Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Monday, May 5, 2025

40537. SEMUA BENAR BACAAN QURAN HAFS DAN WARSH

 




SEMUA BENAR BACAAN QURAN HAFS DAN WARSH

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Prof. Quraish Shihab menjelaskan.

Dalam ilmu qira'at.

 

Ada 7 macam bacaan Al-Qur'an.

Atau Qira’at Sab’ah.

 

Dalam 7 bacaan Quran

 

1)        Semua sahih.

2)        Semua punya sanad mutawatir.

 

Daftar 7 macam bacaan Quran.

Oleh 7 imam terkenal.

 

Yaitu:

 

1)        Qira'at Nafi' al-Madani.

 

Perawi terkenal: Qalun dan Warsh

 

Populer di: Afrika Utara

(terutama Maroko dan Libya)

 

2)        Qira'at Ibnu Kathir al-Makki.

 

Perawi: Al-Bazzi dan Qunbul

Populer di: Mekah

 

3)        Qira'at Abu 'Amr al-Basri

 

Perawi: Ad-Duri dan As-Susi

Populer di: Basrah

 

4)        Qira'at Ibnu 'Amir ash-Shami

 

Perawi: Hisham dan Ibn Dhakwan

Populer di: Syam

(Suriah dan sekitarnya)

 

5)        Qira'at 'Asim al-Kufi

 

Perawi: Hafs dan Shu'bah

 

Qira'at Hafs 'an 'Asim.

Paling umum dipakai di dunia Islam sekarang

 

6)        Qira'at Hamzah al-Kufi

 

Perawi: Khalaf dan Khallad

Populer di: Kufah

 

7)        Qira'at Al-Kisai al-Kufi

 

Perawi: Al-Duri dan Abul Harith

Juga dari Kufah

 

Keterangan.

 

1.        Dalam 7 macam qiraat, semua sah.

 

2.        Tak bertentangan dalam makna pokok.

 

 

3.        Menunjukkan keragaman:

 

1)        Dialek.

2)        Pengucapan.

3)        Memperkaya pemahaman.

 

 

Al-Qur’an turun dengan 7 macam bacaan.

Disebut “Sab‘atu Ahruf”.

 

Artinya: “7 huruf”.

Timbul 7 macam qiraat utama yang sah.

 

Masing-masing disampaikan lewat:

1)        Sanad mutawatir.

2)        Punya perawi sendiri.

 

3)        Semua benar dari Rasuilullah.

4)        Tak bertentangan makna pokok.

 

5)        Meskipun lafal, harakat, atau kata.

Bisa berbeda.

 

6)        Semua benar.

 

Zaman Khalifah Usman bin Affan.

Mushaf standar ditulis fleksibel.

Agar bisa menampung variasi ini.

 

Contoh 7 macam bacaan Quran.

 

1.        Surah Al-Fatihah (surah ke-1) ayat 4.

 

A.       Bacaan HAFS.

Paling umum di lndonesia.

 

مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ

"MAALIKI yaumid-diin".

 

Artinya:

Pemilik Hari Pembalasan

 

B.       Bacaan WARSH.

 

مَلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ

("MALIKI yaumid-diin".

 

Artinya:

Raja Hari Pembalasan.

 

Perbedaan:

 

1)        Maalik (مالك) artinya “Pemilik”

2)        Malik (ملك) artinya “Raja”

 

Keterangan.

1)        Keduanya benar dan sah.

2)        Makna tak saling bertentangan.

 

Surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 2.

 

A.       Bacaan WALS.

 

Bacaan paling umum di dunia.

Termasuk Indonesia.


ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ

 

Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang yang bertakwa.

 

B.       Bacaan WARSH.

 

ذَٰلِكَ ٱلۡكِتَٰبُ لَا رَيۡبَ ۛ فِيهِ

 

Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang yang bertakwa.

 

Perbedaan.

 

Pada bacaan Warsh.

Berbeda panjang mad.

 

Juga dalam beberapa kata lain.

Pada ayat-ayat berbeda.

 

Perbedaan tak terlihat.

Dalam teks tertulis.

 

Tapi TERDENGAR dalam cara bacaan.

