Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Saturday, March 8, 2025

39868. ZAKAT WAJIB DAN SEDEKAH SUNAH

 


PERBEDAAN ZAKAT WAJIB DAN SEDEKAH SUNAH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

 

 

 

Kata “sedekah” menurut KBBI V.

Artinya:

 

1)        Pemberian sesuatu kepada fakir miskin atau yang berhak menerimanya, di luar kewajiban zakat dan zakat fitrah sesuai kemampuan pemberi.

 

2)        Derma.

3)        Selamatan.

 

Kata “zakat” menurut KBBI V.

Artinya:

 

1)        Jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (fakir miskin dan sebagainya) menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak.

 

2)        Salah satu rukun Islam mengatur harta yang wajib dikeluarkan kepada mustahik (orang yang berhak).

 

 

Zakat menurut istilah agama Islam.

Yaitu kadar harta tertentu yang diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan beberapa syarat. 

 

Zakat adalah salah satu rukun Islam.

Hukumnya fardu ain (wajiban pribadi).

Bagi orang yang memenuhi syarat.

 

Islam anjurkan orang Islam mampu.

Keluarkan sedekah sunah.

 

Yaitu memberi infak berupa uang atau harta benda:

 

1)        Pada jalan Allah.

2)        Untuk keperluan umum.

 

Pahalanya berlipat ganda.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 254.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ ۗ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

 

254. Hai orang-orang beriman, infakkan (di jalan Allah) sebagian rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itu orang yang zalim.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 261.

 

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

 

Perumpamaan orang infak hartanya di jalan Allah  serupa dengan 1 butir biji (benih) menumbuhkan 7 tangkai, pada tiap tangkai: 100 biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 271.

 

 

 تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ ۗ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

 

 

271. Jika kamu tampakkan sedekah(mu), maka baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikan dan kamu berikan kepada orang fakir, maka menyembunyikan lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapus dari sebagian kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

 

Al-Quran surah Al-Munafikun (surah ke-63) ayat 10.


وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

 

10. Dan infakkan sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang saleh?"

 

Al-Quran surah Saba (surah ke-34) ayat 39.


قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

 

39. Katakan: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu infakkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia Pemberi rezeki sebaik-baiknya.

 

 

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 92.


لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

 

92. Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu infakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu infakkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3) ayat 133-134.

 


۞ وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

 

133. Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang bertakwa.

 

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

 

134. (Yaitu) orang yang menginfakkan (hartanya), baik waktu lapang maupun sempit, dan orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang berbuat kebajikan.

 

 

Sumber

1.Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2

2.Tafsirq.com online

 

39867. MANFAAT BAYAR ZAKAT DALAM ISLAM

 


MANFAAT MEMBAYAR ZAKAT DALAM ISLAM

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

 

 

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 43.

 

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

 

Dan dirikan salat, tunaikan zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.

 

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 103.

 

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

 

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka. Dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka. Berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu menenteramkan jiwa  mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

 

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 35.

 

يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ

 

Pada hari dipanaskan emas perak dalam neraka Jahanam. Lalu dibakar dengannya dahi, lambung, dan punggung mereka. Lalu dikatakan kepada mereka: "Ini harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri. Rasakan sekarang akibat yang kamu simpan itu."

 

 

Al-Quran surah Al-Anam (surah ke-6) ayat 141.

 

۞ وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ جَنَّاتٍ مَعْرُوشَاتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَاتٍ وَالنَّخْلَ وَالزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُتَشَابِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ ۚ كُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَآتُوا حَقَّهُ يَوْمَ حَصَادِهِ ۖ وَلَا تُسْرِفُوا ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

 

 Dia menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma, tanaman beraneka buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), dan tidak sama (rasanya). Makanlah buahnya (yang bermacam-macam itu) bila berbuah. Tunaikan haknya pada hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya). Jangan kamu berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan.

 

 Zakat (menurut KBBI V).

 

Yaitu jumlah harta tertentu.

Wajib dikeluarkan oleh orang Islam.

 

Untuk diberikan kepada orang yang berhak menerimanya.

Misalnya fakir miskin dan sebagainya.

 

Ada 5 rukun Islam.

Yaitu:

1)             Syahadat.

2)             Salat.

 

3)             Zakat.

4)             Puasa.

5)             Haji.

 

Zakat mengatur harta yang wajib dikeluarkan kepada mustahak.

 

Mustahak yaitu orang yang berhak menerima zakat.

 

Zakat dikeluarkan menurut aturan syarak.

Syarak yaitu dan hukum Islam.

 

 Zakat salah satu unsur pokok.

Bagi tegaknya syariat Islam.

 

Bayar zakat  bersifat “fardu ain“.

Yaitu wajib perorangan.

