Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, August 6, 2025

41347. CARA NABI MUHAMMAD BINA RUMAH TANGGA

 



 

CARA NABI MUHAMMAD MEMBINA RUMAH TANGGA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Cara Nabi Muhammad membina keluarga.

Menurut Al-Qur’an.

 

Yaitu:

1)                Akhlak.

2)                Sikap.

3)                Prinsip.

 

Dalam hidup rumah tangga.

 

A.       Nabi Memuliakan Istri dengan Akhlak Terbaik.

 

Al-Quran surah Al-Ahzab (surah ke-33) ayat 21.


لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

 

Sesungguhnya ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

 

Catatan.

 

1)        Rasulullah teladan dalam memperlakukan istri-istrinya.

 

2)        Sabar dan lembut.

3)        Tak pernah memukul.

 

4)        Selalu menyenangkan hati mereka.

5)        Nabi memanggil istrinya dengan panggilan manis.

 

6)        Seperti “Ya Humaira” kepada Aisyah.

 

B.       Saling Konsultasi dan Musyawarah dalam Rumah Tangga.

 

Al-Quran surah Asy-Syūrā (surah ke-42) ayat 38.

 

وَالَّذِينَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

 

Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan salat, sedangkan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka mengifakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

 

Catatan

 

1)        “... dan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka...”.

 

2)        Rasulullah musyawarah dengan istri-istrinya.

 

3)        Contohnya.

Pada Perjanjian Hudaibiyah.

Para sahabat enggan menyembelih hewan.

Sebab kecewa isi perjanjian.

 

4)        Nabi terima saran Ummu Salamah.

 

5)        Untuk sembelih hewan lebih dahulu.

6)        Akhirnya para sahabat mengikuti.

 

C.       Nabi Bersikap Adil.

 

Al-Quran surah An-Nisā (surah ke-4) ayat 3.


وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا

 

Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (jika kamu mengawininya), maka kawini wanita (lain) yang kamu senangi: 2, 3,  atau 4. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawini) 1 orang saja, atau budak yang kamu miliki. Yang demikian lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

 

Catatan.

 

1)        Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah selama 25 tahun.

 

2)        Usai Khadijah meninggal.

3)        Nabi punya lebih dari satu istri.

 

4)        Nabi berusaha berlaku adil.

5)        Dalam giliran, nafkah, dan perhatian.

 

6)        Nabi juga berdoa:

 

“Ya Allah, ini pembagianku terhadap apa yang aku miliki, maka jangan Engkau mencelaku terhadap apa yang Engkau miliki dan aku tidak miliki.”

 

(Maksudnya: rasa cinta yang berada di luar kendali hati)

 

D.       Nabi Berkomunikasi dan Memberi Ruang

 

Al-Quran surah At-Tahrīm (surah ke-66) ayat 3.

 


وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَنْ بَعْضٍ ۖ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَكَ هَٰذَا ۖ قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ

 

Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab: "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".

 

Catatan.

 

1)        “Dan (ingatlah) ketika Nabi membicarakan secara rahasia suatu peristiwa kepada salah seorang isterinya...”

 

2)        Nabi terbuka dalam berbicara.

3)        Bahkan soal pribadi.

 

4)        Tapi juga menjaga rahasia keluarga.

 

E.       Nabi Mengajarkan Sabar dan Menahan Amarah.

 

Al-Quran surah Ali-‘Imrān (surah ke-3) ayat 159.

 

 

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

 

Maka sebab rahmat dari Allah, kamu berlaku lemah lembut pada mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkan mereka, mohonkan ampun bagi mereka, dan bermusyawarah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkal kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.

 

Catatan.

 

1)        Nabi menerapkan sikap lembut.

2)        Kepada semua orang.

 

3)        Termasuk dalam keluarga.

4)        Nabi tak pernah marah dalam urusan pribadi.

 

5)        Nabi tak pernah marah pada istrinya.

6)        Kecuali melanggar agama.

 

 

F.        Nabi Menjadi Guru bagi Keluarga.

 

Al-Quran surah At-Tahrīm (surah ke-66) ayat 6.

 


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

 

Hai orang-orang beriman, jaga dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

 

 

Catatan.

 

1)        “Hai orang-orang beriman, jaga dirimu dan keluargamu dari api neraka...”

 

2)        Nabi Muhammad membimbing keluarganya.