Yaitu panjang pendek suara.

Dan huruf tertentu.

 

Al-QAuran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 125.

 


وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِلنَّاسِ وَأَمْنًا وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى ۖ وَعَهِدْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ أَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْعَاكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ

 

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikan sebagian maqam Ibrahim tempat salat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkan rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, iktikaf, rukuk, dan yang sujud".

 

Teks:

وَاتَّخِذُوا۟ مِن مَّقَامِ إِبْرَٰهِيمَ مُصَلًّى

 

A.       Bacaan HAFS.

 

وَاتَّخِذُوا

(wattakhidzū)

 

Artinya:

Perintah (kalian ambillah)

 

C.       Bacaan WARS dan QALUN.

وَاتَّخَذُوا

(wattakhadhū).

 

Artinya:

Berita (mereka telah mengambil)

 

Perbedaan.

 

Makna berubah dari perintah.

Menjadi pernyataan.

 

Tapi secara konteks.

Tetap sahih dalam tafsir.

 

Al-Quran surah Al-Imran (surah ke-3) ayat 146.


وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ
قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ

 

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.

 

A.       Bacaan HAFS.

 

قَاتَلَ (qātila)

Artinya: telah berperang

 

B.       Bacaan WARSH.

 

قُتِلَ (qutila)

Artinya: telah dibunuh

 

Perbedaan.

Makna berubah:

 

1)        Berperang.

2)        Dibunuh.

 

Tapi dalam tafsir.

Keduanya bisa memberi gambaran.

 

Perjuangan para Nabi.

Bersama para pengikutnya.

 

Al-Quran surah Yusuf (surah ke-12) ayat 100.

 


وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى الْعَرْشِ وَخَرُّوا لَهُ سُجَّدًا ۖ وَقَالَ يَا أَبَتِ هَٰذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا ۖ وَقَدْ أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاءَ بِكُمْ مِنَ الْبَدْوِ مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي ۚ إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ


Dan ia menaikkan dua ibu-bapaknya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf. Dan berkata Yusuf: "Wahai ayahku ini tabir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah setan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

 

Teks:

... إِنَّ رَبِّى لَطِيفٌ لِّمَا يَشَآءُ ...

 

A.       Bacaan HAFS.

 

لِّمَا يَشَآءُ (limā yashā’)

Artinya:

Terhadap apa yang Dia kehendaki.

 

B.       Bacaan WARSH.

 

بِمَا يَشَآءُ (bimā yashā’).

 

Artinya:

Dengan apa yang Dia kehendaki

 

Perbedaan.

 

Perbedaan huruf “lam dan ba”.

Memengaruhi tafsir secara halus.

Tapi tetap dalam koridor makna yang benar.

 

Al-Quran surah Al-Furqan (surah ke-25) ayat 74.


وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

 

Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkan kepada kami isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikan kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

 

 

Teks:

... وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامٗا

 

A.       Bacaan HAFS dan WARSH.

 

إِمَامٗا (imāman)

 

Artinya:

Seorang pemimpin

 

B.       Bacaan QALUN.

 

أَئِمَّةً (a’immah)

 

Artinya:

Para pemimpin

 

Perbedaan.

 

1)        Tunggal dan jamak.

2)        Keduanya sah.

 

3)        Sesuai tafsir.

4)        Memperluas pengertian.

 

Kesimpulan.

 

Perbedaan qira’at

 

1)        Memperkaya pemahaman Al-Qur'an.

2)        Tak mengubah pokok ajaran.

 

3)        Perbedaan bacaan mutawatir dan sahih.

4)        Tak ada kontradiksi dalam ajaran.

 

5)        Memberi beda nuansa tafsir.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

40536. KHOTBAH JUMAT HAJI MABRUR

 


Khotbah Jumat,

“`CARA MERAIH HAJI MABRUR ”

Khutbah-1

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْر

 أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ

 فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ

 وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ

 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى      مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ

وَ مَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون

 

Para jamaah yang berbahagia,

      Marilah kita selalu meningkatkan takwa kepada Allah swt. Menjalankan semua perintah-Nya. Menjauhi segala larangan-Nya.

