CARA BERPIKIR PEMIMPIN MEMAJUKAN BANGSA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Cara berpikir seorang presiden.
Untuk memajukan bangsanya.
Dalam perspektif Al-Qur’an.
Yaitu:
1)
Berpikir Visioner Jangka Panjang (Tak
Sekadar 5 Tahun)
2)
Menetapkan Skala Prioritas Nasional
3)
Berpikir Adil, Bukan Pro Kelompok
4)
Berpikir Berbasis Ilmu & Data,
Bukan Emosi
5)
Berpikir Membangun Manusia, Bukan
Hanya Gedung
6)
Berpikir Anti-Korupsi Secara Sistemik
7)
Berpikir Melindungi yang Lemah
8)
Berpikir Bertanggung Jawab di Hadapan
Allah & Sejarah
A.
Berpikir Visioner Jangka Panjang
(Bukan Sekadar 5 Tahun)
1)
Prinsip Qur’an:
2)
Melihat masa depan umat.
3)
Tak kepentingan sesaat.
4)
“Wahai orang-orang beriman,
bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok.”
(QS. Al-Hasyr: 18)
5)
Implikasi Presiden:
a.
Membangun visi bangsa 25–50 tahun ke
depan
b.
Investasi besar pada pendidikan,
riset, dan karakter
c.
Tidak populis demi elektabilitas
jangka pendek
B.
Menetapkan Skala Prioritas Nasional
1)
Prinsip Qur’an:
2)
Mendahulukan yang paling mendasar.
3)
Sebelum yang sekunder.
4)
“Maka apabila engkau telah selesai
dari satu urusan, tetap bekerja keras untuk urusan yang lain.”
(QS. Al-Insyirah: 7)
5)
Urutan prioritas Qur’ani:
a.
Pendidikan & akhlak
b.
Keadilan hukum
c.
Kesehatan rakyat
d.
Kemandirian ekonomi
6)
Infrastruktur (sebagai alat, bukan
tujuan)
7)
Bukan: mercusuar dulu, tapi manusia
belakangan
8)
Hal itu salah.
C.
Berpikir Adil, Bukan Pro Kelompok
1)
Prinsip Qur’an:
2)
Keadilan adalah fondasi negara.
3)
“Berlaku adillah, karena adil lebih
dekat kepada takwa.”
(QS. Al-Mā’idah: 8)
4)
Implikasi Presiden:
a.
Tak tunduk pada oligarki
b.
Hukum berlaku sama untuk pejabat &
rakyat
c.
Anti tebang pilih
5)
Catatan Qur’ani:
a.
Jika kezaliman kecil dibiarkan.
b.
Maka kehancuran besar negara
D.
Berpikir Berbasis Ilmu & Data,
Bukan Emosi
1)
Prinsip Qur’an:
Ilmu mendahului kebijakan.
2)
“Katakan: Apakah sama orang yang
mengetahui dengan yang tidak mengetahui?”
(QS. Az-Zumar: 9)
3)
Implikasi Presiden:
a.
Kebijakan berbasis riset & sains
b.
Menguatkan lembaga statistik, riset,
dan perguruan tinggi
c.
Mendengar ahli.
d.
Tak hanya buzzer
E.
Berpikir Membangun Manusia, Bukan
Hanya Gedung
1)
Prinsip Qur’an:
2)
Perubahan bangsa mulai dari manusia.
3)
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah
keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah diri mereka.”
(QS. Ar-Ra‘d: 11)
4)
Fokus Presiden:
a.
Mental kerja
b.
Etos kejujuran
c.
Disiplin
d.
Tanggung jawab social
5)
Gedung megah tanpa manusia unggul.
6)
Maka negara rapuh
F.
Berpikir Anti-Korupsi Secara Sistemik
1)
Prinsip Qur’an:
2)
Kerusakan sebab runtuhnya bangsa.
3)
“Telah tampak kerusakan di darat dan
di laut sebab perbuatan tangan manusia.”
(QS. Ar-Rūm: 41)
4)
Implikasi Presiden:
a.
Sistem transparan & digital
b.
Pengawasan kuat
c.
Hukuman tegas dan konsisten
5)
Dalam Qur’an.
6)
Korupsi = fasād (merusak peradaban)
G.
Berpikir Melindungi yang Lemah
1)
Prinsip Qur’an:
2)
Negara dinilai dari nasib rakyat
kecilnya.
3)
“Tahukah kamu orang yang mendustakan
agama? Itulah yang menghardik anak yatim dan tidak mendorong memberi makan
orang miskin.”
(QS. Al-Ma‘un: 1–3)
4)
Implikasi Presiden:
a.
Jaminan sosial tepat sasaran
b.