 

3)        Dalam ilmu, salat, ibadah, dan takwa.

 

4)        Nabi biasakan keluarganya bangun malam.

 

5)        Memperhatikan adab makan, berpakaian, dan pergaulan.

 

G.      Nabi Melayani Keluarga, Tidak Menyuruh Seenaknya

 

 

Hadis riwayat Aisyah:

 

“Rasulullah biasa membantu pekerjaan rumah.

Jika waktu salat tiba, beliau keluar untuk salat.”

 

(HR. Bukhari)

 

Catatan.

 

1)        Nabi tak kuasai rumah tangga dengan tangan besi.

 

2)        Nabi hadir sebagai pelayan.

 

3)        Pemimpin penuh kasih.

 

 

Kesimpulan:

 

Rasulullah membina keluarga dengan:

 

1)        Keteladanan akhlak

2)        Lembut dan adil

 

3)        Saling menghormati

4)        Musyawarah

 

5)        kedepankan ilmu dan ibadah

6)        Prioritas cinta dan sabar

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

Tuesday, August 5, 2025

41343. ALLAH NILAI USAHA BUKAN HASIL KAYA MISKIN

 

 





ALLAH  NILAI USAHA BUKAN HASIL KAYA MISKIN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Al-Qur’an tegaskan.

Bahwa manusia dinilai.

 

Berdasarkan:

1)        Niat.

2)        Usaha.

 

Tak dinilai berdasar:

1)        Hasil akhir.

2)        Sukses atau gagal.

 

3)        Kaya atau miskin.

4)        Jabatan tinggi atau rendah.

 

5)        Terkenal atau tidak.

6)        Jumlahnya banyak atau sedikit.

 

Sebab hasil akhir

Terkadang di luar kendali manusia.



A.       Setiap orang dapat balasan sesuai usahanya.

 

Al-Quran surah An-Najm (surah ke-53) ayat 39-41.


وَأَنْ لَيْسَ لِلْإِنْسَانِ إِلَّا مَا سَعَىٰ

 

39. dan bahwa seorang manusia tidak mendapat selain apa yang telah diusahakannya,

 

وَأَنَّ سَعْيَهُ سَوْفَ يُرَىٰ

 

40. dan bahwa usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).


ثُمَّ يُجْزَاهُ الْجَزَاءَ الْأَوْفَىٰ


41. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan paling sempurna.

 

Catatan.

 

1)        Allah menilai manusia berdasar usahanya.

 

2)        Tak sekadar hasilnya.

 

B.       Allah menilai niat Ikhlas dan kesungguhan.

 

Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 91.

 


لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضَىٰ وَلَا عَلَى الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنْفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ ۚ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

 

91. Tidak berdosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang lemah, orang sakit dan atas orang yang tidak mendapat apa yang akan mereka nafkahkan, jika mereka ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

 

Catatan.

1)        Orang tak mampu berperang.

2)        Tak mampu memberi infak besar.

 

3)        Jika sudah sungguh berniat.

4)        Maka tetap mendapat pahala.

 

C.       Pahala berlipat ganda, meskipun hasilnya kecil.

 

Al-Quran surah Al-An‘am (surah ke-6) ayat 160.


مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

 

Barang siapa membawa amal baik, maka baginya (pahala) 10 kali lipat amalnya; dan barang siapa membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang kejahatannya, sedangkan mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

 

Catatan.

 

1)        Suatu amal yang kecil.

2)        Dikerjakan sungguh-sungguh.

3)        Bernilai besar di sisi Allah.

 

D.       Hikmah yang diambil

 

1)        Tak minder, jika hasil usaha kecil.

2)        Allah menilai usaha kerja keras dan keikhlasan.

 

3)        Tak dengki pada orang hasilnya besar.

4)        Sebab tak tahu nilainya di sisi Allah.

 

5)        Tetap istikamah beramal.

6)        Meskipun hasilnya tak terlihat di dunia.

 

Penutup

 

1)        Kita luruskan niat.

2)        Hanya karena Allah.

 

3)        Tekun dalam ibadah.

4)        Serius dalam bekerja.

 

5)        Serahkan hasilnya pada Allah.

6)        Karena di akhirat kelak.

 

7)        Allah menilai niat Ikhlas karena Allah.

8)        Menilai usaha maksimal.

 

9)        Bukan sukses di dunia.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.