Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Friday, June 4, 2021

9780. HENTIKAN SIKAP ISLAM FOBIA

 


HENTIKAN SIKAP ISLAM FOBIA

Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Fobia adalah rasa ketakutan berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu.

 

 

Tanpa alasan jelas yang dapat menghambat kehidupan penderitanya.

 

 

Islam fobia adalah rasa ketakutan berlebihan terhadap lslam.

 

Tanpa alasan jelas yang dapat menghambat kehidupan penderitanya.

 

 

Fobia dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya.

 

 

Bagi sebagian orang, perasaan takut pengidap fobia sulit dipahami.

Sehingga, pengidap tersebut sering dijadikan olok-olkan oleh teman sekitarnya.

 

 

Ada perbedaan "bahasa" antara pengamat fobia dengan  pengidap fobia.

 

 

Pengamat fobia memakai bahasa logika.

 

 

Tapi pengidap fobia biasanya memakai bahasa rasa.

 

 

Bagi pengamat dirasa lucu.

 

 

 

Ada orang berbadan besar.

 

 

Tapi takut melihat hewan kecil seperti kecoak atau tikus.

 

 

Dalam bayangan mental pengidap fobia.

 

 

Subjek menjadi benda sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan, dan menakutkan.

 

 

Islam fobia adalah rasa ketakutan berlebihan terhadap lslam.

 

 

Tanpa alasan jelas yang dapat menghambat kehidupan penderitanya.

 

 

Islam fobia dapat muncul karena ajaran orang tuanya, pendetanya.

 

 

Atau pimpinannya menakutinya tanpa alasan jelas.

 

 

SEBENARNYA SIAPA YANG INTOLERAN...?

 

 

Saya benar-benar merasa heran.

 

 

Hanya karena slide ucapan Selamat Hari Anak Nasional.

 

 

Bergambar sepasang anak kecil berjilbab dan bertopi haji.

 

 

Tapi ratusan komentar datang membully dan mencaci-maki.

 

Mereka menyebut :

 

1)     Kadrun sejak dini.

 

2)     Bangsa hanya milik satu kaum (Islam).

 

3)     Indonesia tidak punya budaya sendiri (berjilbab dianggap budaya Arab).

 

4)     Menuduh Negeri ini sudah menuju Indonestan (merujuk ke Negara yang menerapkan syariah Islam seperti Pakistan dan Afganistan).

 

 

Dari nama orang yang komentar.

 

Saya paham, para Islamphobia itu berasal dari saudara sebangsa yang non muslim.

 

 

Betapa kurang ajar dan sempitnya pemahaman segelintir.

 

Bisa jadi sebenarnya cukup banyak.

 

Dan tentu saja ini menjadi anomali.

 

 

Di negara lain, umat lslam minoritas dizalimi.

 

 

Di negeri kita, malah umat mayoritas yang ditindas.

 

 

Sebut saja di Thailand dan Myanmar.

 

 

Tidakada umat minoritas yang berani membully umat Budha dan simbol Buddhis.

 

 

Di India juga tidak mungkin Umat Muslim dan Kristen India berani kurang ajar membully simbol Hinduisme.

 

 

Tapi di Indonesia!

 

Umat Islam mayoritas (88 persen).

 

 

Tapi tiap hari ajaran Islam dan simbol Islam jadi bahan bully-an.

Apa salahnya anak-anak kecil menunjukkan identitas ke Islamannya?

 

 

Jangan sampai kebencian terhadap Islam tertanam cukup dalam.

 

 

Dalam pikiran sebagian saudara sebangsa yang non muslim.

 

 

Apakah hal ini diam-diam diajarkan di Rumah Ibadah mereka?

 

 

 

Islam 88 persen dan non lslam 12 persen.

 

 

 

Umat Islam diajarkan untuk selalu bersikap toleran.

 

 

Buktinya, di TVRI dan lainnya.

 

 

Ada acara khusus untuk agama lain.

 

 

Tidak ada umat Islam yang protes.

 

 

Acara anak-anak menggambar dengan topi dengan simbol agama dan budaya tertentu.

 

 

Tidak ada umat Islam yang usil.

 

 

Padahal sekali lagi, umat Islam di Indonesia mayoritas mutlak (88 persen).

 

 Tapi tak pernah protes libur pekan Nasional di Hari Minggu.

Tak pernah protes umat Budha dan Konghuchu  yang tak  sampai 1 persen.

 

 

Tapi punya Libur Keagamaan Nasional sendiri.

 

 

Kalau Umat Islam mau, Indonesia bahkan bisa saja jadi Negara Islam.

 

 

Bahkan lewat jalan Demokrasi.

 

 

Karena Demokrasi berdasar suara terbanyak.

 

 

Tapi Umat Islam sejak lama sudah mengalah.

 

 

Dan 7 kata keramat di Piagam Jakarta.

 

 

Yaitu: "Kewajiban menjalankan syariat Islam bagi Pemeluknya", dihapus.

 

 

Umat Islam ikhlas.

 

 

Padahal sebenarnya kewajiban itu buat umat Islam sendiri.

 

 

Tapi karena saudara sebangsa yang non muslim keberatan.

 

 

Umat Islam ikhlas menghilangkan haknya.

 

 

Atas nama Kesatuan dari Sabang sampai Merauke.

 

 

Dari Miangas sampai Pulau Rote.

 

 

Umat Islam yang 88 persen.

 

 

Siap disamakan haknya dengan umat Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghuchu.

 

 

 

Yang keseluruhan non-lslam 5 penganut agama itu cuma total 12 persen !!!

 

 

Sebutkan satu saja negara Eropa.

 

 

Yang katanya pusat Demokrasi dan Toleransi Dunia.

