Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Thursday, February 10, 2022

12537. KISAH ANIES BASWEDAN DAN PROF YAHYA MUHAIMIN DI AMERIKA

 




 

KISAH ANIES BASWEDAN DAN PROF YAHYA MUHAIMIN DI AMERIKA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Prof Yahya Muhaimin berkata,

“Anies, daripada kamu sendirian.

Bayar sewa.

 

Udah pindah aja ke sini.

Di atas ada kamar.

 

Selalu kosong kok.”

 

Pagi itu.

Saya sedang menulis makalah.

Saat Pak Yahya menelpon.

 

Meminta saya pindah.

Dari apartemen dekat kampus:

 

 University of Maryland.

 

Ke rumah beliau.

 

Sebagai Atase Pendidikan di Washington DC.

 

Beberapa kali beliau mengulang.

 

Sampai akhirnya saya pindah.

 

Dan tinggal di lantai atas rumahnya.

 

Di kawasan elit

Bethesda, Maryland.

 

Setelah tinggal di rumahnya.

 

Kami diskusi hampir tiap malam.

 

Sampai lulus program Master.

 

Dan saat akan meninggalkan Washington.

 

Pun berangkatnya dari rumah Pak Yahya.

 

Belajar banyak dari seorang cendikiawan.

Yang amat baik hati itu.

------

 

Suatu sore.

Tiba di apartement.

Setelah dari kampus.

 

Terlihat sebuah amplop ada di kotak surat.

 

Tertulis nama pengirimnya:

 

 Yahya Muhaimin.

 

Saat dibuka.

 

Hanya berisi 1 lembar uang 100 dollar.

 

Yang dimasukan dalam lipatan kertas HVS polos putih.

 

Tidak ada tulisan apapun.

 

Hanya 1 lembar uang.

 

Saat itu.

Saya sudah mahasiswa program doktor di Illinois.

 

Sudah pindah dari rumah beliau yang di Maryland.

 

Jaraknya lebih dari 1.100 km.

 

Langsung masuk apartemen.

Dan telepon Pak Yahya.

 

Beliau tertawa sambil bilang,

 

“Saya kemarin ingat kamu.

 

Mungkin kamu lagi susah.

 

Kuliah doktor itu berat.

 

Apalagi kalau sudah ada anak.

 

Selalu kekurangan biaya.

 

Dulu waktu saya kuliah juga gitu.”

 

Itu bukan cuma sekali.

Tapi berkali-kali.

 

Tiap beberapa waktu.

 

Beliau selalu kirim amplop tanpa kata.

 

Berisi selembar uang 100 dolar.

 

Uang itu bagi kami.

 

Yang bea-siswanya sangat pas-pasan.

 

Terasa luar biasa bernilai.

 

 

April 2021.

 

Kami mampir ke rumahnya.

Di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah.

 

Saat itu mendengar kabar.

 

Bahwa beliau kurang sehat.

 

Kami ngobrol.

Cerita banyak hal.

 

Fisiknya memang lebih lemah.

 

Tapi pancaran wajahnya tetap terang.

 

Wajah jernih seorang cendikiawan.

 

Yang amat-amat alim.

 

Kemarin beliau berpulang.

 

Allah panggil pulang.

 

Seorang yang amat mulia hatinya.

 

Amat teduh akhlaknya.

 

Pribadi yang amat dalam komitmennya.

 

Untuk memajukan umat.

 

Beliau memang dosen di UGM di Jogja.

 

Tapi selama itu pula.

 

Selalu berkiprah memajukan pendidikan.

 

Di kampung halamannya di Bumiayu.

 

Kami yakin.

 

InsyaAllah.

 

Allahyarham Pak Yahya dimuliakan di sisiNya.

 

Dialirkan tanpa henti pahala padanya.

 

Lewat ilmu dan amal jariahnya.

 

Yng luar biasa banyaknya…

 

Kami semua adalah saksinya.

 

Allahummaghfirlahu.

Warhamhu.

Wa'afihi.

Wa'fuanhu.

 

(Sumber  Anies Baswedan)

12536. TAHUN 2017 JAKARTA NOMOR 4 DAN TAHUN 2021 NOMOR 46 KOTA MACET DUNIA

 






TAHUN 2017 JAKARTA NOMOR 4 DAN TAHUN 2021  NOMOR 46 KOTA MACET DUNIA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Tahun 2021.

Jakarta Peringkat ke-46 Kota Termacet Dunia versi TomTom

 

DKI Jakarta berada di luar 10 besar kota termacet di dunia.

Versi TomTom Traffic Index.

 

Tahun 2020.

Jakarta berada di urutan ke-31.

Dari 416 kota yang diukur.

 

Tahun 2021.

Jakarta berada di posisi ke-46.

Kota termacet dunia.

 

 

Berdasarkan data.

Yang dikeluarkan perusahaan spesialis teknologi lokasi.

 

Bahwa tingkat kemacetan di Jakarta.

 

Tahun 2021.

Berada di angka 34 persen.

