Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, June 13, 2021

9917. BENARKAH ADA 7 LAPIS BUMI

 




BENARKAH ADA 7 LAPIS BUMI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Al-Quran surah At-Talak (surah ke-65) ayat 12.

 

 

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا

 

Allah yang menciptakan 7 langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

 

 

Rasulullah bersabda,

 

“Barang siapa merampas tanah tanpa hak, maka lehernya akan dililit dengan tanah itu hingga 7 lapis bumi pada hari kiamat.”

 

Para ulama berbeda pendapat dalam memahami  7 lapis bumi.

 

 

Penelitian geologi modern  menunjukkan bumi punya 7 zona.

 

Yang disusun dari dalam bumi hingga luarnya, yaitu:

 

1)             Inti dalam padat (inner core).

2)             Inti luar cair (outer core).

 

3)             Mantel bawah (lower mantle).

 

 

4)             Mantel tengah (middle mantel).

 

5)             Mantel atas (upper mantel).

 

6)             Zona bawah kerak berbatu (litosfer).

 

7)             Zona kerak berbatu (kerak bumi).

 

 

 

 

1.   INTI DALAM PADAT

 

Inti dalam padat adalah bagian tengah bumi.

 

 

Inti dalam bumi terdiri atas:

 

1.    Besi (90 persen).

2.    Nikel (9 persen).

 

3.    Dan sebagian kecil elemen ringan.

 

Seperti karbon, fosfor, sulfur, silicon, dan oksigen (1 persen).

 

Diameter inti dalam bumi diperkirakan 2.402 km.

 

Kepadatannya diprediksi 10-13,5 gm/cm persegi.

 

 

2.   INTI LUAR CAIR

Inti luar cair melingkupi inti dalam padat.

 

Komposisi inti luar cair hampir sama dengan inti dalam padat.

 

Tapi wujudnya cair.

 

Tebalnya sekitar 2.275 km.

 

Inti luar cair dan inti dalam padat dipisah zona transisi semi-cair.

 

Yang tebalnya sekitar 450 km.

 

 

3.   MANTEL BAWAH

 

Mantel bawah adalah zona padat yang menglilingi zona cair bumi.

 

Tebalnya sekitar 2.217 km.

 

Dalamnya mulai 670 km hingga 2.885 km.

 

Mantel bawah dipisah dengan mantel di atasnya oleh lapisan diskontinuitas kecepatan seismic gelombang gempa.

 

 

4.   MANTEL TENGAH

 

Mantel tengah adalah zona padat yang tebalnya sekitar 270 km.

 

Mantel tengah dipisah dengan atas dan bawahnya dengan 2 tingkat diskontinuitas gelombang seismik.

 

Tebalnya pemisah dengan mantel bawah sekitar 670 km.

 

Dan pemisah dengan mantel atas sekitar 400 km dari permukaan bumi.

 

 

5.   MANTEL ATAS

 

Mantel atas disebut astenosfer.

 

Dalamnya sekitar 65 hingga 400 km di bawah permukaan bumi.

 

Tebalnya sekitar 335-380 km.

 

Mantel atas berupa semi cair dengan tingkat kepadatan dan kelekatan relatif tinggi.

 

Tingkat kelekatannya sekitar 1 persen.

 

 

6.   ZONA BAWAH KERAK BERBATU

 

Zona ini disebut litosfer.

 

Tebalnya sekitar 40-60 km.

 

Dalamnya di bawah daratan sekitar 120 km.

 

Di bawah lautan dan samudera sekitar 60-80 km.

 

 

7.   ZONA ATAS KERAK BERBATU (KERAK BUMI)

 

Kerak bumi tebalnya sekitar 5-8 km di bawah dasar laut dan samudera.

 

Tebalnya rata-rata 60-80 km di bawah daratan.

 

Kerak  bumi sebagian besar terdiri atas granit berbalut.

 

Juga tanah tebal dan lembut.

 

 Struktur besarnya terdiri atas unsur ringan.

 

Yang merupakan massa daratan.

 

Berupa batuan dasar, batuan ultlabasa, dan beberapa sedimen.

 

Yang ditemukan di dasar laut dan samudera.

 

 

Al-Quran surah Ibrahim surah ke-14) ayat 48.

 

يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ

 

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.

 

 

 

Daftar Pustaka

1.      Zakir Naik. Miracles of Al-Quran and Sunah. Penerbit Aqwam, 2016.

 

2.       

 

 

 

9914. JANGAN GANTUNGKAN BAHAGIA KEPADA PIHAK LAIN



JANGAN GANTUNGKAN BAHAGIA KEPADA PIHAK LAIN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Jangan menggantungkan syarat bahagia kepada orang lain

 

 

 

Yang paling bertanggung jawab menentukan bahagia adalah diri sendiri.

Bukan orang lain.

 

Tiap orang punya prioritas, mimpi, dan tujuan berbeda.

 

 

Mulai sekarang mulai belajar  membuat bahagia dari hal-hal sederhana.

 

 

 

Untuk meraih bahagia bisa ddidapat dari hal sederhana.

 

Contohnya bersyukur masih  bernapas, melihat, dan mendengar.

 

Bisa berkomunikasi dengan keluarga, teman.

 

Masih bisa membantu orang yang membutuhkan.

 

Dan sikap positif lainnya.

 

 

Jika kita terlalu bergantung kepada orang lain.

 

 

Atau punya mimpi berlebihan kepada orang lain.

 

Maka kita akan gampang kecewa.

 

Untuk bahagia, maka kita sendiri yang paling bertanggung jawab untuk meraihnya.

