Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, March 5, 2024

32928. MUHAMMADIYAH USUL TAK PERLU SIDANG ISBAT RAMADAN

 


MUHAMMADIYAH USUL TAK PERLU SIDANG ISBAT RAMADAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Muhammadiyah tetapkan.

 

1)        Awal puasa 1 Ramadan 1445 H.

Senin, 11 Maret 2024.

 

2)        Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1445 H.

Rabu, 10 April 2024.

 

Awal puasa Muhammadiyah.

Berbeda dengan Pemerintah.

 

 Kemenag sidang isbat.

Awal Ramadan 1445 H

Ahad, 10 Maret 2024.

 

Hari Raya Idul Fitri

Akan sama.

Rabu, 10 April 2024.

 

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah.

 Abdul Mu’ti usul.

 

Tak perlu sidang isbat.

Penetapan Idul Fitri.

 

“Insya Allah.

 Idul Fitri bareng.

 

Posisi hilal akhir Ramadan.

Di atas 8 derajat.

 

Dengan posisi itu.

Hilal bisa dilihat jelas.

 

Tak perlu sidang isbat.

Bisa hemat dana,” katanya.

 

Minggu (3/3/2024).

 

Selama ini.

Penetapan Idul Fitri.

 

1)        Metode hisab.

2)        Metode rukyat.

 

Hasilnya sering berbeda.

 

Muhammadiyah.

Pakai hisab hakiki.

 

Pemerintah.

Pakai rukyatul hilal.

Melihat hilal dengan mata telanjang.

 

“Posisi hilal di atas 8 derajat.

Pasti semua ormas Islam.

Idul Fitri bersamaan,” kata dia.

 

Dalam Sejarah.

Penetapan Idul Fitri dinamis.

 

Dulu posisi hilal.

Di atas 2 derajat.

Bisa dilihat mata telanjang.

 

 Tapi ketentuan diubah.

 Jadi di atas 4 derajat.

 

Yang terbaru di atas 6 derajat.

Maka banyak berbeda.

 

Tahun 2024.

Akhir Ramadan 1445 H.

 

Posisi hilal di atas 8 derajat.

Mestinya hilal bisa dilihat.

 

Tak perlu sidang isbat,” jelasnya.

 

Mu’ti berkelakar.

 Muhammadiyah lebih suka.

 

Hari Raya ldul Fitri lebih dulu.

Sebab banyak yang ikut.

 

Bukan awal puasa lebih dulu.

 

Mu’ti tegaskan.

Muhammadiyah pakai hisab.

 

1)        Tentukan awal Ramadan.

2)        Hari Raya ldul Fitri.

 

Bagian sunah Nabi.

Bukan bid’ah.

 

Mu’ti sebut

Sejumlah ayat dan hadis.

Terkait hal itu.

 

 “Dengan ilmu hisab.

Muhammadiyah susun kalender.

Hingga 100 tahun ke depan,” jelas Mu’ti.

 

“Hisab bukan bid’ah.

Isyaratnya ada dalam Quran.

 

Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 96.

فَالِقُ الْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَنًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَانًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

 

Dia Allah menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk istirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itu ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

 

Mu’ti jelaskan.

Rasulullah tak pakai hisab.

 

Saat itu.

Ilmu masih terbatas.

 

Mu’ti ajak

Warga Muhammadiyah.

Melakukan gerakan social.

 

Berbagi kepada sesama.

Di bulan Ramadan.

 

Tapi bukan praktik karikatif.

Banyak tonjolkan foto dan publikasi.

 

Berbagi adalah investasi,” pinta dia.

 

Gerakan berbagi.

Upaya pemberdayaan umat.

 

Tak harus langsung tunai.

Bisa beasiswa.

Tabungan anak sekolah,” jelas dia.

 

(Sumber Abdul Mu’ti)

32926. INTER VS GENOA (2-1)

32925. INTER VS GENOA (2-1)

32924. PORTO VS BENFICA (5-0)

Monday, March 4, 2024

32922. BIVITRI PRESIDEN MELANGGAR UU BISA DISIDANG

 


BIVITRI PRESIDEN MELANGGAR UU BISA DISIDANG

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

Pakar Hukum Tata Negara.

