Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, June 6, 2021

9803. KENAPA ISLAM DISIARKAN DARI MEKAH

 


KENAPA ISLAM DISIARKAN DARI MEKAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

 

Mengapa lslam disiarkan dari Mekah.

 

 

Jawabnya:

 

Jika ingin menyampaikan pesan agar mudah menyebar ke seluruh dunia, maka:

1)      Sebaiknya memilih tempat di tengah.

 

2)      Cari daerah strategis.

 

 

3)      Tentukan lokasi memudahkan pesan tersebar kemana-mana.

 

4)      Pilih orang simpatik, berwibawa, dan berkemampuan.

 

 

5)      Pilih orang punya daya tarik tersendiri.

 

6)      Hindari tempat berpotensi mengganggu.

 

 

7)      Jauhi lokasi terdapat kekuatan yang bisa menghalangi.

 

8)      Pilih tempat tidak merugikan.

 

 

9)    Sehingga pesan mudah tersebar kemana-mana.

 

 

Kondisi Mekah zaman Nabi Muhammad.

Mekah dan Madinah di Arab Saudi termasuk wilayah Timur Tengah di tengah peta dunia.

 

Peta dunia pertama dibuat orang Islam.

 

Kutub selatan diletakkan di atas peta dan kutub utara berada di bawah peta.

 

Mekah berada di tengah peta dunia.

 

 

Orang Barat membuat peta dunia.

 

Kutub utara diletakkan di atas peta dan kutub selatan ditaruh di bawah peta.

 

Tetapi Mekah tetap berada di tengah peta dunia.

 

 Timur Tengah adalah jalur penghubung antara timur dan barat.

 

 Sangat wajar Mekah dan Madinah menjadi pilihan tempat diturunkan wahyu dari Allah kepada rasul terakhir.

 

 

Pada zaman Nabi Muhammad (abad ke-5 dan ke-6 Masehi) ada 2 kerajaan raksasa, yaitu Persia dan Romawi.

 

 

Pemimpin dan masyarakat Persia menyembah api.

 

Raja dan rakyat Romawi beragama Kristen.

 

 

Kedua adidaya selalu bersaing merebut daerah kekuasaan  memperluas wilayah jajahan.

 

 

Zaman itu, wilayah Hejaz di Timur Tengah belum dikuasai siapa pun.

 

 

Raja Abrahah dengan pasukan gajahnya mencoba menaklukkan Mekah.

 

Tetapi usahanya gagal karena diserang ribuan burung Ababil.

 

 

 Andaikan lslam tidak disebarkan dari Mekah.

 

Jika agama Islam dikumandangkan di wilayah kerajaan Persia atau di daerah kekuasaan kerajaan Romawi.

 

Yang  berbeda keyakinan dengan agama Islam.

 

Maka semua pengikutnya pasti  ditumpas.

 

Dan umat Islam akan habis tidak bersisa.

 

 

Mekah belum dikuasai siapa pun

 

Wilayah Timur Tengah kala itu belum dikuasai siapa pun.

 

Banyak kelompok kecil saling bermusuhan.

 

Perang antarsuku sering terjadi.

 

Belum ada pemenang dominan.

 

Tidak ada kepala suku menguasai daerah Timur Tengah.

 

 

Mekah pusat bisnis

 

Mekah adalah pusat daerah Hejaz.

 

Tempat pedagang dan seniman berkumpul memamerkan hasil karyanya.

 

Mekah tempat bertemu kafilah antarnegara.

 

 Mekah tempat berjumpa kafilah dari utara dan selatan.

 

 Mekah lokasi berkumpul para turis lokal dan mancanegara dari barat dan timur.

 

 

 Penduduk Mekah sering berdagang keluar negeri.

 

Al-Quran surah Qurasy (surah ke-106) ayat 1-2.

 

لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ

 

     Karena kebiasaan orang-orang Quraisy yang suka bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Kakbah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.

 

Penduduk Mekah sering bepergian pada musim dingin dan musim panas.

 

 

Pada musim dingin pergi ke wilayah Romawi dan Persia

 

.

Pada musim panas pergi ke Yaman.

 

 

Hal ini, memudahkan penyebaran agama Islam ke seluruh dunia.

 

 

Penduduk Mekah masih murni

 

Faktor lain yang mendukung adalah penduduk Mekah zaman itu belum banyak disentuh peradaban.

 

Masyarakat Mekah belum mengenal sifat munafik (bermuka dua).

 

Watak penduduk Mekah sangat keras kepala.

 

Ungkapan lidah orang Mekah amat tajam.

 

Al-Quran surah Al-Ahzab (surah ke-33) ayat 19.