 

Jangan bergantung kepada orang lain.

Tandanya kita bahagia bergantung kapada orang lain.

 

1.   Takut sendirian.

 

Tidak suka dan takut sendirian.

 

 

Sendirian membuat suram, sedih, dan kesepian.

 

Hal itu tandanya butuh orang lain agar meraih bahagia.

 

2.   Bakat dan keahlian tak membuat bahagia.

 

 

Meskipun punya banyak bakat dan keahlian.

 

Tapi tidak bisa melihatnya sebagai sumber bahagia.

 

 

3.   Sering iri kepada orang lain.

 

Merasa tidak suka dan  terganggu dengan keberhasilan orang lain.

 

Hal itu tanda tidak bahagia dan tak puas dengan diri sendiri.

 

Jika merasa bahagia dengan diri sendiri.

 

 

Maka apa pun yang dilakukan orang lain tidak akan berpengaruh apa pun.

 

 

4.   Tak yakin dengan kemampuan diri sendiri.

 

 

Orang yang tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri, sulit mendapat bahagia.

 

5.   Mendapat bahagia, tapi dengan syarat.

 

Misalnya, merasa bahagia jika  semua orang bersikap baik.

 

 

 

Akan frustasi dan depresi jika orang lain yang biasanya baik

 

Tapi berubah bersikap jelek.

 

 

Kunci bahagia dalam lslam.

 

1.   Menjaga lidah.

 

Dengan selalu berkata baik, santun,  benar, jujur, tak berdusta, tak menfitnah, tak bergibah.

 

 

Rasulullah bersabda,

 

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata baik atau diam.”

 

 

 

2.   Lapang dada dalam rumah.

 

Rumah adalah perisai utama dari segala gangguan dan godaan.

 

Memfungsikan rumah sebagai tempat belajar, ibadah, beramal, berukhuwah, dan membina keluarga.

 

3.   Selalu bersyukur dan menjauhi maksiat.

 

Selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Allah.

 

Rajin ibadah, menjauhi segala dosa dan maksiat.

 

 

(Dikutip dari berbagai sumber)


9913. ORANGNYA MENINGGAL TAPI MASIH PUNYA UTANG

 




ORANGNYA MENINGGAL TAPI MASIH PUNYA UTANG

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

 

Membayar dan  melunasi utang hukumnya wajib.

 

 

Islam mengajarkan agar orang yang punya utang segera melunasi utangnya, jika sudah mampu.

 

Orang yang menunda untuk membayar utangnya, padahal sudah mampu.

 

Maka dia termasuk orang zalim.

 

Rasulullah bersabda,

 

“Menunda untuk membayar utangnya, padahal dia sudah mampu.

 

Maka itu termasuk kezaliman.”

 

Jika orang punya utang sampai meninggal dunia.

 

 

Padahal dia belum melunasi utangnya.

 

Maka harta warisnya dipakai terlebih dulu untuk melunasi utangnya.

 

Sebelum dibagikan kepada ahli warisnya.

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 11.

 

 

يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ ۚ فَإِنْ كُنَّ نِسَاءً فَوْقَ اثْنَتَيْنِ فَلَهُنَّ ثُلُثَا مَا تَرَكَ ۖ وَإِنْ كَانَتْ وَاحِدَةً فَلَهَا النِّصْفُ ۚ وَلِأَبَوَيْهِ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا السُّدُسُ مِمَّا تَرَكَ إِنْ كَانَ لَهُ وَلَدٌ ۚ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ وَلَدٌ وَوَرِثَهُ أَبَوَاهُ فَلِأُمِّهِ الثُّلُثُ ۚ فَإِنْ كَانَ لَهُ إِخْوَةٌ فَلِأُمِّهِ السُّدُسُ ۚ مِنْ بَعْدِ وَصِيَّةٍ يُوصِي بِهَا أَوْ دَيْنٍ ۗ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ لَا تَدْرُونَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ لَكُمْ نَفْعًا ۚ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا

 

Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separuh harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu punya anak; jika orang yang meninggal tidak punya anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapaknya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu punya beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar utangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak tahu siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

 

Jika ada orang mengambil alih tanggung jawab orang yang punya utang.

 

 

Tapi orangnya  tidak mampu membayar utangnya.

 

Maka itu sikap terpuji.

 

Allah berfirman,

 

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.”

 

 

Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 2.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَائِدَ وَلَا آمِّينَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنْ رَبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوا ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

 

 

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan haram, jangan (mengganggu) binatang had-ya, dan binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang yang mengunjungi Baitullah sedangkan mereka mencari kurnia dan keridaan dari Tuhannya dan jika kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka boleh berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalangi kamu dari Masjidil Haram, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

 

 

Rasulullah bersabda,

 

“Barang siapa melapangkan kesulitan orang mukmin di dunia, maka Allah akan melapangkannya dari kesulitan di akhirat.”

 

 

Kesimpulan.

 

1.      Orang yang punya utang, wajib melunasi utangnya.

 

2.      Orang yang punya utang, wajib berusaha secepatnya melunasi utangnya.

 

3.      Jangan menunda membayar utang, jika sudah mampu.

 

 

4.      Jika orang yang meninggal masih punya utang,  maka dilunasi dari peninggalan hartanya, sebelum dibagi kepada ahi waris.

 

5.      Islam menganjurkan agar menolong orang yang kesulitan.

 

Termasuk kesulitan dalam membayar utangnya.

 

 

6.      Islam membolehkan melunasi utang orang lain yang tidak mampu membayarnya.

 

 

(Sumber suara.muhammadiyah)