 Bivitri Susanti katakan.

 

Anggota DPR RI.

Bisa putuskan Pemilu 2024.

 

1)        Tak sah.

2)        Harus diulang.

3)        Mendiskualifikasi paslon.

 

Diskualifikasi.

Artinya.

 

1)        Mencabut hak.

 

2)        Larangan ikut bertanding.

Sebab langar aturan.

 

3)        Tak penuhi syarat.

 

 Bivitri Susanti katakan.

Jika paslon nomor 02 didiskualifikasi.

 

Berdasar putusan DPR.

Maka putusan harus dijalankan.

Oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

 

Paslon kompetisi hanya 2 , yaitu :

1)        01

2)        03.

 

“DPR bisa putuskan pemilu diulang.

Tanpa lewat Mahkamah Konstitusi (MK).

 

Sebab keputusan DPR.

Sebagai institusi,” ujarnya.

 

Minggu (3/3/2024).

 

Dia tegaskan.

Hasil hak angket 2 kemungkinan.

 

1)        DPR rekom pemilu ulang.

 

Sebab terbukti curang.

Terstruktur, Sistematif, dan Masif (TSM)

 

2)        Pemakzulan presiden.

 

Untuk makzulkan presiden.

 

1)        Rekom DPR.

 

2)        Hak menyatakan pendapat.

Atau interpelasi.

 

3)        Dibawa ke MK.

 

4)        Jika MK menyatakan presiden bersalah.

 

5)        Maka MPR gelar sidang.

 

6)        Untuk makzulkan presiden.

 

Kuorum 2/3 anggota hadir.

Setuju 2/3 anggota hadir.

 

Dia dorong.

Agar parpol gulirkan hak angket .

 

Untuk buat terang benderang.

 

Dugaan kecurangan pemilu.

1)        Sebelum hari-H.

2)        Saat hari-H.

3)        Usai hari-H.

 

Dia tekankan.

Bahwa tujuan hak angket 

 

1)        Tak makzulkan Presiden Jokowi.

2)        Tak jegal Prabowo Subianto-Gibran.

 

3)        Tapi  cegah curang pemilu depan.

 

Bivitri katakan.

Dugaan curang TSM.

 

Muncul pemilu usai Orde Baru.

Tapi belum pernah terbukti.

 

Bobot dugaan.

Curang pemilu 2024.

 

Luar biasa besar.

Dibanding curang pemilu sebelumnya.

 

Hal ini terbukti.

1)        Pembusukan MK.

2)        Oleh orang dalam pemegang kekuasaan.

 

“Hak angket.

Tak jegal paslon tertentu.

 

Tapi untuk koreksi presiden.

Pemegang kekuasaan tetinggi.

 

Seakan-akan presiden.

1)        Politik gentong babi.

2)        Bagi-bagi bansos.

 

3)        Hal itu merusak demokrasi.

 

4)        Hak angket DPR.

Buat terang TSM.

 

Dia ingatkan.

 

1)        Budaya feodal jangan dilestarikan.

2)        Anggap presiden seperti Raja.

 

3)        Presiden dikultuskan.

 

4)         Presiden melakukan abuse of power.

Salah gunakan wewenang.

 

5)        Muncul otokratisme.

 

Bivitri katakana.

Pemerintah Jokowi.

 

Jadi otokratisme.

1)        Tak bisa dicek.

2)        Tak bisa diawasi.

 

Demokrasi yang baik.

 Perlu oposisi.

Dalam jalankan pemerintahan.

 

“Hak angket.

Bisa tak sampai pengadilan.

 

Tapi perlu proses politik.

Kekuasaan harus bisa diawasi.

 

Hal itu.

Poin penting  demokrasi,” tukasnya.

 

Bivitri tuturkan.

Presiden bisa disidang.

 

Jika diduga melakukan.

1)        Penyuapan.

2)        Korupsi.

 

3)        Perbuatan tercela.

 

4)        Tak ada impunitas.

 

5)        Tak kebal hukum.

6)        Semua sama di depan hukum

 

(Sumber Bivitri)