 

 

أَشِحَّةً عَلَيْكُمْ ۖ فَإِذَا جَاءَ الْخَوْفُ رَأَيْتَهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ تَدُورُ أَعْيُنُهُمْ كَالَّذِي يُغْشَىٰ عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ ۖ فَإِذَا ذَهَبَ الْخَوْفُ سَلَقُوكُمْ بِأَلْسِنَةٍ حِدَادٍ أَشِحَّةً عَلَى الْخَيْرِ ۚ أُولَٰئِكَ لَمْ يُؤْمِنُوا فَأَحْبَطَ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا

 

Mereka bakhil terhadapmu apabila datang ketakutan (bahaya). Kamu lihat mereka memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik. Seperti orang yang pingsan karena akan mati. Apabila ketakutan telah hilang, mereka mencacimu dengan lidah yang tajam. Sedangkan mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Yang demikian itu mudah bagi Allah.

 

 

Penduduk Mekah teguh pendirian

 

 Penduduk Mekah sangat kuat memegang pendiriannya.

 

Meskipun diancam dan dibunuh mereka tetap teguh memegang keyakinannya.

 

Padahal agama Islam membolehkan berpura-pura.

 

 Asalkan hatinya tetap beriman.

 

 

Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 106.

 

 

مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَٰكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِنَ اللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

 

 

Barang siapa kafir kepada Allah, sesudah dia beriman. Dia mendapat kemurkaan Allah, kecuali orang yang dipaksa kafir, padahal hatinya tetap beriman. Dia tidak berdosa, tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, kemurkaan Allah menimpanya, dan baginya azab yang besar.

 

 

Sifat munafik muncul di Madinah

 

 Sifat orang munafik baru muncul di Madinah.

 

Entah bagaimana perkembangan agama Islam jika pada awal perkembangannya sudah ada  orang munafik.

 

 

Suku Quraisy sangat terkenal

 

Suku Quraisy sangat berpengaruh di Mekah.

 

Bahasa dan dialeknya amat indah.

 

 

Suku Quraisy punya 2 keluarga besar.

 

Yaitu Bani Hasyim dan Bani Umayah.

 

Keduanya bersumber dari keluarga yang sama.

 

Tetapi amat berbeda watak dan perilakunya.

 

 

Bani Hasyim terkenal budiman, gagah, dan taat beragama.

 

 

Bani Umayah adalah politikus, pekerja ambisius, dan penuh tipu daya.

 

Maka dari keluarga siapa yang pantas menerima tugas kenabian?

 

 

Jawabnya: Keluarga Bani Hasyim.

 

 

Nabi Muhammad terpilih jadi nabi, karena berasal keluarga Bani Hasyim.

 

 

Orangnya gagah, simpatik, berwibawa, penuh pesona, berbudi pekerti sangat luhur.

 

 

Al-Quran memuji sifat dan sikap Nabi Muhammad.

 

 

Al-Quran surah Al-Qalam (surah ke-68) ayat 4.

 

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

 

.      Sungguh, kamu Muhammad, benar-benar berbudi pekerti luhur.

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

3.    Tafsirq.com online

 

 

 

 

9802. APAKAH HADIS MUTAWATIR ITU

 


APAKAH HADIS MUTAWATIR ITU

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Hadis mutawatir adalah hadis yang punya banyak sanad.

 

Dan  diriwayatkan banyak perawi pada tingkat sanadnya.

 

 Sehingga para perawi mustahil sepakat untuk berbohong.

 

Atau memalsukan hadis.

 

 Hadis (menurut KBBI V) adalah sabda, perbuatan, dan takrir (ketetapan) Nabi Muhammad.

 

Yang diriwayatkan atau diceritakan oleh para sahabat.

 

Untuk menjelaskan hukum Islam.

 

 

 

Hadis adalah segala sesuatu yang dinisbahkan kepada Nabi Muhammad.

 

Tentang  ucapan, perilaku, perbuatan, dan ketetapan yang bersifat fisik dan psikis.

 

Sebelum menjadi Rasulullah dan sesudahnya.

 

Ulama Ushul Fiqih membatasi pengertian Hadis.

 

 

Yaitu perkataan Nabi Muhammad berkaitan dengan hukum Islam.

 

 

Sunah adalah perkataan, perbuatan, dan ketetapan  Nabi Muhammad berkaitan hukum Islam.

 

 Perintah patuh kepada Allah dan Rasul-Nya ditemukan dalam Al-Quran dengan 2 redaksi berbeda.

 

 Ke-1: Perintah pertama “Athi’u Allah wa Rasul (patuhi Allah dan Rasul).