Pendidikan dan kesehatan terjangkau
c.
UMKM diperkuat.
d.
Bukan dimatikan
H.
Berpikir Bertanggung Jawab di Hadapan
Allah & Sejarah
1)
Prinsip Qur’an:
2)
Kekuasaan adalah amanah.
3)
Bukan privilese.
4)
Bukan hak Istimewa.
5)
“Sesungguhnya Kami telah menawarkan
amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung…”
(QS. Al-Ahzab: 72)
6)
Implikasi Presiden:
a.
Tidak rakus jabatan
b.
Siap dikritik
c.
Siap dievaluasi
KONDISI INDONESIA
1.
INDONESIA: BUKAN NEGARA GAGAL, TAPI
NEGARA “SETENGAH JADI”
1)
Realita Qur’ani: nikmat besar + amanah
besar.
2)
“Kemudian kamu pasti akan ditanya
tentang nikmat.”
(QS. At-Takatsur: 8)
3)
Fakta umum:
a.
SDA (Sumber Daya Alam) melimpah
b.
Penduduk besar & muda
c.
Stabil secara politik
d.
Tapi hasilnya belum sebanding
4)
Dalam Qur’an.
5)
Tanda soal tata kelola (amanah).
6)
Bukan kekurangan potensi.
2.
MASALAH UTAMA: BUKAN SDA, TAPI MANUSIA
& SISTEM
1)
“Sesungguhnya Allah tidak menzalimi
manusia, tetapi manusialah yang menzalimi diri mereka sendiri.”
(QS. Yunus: 44)
a.
Pendidikan
1)
Banyak hafal, sedikit paham
2)
Lemah nalar kritis & karakter
3)
Lulusan tak siap kerja
4)
Qur’an tekankan ilmu + akhlak.
5)
Bukan ijazah kosong.
b.
Hukum Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas
1)
“Apabila hukum diterapkan dengan tidak
adil, maka kehancuran akan datang.”
(makna umum QS. An-Nisa: 58)
2)
Rakyat kecil cepat dihukum
3)
Elite sering bebas dan lolos
4)
Ini alarm kehancuran bangsa dalam
Qur’an
c.
Korupsi Sistemik
1)
“Jangan kamu membuat kerusakan di bumi.”
(QS. Al-A‘raf: 56)
2)
Korupsi tak sekadar moral buruk
3)
Tapi merusak peradaban (fasād)
4)
Negara Qur’ani runtuh.
5)
Bukan karena miskin.
6)
Tapi karena korup.
3.
POLA PEMBANGUNAN: TERBALIK MENURUT
QUR’AN
1)
Indonesia : Infrastruktur dulu
2)
Quran : manusia dulu.
3)
Ina : pertumbuhan angka
4)
Quran : keadilan.
5)
Ina : proyek besar
6)
Quran : penididikan dan karakter.
7)
Ina : pencitraan.
8)
Quran : Amanah
a.
“Bangunan yang kokoh harus di atas
pondasi yang benar.”
(QS. At-Taubah: 109 – makna)
b.
Gedung megah tanpa manusia unggul = rapuh
4.
MENTALITAS BANGSA: MASALAH PALING
DALAM
1)
“Mengapa kamu mengatakan apa yang tak
kamu kerjakan?”
(QS. As-Saff: 2)
2)
Gejala:
a.
Ingin cepat kaya
b.
Tak sabar proses
c.
Gampang menyalahkan
3)
Qur’an sebut penyakit hati kolektif.
4)
Tak sekadar ekonomi.
5.
NAMUN: INDONESIA PUNYA HARAPAN BESAR
1)
“Jangan kamu putus asa dari rahmat
Allah.”
(QS. Az-Zumar: 53)
2)
Potensi besar Indonesia:
a.
Penduduk usia produktif
b.
Budaya gotong royong
c.
Agama masih hidup di ruang public
d.
Demokrasi relatif stabil
3)
Tinggal pemimpin berpikir Qur’ani.
4)
Bukan transaksional.
5)
Tak tukar menukar kepentingan.
6.
JIKA DINILAI DENGAN KACAMATA QUR’AN
Kondisi Indonesia
1)
Belum adil
2)
Belum Amanah
3)
Belum berbasis ilmu
4)
Tapi masih bisa diperbaiki
5)
“Jika penduduk suatu negeri beriman dan
bertakwa, Kami akan buka berkah dari langit dan bumi.”
(QS. Al-A‘raf: 96)
KESIMPULAN
1)
Indonesia tertinggal.
2)
Bukan karena Islam.
3)
Tapi nilai Qur’an belum dijalankan:
a.
Amanah
b.
Keadilan
c.
Ilmu
d.
Tanggung jawab
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AI

0 comments:
Post a Comment