَغُوا بِأَمْوَالِكُمْ مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ ۚ فَمَا اسْتَمْتَعْتُمْ بِهِ مِنْهُنَّ فَآتُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ فَرِيضَةً ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا تَرَاضَيْتُمْ بِهِ مِنْ بَعْدِ الْفَرِيضَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

 

     Dan (diharamkan juga kamu menikahi) wanita bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atasmu. Dan dihalalkan bagimu selain yang demikian, jika  kamu berusaha dengan  hartamu untuk menikahinya bukan untuk berzina. Maka karena kenikmatan yang telah kamu dapatkan dari mereka, berikan maskawinnya kepada mereka sebagai suatu kewajiban. Tetapi tidak mengapa jika di antaramu telah saling merelakannya, setelah ditetapkan. Sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

 

B.  Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 24.

 

1.  Abu Said Kudri menjelaskan pada saat Perang Hunain, Rasulullah mengirim pasukan ke Authas. 

 

2.  Pasukan Islam mendapat beberapa wanita rampasan perang yang menjadi hamba sahaya.

 

 

3.  Para sahabat enggan menggauli wanita rampasan perang, karena mereka telah bersuami sebelumnya.

 

4.  Kemudian turun ayat 24 ini untuk memperjelas.

 

2.  Hamba sahaya dan perbudakan dalam pengertian ini, pada zaman sekarang sudah tidak ada.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

5749. MASKAWIN JANGAN DIAMBIL LAGI

 


MASKAWIN JANGAN DIAMBIL LAGI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A.  Mahar atau maskawin jangan diambil lagi.

 

1.  Mahar adalah pemberian wajib berupa uang atau barang dari mempelai pria kepada mempelai wanita ketika dilangsungkan akad nikah.

 

2.  Mahar disebut juga maskawin.

 

 

 

3.  Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 20.

 

      وَإِنْ أَرَدْتُمُ اسْتِبْدَالَ زَوْجٍ مَكَانَ زَوْجٍ وَآتَيْتُمْ إِحْدَاهُنَّ قِنْطَارًا فَلَا تَأْخُذُوا مِنْهُ شَيْئًا ۚ أَتَأْخُذُونَهُ بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا

    

      Dan jika kamu ingin mengganti istrimu dengan istri yang lain, sedangkan kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak, maka kamu jangan mengambil kembali meskipun sedikit. Apakah kamu akan mengambilnya kembali dengan tuduhan yang dusta dan dengan (menanggung) dosa yang nyata?

 

 

4.  Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 21.

 

      وَكَيْفَ تَأْخُذُونَهُ وَقَدْ أَفْضَىٰ بَعْضُكُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا

    

      Dan bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal kamu telah bergaul (bercampur) sebagai suami-istri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil darimu perjanjian yang kuat (ikatan pernikahan).

 

 

B.  Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 20 dan 21.

 

1.  Abu Ajfa Salimi menjelaskan dalam masyarakat jahiliah, jika suami bercerai dengan istrinya, maka suami terbiasa mengambil kembali maharnya.

 

2.  Umar bin Khattab berkata,”Ingat, kamu jangan sekali pun mengambil harta (mahar) yang telah kamu berikan kepada istrimu.”

 

 

3.  Kemudian turun ayat 20 dan 21 ini.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

5748. HARAM MENIKAHI WANITA SAUDARA BERSAMAAN

 


HARAM MENIKAHI WANITA SAUDARA BERSAMAAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A.  Seorang pria dilarang menikah dengan istri ayahnya maupun mantan istri ayahnya.

 

1.  Juga dilarang menikah dengan wanita bersaudara bersamaan.

 

2.  Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 22.

 

وَلَا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۚ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلًا

    

      Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) lampau. Sesungguhnya perbuatan itu sangat  keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).

 

 

B.  Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 22.

 

1.  lbnu Abbas menuturkan termasuk adat jahiliah adalah mereka mengharamkan sesuatu yang diharamkan bagi mereka.

 

2.  Tetapi mereka menikahi istri ayahnya dan menikahi 2 bersaudara bersamaan.

 

3.  Kemudian turun ayat 22 ini untuk memperjelas.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

5747. HARAM MENIKAHI ISTRI AYAH

 


HARAM MENIKAHI ISTRI AYAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A.  Seorang pria dilarang menikah dengan istri ayahnya maupun mantan istri ayahnya.

 

1.  Juga dilarang menikah dengan wanita bersaudara bersamaan.

 

2.  Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 22.

 

وَلَا تَنْكِحُوا مَا نَكَحَ آبَاؤُكُمْ مِنَ النِّسَاءِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۚ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَمَقْتًا وَسَاءَ سَبِيلًا

    

      Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) lampau. Sesungguhnya perbuatan itu sangat  keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).

 

 

B.  Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 22.

 

1.  lbnu Abbas menuturkan termasuk adat jahiliah adalah mereka mengharamkan sesuatu yang diharamkan bagi mereka.

 

2.  Tetapi mereka menikahi istri ayahnya dan menikahi 2 bersaudara bersamaan.

 

3.  Kemudian turun ayat 22 ini untuk memperjelas.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.

5746. SUAMI WAJIB JAGA ISTRINYA

 


SUAMI WAJIB JAGA ISTRINYA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

A.  Suami wajib menjaga istrinya.

 

1.  Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 34.

 

      الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

 

      Kaum pria (suami) adalah pemimpin bagi kaum wanita (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (pria) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (pria) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi menjaga diri ketika suaminya tidak ada, karena Allah telah menjaga mereka. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan akan nusyuz, maka nasihati mereka dan pisah ranjang dengan mereka, dan jika perlu pukul mereka. Tetapi jika mereka menaatimu, maka jangan kamu mencari alasan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

 

 

2.  Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 35.

 

 

      وَإِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوا حَكَمًا مِنْ أَهْلِهِ وَحَكَمًا مِنْ أَهْلِهَا إِنْ يُرِيدَا إِصْلَاحًا يُوَفِّقِ اللَّهُ بَيْنَهُمَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا خَبِيرًا

    

      Dan jika kamu khawatir terjadi  sengketa antara keduanya, maka kirim seorang juru damai keluarga pria dan juru damai keluarga wanita. Jika kedua juru damai bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

 

 

B.  Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 34 dan 35.

 

1.  Hasan menjelaskan tentang seorang istri yang mengadu kepada Rasulullah karena suaminya telah menampar wajahnya.

 

2.  Rasulullah bersabda,”Suamimu berhak dibalas.”

 

 

3.  Kemudian turun ayat 34 dan 35 ini.

 

4.  Wanita itu segera pulang dan batal menuntut suaminya.

 

5.  Allah mewajibkan seorang suami untuk menjaga istrinya dengan baik.

 

6.  Nusyuz artinya meninggalkan kewajiban sebagai istri, misalnya meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.

2.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.

3.  Tafsirq.com online.