Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tuesday, August 19, 2025

43081. ISTRI NABI NUH NERAKA ISTRI FIR'AUN SURGA

 






 

ISTRI NABI NUH DI NERAKA DAN ISTRI FIR’AUN DI SURGA

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Dalam Al-Qur’an.

 Allah beri 2 perumpamaan wanita.

 

Yang berbeda nasibnya.

Yaitu:

1)        Istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth.

Dimasukkan dalam neraka.

 

2)        Istri Fir’aun

Dimasukan dalam surga.

 

A.       Istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth.

Dalam neraka.

 

Al-Quran surah At-Tahrim (surah ke-66) ayat 10.


ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ

 

Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan 2 orang hamba saleh di antara hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam jahanam bersama orang yang masuk (jahanam)".

 

Catatan.

 

1)        Maksud “berkhianat” di sini.

2)        Bukan dalam arti selingkuh.

 

3)        Tapi berkhianat dalam iman.

4)        Mereka tak beriman pada risalah suaminya.

 

5)        Bahkan memihak kaumnya yang kafir.

 

6)        Meskipun menjadi istri Nabi.

7)        Mereka tetap masuk neraka.

 

B.       Istri Fir‘aun (Asiyah binti Muzahim)

 

Al-Quran surah At-Tahrim (surah ke-66) ayat 11.


وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

 

Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabb-ku, bangunkan untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkan aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkan aku dari kaum yang zalim.

 

Catatan.

 

1)        Meskipuan suaminya raja paling zalim dan kafir.

 

2)         Asiyah tetap teguh beriman kepada Allah dan mendukung risalah Nabi Musa.

 

3)        Sebab sikap sabarnya.

4)        Allah janjikan surga untuknya.

 

Hikmah

 

1)        Kedudukan seseorang tak ditentukan suami atau istrinya.

 

2)        Tapi oleh iman dan amalnya sendiri.

 

3)        Bahkan istri Nabi yang saleh.

4)        Bisa masuk neraka, jika kufur.

 

5)         Istri orang kafir bisa masuk surga, jika beriman.

 

6)        Status keluarga tak menjamin selamat akhirat.

 

7)        Tidak ada jaminan surga.

8)         Jika anaknya nabi, istrinya nabi, atau suaminya wali.

 

9)        Keselamatan hanya ditentukan oleh iman dan amal saleh pribadi.

 

10)  Istri Fir‘aun.

11)  Bernama Asiyah binti Muzahim.

 

12)  Ia hidup dalam istana mewah.

13)  Tapi suaminya manusia paling zalim dan kafir.

 

14)  Meskipun berada di bawah tekanan.

15)  Asiyah tetap beriman kepada Allah.

16)  Mendukung dakwah Nabi Musa.

 

17)  Asiyah rela disiksa oleh Fir‘aun.

18)  Tapi tetap beriman.

 

19)  Doanya diabadikan Al-Qur’an:

 “Ya Rabbku, bangunkan untukku sebuah rumah di sisi-Mu di surga.”

 

Kesimpulan.

 

1)        Iman tanggung jawab pribadi.

2)        Tidak bisa diwariskan.

 

3)        Tak bisa dititipkan.

4)        Dekat orang saleh, tak otomatis selamat.

 

5)        Jika tak beriman, tetap masuk neraka.

6)        Lingkungan buruk, tak alasan untuk kufur.

 

7)        Asiyah, istri Fir‘aun.

8)        Hidup dalam istana penuh kekafiran.

9)        Tapi tetap beriman.

 

10)  Surga dan neraka ditentukan pilihan kita.

 

Semoga kita tetap menjaga iman kita.

Hingga akhir hayat.

 

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

 

 

 

43080. TAK BERTANYA MENYULITKAN

 

 




AJARAN ISLAM MUDAH TAK BERTANYA MENYULITKAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Al-Quran surah Al-Māidah (surah ke-5) ayat 101-102.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ وَإِنْ تَسْأَلُوا عَنْهَا حِينَ يُنَزَّلُ الْقُرْآنُ تُبْدَ لَكُمْ عَفَا اللَّهُ عَنْهَا ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ حَلِيمٌ

 

101. Hai orang-orang  beriman, jangan kamu bertanya (kepada Nabimu) hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu dan jika kamu menanyakan waktu Al-Quran diturunkan, niscaya akan diterangkan kepadamu, Allah memaafkan (kamu) tentang hal itu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun.

