Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, June 14, 2021

9927. DILARANG BERGUNJING MESKIPUN SESUAI FAKTA

 




DILARANG BERGUNJING MESKIPUN SESUAI FAKTA

Oleh: Drs. H. M. YusronHadi, M.M.

 

 

  

ARTI FITNAH

Fitnah adalah hoaks.

 

Fitnah adalah perkataan bohong atau tanpa berdasarkan kebenaran yang disebarkan dengan maksud menjelekkan orang.

 

 

ARTI GIBAH

 

Gibah adalah bergunjing

 

Gibah adalah membicarakan kejelekan orang lain.

 

Gibah adalah membicarakan aib orang lain.

 

lslam sangat ingin menyatukan semua umat manusia.

 

lslam melarang suatu kelompok  memperolok-olok kelompok lain.

 

Islam mengajarkan kerukunan dan perdamaian sesama manusia.

 

Islam melarang seseorang menghina orang lain.

 

Suatu kelompok dilarang menghina kelompok lainnya.

 

Allah berfirman,”Orang-orang mukmin bersaudara, maka damaikan saudaramu.”

 

Al-Quran surah Al-Hujurat (surah ke-49) ayat 10.

  

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ



Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikan antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.

 

Al-Quran surah Al-Hujurat (surah ke-49) ayat 13.

 

  

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 

          

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.


 

Al-Quran surah Al-Hujurat (surah ke-49) ayat 11.

  

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

         

 

 

Hai orang-orang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

 

Seorang muslim yang beriman kepada Allah dan ingin hidup bahagia di akhirat dilarang mengolok-olok orang lain.

  

Seorang mukmin dilarang menjadikan orang lain sebagai objek permainan dan perolokannya.

 

 

Umat lslam dilarang bersikap sombong dan merendahkan orang lain.

 

 

Rasulullah bersabda,

 

”Sesungguhnya Allah tidak melihat wajah dan kekayaanmu,tetapi Allah melihat hati dan amalmu.”

 

 

Setiap umat lslam dilarang mengolok-olok orang lain karena kondisi fisiknya, wataknya, atau miskinnya.

  

Ibnu Mas'ud membuka betisnya yang sangat kecil dan sebagian orang menertawakannya.

 

 

Rasulullah bersabda,

 

”Apakah kamu menertawakan kakinya Ibnu Mas'ud.

 

Demi Allah yang diriku dalam kekuasaan-Nya bahwa kedua kaki itu timbangannya lebih berat dibanding gunung Uhud.”

 

Al-Quran menjelaskan orang-orang musyrik yang memperolok orang-orang mukmin yang miskin dan lemah.

 

Seperti Bilal dan lainnya.

 

Maka  kelak di akhirat Bilal akan membalas mengolok-olok dan menertawakan mereka.

 

 

Al-Quran surah Al-Mutaffifin (surah ke-83) ayat 29-34.

 

 

إِنَّ ٱلَّذِينَ أَجْرَمُوا۟ كَانُوا۟ مِنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يَضْحَكُونَ

وَإِذَا مَرُّوا۟ بِهِمْ يَتَغَامَزُونَ

وَإِذَا ٱنقَلَبُوٓا۟ إِلَىٰٓ أَهْلِهِمُ ٱنقَلَبُوا۟ فَكِهِينَ

وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوٓا۟ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ لَضَآلُّونَ

وَمَآ أُرْسِلُوا۟ عَلَيْهِمْ حَٰفِظِينَ



فَٱلْيَوْمَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنَ ٱلْكُفَّارِ يَضْحَكُونَ


 

Sesungguhnya orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) menertawakan orang-orang beriman. Dan jika orang-orang beriman lewat di depan mereka, mereka saling mengedipkan matanya. Dan jika orang-orang berdosa kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan jika mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: "Sesungguhnya mereka benar-benar orang yang sesat", padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim sebagai penjaga bagi orang-orang mukmin. Maka pada hari ini, orang-orang beriman menertawakan orang-orang kafir.

 

 

Orang lslam yang menghina orang lslam lainnya.

 

Artinya dia sama saja dengan menghina dirinya sendiri.

 

Barang siapa mencela saudaranya berarti dia mencela dirinya sendiri.

 

Dilarang saling memberi julukan dan panggilan yang jelek.

 

Islam melarang memberi sebutan dan gelar yang jelek kepada orang lain.

 

Umat Islam dilarang memanggil temannya dengan panggilan yang tidak disukainya.

 

 

Panggilan yang jelek gampang menimbulkan pertengkaran.

 

Islam mengajarkan agar umat lslam saling memanggil dengan sebutan yang disenangi temannya.

 

Dilarang berburuk sangka.

 

Prasangka adalah pendapat (anggapan) yang kurang baik tentang sesuatu sebelum mengetahui, menyaksikan, dan menyelidikinya sendiri.

