MENGAPA MILENIAL TAHAN BANTING DARIPADA
GEN Z
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
A. Bedanya Milenial dan Gen Z.
1)
Tahun kelahiran umum.
a.
Milenial (Gen Y):
Tahun lahir 1981 – 1996
b.
Gen Z:
Tahun lahir 1997 - 2012
Kenapa Milenial Lebih Tahan Banting?
Jawaban.
1)
Hidup tanpa “jalan pintas”
2)
Terbiasa gagal tanpa validasi
3)
Tekanan hidup datang lebih awal
4)
Tak dibesarkan dengan “bahasa mental
health”
5)
Gen Z beda, bukan salah
B.
Generasi Milenial.
1.
Hidup tanpa “jalan pintas”
1)
Milenial tumbuh di masa:
a.
Informasi sulit diakses
b.
Komunikasi lama.
c.
SMS mahal, nunggu warnet
d.
Banyak hal harus diusahakan manual
2)
Ini melatih sabar, daya juang, dan
problem solving.
2.
Terbiasa gagal tanpa validasi
1)
Dulu:
a.
Gagal tak diposting
b.
Tak ada like, views, atau dukungan
instan
c.
Masalah disimpan.
d.
Diselesaikan sendiri
2)
Mental milenial terbiasa jatuh–bangkit.
3)
Tanpa tepuk tangan.
3.
Tekanan hidup datang lebih awal
1)
Milenial menghadapi:
a.
Krisis ekonomi
b.
Persaingan kerja ketat
c.
Janji hidup mapan.
d.
Sering tak sesuai realita
2)
Terpaksa dewasa lebih cepat.
4.
Tak dibesarkan dengan “bahasa mental
health”
1)
Milenial dipaksa kuat
2)
Curhat dianggap lemah
3)
Harus jalan terus.
4)
Meskipun capek
5)
Ini membentuk daya tahan.
6)
Tapi juga banyak milenial diam-diam
lelah.
5.
Gen Z beda, bukan salah
1)
Gen Z:
a.
Lebih sadar kesehatan mental
b.
Lebih berani bilang “capek”
c.
Hidup di era tekanan sosial digital 24
jam
2)
Bukan kurang banting.
3)
Tapi beda bentuk tekanan.
Kesimpulan adil
Milenial
1)
tampak lebih tahan banting.
2)
Sebab lingkungan keras
Gen Z
1)
tampak lebih rapuh.
2)
Sebab lebih jujur pada kondisi mental
3)
Bukan soal kuat vs lemah
3)
Milenial = bertahan
4)
Gen Z = bertanya: kenapa harus begini?
5)
Tapi dua-duanya penting.
Dikaitkan dengan nilai Qur’an.
1)
Tak hakimi generasi mana pun.
2)
Tapi pahami sunatullah.
3)
Proses pembentukan manusia.
1.
Ketahanan lahir dari ujian (bukan dari
kenyamanan)
1)
Al-Qur’an tegaskan:
2)
“Apakah manusia mengira mereka akan
dibiarkan berkata ‘kami beriman’ sementara mereka tidak diuji?”
QS. Al-‘Ankabut: 2
3)
Maknanya:
4)
Ketahanan mental tak muncul otomatis
5)
Tapi lahir dari ujian, tekanan, dan
kesulitan
6)
Milenial hidup di masa:
a.
Transisi
b.
Ketidakpastian
c.
Tekanan ekonomi & social
1)
Secara Qur’ani.
2)
Ujian menempa daya tahan
2.
Allah mendidik manusia bertahap,
sesuai zamannya
1)
“Allah tak bebani orang melainkan
sesuai kesanggupannya.”
QS. Al-Baqarah: 286
2)
Artinya:
3)
Tiap generasi dibebani ujian berbeda
4)
Milenial dibebani ketahanan
5)
Gen Z dibebani kesadaran &
kepekaan
6)
Bukan satu lebih mulia.
7)
Tapi fungsi hidupnya berbeda
3.
Kesabaran = kekuatan sejati menurut
Qur’an
1)
“Dan sungguh Kami akan menguji kamu…
dan sampaikan kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.”
QS. Al-Baqarah: 155
2)
“Sesungguhnya Allah bersama orang yang
sabar.”
QS. Al-Baqarah: 153
3)
Milenial:
a.
Dipaksa sabar
b.
Dipaksa bertahan
c.
Maka tampak “lebih tahan banting”
4)
Qur’an tak puji penderitaan.
5)
Tapi teguh dalam derita.
4.
Gen Z dan sadar jiwa juga Qur’ani
1)
Qur’an tak ajarkan pendam luka tanpa
sadar.
2)
“Dan jangan kamu menjatuhkan dirimu
sendiri dalam kebinasaan.”
QS. Al-Baqarah: 195
3)
“Allah menghendaki kemudahan bagimu,
bukan kesulitan.”
QS. Al-Baqarah: 185
4)
Ini sejalan dengan Gen Z:
a.
Lebih peduli kesehatan mental
b.
Lebih berani bilang “lelah”
1)
Itu bukan kelemahan.
2)
Tapi bentuk fikih jiwa
5.