 

قَدْ سَأَلَهَا قَوْمٌ مِنْ قَبْلِكُمْ ثُمَّ أَصْبَحُوا بِهَا كَافِرِينَ

 

102. Sesungguhnya ada segolongan manusia sebelum kamu menanyakan hal yang serupa itu (kepada Nabi mereka), kemudian mereka tidak percaya kepadanya.

 

Tafsir Ṭabarī

 

1)        Larangan ini bagi orang yang sering bertanya.

2)        Hal yang tak penting.

3)        Belum ditetapkan hukumnya.

 

4)        Misalnya: bertanya detail tak manfaat.

5)        Yaitu jenis hewan apa, warna apa, bentuk apa, dll.

 

6)        Seperti kisah Bani Israil.

7)        Banyak bertanya tentang sapi betina.

 

8)        Sehingga tambah sulit.

 (QS. Al-Baqarah: 67-71).

 

9)        Ayat ini ingatkan.

10)  Agar tak ikut kebiasaan Bani Israil.

 

11)  Suka memperumit syariat.

12)  Dengan pertanyaan detail.

 

Tafsir  Ibnu Kasīr

 

1)        Diriwayatkan dalam hadis.

2)        Sahabat bertanya pada Nabi:

 “Apakah haji diwajibkan setiap tahun?”

Tapi Nabi diam.

 

3)        Setelah ditanya berulang kali.

Nabi menjawab:

 

“Kalau aku katakan ya, niscaya akan diwajibkan tiap tahun, dan kalian tidak akan sanggup.”

(HR. Muslim).

 

4)        Salah satu contoh.

5)        Pertanyaan yang tidak perlu.

6)         Sebab justru bisa memberatkan.

 

7)        Jadi larangan di sini maksudnya:

 

8)        Tak bertanya hal yang jika diwajibkan.

Maka sulit melakukannya.

 

Tafsir Qurṭubī

 

Ada 2 pertanyaan yang dilarang.

1)                Yaitu:

1)        Pertanyaan berlebihan.

2)        Hal gaib yang tak dijelaskan Allah.

3)        Seperti hakikat roh, kapan kiamat.

 

4)        Pertanyaan yang bisa membuat hukum baru yang lebih berat.

5)        Contohnya pertanyaan haji tiap tahun.

 

6)        Pertanyaan yang dianjurkan.

7)        Yang membawa ilmu dan manfaat.

 

8)        Seperti: “Apa kewajiban saya dalam salat?”

 

Tafsir Fakhruddin Rāzī

 

Aspek psikologis:

1)        Orang beriman tak terlalu “ingin tahu” semua detail syariat.

 

2)         Sebagian disengaja bersifat umum.

3)        Agar fleksibel.

 

4)        Jika semua hal dipaksa ditanya.

5)        Maka agama berat dan menyulitkan.

 

2)        Agama lslam dibuat mudah.

3)        Tak dipersulit pertanyaan tak perlu.

 

Tafsir Quraish Shihab.

 

1)        Pertanyaan yang baik.

Jika tujuannya mencari petunjuk.

 

2)        Pertanyaan yang buruk.

Hanya menguji Nabi.

Menyulitkan diri sendiri.

 

3)        Mendidik umat agar fokus hal yang jelas wajib.

 

4)        Tak buang energi hal tak penting.

 

Inti Pesan.

 

1)        Islam melarang umatnya terlalu banyak bertanya hal tak penting.

 

2)        Khususnya terkait syariat.

3)        Bisa timbul kewajiban baru yang berat.

 

4)        Belajar dari Bani Israil.

5)        Bertanya terlalu detail soal sapi betina.

6)        Akhirnya jadi lebih sulit.

 

7)        Pertanyaan yang baik.

8)        Untuk memahami hukum.

9)        Mendapat manfaat.

 

10)  Hikmah: Agama ini mudah, jangan dipersulit.

 

Kesimpulan.

1)        Boleh bertanya untuk mencari ilmu.

 

2)        Tak bertanya berlebihan.

3)        Hingga menjerumuskan diri sendiri.

 

4)        Tak ulang salah umat terdahulu.

5)        Menyusahkan diri sendiri.

6)        Dengan pertanyaan yang tak perlu.

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.