Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, March 6, 2022

12724. BEDANYA ISLAM SUNI SYIAH DAN WAHABI

 





BEDANYA ISLAM SUNI SYIAH DAN WAHABI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Al-Quran memerintahkan semua umat lslam.

Untuk bersatu.

 

Dan melarang bercerai berai.

 

 Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 103.

 

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

 

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dulu (masa Jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah menyatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

 

Allah memerintahkan.

Agar semua umat Islam  bersatu.

 

Menjadi satu umat.

Yaitu komunitas orang beriman.

 

Maka semua bentuk perpecahan.

Bukan ajaran lslam.

 

Sayangnya.

Fakta sejarah seolah berbanding terbalik.

 

Dengan seruan Allah.

Hal ini berlangsung berabad-abad.

 

Hal ini terjadi.

Karena penafsiran beberapa ayat-ayat Al-Quran.

 

Dan arti beberapa hadis yang berbeda.

 

Interpretasi berbeda.

Menyebabkan beberapa perpecahan.

 

Dalam komunitas Muslim.

 

Tapi perpecahan dalam lslam.

Hanya sedikit dibandingkan kepercayaan lain.

 

Sejarah mencatat.

Bahwa Suni dan Syiah.

 

Yaitu 2 kelompok utama.

Dalam kalangan umat Islam.

 

Kelompok Suni dan Syiah.

Munculnya setelah Rasulullah wafat.

 

Tapi banyak orang yakin.

 

Bahwa Suni dan Syiah.

Saling mengenali diri mereka.

 

Sebagai Muslim sejati.

Selain beberapa aliran sesat.

 

PERSAMAAN SUNI DAN SYIAH

Pengikut Suni dan Syiah sama-sama:

1.      Beriman kepada Allah.

2.      Percaya pada Nabi Muhammad.

 

3.      Percaya adanya hari kiama

 

4.      Ibadah haji ke Mekah.

5.      Lebih senang disebut Muslim.

 

 Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 285.

 

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

 

Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampuni kami ya Tuhan kami dan kepada Engkau tempat kembali".

 

Munculnya kelompok Suni dan Syiah.

Terjadi setelah Nabi Muhammad wafat.

 

Setelah Rasulullah wafat.

 

Muncul pertanyaan,

“Siapa yang melanjutkan  kepemimpinan umat Muslim.

 

PENDAPAT ISLAM SUNI

 

Muslim Suni dan sebagian besar sahabat Nabi berpendapat.

 

Bahwa pemimpin dipilih.

Dari kalangan lslam.

Yaitu orang yang mampu memimpin.

 

Islam Suni memilih sahabat utama Nabi.

Yaitu Abu Bakar.

Menjadi Khalifah ke-1 umat lslam.

 

PENDAPAT ISLAM SYIAH

 

Bahwa pemimpin harus diambil keluarga Nabi.

Atau orang yang ditunjuk Nabi.

 

Atau seorang Imam.

Yang diangkat oleh Allah.

 

Kaum Syiah berpendapat.

Bahwa Ali bin Abi Thalib.

Sebagai pengganti Rasulullah.

 

Kaum Syiah yakin.

Bahwa Ali bin Abi Thalib.

 

Suami Fatimah binti Muhammad.

Menantu Rasulullah.

 

Pernah ditunjuk Rasulullah.

Untuk mengganti beliau.

 

ASAL KATA SYIAH

 

Kata “Syiah” berasal dari:

 ‘Shiat Ali’.

Atau ‘Partai Ali’.

 

Saat ini.

Jumlah kelompok Suni sekitar 85 persen.

Dan kelompok Syiah 15 persen.

 

Sheikh Yusuf Qardawi berkata,

 

“Hal ini penting bagi kaum Suni.

Untuk konsentrasi kesepakatan.

 

Bukan perbedaan.

Saat berdialog dengan kaum Syiah.

 

Bahwa banyak sepakat yurisprudensi Suni dan Syiah.

 

Karena keduanya tergantung pada sumber sama.

Yaitu Al-Quran dan Sunah.

 

Juga tujuan beragama sama.

 

Yaitu membangun keadilan dan rahmat Allah.

Buat semua orang.”

 

SEJARAH WAHABI

 

Muhammad bin Abdul Wahab.

Hidup abad ke-19.

 

Yaitu seorang pembaru lslam.

Fokus pada tauhid.

 

Atau monoteisme.

Dan melawan praktik politeistik.

 

Paham Wahabi melarang:

1.      Berdoa kepada orang yang dianggap suci.

 

2.      Memberi persembahan korban kepada orang suci.

 

3.      Dan sejenisnya.

 

Pengikut Wahabi.

