RAJIN IBADAH KENA MUSIBAH MARAH PADA ALLAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
1)
Orang rajin Ibadah.
2)
Tapi kena musibah.
3)
Dia marah pada Allah
4)
Bagaimana penjelasan Al-Qur’an?
Jawaban.
1)
Iman belum diuji dengan benar
2)
Marah pada Allah adalah sikap yang keliru
3)
Ibadah karena Allah, bukan karena ingin
aman
4)
Musibah bukan tanda Allah benci
5)
Sikap yang benar menurut Al-Qur’an
A.
Iman Belum Diuji dengan Benar
1)
Orang yang mengaku beriman.
2)
Pasti diuji.
QS. Al-Ankabut (29:2)
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ
صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
Dan sesungguhnya kami
telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui
orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
Catatan.
1)
“Apakah manusia mengira akan dibiarkan
berkata ‘kami beriman’ tanpa diuji?”
2)
Maknanya:
3)
Rajin ibadah tak jaminan bebas
masalah.
4)
Justru orang beriman pasti diuji.
B.
Marah kepada Allah adalah Sikap yang
Keliru
1)
Al-Qur’an melarang putus asa.
2)
Melarang protes berlebihan.
QS. Yusuf (12:87)
يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا
مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا
يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
Hai anak-anakku,
pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu
berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak berputus asa dari rahmat
Allah, melainkan kaum yang kafir".
QS. Az-Zumar (39:53)
۞ قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا
مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ
هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
Katakan: "Hai
hamba-hamba-Ku yang melampaui batas pada diri mereka sendiri, janganlah kamu
berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya.
Sesungguhnya Dia Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Catatan.
1)
Maknanya:
2)
Marah kepada Allah.
3)
Bukti belum rida pada ketetapan-Nya.
C.
Ibadah Dilakukan karena Allah, Bukan
Karena Ingin Aman
1)
Jika ibadah hanya saat senang.
2)
Maka tanda iman lemah.
QS. Al-Haj (22:11)
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ
اطْمَأَنَّ بِهِ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ خَسِرَ
الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ
Dan di antara manusia
ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh
kebajikan, tetap ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa suatu bencana, berbalik ia ke belakang. Rugi
ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian kerugian yang nyata.
Catatan.
1)
“Ia menyembah Allah di tepi; jika
mendapat kebaikan ia tenang, jika ditimpa musibah ia berbalik.”
Tafsir dan Penjelasan
1️⃣ “Menyembah Allah di atas hurf (tepi)”
1)
Hurf artinya tepi atau ujung.
2)
Maksudnya: iman yang tidak kokoh,
setengah-setengah.
3)
Orang seperti ini beragama dengan
syarat:
a.
Kalau hidup enak → beriman
b.
Kalau diuji → ragu bahkan meninggalkan
iman
1)
Imannya seperti berdiri di pinggir
jurang.
2)
Dia mudah jatuh.
2️⃣ Saat dapat nikmat → tenang
Ketika:
1)
Rezeki lancar
2)
Hidup nyaman
3)
Urusan dunia sukses
Maka ia merasa:
1)
“Agama ini benar karena menguntungkan
saya.”
2)
Tapi imannya bergantung pada hasil
dunia.
3)
Bukan keyakinan.
3️⃣ Saat diuji → berpaling
Ketika:
1)
Sakit
2)
Miskin
3)
Gagal
4)
Ditimpa musibah
Ia berkata:
1)
“Kalau begini, untuk apa beriman?”
2)
Inilah iman yang tidak siap diuji.
4️⃣ Rugi dunia dan akhirat
Rugi dunia:
1)
Hidup penuh kecewa
2)
Hati tidak tenang
Rugi akhirat:
1)
Kehilangan pahala
2)
Terancam azab
Allah tegaskan:
“Itulah kerugian yang nyata.”
Pesan Utama Ayat
1)
Iman sejati tak tergantung keadaan
2)
Ujian bukan tanda Allah benci
3)
Nikmat dan musibah.
4)
Sama-sama ujian
5)
Orang beriman tetap teguh:
a.
Saat lapang → bersyukur
b.
Saat sempit → bersabar
Versi Singkat untuk Siswa
1)
Jelaskan orang beriman
setengah-setengah.
2)
Kalau hidupnya enak, dia beriman.
3)
Kalau diuji, dia meninggalkan agama.
4)
Orang ini rugi di dunia dan akhirat
5)
Karena imannya tidak kuat.
D.
Musibah Bukan Tanda Allah Benci
Musibah bisa tanda kasih sayang Allah.
QS. Al-Baqarah (2:155-157)
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ
بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ
وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
155. Dan sungguh akan
Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan
harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan berita gembira kepada orang yang
sabar.
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ
مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
156. (yaitu) orang yang
apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa
ilaihi raaji'uun".
أُولَٰئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ
رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ
157. Mereka itu mendapat
berkah sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itu orang yang mendapat
petunjuk.
1)
Maknanya:
2)
Orang sabar saat musibah.
3)
Justru dapat rahmat Allah.
E.
Sikap yang Benar Menurut Al-Qur’an
1)
Sabar
2)
Berdoa
3)
Introspeksi diri
4)
Tetap beribadah
QS. Al-Baqarah: 286
QS. Asy-Syarh: 5–6
Kesimpulan Versi Siswa
1)
Ibadah bukan jaminan bebas musibah
2)
Musibah adalah ujian iman
3)
Marah kepada Allah bukan Solusi
4)
Sabar dan rida mendatangkan pahala
5)
Iman diuji saat sulit.
6)
Bukan saat mudah
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AI
.bmp)
0 comments:
Post a Comment