 

Artinya wajib atas tiap muslim yang memenuhi syarat.

 

Zakat adalah ibadah sosial dan kemanusiaan.

Zakat dapat berkembang sesuai  perkembangan manusia.

 

Macam-macam zakat.

1)                Zakat fitrah.

 

Yaitu zakat yang wajib dikeluarkan tiap umat Islam.

Pada bulan Ramadan menjelang Idul Fitri .

 

Besarnya setara 3,5 liter.

Atau  2,7 kilogram  makanan pokok.

 

2)                Zakat mal (zakat harta kekayaan).

Yaitu zakat yang wajib dikeluarkan oleh umat Islam.

 

Mencakup hasil bisnis, tani, tambang, hasil laut, hasil ternak, harta temuan, emas dan perak.

 

Masing-masing punya hitungan sendiri.

 

 Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 60.

 

۞ إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

 

Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanya untuk orang fakir, miskin, pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan orang dalam perjalanan. Sebagai ketetapan yang diwajibkan Allah.  Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

Ada 8 orang berhak menerima zakat .

 

1)                Orang fakir.

Yaitu orang amat kekurangan.

Orang terlalu miskin.

 

Hampir tak punya apa-apa.

Tak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.

 

2)                Orang miskin.

 

Yaitu orang tak punya harta.

Serba kekurangan.

Penghasilan rendah.

 

Hartanya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.

 

3)                Amil zakat.

Yaitu orang bertugas mengurus, mengumpulkan, dan membagikan zakat.

 

4)                Mualaf.

Yaitu orang baru masuk Islam.

Orang imannya belum kukuh.

 

Baru masuk Islam dan masih membutuhkan bantuan.

 

Untuk menyesuaikan diri dengan keadaan baru.

 

5)                Hamba sahaya.

Yaitu seorang budak yang ingin memerdekakan dirinya.  

 

6)                 Gharim.

Yaitu orang yang terlilit utang.

Untuk kebutuhan pokok yang halal.

Dan tidak sanggup  memenuhinya.

 

7)                Fi sabilillah.

 

 

Yaitu orang berjuang di jalan Allah.

 

8)                Ibnus sabil.

Yaitu orang kehabisan ongkos biaya.

Dalam perjalanan tidak maksiat.

 

 

Orang yang tak berhak menerima zakat.

 

1)        Orang kaya dan orang yang punya kemampuan dan tenaga untuk mencari nafkah.

Tak berhak menerima zakat.

 

2)        Hamba sahaya yang dapat nafkah atau tanggungan dari juragannya.

Tak berhak menerima zakat.

 

 

3)        Keturunan Nabi Muhammad.

Tak berhak menerima zakat

 

4)        Orang dalam tanggungan orang berzakat.

Misalnya isteri dan anaknya.

Tak boleh menerima zakat dari orang yang menanggungnya.

 

 

Manfaat zakat dalam agama.

 

1)        Melaksanakan rukun Islam yang membuat kesejahteraan hidup manusia di dunia dan akhirat.

 

2)        Sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.

 

3)        Orang yang bayar zakat mendapatkan pahala besar berlipat ganda.

 

4)        Sebagai sarana penghapus dosa bagi orang yang membayar.

 

 

Manfaat zakat dalam akhlak.

 

1)        Menanamkan sifat mulia, rasa toleran, dan lapang dada.

 

2)        Menumbuhkan sifat penyayang dan belas kasih.

 

3)        Melapangkan dan memuaskan perasaan.

 

4)        Orang yang membayar zakat .

Dicintai dan dihormati warga sekitarnya.

 

5)        Sebagai pembersihan akhlak.

Bagi orang yang mengeluarkannya.       

 

6)        Orang yang membayar zakat.

Jadi orang bermanfaat buat sesama manusia.

 

 

 Manfaat sosial zakat.

 

1)        Membantu orang yang kekurangan.

2)        Memperkuat persatuan umat Islam.

 

3)        Mengurangi kecemburuan sosial.      

4)        Memacu pertumbuhan ekonomi.

5)        Memperluas kesejahteraan.

 

  Keuntungan zakat.

 

1)             Mengurangi kesenjangan sosial.

2)             Sebagai dakwah Islam.

 

3)             Membersihkan harta yang dimiliki.

4)             Ungkapan syukur atas nikmat Allah.

 

5)             Mengurangi sifat tamak.

6)             Pengembangan potensi umat.

 

7)             Dukungan moral kepada orang baru masuk Islam.

 

8)             Menambah pendapatan negara untuk proyek yang berguna bagi masyarakat.

 

 

Daftar Pustaka

1.Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).    Penerbit Sinar Baru Algensindo. Cetakan ke-80, Bandung. 2017.

2.Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.

3.Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.

4.Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.

5.Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017   

6.Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.

7.Tafsirq.com online