Menyebut dirinya.

 

Muwahidun.

Atau Unitarian.

 

Para pengkritiknya.

Menyebut mereka “Wahabi”.

 

Dengan konotasi jelek.

 

 ‘Wahabisme’ adalah gerakan Islam.

 

Yang dilakukan Ibnu Abdul Wahab.

Dengan gerakan reformasi di Arab Saudi.

 

Untuk mempertahankan bentuk lslam.

Yang  murni dan asli.

Menurut mereka.

 

Melawan beberapa inovasi.

Yang disebut sufi.

 

Kaum Wahabi ikut gagasan 2 tokoh Islam, yaitu:

 

1.      Sheikh Ibnu Taimiah.

2.       Ibnu Qayim.

 

Dan ikut mazhab lmam Ahmad bin Hanbal.

Dalam masalah iman dan hukum.

 

Gerakan Wahabi membuat kontribusi signifikan.

Terhadap Islam waktu itu.

 

Yaitu menghapus banyak praktik menyimpang.

 

Kaum Wahabi menebang pohon.

Yang dipakai menyembah.

Dan berdoa di Najad.

 

Kaum Wahabi juga menghancurkan tempat.

Atau bangunan.

Yang sering dipakai ritual pagan.

 

 

(Sumber lslam.lndonesia) 

 

12723. SOAL UCAPAN LA ILAHA ILLALLAH SESAAT AKAN MATI

 

 




SOAL UCAPAN LA ILAHA ILLALLAH SESAAT AKAN MATI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Pendapat tentang akhir ucapan la ilaha illaallah.

Maka dia akan masuk surga.

 

1.      Benar .

Karena sesuai dengan teks hadis Nabi.

 

2.      Benar ada hadis di atas.

Tapi diprotes Umar bin Khattab.

Dan disetujui oleh Rasulullah.

 

Karena khawatir umat lslam tak menjalankan ajaran agama.

 

Tapi hanya mengucapkan kalimat “la ilaha illallah” saja.

 

3.      Pendapat Al-Quran.

 

 

PENJELASAN

 

Hadis riwayat Abu Daud.

Rasulullah bersabda,

 

: مَنْ كَانَ آخِرَ كَلَامِهِ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله دَخَلَ الْجَنَّةَ  

 

“Barang siapa yang akhir perkataannya (sebelum meninggal dunia) adalah “la ilaha illallah”, maka dia akan masuk surga”.

 

 

Al-Quran surah Yunus (surah ke-10) ayat 90-91.

 

۞ وَجَاوَزْنَا بِبَنِي إِسْرَائِيلَ الْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُ بَغْيًا وَعَدْوًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ قَالَ آمَنْتُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا الَّذِي آمَنَتْ بِهِ بَنُو إِسْرَائِيلَ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

 

Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan  tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga saat Fir'aun  hampir tenggelam berkatalah dia: "Saya beriman bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israel, dan saya termasuk orang yang berserah diri (muslim)".

 

آلْآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنْتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ

 

Apakah sekarang (baru kamu beriman), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dulu, dan kamu termasuk orang berbuat kerusakan.

 

 

Al-Quran surah Ghafir (surah ke-40) ayat 46.

 

النَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

 

Kepada mereka (Fir’aun dan pengikutnya) ditampakkan neraka pada pagi dan petang.

Dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat): "Masukkan Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras (neraka)".

 

 

Ayat di atas bisa dipahami.

Bahwa Fira’un saat akan tenggelam.

 

Sempat mengucapkan kalimat tauhid.

Yaitu beriman kepada Tuhannya Nabi Musa.

 

Tapi itu terlambat.

 

Artinya Fir’aun dan tentaranya tetap masuk neraka.

Bukan masuk surga.

 

Atau orang yang sebelum meninggal.

 

Sempat mengucapkan kalimat:

“la ilaha ilallah”.

 

Tak menjamin masuk surga.

 

Bahkan Fir’aun dan pengikutnya dijamin masuk neraka.

 

 

Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 18.

 

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

 

Dan tobat itu tidak diterima Allah dari orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga saat datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: "Sesungguhnya saya bertobat sekarang". Dan tidak (pula diterima tobat) orang yang mati dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.

 

 

Tobat yang terpaksa tidak diterima oleh Allah.

 

Yaitu orang yang tobat sesaat akan meninggal.

Maka tobatnya tak diterima.

 

Artinya tobat itu harus dilakukan secepat mungkin.

Setelah tahu berbuat salah.

 

Maka harus segera tobat.

Tak menunggu sesaat akan mati.

 

 

(Sumber Agus Mustofa)