Sintesis Qur’ani: idealnya bukan
milenial atau Gen Z saja
1)
Qur’an ingin seimbang:
2)
“Dan demikian Kami jadikan kamu umat
yang wasath (seimbang).”
QS. Al-Baqarah: 143
3)
Ketahanan milenial
Tanpa mematikan jiwa
4)
Kepekaan Gen Z
Tanpa hilang daya juang
Kesimpulan
1)
Milenial tampak tahan banting.
2)
Sebab ditempa ujian
3)
Gen Z tampak rapuh.
4)
Sebab lebih jujur pada jiwa
5)
Qur’an tak pilih generasi.
6)
Tapi memuliakan yang sabar, sadar, dan
seimbang
7)
Sabar tanpa sadar = keras
8)
Sadar tanpa sabar = rapuh
9)
Qur’an ajarkan: kuat + sadar
1.
Milenial hidup di masa “transisi”
2.
Gen Z di masa “banjir”
Milenial (±1981–1996) tumbuh:
1)
Dari dunia analog → digital
2)
Harus belajar adaptasi: ngetik dari
mesin ketik → komputer → internet
3)
Informasi tidak instan, jadi terbiasa
mikir, nunggu, nyari
Gen Z (±1997–2012) lahir:
1)
Saat internet & smartphone sudah
jadi default
2)
Informasi banjir & cepat
3)
Tantangannya bukan cari info, tapi menyaring
info
Hasilnya:
1)
Milenial
a.
Tampak “lebih cerdas”
b.
Terlatih problem solving
2)
Gen Z
a.
Dianggap “kurang fokus”.
b.
Padahal otaknya kerja cepat.
c.
Tapi terfragmentasi
d.
Banyak info tak mendalam.
3.
Milenial kuat nalar mendalam.
4.
Gen Z kuat respons cepat
Milenial unggul di:
1)
Analisis panjang
2)
Diskusi mendalam
3)
Ketahanan mental
4)
Hidup tanpa tombol “skip”
5)
Tak ingin hasil instan.
Gen Z unggul di:
1)
Multitasking
2)
Visual & digital literacy
3)
Membaca tren dan pola cepat
4)
Jadi beda jenis kecerdasan.
5)
Bukan kalah-menang.
3. Media sosial bikin ilusi kecerdasan
1)
Milenial
a.
banyak tampil rapi.
b.
Argumentative.
c.
sistematis
2)
Gen Z
a.
sering tampil santai.
b.
Sarkas.
c.
meme-based
d.
lewat simbol.
Padahal:
1)
Gaya Gen Z
a.
bukan bodoh.
b.
tapi bahasa zamannya
2)
Banyak Gen Z
a.
sangat cerdas.
b.
tapi tak pakai format “serius”
5.
Tekanan hidup milenial membentuk “dewasa
dipaksa”
Milenial hadapi:
1)
Krisis ekonomi
2)
Persaingan kerja keras
3)
Janji hidup “sekolah → kerja → mapan”.
4)
Tapi sering gagal
Itu membentuk:
1)
Sikap kritis
2)
Realisme
3)
Kedalaman berpikir
Gen Z:
1)
Lebih sadar mental health
2)
Lebih berani bilang “capek”
3)
Lebih kritis ke system.
4)
Bukan cuma ke individu
Kesimpulan
1)
Bukan milenial lebih cerdas
2)
Bukan Gen Z lebih lemah
3)
Tapi lingkungan.
4)
Membentuk beda cara berpikir
a.
Milenial = kuat di kedalaman
b.
Gen Z = kuat di kecepatan &
kreativitas
c.
Kalau 2 generasi kerja bareng.
d.
Kombinasi paling berbahaya.
e.
Dalam arti positif.
Cara Berpikir
Milenial
1)
Lebih sabar & runtut
2)
Terbiasa mikir panjang
3)
Kuat diskusi dan argument
Gen Z
1)
Cepat tanggap
2)
Visual & instan
3)
Kuat ide kreatif dan tren
Gaya Komunikasi
Milenial
1)
Teks panjang
2)
Formal (email, diskusi serius)
Gen Z
1)
Singkat, meme, emoji, video
2)
Santai & sarkasme
Sikap terhadap Kerja
Milenial
1)
Loyal
2)
Kejar stabilitas
3)
“Kerja keras dulu, nikmati belakangan”
Gen Z
1)
Fleksibel
2)
Pentingkan mental health
3)
“Kerja harus bermakna & seimbang”
Hubungan dengan Teknologi
Milenial
1)
Belajar teknologi
2)
Adaptif
Gen Z
1)
Native digital
2)
Sangat cepat belajar aplikasi baru
Tantangan Utama
Milenial
1)
Tekanan ekonomi & ekspektasi hidup
2)
Burnout
3)
Lelah mental.
Gen Z
1)
Overload informasi
2)
Fokus & kesehatan mental
Ringkasnya
1)
Milenial = tahan banting &
mendalam
2)
Gen Z = cepat, kreatif, dan berani
beda
Kalau digabung:
1)
Milenial kasih arah
2)
Gen Z kasih kecepatan
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AI
.bmp)
0 comments:
Post a Comment