Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, September 7, 2022

14812. REZEKI BAYI DIJAMIN ALLAH TAPI DEWASA CEMAS REZEKI

 

 



 

REZEKI BAYI DIJAMIN ALLAH TAPI DEWASA CEMAS REZEKI

Oleh Drs. HM Yusron Hadi,MM

 

 

 

 

Nasihat lmam Syafii tentang rezeki.

 

Seperti Tuhanmu mencukupi rezekimu.

Pada hari kemarin.

 

Maka jangan cemas dengan rezekimu.

Untuk hari esok.

 

Rezeki (menurut KBBI V) bisa diartikan:

 

1)        Segala segala sesuatu yang dipakai untuk memelihara kehidupan (yang diberikan oleh Tuhan).

 

2)        Makanan (sehari-hari).

3)        Nafkah.

 

4)        Penghidupan.

 

5)        Pendapatan (uang dan sebagainya untuk memelihara kehidupan).

 

6)        Keuntungan.

7)        Kesempatan mendapat makan.

 

 

Manusia sering gelisah memikirkan rezekinya.

 

Termasuk para mahasiswa.

Cemas tentang rezekinya.

 

Sehingga muncul pertanyaan:

 

1)        Besok akan menjadi apa?

2)        Besok bisa makan apa tidak?

 

3)        Besok bisa bayar kuliah apa tidak?

4)        Dan seterusnya.

 

Imam Syafii memberi nasihat.

 

Jika dulu kamu belum jadi mahasiswa.

Rezekimu sudah dijamin oleh Allah.

 

Lewat berbagai cara.

 

Padahal kamu belum mandiri.

 

Tapi rezeki dari Allah tetap ada

Dengan berbagai cara.

 

Bisa lewat orang tua

Atau cara lainnya.

 

Jika sebelumnya Allah mencukupi rezekimu.

 

Yakinlah di masa depan.

Allah juga akan mencukupi rezekimu.

 

Maka jangan cemas dan gelisah dengan rezeki.

 

Sehingga dalam hidup ini.

Tak perlu menerjang aturan.

 

Tak perlu menabrak larangan.

Untuk dapat rezeki.

 

Dalam mencari rezeki.

Harus dengan cara halal.

 

Jangan cari rezeki.

Dengan cara haram.

 

Rezeki sudah ada yang mengatur.

 

Jika kita tak punya pekerjaan.

 

Lalu menjadi gelisah.

Hal itu manusiawi.

 

Karena tugas manusia.

Menurut fitrahnya adalah bekerja.

 

Fitrah manusia.

Punya kegiatan dan penghasilan.

 

Tapi jangan gelisah dengan hasilnya.

Masalah rezeki jangan dicemaskan.

 

Tugas manusia.

Yaitu bekerja dengan baik.

Sesuai bidangnya.

 

Kemudian hasilnya tawakal kepada Allah.

 

Mari kita kerjakan tugas kita.

Dengan sebaik-baiknya.

 

Urusan rezeki kembalikan kepada Allah.

 

Rezeki itu urusan Allah Yang Maha Pemberi rezeki.

 

Allah yang mengatur dan mencukupkan rezeki.

 

Maka jangan dicampur uang yang halal dan yang haram.

 

Agar rezeki kita menjadi berkah.

 

Rezeki yang berkah.

Mendatangkan kebaikan bagi pemiliknya.

 

Rezeki yang tak berkah.

Malah menyusahkan.

Dan membuat celaka pemiliknya.

 

Al-Quran surah Hud (surah ke-11 ) ayat 6.

 

۞ وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

 

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).

 

 

(Sumber Ngaji Filsafat Dr Fahrudin Faiz)

 

14806. NASIKH MANSUKH SUNAH DAN AL QURAN GANTI KIBLAT SALAT

 

 


NASIKH MANSUKH SUNAH DAN AL QURAN GANTI KIBLAT SALAT

Oleh: Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Ada 4 macam Nasikh, yaitu:

 

1)        Hapus sunah diganti sunah.

 

2)        Hapus sunah diganti ayat Al-Quran.

 

3)        Hapus kitab diganti kitab.

Zabur, Taurat, lnjil diganti Al-Quran.

 

 

4)        Nasikh dan Mansukh Al-Quran.

 

 

1.        Sunah Nabi diganti sunah Nabi.

 

Jumhur ulama.

Atau sebagian besar ulama berpendapat.

Menghapus sunah diganti sunah lain.

 

Hukumnya boleh.

Dan telah terjadi.

 

Misalnya.

Nikah mut’ah.

 

Yaitu nikah yang hanya berlaku.

Dalam waktu tertentu.

 

Nikah mut’ah pernah dibolehkan.

Saat terjadi perang zaman Rasulullah.

 

Tapi kemudian dilarang.

 

Hadis riwayat Muslim.

Iyas bin Salamah dari ayahnya.

 

Dia berkata,

“Pada tahun Autas.

Rasulullah membolehkan nikah Mut’ah.

 

Selama 3 hari.

Kemudian beliau melarangnya.”

 

2.        Sunah Nabi dihapus dengan Al-Quran.

 

Para ulama beda pendapat.

 

Sebagian ulama berpendapat.

Bahwa sunah Nabi.

Tak bisa dihapus dengan Al-Quran.

 

Jumhur ulama berpendapat.

Sunah Nabi bisa dihapus dengan ayat Al-Quran.

 

Misalnya.

Kiblat salat.

 

Dulu kiblat salat.

Ke arah Baitul Maqdis di Palestina.

Ditetapkan dengan sunah Nabi.

 

Tapi dihapus dengan ayat Al-Quran.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 144.

 

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

 

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkan mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkan mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

 

3.        Menghapus kitab dengan kitab.

 

Para ulama sepakat.

Kitab bisa menghapus kitab.

Hukumnya boleh dan telah terjadi.

 

Misalnya.

Kitab Zabur, Taurat, dan lnjil.

Dihapus dan diganti kitab Al-Quran.

 

Ajaran agama berkembang.

Sesuai perdaban manusia.

 

Misalnya.

Zaman Nabi Adam.

 

Boleh menikah dengan saudara kandung.

Tapi dihapus oleh kitab Taurat.

 

Ajaran kitab lnjil.

Dihapus oleh kitab Al-Quran.

 

(Sumber suara.muhammadiyah)