 

Indeks macet 34 persen.

Artinya  waktu tempuh perjalanan normal.

 

Ditambah 34 persen waktu delay.

 

Karena macet di jalan.

 

 

"Tingkat kemacetan 34 persen.

 

Artinya rata-rata waktu perjalanan.

 

Ditambah 34 persen lebih lama.

 

Dibanding kondisi awal tanpa macet.

 

Artinya.

 

Perjalanan 30 menit.

Dalam kondisi arus lalu lintas.

 

Akan butuh waktu 10 menit lebih lama.

 

Saat tingkat macet 34 persen." tulis TomTom.

 

Data macet Jakarta

 

1.      Tahun 2017.

Jakarta nomor ke-4.

Yaitu 61 persen.

 

2.      Tahun 2018.

Jakarta nomor ke-7.

Yaitu 53 persen.

 

3.      Tahun 2019.

Jakarta nomor ke-10.

Yaitu 53 persen.

 

 

4.      Tahun 2020 (masa pandemi)

Jakarta nomor ke-31.

Yaitu 36 persen.

 

5.      Tahun 2021.

Jakarta nomor ke-46.

Yaitu 34 persen.

 

 

 

 

Data TomTom menunjukkan.

Bahwa hari paling macet di Jakarta.

Yaitu Senin, 12 April 2021.

 

Tingkat macet 64 persen.

Lebih tinggi daripada rerata harian.

 

Waktu macet paling tinggi.

Yaitu Senin pukul 17.00-18.00 WIB.

 

Pada tahun 2019 dan 2020.

 

Rerata macet tertinggi.

Yaitu tiap hari Jumat.

 

Daftar nama 5 kota termacet dunia.

1.      Istanbul (Turki).

2.      Moskow (Rusia).

3.      Kyiv (Ukraina).

 

4.      Bogota (Kolombia).

5.      Mumbai (India).

 

Untuk Asia Tenggara.

 

Jakarta lebih baik ketimbang Manila (Filipina).

Di posisi ke-18.

 

Dengan indeks macet 43 persen.

 

(Sumber kumparan)

 

 

12535. TAHUN 2021 JAKARTA URUTAN KE-46 KOTA MACET DUNIA

 





TAHUN 2021 JAKARTA URUTAN KE-46 KOTA MACET DUNIA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Tahun 2021.

Jakarta Peringkat ke-46 Kota Termacet Dunia versi TomTom

 

DKI Jakarta berada di luar 10 besar kota termacet di dunia.

Versi TomTom Traffic Index.

 

Tahun 2020.

Jakarta berada di urutan ke-31.

Dari 416 kota yang diukur.

 

Tahun 2021.

Jakarta berada di posisi ke-46.

Kota termacet dunia.

 

 

Berdasarkan data.

Yang dikeluarkan perusahaan spesialis teknologi lokasi.

 

Bahwa tingkat kemacetan di Jakarta.

 

Tahun 2021.

Berada di angka 34 persen.

 

Indeks macet 34 persen.

Artinya  waktu tempuh perjalanan normal.

 

Akan ditambahkan 34 persen waktu delay.

 

Karena macet di jalan.

 

 

"Tingkat kemacetan 34 persen.

 

Artinya rata-rata waktu perjalanan.

 

Ada 34 persen lebih lama.

 

Dibanding kondisi awal tanpa macet.

 

Artinya.

 

Perjalanan 30 menit.

Dalam kondisi arus lalu lintas.

 

Akan butuh waktu 10 menit lebih lama.

 

Saat tingkat macet 34 persen." tulis TomTom.

 

Data macet Jakarta

 

1.      Tahun 2017.

Jakarta nomor ke-4.

Yaitu 61 persen.

 

2.      Tahun 2018.

Jakarta nomor ke-7.

Yaitu 53 persen.

 

3.      Tahun 2019.

Jakarta nomor ke-10.

Yaitu 53 persen.

 

 

4.      Tahun 2020 (masa pandemi)

Jakarta nomor ke-31.

Yaitu 36 persen.

 

5.      Tahun 2021.

Jakarta nomor ke-46.

Yaitu 34 persen.

 

 

 

 

Data TomTom menunjukkan.

Bahwa hari paling macet di Jakarta.

Yaitu Senin, 12 April 2021.

 

Tingkat macet 64 persen.

Lebih tinggi daripada rerata harian.

 

Waktu macet paling tinggi.

Yaitu Senin pukul 17.00-18.00 WIB.

 

Pada tahun 2019 dan 2020.

 

Rerata macet tertinggi.

Yaitu tiap hari Jumat.

 

Daftar nama 5 kota termacet dunia.

1.      Istanbul (Turki).

2.      Moskow (Rusia).

3.      Kyiv (Ukraina).

 

4.      Bogota (Kolombia).

5.      Mumbai (India).

 

Untuk Asia Tenggara.

 

Jakarta lebih baik ketimbang Manila (Filipina).

Di posisi ke-18.

 

Dengan indeks macet 43 persen.

 

(Sumber kumparan)