Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, May 6, 2025

40552. JADWAL BERANGKAT HAJI BANDARA JUANDA 2025

 














JADWAL BERANGKAT HAJI BANDARA JUANDA TAHUN 2025

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Jadwal pemberangkatan jemaah haji.

Tahun 2025.

 

Dari Embarkasi Surabaya

Atau Bandara Juanda.

 

Mencakup jemaah asal:

1)        Jawa Timur.

2)        Bali.

3)        Nusa Tenggara Timur:

 

Jadwal Pemberangkatan Haji 2025.

 Embarkasi Surabaya

 

A.       Periode berangkat:  2 Mei – 31 Mei 2025

 

1)                Total Jemaah: 36.645 orang.

Dalam 97 kloter

 

2)                Maskapai: Saudi Arabia Airlines.

Pesawat Airbus A330-300.

 

3)                Layanan Fast Track:

Tersedia di Terminal 1.

Gate 13–15 Bandara Juanda 

 

B.       Gelombang Pertama

Tujuan: Bandara Madinah

 

1)                Kloter 1–3 (2 Mei): Kab. Tulungagung, Kota Kediri

 

2)                Kloter 4–7 (3 Mei): Kab. Trenggalek, Kab. Kediri, Kab. Nganjuk

 

3)                Kloter 8–10 (4 Mei): Kab. Blitar, Kab. Gresik

 

4)                Kloter 11 (5 Mei): Kab. Sidoarjo

 

5)                Kloter 12–15 (6 Mei): Kab. Mojokerto, Kab. Gresik

 

6)                Kloter 16–20 (7 Mei): Kota Surabaya, Kab. Jombang, Kab. Sidoarjo

 

7)                Kloter 21–22 (8 Mei): Kab. Gresik, Kab. Sidoarjo

 

8)                Kloter 23–26 (9 Mei): Kab. Sumenep, Kota Surabaya, Kab. Sampang

 

9)                Kloter 27–30 (10 Mei): Kab. Sampang, Kab. Pamekasan, Kab. Bangkalan

 

10)          Kloter 31–35 (11 Mei): Kab. Jember

 

11)          Kloter 36–39 (12 Mei): Kab. Lumajang, Kab. Bondowoso

 

12)          Kloter 40–41 (13 Mei): Kab. Situbondo

 

13)          Kloter 42–43 (14 Mei): Kab. Banyuwangi

 

14)          Kloter 45–47 (15 Mei): Kab. Nganjuk, Kab. Kediri, Kab. Blitar, Kota Blitar, Kota Mojokerto, Kab. Mojokerto

 

15)          Kloter 48–50 (16 Mei): Kab. Jombang, Kab. Tulungagung, Kota Kediri, Kab. Situbondo, Kab. Mojokerto, Kab. Bangkalan, Kab. Banyuwangi, Kab. Pamekasan, Kab. Jember, Kab. Sampang, dan Kab. Sumenep

 

B.       Gelombang Kedua

Tujuan: Bandara Jeddah

 

1)        Kloter 51–53 (17 Mei): Kab. Magetan, Kab. Madiun, Kab. Ponorogo, Kab. Sidoarjo

 

2)        Kloter 54–55 (18 Mei): Kab. Ngawi, Kab. Pacitan, Kab. Mojokerto

 

3)        Kloter 56–58 (19 Mei): Kab. Madiun, Kab. Sidoarjo

 

4)        Kloter 59–63 (20 Mei): Kab. Lamongan

 

5)        Kloter 64–67 (21 Mei): Kab. Bojonegoro

 

6)        Kloter 94–96 (30 Mei): Kota Surabaya, Kab. Gresik, Kab. Pamekasan, Kab. Lamongan, Kab. Mojokerto

 

7)        Kloter 97 (31 Mei): Kota Surabaya, Kab. Sidoarjo, Kab. Mojokerto

 

C.       Proses Sebelum berangkat.

 

1.        Masuk Asrama Haji Sukolilo:

Jemaah dijadwalkan masuk asrama 1 hari sebelum berangkat.