 

Prasangka adalah pendapat atau sikap yang berlandaskan emosi.

 

Sehingga tidak terbuka terhadap alasan yang berlawanan dengan apa yang diyakini.

  

Al-Quran surah Al-Hujurat (surah ke-49) ayat12.

 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ


Hai orang-orang beriman, jauhi kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.



 

Orang lslam dilarang berburuk sangka kepada orang lain, tanpa bukti yang jelas.

 

 Dilarang mencari-cari kesalahan.

 

Islam melarang sikap berburuk sangka.

 

Islam melarang memata-matai untuk mecari-cari kesalahan orang lain.

 

Ajaran lslam mengajar umat manusia untuk menutupi aib saudaranya.

 

 

Rasulullah bersabda,

 

Barang siapa menutupi suatu aib, maka seolah-olah ia telah menghidupkan anak yang ditanam hidup-hidup dalam kuburnya.”

 

 

Rasulullah bersabda,

 

Barang siapa mengintip rumah tanpa izin, maka dia halal ditusuk matanya."

 

 

Rasulullah bersabda,

 

”Gibah adalah membicarakan kejelekan seseorang yang tidak disukai oleh orangnya.”

 

 

Gibah bertujuan merusak nama seseorang dalam masyarakat.

 

Islam melarang fitnah dan gibah.

 

 

 

Daftar Pustaka.

1.               Qardhawi, Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi. Halal dan Haram dalam Islam. Alihbahasa: H. Mu'ammalHamidy. Penerbit: PT. Bina Ilmu, 1993.

2.               Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

3.               Tafsirq.com online.

 

 

 

9926. BEDA PENDAPAT HUKUMNYA JENGGOT PRIA

 







BEDA PENDAPAT  HUKUMNYA JENGGOT PRIA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

Hukumnya jenggot lelaki.

 

Jenggot atau janggut adalah bulu yang tumbuh di dagu.

 

Banyak hadis menyebutkan Rasulullah memerintahkan agar membiarkan jenggot memanjang dan tidak mencukur jenggot.

 

 

Rasulullah bersabda,

 

”Bedakan diri kalian dengan orang-orang musyrik.

 

Maka biarkan jenggot memanjang dan rapikan kumis kalian.”

 

Ibnu Umar ketika melaksanakan ibadah haji atau ibadah umrah.

 

Beliau menggenggam jenggotnya dan jenggot yang melebihi  genggamannya lalu dipotongnya.

 

 

Apakah perintah Rasulullah “Biarkan jenggot memanjang!”.

 

Mengandung makna wajib untuk membiarkan jenggot menjadi panjang?

 

Atau hanya bersifat anjuran untuk memanjangkan jenggot?

 

 Ulama Mazhab Syafii berpendapat perintah membiarkan jenggot panjang bersifat saran dan anjuran.

 

Bukan bersifat wajib.

 

 

Sehingga mencukur jenggot hanya makruh.

 

 

Pendapat mazhab Syafii hukumnya makruh mencabut jenggot pada awal tumbuhnya.

 

 

Untuk orang yang baru tumbuh jenggot.

 

Dan untuk penampilan bagus.

 

Sebagian ahli Fiqh memahami hadis Nabi sebagai perintah membiarkan jenggot mengandung makna wajib.

 

 

Sebagian besar ahli Fiqh menyebutnya sunah.

 

 Artinya orang yang melakukannya mendapat pahala.

 

Dan orang yang tidak melakukannya tidak bersalah.

 

 

Tidak ada dalil bagi mereka yang mengatakan mencukur jenggot itu haram.

 

Selain hadis Nabi yang khusus terkait dengan perintah membiarkan jenggot.

 

 

Untuk membedakan orang Islam dengan Majusi dan musyrik.

 

 

 Perintah dalam hadis Nabi itu.

 

Dipahami oleh sebagian ulama sebagai perintah wajib.

 

Sebagian ulama lain memahaminya bukan wajib.

 

 

Tetapi anjuran lebih utama.

 

 

Pada masa salaf (3 abad pertama Hijriah).

 

 

Seluruh penduduk bumi kafir dan muslim semua memanjangkan jenggotnya.

 

 Sehingga tidak ada alasan untuk mencukur jenggot.

 

 

Jumhur ulama mewajibkan memelihara jenggot.

 

Mazhab Syafi’i menyatakan memelihara jenggot itu sunah.

 

Tidak berdosa bagi orang yang mencukur jenggotnya.

 

Para ulama berpendapat mencukur jenggot hukumnya makruh.

 

 

Memelihara jenggot hukumnya sunah (mendapat pahala bagi yang menjaga jenggotnya tetap rapi).

 

 

Dan tampilan yang bagus sesuai dengan wajah dan tampilan seorang Muslim.

 

 

Daftar Pustaka

1.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

2.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99 Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.

3.  Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37 Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.

4.  Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

5.  Tafsirq.com online