Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, December 3, 2024

38192. SEDEKAH SEBAGIAN HARTA YANG DICINTAI

 


SEDEKAH SEBAGIAN HARTA YANG DICINTAI

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Kata “sedekah” menurut KBBI V.

Artinya:

 

1)        Pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai kemampuan pemberi.

 

2)        Derma.

3)        Selamatan.

 

Kata “zakat” menurut KBBI V.

Artinya:

 

1)        Jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak.

 

2)        Salah satu rukun Islam mengatur harta yang wajib dikeluarkan kepada mustahik (orang yang berhak).

 

 

Zakat menurut istilah agama Islam.

Yaitu kadar harta tertentu yang diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan beberapa syarat. 

 

Zakat adalah salah satu rukun Islam.

Hukumnya fardu ain (wajiban pribadi).

Bagi orang yang memenuhi syarat.

 

Islam anjurkan orang Islam mampu.

Keluarkan sedekah sunah.

 

Yaitu memberi infak berupa uang atau harta benda:

 

1)        Pada jalan Allah.

2)        Untuk keperluan umum.

 

Pahalanya berlipat ganda.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 254.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ ۗ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

 

254. Hai orang-orang beriman, infakkan (di jalan Allah) sebagian rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itu orang yang zalim.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 261.

 

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

 

Perumpamaan orang infak hartanya di jalan Allah  serupa dengan 1 butir biji (benih) menumbuhkan 7 tangkai, pada tiap tangkai: 100 biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 271.

 

 

 تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

 

 

271. Jika kamu tampakkan sedekah(mu), maka baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikan dan kamu berikan kepada orang fakir, maka menyembunyikan lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapus dari sebagian kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Al-Quran surah Al-Munafikun (surah ke-63) ayat 10.


وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

 

10. Dan infakkan sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang saleh?"

 

Al-Quran surah Saba (surah ke-34) ayat 39.


قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

 

39. Katakan: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia Pemberi rezeki sebaik-baiknya.

 

 

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 92.


لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

 

92. Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu infakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu infakkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 133-134.

 


۞ وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

 

133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang bertakwa.

 

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

 

134. (Yaitu) orang yang menginfakkan (hartanya), baik waktu lapang maupun sempit, dan orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang berbuat kebajikan.

 

 

Sumber

1.Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

2.Tafsirq.com online

 

38191. AYAT PERANG QURAN ASBABUN NUZUL SEBAB TURUN

 


AYAT PERANG QURAN ASBABUN NUZUL SEBAB TURUN      

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 190-194.


وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

 

190. Dan perangi di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tapi) jangan kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang melampaui batas.

 


وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ ۖ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ۗ كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ

 

191. Dan bunuh mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usir mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah lebih besar bahayanya daripada pembunuhan, dan jangan kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuh mereka. Demikan balasan bagi orang kafir.

 

فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

192. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ لِلَّهِ ۖ فَإِنِ انْتَهَوْا فَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ

 

193. Dan perangi mereka, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang zalim.

 

الشَّهْرُ الْحَرَامُ بِالشَّهْرِ الْحَرَامِ وَالْحُرُمَاتُ قِصَاصٌ ۚ فَمَنِ اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

 

194. Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qisas. Oleh sebab itu barang siapa menyerang kamu, maka serang ia, seimbang dengan serangannya padamu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahui bahwa Allah beserta orang bertakwa.

 

Asbabun nuzul (sebab turun) ayat 190-193.

Ibnu Abbas jelaskan.

 

Ayat 190-193 turun.

Terkait Perjanjian Hudaibiyah.

 

Bahwa tahun ini.

(Tahun 6 Hijriah).

 

Nabi Muhammad dilarang mendekati Kakbah.

 

Tapi boleh kembali tahun depan

(Yaitu tahun 7 Hijriah).

 

Pada tahun berikutnya

(Pada tahun 7 Hijriah).

 

Nabi dan para sahabat

Berangkat umrah dari Madinah ke Mekah.

 

Tapi para sahabat takut kaum Quraisy ingkar janji.

Dan menghalangi mereka lagi.

 

Padahal para sahabat enggan perang di bulan haram.

 

Lalu turun ayat 190-103 ini.

 

Keterangan ayat 190-193.

 

Pada tahun ke-6 Hijriah.

Nabi Muhammad umur 59 tahun.

 

Setelah 6 tahun hijrah dari Mekah ke Madinah.

 

Nabi Muhammad dan umat lslam di Madinah.