 

 

Yang umat mayoritas di Negara itu mampu bersikap seperti mayoritas muslim di Indonesia !

 

 

Tidak ada !!!

 

 

Jadi tolong saudara sebangsa yang non muslim.

 

Berhenti memecah-belah kesatuan bangsa.

 

 

Jangan terlalu ikut campur apalagi sampai membully dan mencaci-maki ajaran Islam.

 

 

Perempuan berjilbab dan berhijab adalah aturan Islam.

 

 

Kalau sejak dini kami mengajari anak kami ajaran Islam.

 

 

Itu hak kami.

 

 

 

Silakan kalian ajari anak-anak kalian semau kalian.

 

 

Tapi tolong jangan ajari mereka membenci Islam.

 

 

Cukup sudah Islamphobia terpotong pada generasi kalian saja.

 

 

Semoga Indonesia bisa kembali damai

 

 

Maafkan kemarahan dan kekesalan saya ini.

 

(Sumber internet TY)

 

 

Wednesday, June 2, 2021

9779. HADIS NABI DAN SAINS JELASKAN CURAH HUJAN TIAP TAHUN KONSTAN

 



HADIS NABI DAN SAINS JELASKAN HUJAN KONSTAN TIAP TAHUN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Rasulullah bersabda,

 

“Curah hujan tiap tahun, kadar airnya tidak berkurang dibanding tahun lainnya.

 

Allah mengatur pembagian air itu di seluruh muka bumi.”

 

Sebagian ulama menilai hadis ini lemah, karena hanya diriwayatkan 1 orang saja.

 

 

AIR KOMPONEN PENTING

 

Air adalah salah satu komponen penting bagi makhluk hidup.

 

Seluruh makhluk di bumi    butuh air untuk mempertahankan hidupnya.

 

 

Melalui proses, Allah melimpahkan hujan dari atas permukaan bumi.

 

Sebagai salah satu bukti kasih saying-Nya kepada seluruh makhluk bumi.

 

 

Hasil penelitian modern menjelaskan.

 

Jumlah air yang ada di atas permukaan bumi sekitar 1.360 juta km kubik.

 

 

Jumlahnya terbagi dalam 2 komposisi, yaitu:

 

1)     97% berupa air asin di lautan dan samudera.

 

2)     2,8% berupa air tawar dalam bentuk padat, cair, dan gas.

 

 

Air menutupi hampir 71% luas permukaan bumi.

 

 

Yang luasnya sekitar 510 juta km kubik.

 

Luas area perairan di bumi sekitar 361 juta km kubik.

 

Dan area daratan sekitar 149 juta km kubik.

 

 

Tingkat penguapan air sekitar 320.000 km kubik air per tahun.

 

 

Air yang menguap dari daratan sekitar 60.000 km kubik.

 

 

Setelah dijumlah, siklus air yang beredar di antara daratan dan lapisan udaranya sekitar 380.000 km kubik per tahun.

 

 

Sebagian besar air  menguap dari daerah tropis.

 

 

Yang temperatur udaranya per tahun sekitar 25 derajat Celsius.

Air menguap dari permukaan air dan tanah.

 

 

Air terangkat naik karena kepadatannya rendah.

 

Kemudian arus udara mendorongnya ke troposfer.

 

Pada lapisan dingin ini, uap air naik dari daratan dan menjadi pekat.

 

 

Selanjutnya, uap itu kembali ke daratan dalam bentuk hujan, air, salju, hujan es, gerimis, embun, dan kabut.

 

 

Air yang jatuh kembali ke bumi terdistribusi ke permukaan bumi.

 

Jumlah air yang diendapkan pada permukaan tanah basah lebih tinggi daripada air yang menguap.

 

 

 Yaitu 96.000 km kubik meresap ke tanah.

 

Dan 60.000 km kubik menguap dari permukaan tanah.

 

 

Jumlah air yang mengendap ke dasar laut dan samudera  lebih sedikit di\banding yang menguap dari permukaannya.

 

 

Yaitu 284.000 km kubik berbanding 320.000 km kubik.

 

 

Selisih antara 2 bilangan itu sama persis dengan jumlah curah hujan dan air yang menguap dari bumi.

 

 

Yakni hampir 36.000 km kubik air mengalir dari daratan ke lautan dan samudera tiap tahunnya.

 

 

Hal  itu menunjukkan bahwa jumlah air yang turun ke bumi adalah konstan.

 

 

Dijelaskan dalam buku ‘Miracles of Al-Qur'an & As-Sunnah’.

 

 

Jumlah kadar air bumi yang menguap ke atmosfer udara bersifat konstan tiap tahunnya.

 

 Jumlah total uap air yang terkandung dalam lapisan atmosfer pun konstan sepanjang tahun.

 

 

Sehingga jumlah total air hujan yang mengendap ke bumi juga tetap konstan tiap tahun.

 

 

Meskipun jumlahnya bervariasi antara satu wilayah dengan lainnya.

 

 

Jumlah air hujan yang konstan ini telah dijelaskan oleh Rasulullah dalam sabdanya.

 

 

“Curah hujan pada suatu tahun kadarnya tidak kurang dari jumlah curah hujan yang turun di tahun lainnya,”

 

 

Dalam riwayat lain Rasulullah bersabda,

 

“Curah hujan pada 1 tahun tertentu kadar airnya tidak kurang dari curah hujan yang turun pada tahun lainnya.

 

 

Hanya saja, Allah mengatur pembagian air hujan itu di seluruh muka bumi.”

 

 

Daftar Pustaka

1.      Zakir Naik. Miracles of Al-Quran and Sunnah. Penerbit Aqwam, 2016.

 

2.       

3.