Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, February 4, 2024

32193. PEMIMPIN KAYA JIKA KORUPSI PASTI BANYAK

 


PEMIMPIN KAYA JIKA KORUPSI PASTI BANYAK

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Pemimpin yang miskin.

Jika korupsi.

Hanya sedikit.

 

Pemimpin yang kaya.

Jika korupsi.

 

Maka korupsinya banyak.

Tak korupsi sedikit.

 

 

 

Gus Miftah dan Ahok

Punya pandangan berbeda.

Soal milih pemimpin bangsa.

 

Gus Miftah.

Sarankan pilih yang kaya.

 

Ahok.

Sarankan pilih pemimpin miskin.

 

Sabtu (3/2/2024).

 

Ahok saat jadi bupati.

Bertanya pada warganya.

 

Mengapa memilihnya.

Jadi kepala daerah.

 

Mereka jawab,

“Karena bapak sudah kaya.

Tidak mau korupsi lagi”'.

 

Tapi Ahok sarankan.

Agar memilih pemimpin miskin.

 

Sebab jika dia korupsi.

1)        Tak banyak.

2)        Hanya sedikit.

 

Orang miskin.

1)        Hidup sederhana.

2)        Biaya hidup sedikit.

 

3)        Rumah sederhana.

4)        Hanya butuh Honda Tiger.

 

Tapi orang kaya.

1)        Standar hidup tinggi.

2)        Biaya hidup tinggi.

 

3)        Dia butuh kelikopter.

4)        Butuh makanan luar negeri.

 

5)        Mau beli pesawat terbang.

6)        Ingin punya banyak rumah mewah.

 

7)        Korupsi pasti lebih banyak.

8)        Sering ke luar negeri

 

Orang kaya korupsi.

Pasti nilainya besar.

 

Karena kebutuhan hidupnya.

Juga besar.

Jika pilih orang karena kaya.

Maka itu salah.

 

Orang dipilih

Jadi pemimpin.

 

Sebab karakternya.

Sudah teruji.

 

(Sumber fajar)

32192. PEMIMPIN MISKIN JIKA KORUPSI HANYA SEDIKIT

 


PEMIMPIN MISKIN JIKA KORUPSI HANYA SEDIKIT

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Pemimpin yang miskin.

Jika korupsi.

Hanya sedikit.

 

Pemimpin yang kaya.

Jika korupsi.

 

Maka korupsinya banyak.

Tak korupsi sedikit.

 

 

 

Gus Miftah dan Ahok

Punya pandangan berbeda.

Soal milih pemimpin bangsa.

 

Gus Miftah.

Sarankan pilih yang kaya.

 

Ahok.

Sarankan pilih pemimpin miskin.

 

Sabtu (3/2/2024).

 

Ahok saat jadi bupati.

Bertanya pada warganya.

 

Mengapa memilihnya.

Jadi kepala daerah.

 

Mereka jawab,

“Karena bapak sudah kaya.

Tidak mau korupsi lagi”'.

 

Tapi Ahok sarankan.

Agar memilih pemimpin miskin.

 

Sebab jika dia korupsi.

1)        Tak banyak.

2)        Hanya sedikit.

 

Orang miskin.

1)        Hidup sederhana.

2)        Biaya hidup sedikit.

 

3)        Rumah sederhana.

4)        Hanya butuh Honda Tiger.

 

Tapi orang kaya.

1)        Standar hidup tinggi.

2)        Biaya hidup tinggi.

 

3)        Dia butuh kelikopter.

4)        Butuh makanan luar negeri.

 

5)        Mau beli pesawat terbang.

6)        Ingin punya banyak rumah mewah.

 

7)        Korupsi pasti lebih banyak.

8)        Sering ke luar negeri

 

Orang kaya korupsi.

Pasti nilainya besar.

 

Karena kebutuhan hidupnya.

Juga besar.

Jika pilih orang karena kaya.

Maka itu salah.

 

Orang dipilih

Jadi pemimpin.

 

Sebab karakternya.

Sudah teruji.

 

(Sumber fajar)

32191. ANIES BASWEDAN PEMILU SEDERHANA JUJUR ADIL NETRAL

 


ANIES BASWEDAN PEMILU SEDERHANA JUJUR ADIL NETRAL

Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.

 

 

Calon presiden nomor 1.

 Anies Baswedan.

 

Terkait pernyataan.

Para guru besar.

Beberapa kampus ternama.

 

Anies Baswedan sebut.

Hal itu tanda .

Ada yang tidak beres.

 

1)        UGM Yogya.

2)         UII Yogya.

 

3)        Universitas Andalas Padang.

4)        Dan lainnya.

 

UGM sesalkan.

Penyelenggara negara.

 

Dipimpin Presiden Joko Widodo.

Dinilai menyimpang dari.

 

1)                Moral.

2)                Demokrasi.

3)                Keadilan sosial.

 

"Jika kampus sudah bersuara.

 

1)                Ada masalah serius.

2)                Jadi perhatian kita semua.

 

Anies Baswedan.

Di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kamis (1/2/2024).

 

Anies Baswedan katakan.

Beberapa waktu terakhir.

 

Dia juga prihatin.

Seperti para cendekiawan.

 

Anies Baswedan jelaskan.

 

1)        Kembalikan demokrasi yang benar.

 

2)        Tata cara pemerintahan.

Berdasar meritokrasi.

Sesuai keahlian.

 

3)        Mengayomi semua.

 

Anies Baswedan jelaskan.

Para civitas akademika.

 

1)        Objektif .

2)        Jadi perhatian.

3)        Dijaga bersama.

 

"Kami berharap sederhana.

Yaitu pemilu dilaksanakan.

 

1)        Jujur.

2)        Adil.

3)        Penyelenggara netral.

 

Hanya itu saja," tutur Anies Baswedan.

(Sumber Anies Baswedan)