Sangat rindu balik ke Mekah.

 

Nabi Muhammad bermimpi:

 

1)        Nabi masuk Masjidil Haram.

2)        Mengambil kunci Kakbah.

3)        Mengerjakan tawaf dan umrah.

 

Nabi sampaikan mimpinya pada sahabat.

Para sahabat sangat senang.

 

Nabi umumkan siap umrah ke Mekah.

Para sahabat siap bekal perjalanan jauh.

 

Dari Medinah ke Mekah.

Berjarak sekitar 500 km.

 

Warga Badui ikut bergabung.

Nabi Muhammad naik unta Al-Qaswa.

 

Pejabat Kota Madinah dipimpin:

1)        lbnu Umi Maktum.

2)        Numailah Laitsi.

 

Isteri Nabi Muhammad yang ikut.

Bernama Umu Salamah.

 

Jumlah sahabat 1.400-1.500 orang

Para sahabat tak membawa senjata perang.

 

Hanya membawa senjata musafir.

Berupa pedang dan sarungnya.

 

Pada 1 Zulkaidah 6 Hijriah.

Nabi berangkat umrah.

 

Rombongan tiba di Zul Hulaifah.

Nabi Muhammad pakai busana ihram.

 

Hewan korban diberi tanda dikalungi tali.

Agar tak diserang.

 

Nabi Muhammad kirim intel.

Cari info tentang kaum Quraisy.

 

Intel melaporkan pada Nabi.

Bahwa kaum Quraisy menolak rombongan Nabi Muhammad.

 

Terjadi Perjanjian Hudaibiyah.

Sekitar 22 km dari Mekah.

 

Asbabun nuzul (sebab turun) ayat 194.

Qatadah jelaskan.

 

Ayat 194 turun.

Sebagai penjelasan bagi umat lslam.

 

Jika diserang musuh.

Maka boleh melawan.

 

Meskipun di bulan mulia atau bulan haram.

Dan di tanah mulia atau tanah haram.

 

 

Sumber.

1.         Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2.        Sirah Nabawi Syekh Shafiyurrahman.

 

38190. AGUS MUSTOFA ORANG MATI

Monday, December 2, 2024

38188. ZAKAT WAJIB SEDEKAH SUNAH

 


ZAKAT WAJIB DAN SEDEKAH SUNAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Kata “sedekah” menurut KBBI V.

Artinya:

 

1)        Pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai kemampuan pemberi.

 

2)        Derma.

3)        Selamatan.

 

Kata “zakat” menurut KBBI V.

Artinya:

 

1)        Jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak.

 

2)        Salah satu rukun Islam mengatur harta yang wajib dikeluarkan kepada mustahik (orang yang berhak).

 

 

Zakat menurut istilah agama Islam.

Yaitu kadar harta tertentu yang diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan beberapa syarat. 

 

Zakat adalah salah satu rukun Islam.

Hukumnya fardu ain (wajiban pribadi).

Bagi orang yang memenuhi syarat.

 

Islam anjurkan orang Islam mampu.

Keluarkan sedekah sunah.

 

Yaitu memberi infak berupa uang atau harta benda:

 

1)        Pada jalan Allah.

2)        Untuk keperluan umum.

 

Pahalanya berlipat ganda.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 254.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ ۗ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

 

254. Hai orang-orang beriman, infakkan (di jalan Allah) sebagian rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itu orang yang zalim.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 261.

 

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

 

Perumpamaan orang infak hartanya di jalan Allah  serupa dengan 1 butir biji (benih) menumbuhkan 7 tangkai, pada tiap tangkai: 100 biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 271.

 

 

 تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

 

 

271. Jika kamu tampakkan sedekah(mu), maka baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikan dan kamu berikan kepada orang fakir, maka menyembunyikan lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapus dari sebagian kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Al-Quran surah Al-Munafikun (surah ke-63) ayat 10.


وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

 

10. Dan infakkan sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang saleh?"

 

Al-Quran surah Saba (surah ke-34) ayat 39.


قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

 

39. Katakan: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia Pemberi rezeki sebaik-baiknya.

 

 

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 92.


لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

 

92. Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu infakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu infakkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 133-134.

 


۞ وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

 

133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang bertakwa.

 

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

 

134. (Yaitu) orang yang menginfakkan (hartanya), baik waktu lapang maupun sempit, dan orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang berbuat kebajikan.

 

 

Sumber

1.Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

2.Tafsirq.com online