 

 

 Ke-2: Perintah kedua  “Athi’u Allah wa athi’u Rasul” (Patuhi Allah dan patuhi Rasul).

 

Perintah pertama mencakup kewajiban patuh dan taat kepada Nabi Muhammad.

 

 

Dalam hal sejalan dengan perintah Allah.

 

 

Karena redaksi yang dipakai mencukupkan sekali kata “athi’u” (taati/patuhi).

 

 

Perintah kedua mencakup kewajiban patuh dan taat kepada Nabi Muhammad.

 

 

Meskipun dalam hal yang tidak disebutkan secara eksplisit oleh Allah dalam Al-Quran.

 

 

Dalam perintah kedua.

 

Bahkan kewajiban patuh kepada Rasulullah  dilakukan terlebih dahulu.

 

Dalam kondisi tertentu.

 

 

Meskipun sedang melaksanakan perintah Allah.

 

 

Misalnya, kasus Ubay bin Kaab saat mengerjakan salat.

 

 

Ubay bin Kaab dipanggil oleh Rasulullah.

 

Ubay bin Kaab menghentikan salatnya.

 

 

Kemudian mendatangi Nabi Muhammad.

 

 

Meskipun salatnya belum selesai.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 59.

   يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

 

 Hai orang-orang beriman, taati Allah dan taati Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikan kepada Allah (Al-Quran) dan Rasul (sunah), jika kamu benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

 

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 65.

 

      فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

 

      Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.

 

 Orang beriman akan menerima semua ketetapan Nabi Muhammad dengan penuh kesadaran, kerelaan tanpa perasaan enggan.

 

 

Dan tanpa pembangkangan sedikit pun.

 

 

ltu syarat keabsahan keimanan seseorang.

 

Ada perbedaan menonjol antara hadis Nabi dan Al-Quran.

 

Dari segi redaksi dan cara penyampaian atau penerimaannya.

 

 

Wahyu Allah.

 

Dalam segi redaksi.

 

Diyakini wahyu Al-Quran disusun langsung oleh Allah.

 

Malaikat Jibril hanya sekadar menyampaikannya kepada Nabi Muhammad.

 

 Nabi Muhammad pun langsung menyampaikannya kepada umatnya.

 

Demikian seterusnya.

 

Dari satu ke generasi berikutnya.

 

 

Redaksi wahyu Al-Quran dipastikan tidak mengalami perubahan apa pun.

 

 

Karena sejak diterima oleh Nabi.

 

Disampaikan kepada para sahabat.

 

Ditulis dan dihafal oleh  banyak sahabat.

 

Disampaikan secara mutawatir oleh banyak orang.

 

Yang mustahil akan sepakat untuk berbohong.

 

 Atas dasar ini, wahyu dalam Al-Quran bersifat “qath’iy wurud”.

 

 

Yaitu dalil yang meyakinkan.

 

Bahwa datangnya dari Allah berupa Al-Quran.

 

Atau berasal dari Nabi Muhammad berupa hadis mutawatir.

 

 

 Hadis mutawatir adalah sifat hadis yang punya banyak sanad.

 

 

Diriwayatkan banyak perawi pada tingkat sanadnya.

 

 

Sehingga para perawi mustahil bersepakat berdusta.

 

 

Atau memalsukan hadis.

 

 

Hadis Nabi.

 

Pada umumnya hadis Nabi disampaikan secara orang per orang.

 

 

Dan sering muncul dengan redaksi agak berbeda.

 

Dengan redaksi yang diucapkan Rasulullah.

 

 Para ara sahabat sudah ada yang menuliskan teks hadis.

 

Tetapi umumnya penyampaian atau penerimaan kebanyakan hadis yang ada sekarang.

 

 

Hanya berdasar hafalan para sahabat dan tabiin.

 

 

Sahabat adalah para pemeluk Islam hidup sezaman dengan Nabi Muhammad.

 

 Tabiin adalah para penganut ajaran Nabi Muhammad generasi kedua setelah para sahabat.

 

 Hal ini menjadikan kedudukan hadis dari segi autentiknya  bersifat “zhanniy wurud”.

 

 

Yaitu kesan yang kuat/perkiraan yang kuat datangnya dari Nabi.

 

 Hal ini, tidak berarti ada keraguan terhadap keabsahan hadis.

 

 

Karena banyak faktor dalam diri Nabi, para sahabat, dan kondisi sosial masyarakat saling menopang.

 

 Hal itu yang membuat generasi berikutnya merasa tenang.

 

 

Dan yakin hadis Nabi sangat terjaga keasliannya.

 

  

 

Daftar Pustaka

1.  Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994. 

 

2.  Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.

 

3.  Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

 

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2,

 

5.  Tafsirq.com online.