ORANG MENGAKU BERIMAN PASTI DIUJI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Dalam Al-Qur’an
Semua orang beriman
1)
Pasti diuji.
2)
Itu hukum tetap.
3)
Bukan mungkin.
4)
Tapi pasti diuji.
Kenapa semua orang beriman
Pasti diuji oleh Allah?
Jawaban.
1)
Tak cukup mengaku beriman, tapi harus
dibuktikan.
2)
Ujian tanda Allah peduli, bukan benci.
3)
Makin tinggi iman, makin berat ujian.
4)
Ujian bukan menghancurkan, tapi
menaikkan derajat.
5)
Allah tak menguji di luar kemampuan.
Penjelasan.
A.
Tak cukup mengaku beriman, tapi harus
dibuktikan
QS. Al-‘Ankabut (29:2-3)
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
2.
Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami
telah beriman", sedangkan mereka tak diuji lagi?
وَلَقَدْ فَتَنَّا
الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا
وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
3.
Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka
sesungguhnya Allah tahu orang yang benar dan sesungguhnya Dia tahu orang yang
dusta.
Catatan.
1)
“Apakah
manusia mengira mereka akan dibiarkan berkata ‘kami beriman’ padahal mereka
tidak diuji?”
2)
Artinya:
3)
Mengaku
beriman tanpa ujian
4)
Hal
itu mustahil.
5)
Ujian
alat Allah untuk buktikan iman.
6)
Bukan
untuk menjatuhkan.
B.
Ujian = tanda Allah peduli, bukan
benci
QS. Al-Baqarah (2:155)
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ
الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan
sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan
berikan berita gembira kepada orang yang sabar.
Catatan.
1)
“Kami pasti akan menguji kamu dengan
sedikit rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan…”
2)
Ujiannya bisa berupa:
- masalah ekonomi
- sakit
- kehilangan
- tekanan batin
- gagal
1)
Semua paket standar hidup orang
beriman.
2)
Bukan tanda ditinggalkan.
C.
Makin tinggi iman, maka makin berat
ujian
QS. Al-Baqarah (2:214)
أَمْ حَسِبْتُمْ
أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ
قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ
يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا
إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
Apakah kamu mengira
bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti
orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan sengsara,
serta digoncangkan (dengan bermacam cobaan) sehingga berkata Rasul dan
orang-orang beriman bersamanya: "Kapan datangnya pertolongan Allah?"
Ingat, sesungguhnya pertolongan Allah amat dekat.
Catatan.
1)
“Apakah kamu mengira akan masuk surga.
2)
Padahal belum datang kepadamu cobaan.
3)
Seperti orang-orang sebelum kamu?”
1)
Para nabi diuji:
a.
Nabi Ibrahim
Diuji keluarga & pengorbanan
b.
Nabi Musa.
Diuji tirani Firaun
c.
Nabi Muhammad
Diuji difitnah, diusir, diperangi
2)
Iman kelas berat = ujian kelas berat
D.
Ujian bukan menghancurkan, tapi
menaikkan derajat
QS. Al-Insyirah (94:5-6)
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
5. Maka sesungguhnya bersama
kesulitan ada kemudahan,
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
6. sesungguhnya bersama kesulitan
ada kemudahan.
Catatan.
1)
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada
kemudahan.”
2)
Bukan setelah sulit ada mudah.
3)
Tapi Bersama sulit ada mudah.
4)
Artinya:
5)
Saat diuji, juga disipakan jalan
keluar.
E.
Allah tak menguji di luar kemampuan
QS. Al-Baqarah (2:286)
لَا يُكَلِّفُ
اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا
اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ
رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ
قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ
عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى
الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Allah tidak membebani orang
melainkan sesuai kesanggupannya. Ia dapat pahala (dari kebajikan) yang
diusahakannya dan ia dapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka
berdoa): "Ya Tuhan kami, jangan Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami
tersalah. Ya Tuhan kami, jangan Engkau bebankan kepada kami beban yang berat seperti
Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, jangan Engkau
pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaf kami;
ampuni kami; dan rahmati kami. Engkau Penolong kami, maka tolong kami terhadap
kaum yang kafir".
Catatan.
1)
“Allah tak membebani orang melainkan
sesuai kemampuannya.”
2)
Kalau diuji berarti:
a.
Pasti mampu, mekipun terasa berat
b.
Allah percaya orang bisa naik level
Kesimpulan
1)
Semua orang beriman pasti diuji
2)
Ujian = bukti iman, bukan hukuman
3)
Berat ujian sebanding potensi iman
4)
Setiap ujian disertai jalan keluar
5)
Allah Maha Adil
6)
Allah tak zalim pada hamba-Nya
VERSI SISWA
SEMUA ORANG BERIMAN PASTI DIUJI
1.
Mengaku beriman pasti ada ujiannya
1)
QS. Al-‘Ankabut: 2
2)
“Apakah manusia mengira akan dibiarkan
berkata ‘kami beriman’, padahal mereka tidak diuji?”
3)
Makna untuk siswa:
4)
Kalau bilang “saya beriman”, pasti ada
tesnya.
5)
Seperti naik kelas, maka harus ujian
dulu.
2.
Bentuk ujian bisa macam-macam
1)
QS. Al-Baqarah: 155
2)
Allah menguji dengan rasa takut,
lapar, kurang harta, dan kesulitan.
3)
Contoh di kehidupan siswa:
a.
Nilai jelek
b.
Dimarahi guru
c.
Masalah dengan teman
d.
Keluarga susah
e.
Gagal lomba atau ujian
1)
Itu bukan tanda Allah benci.
2)
Tapi ujian iman.
3.
Orang beriman tidak sendirian
1)
QS. Al-Baqarah: 214
2)
Orang-orang sebelum kita juga diuji
dengan berat.
3)
Makna:
4)
Nabi dan orang saleh juga diuji.
5)
Jika kita diuji, maka hal wajar.
4.
Ujian tidak selamanya
1)
QS. Al-Insyirah: 5–6
2)
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada
kemudahan.”
3)
Makna:
4)
Tiap masalah pasti ada jalan keluar.
5)
Sulit dan mudah datang bersamaan.
5.
Allah tak uji melebihi kemampuan
1)
QS. Al-Baqarah: 286
2)
Allah tak bebani orang di luar
kemampuannya.
3)
Makna:
4)
Jika kamu diuji.
5)
Maka kamu kuat menghadapinya.
KESIMPULAN SISWA
1)
Orang beriman pasti diuji
2)
Ujian adalah bukti iman
3)
Ujian bukan hukuman
4)
Allah selalu beri jalan keluar
5)
Tetap sabar, berusaha, dan berdoa
KALIMAT PENUTUP (mudah dihafal)
1)
Iman tanpa ujian itu mustahil.
2)
Ujian tanda Allah sedang mendidik
kita.
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AI




0 comments:
Post a Comment