 

Para jamaah yang berbahagia,

Cara meraih haji mabrur dan tanda haji mabrur

 

Al-Quran surah Ali lmran (surah ke-3)ayat 96-97.


إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ

 

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadaH) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.

فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Padanya ada tanda-tanda nyata, (di antaranya) makam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 197.

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

         (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa  menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafas, berbuat fasik dan berbantahan dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah pada-Ku hai orang-orang berakal.

 

Dalam ibadah haji dan umrah.

Dilarang:                                                               

1)    Rafas.

2)    Fasik.

3)    Jidal.


Rafas. Artinya:

1)    Ucapan menimbulkan berahi.

2)    Ucapan tak senonoh.

3)    Hubungan seksual.Ucapan porno.

4)    Humor timbul syahwat.

5)    Humor seksual.

 

Fasik.Artinya:       

1)    Tak peduli pada perintah Allah.

2)    Berbuat jahat. Berbuat dosa besar.

3)    Orang beriman pada Allah. Tapi melanggar perintah Allah.

4)    Semua perbuatan maksiat. Yang disadari atau tidak.

 

Misalnya:

1)    Sombong, angkuh, takabur.

2)    Sikap, ucapan, perbuatan.

3)    Merugikan atau menyakiti orang lain.

4)    Bersikap zalim pada orang lain.

5)    Mengambil hak orang lain.

6)    Merugikan orang lain.

7)    Berbuat sesuatu yang menodai akidah iman pada Allah.

8)    Merusak lingkungan.

9)    Merusak makhluk lain tanpa alasan.  

10) Menghasut dan memprovokasi orang lain agar berbuat maksiat.

 

Jidal Artinya

Semua sikap dan perbuatan. Mengarah debat dan permusuhan. Dengan nafsu amarah. Meskipun mempertahankan kebenaran . Dan memperjuangkan hak.

Misalnya.

1)    Berbantahan rebut kamar tidur.

2)    Rebutan toilet dan kamar mandi.

3)    Demo pada hal yang tak sesuai keinginan.

 

Tapi musyawarah dan diskusi. Tentang masalah agama. Dengan cara baik, sopan, dan santun. Untuk kebaikan dan maslahat bersama. Dibolehkan.

 

Cara meraih ibadah haji mabrur.

1)    Berniat ikhlas hanya karena Allah.

2)    Biaya ibadah dari harta halal.

3)    Melakukan rukun, wajib, dan sunah haji sesuai syariat.

 

Selama ibadah haji:

1)    Tak rafas (tak berucap dan berbuat porno).

2)    Tak  fasik (tak maksiat).

3)    Tak jidal (tak bertengkar).

 

Setelah pulang ibadah haji.

1)    Berusaha maksimal  meningkatkan ibadah dan peduli social.

2)    Dengan bukti: Bersikap dan berperilaku lebih baik.

3)    Menebar perdamaian dan kesejahteraan.

4)    Senang membantu kepentingan masyarakat.

 

 Para jamaah yang berbahagia,

Haji mabrur adalah haji yang diterima oleh Allah SWT karena dilaksanakan dengan niat yang ikhlas, mengikuti tuntunan syariat Islam, serta membuahkan perubahan positif dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari.

 

Ciri-ciri Haji Mabrur:

1)    Ibadah hajinya sah dan sesuai syariat.

2)    Tidak ada riya (pamer) atau niat selain karena Allah.

3)    Setelah pulang, akhlak dan ibadah makin baik.

4)    Lebih peduli terhadap sesama, gemar bersedekah dan berbuat baik.

5)    Menjauhi maksiat dan dosa.

 

Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga."

(HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi, haji mabrur bukan hanya tentang menyelesaikan rangkaian ibadah, tapi juga perubahan moral dan spiritual setelah berhaji.

 

Para Jemaah yg berbahaaagia.

 Semoga kita bisa terus belajar mengajar AlQuran

Semua hal itu kita lakukan agar dapat rida dan ampunan dari Allah. Sehingga kita bisa hidup bahagia dunia dan akhirat. Amin Ya Rabbal Alamin.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ

وَ نَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْمِ

وَ نَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

ِ-----

duduk