 

Misalnya.

Kloter 1 dari Tulungagung.

 

Masuk asrama.

Pada 1 Mei 2025 pukul 07.40 WIB.

 

Berangkat ke Tanah Suci.

Pada 2 Mei 2025 pukul 07.40 WIB 

 

Jadwal berangkat jemaah haji.

Kabupaten Sidoarjo.

Tahun 2025.

 

Embarkasi Surabaya.

Atau Bandara Juanda.

 

1.        Sebelum berangkat.

Jemaah akan masuk ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya 1 hari sebelumnya. 

 

2.        Misalnya.

 

Jemaah Kloter 11.

Masuk asrama pada 4 Mei 2025.

Berangkat pada 5 Mei 2025

 

 

(Sumber kemenag)

 

 

 

 

 

 

40551. ORANG TUA WAJIB BERI BEKAL ANAK IMAN DAN ILMU

 



ORANG TUA WAJIB BERI BEKAL  ANAKNYA IMAN DAN ILMU

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Dalam Al-Qur'an.

Kewajiban orang tua pada anaknya.

 

Mencakup aspek:

 

1)        Pendidikan.

2)        Kasih sayang.

3)        Perlindungan.

 

4)        Pembentukan karakter.

5)        Iman.

 

Kewajiban utama orang tua pada anaknya.

Menurut Al-Qur'an.

 

Yaitu:

1)        Memberi nama yang baik nafkah yang layak.

2)        Khitan dan akikah.

 

3)        Mengajarkan Tauhid dan akidah yang benar.

4)        Memberikan pendidikan dan pengarahan moral.

 

5)        Mencintai dan menyayangi anak.

6)        Tak membunuh anak sebab takut miskin.

 

7)        Menjaga amanah serta memberi warisan ilmu dan harta.

 

 

1.        Memberi Nama yang Baik dan Nafkah Layak

 

Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 233.


۞ وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ ۚ وَعَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلَادَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

 

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama 2 tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Jangan seorang ibu menderita sengsara karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum 2 tahun) dengan kerelaan keduanya dan musyawarah, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahui bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

 

2.        Khitan dan akikah.

 

Sunah untuk menyembelih hewan akikah.

Dan khitan bagi anak pria.

 

3.        Mengajarkan Tauhid dan Akidah yang Benar

 

Orang tua wajib mengenalkan anak pada Allah sejak dini.

 

Al-Quran surah Lukman (surah ke-31) ayat 13.


وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

 

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, pada waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, jangan kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".

 

4.        Memberikan Pendidikan dan Pengarahan Moral

 

Orang tua wajib mendidik anak untuk:

1)        Berbuat baik.

2)        Mengerjakan salat.

3)        Menjauhi kezaliman.

 

Al-Quran surah Lukman (surah ke-31) ayat 17.

 


يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَىٰ مَا أَصَابَكَ ۖ إِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ

 

Hai anakku, dirikan salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabar terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian termasuk hal yang diwajibkan (oleh Allah).

 

5.        Mencintai dan Menyayangi Anak.

 

Sikap kasih sayang pada anak.

Penting dalam hubungan orang tua dan anak.

 

Meskipun tak selalu dijelaskan.

Dalam perintah eksplisit.

 

Tapi banyak kisah sejarah Nabi.

Menjadi pelajaran.

 

6.        Tidak Membunuh Anak karena Takut Miskin.

 

Islam melarang keras membunuh anak karena takut miskin.

 

Al-Quran surah Al-lsra (surah ke-17) ayat 31.

 


وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا

 

Dan jangan kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar.

 

7.        Menjaga Amanah dan Memberi Warisan Ilmu serta Harta (jika mampu)

 

Anak adalah amanah.

Orang tua perlu:

 

1)        Menjaga amanah.

 

2)        Menyiapkan masa depan anak.

Dalam bentuk materi dan spiritual.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.