Sunday, February 15, 2026

54969. APAKAH PRESIDEN JAWA BERSIKAP FEODAL

 


APAKAH PRESIDEN JAWA BERSIKAP FEODAL DI QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Apakah Presiden orang Jawa.

Bersikap feodal?

 

Jawaban.



1)        Pertanyaan ini

2)        Perlu dijawab adil dan hati-hati.

 

Dalam Al-Qur’an.

 

1)        Penilaian seseorang.

2)        Tak berdasar suku.

 

3)        Tapi berdasar:

 

a.         Iman.

b.        Takwa.

c.        Keadilan.

 

QS. Al-Hujurat (49:13)

 
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

 

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

 

Catatan.

1)        Manusia diciptakan bersuku-suku.

2)        Untuk saling mengenal.

 

3)        Yang paling mulia adalah yang paling bertakwa.

 

4)        Bukan karena sukunya.

 

 

Jadi, tidak bisa dikatakan:

1)        Pesiden orang Jawa

2)        Maka bersikap feodal.

 

3)        Hanya karena ia orang Jawa.

4)        Itu bukan penilaian versi Qur’an.


A.       Apakah sikap feodal menurut Qur’an?

 

Jawaban.

 

1)        Dalam Qur’an.

2)        Sikap mirip feodal

 

3)        Yaitu:

 

a.        Sombong dan merasa lebih tinggi

 (QS. Luqman: 18)

b.        Menindas atau tidak adil

(QS. An-Nisa: 58)

 

c.        Minta dihormati secara berlebihan

 

d.        Mengutamakan kelompok sendiri (ashabiyah)

 

4)        Sikap seperti ini.

5)        Dicontohkan Fir'aun.

 

6)        Merasa dirinya paling tinggi.

7)        Dan menindas rakyatnya.

 

B.       Bagaimana pemimpin ideal versi Qur’an?

 

Contoh pemimpin adil

Di Qur’an adalah:

 

1)        Nabi Sulaiman

Berkuasa, tapi tetap rendah hati

 

2)        Nabi Daud

Diperintah putuskan perkara dengan adil (QS. Shad: 26)

3)        Dzulqarnain

Membangun untuk melindungi rakyat.

Bukan menindas

 

Ciri pemimpin Qur’ani:

Yaitu:

 

1)        Adil

2)        Tak sombong

3)        Mendengar rakyat

 

4)        Tidak diskriminatif

5)        Bertanggung jawab di depan Allah

 

Kesimpulan

 

Versi Qur’an:

 

1)        Tidak boleh menilai berdasarkan suku.

2)        Seperti suku Jawa, Sunda, dll.

 

3)        Yang dinilai adalah akhlak dan keadilannya.

 

4)        Jika ada pemimpin bersikap sombong dan menindas.

 

5)        Maka itu salah

6)        Siapapun sukunya.

 

VERSI SISWA

Apakah presiden orang Jawa bersikap feodal versi Qur’an?

 

Jawaban singkatnya:

1)        Al-Qur’an tak menilai orang dari sukunya.

2)        Bukan karena SUKU Jawa, Sunda, Batak, atau lainnya.

 

3)        QS. Al-Hujurat ayat 13.

4)        Allah jelaskan.

 

5)        Manusia diciptakan beda suku.

6)        Agar saling mengenal.

 

7)        Yang paling mulia yang paling bertakwa.

8)        Bukan karena asal daerahnya.

 

Apa itu sikap feodal?

Feodal itu kira-kira:

 

1)        Merasa diri paling tinggi

2)        Minta dihormati berlebihan

 

3)        Tidak mau dikritik

4)        Utamakan kelompok sendiri

5)        Bersikap tidak adil

 

a.        Jika pemimpin seperti itu.

b.        Maka salah menurut Qur’an.

c.        Siapapun dia.

 

1)        Contoh pemimpin sombong

2)        Yaitu Fir'aun.

 

3)        Merasa paling tinggi

4)        Menindas rakyatnya.

5)        Itu yang dilarang.

 

Versi Qur’an pemimpin yang baik

Pemimpin yang baik itu:

 

1)        Adil

2)        Tidak sombong

3)        Mendengar rakyat

 

4)        Tidak pilih kasih

5)        Takut kepada Allah

 

Contohnya

1)        Nabi Sulaiman dan Nabi Daud.

2)        Yang memimpin dengan adil.

 

Kesimpulan siswa

 

1)        Salah

Jika menilai orang karena sukunya.

 

2)        Yang benar:

Melihat sikap dan keadilannya.

 

3)        Pemimpin sombong dan tak adil.

4)        Tak sesuai Qur’an

5)        Meskipun suku mana pun.

Cara beri nasihat Presiden

Prinsip dasar di Al-Qur’an

 

1.        Dengan sopan dan lembut

 

1)        Allah perintahkan Nabi Musa dan Harun.

2)        Berbicara lembut kepada Fir'aun

3)         (QS. Thaha: 44).

 

4)        Padahal Fir’aun sangat zalim.

5)        Artinya: kepada pemimpin pun harus santun.

 

2.        Tak menghina atau tak mencaci

 

1)        Qur’an melarang berkata kasar dan merendahkan orang lain.

 

3.        Bertujuan memperbaiki, bukan menjatuhkan

 

4.        Niatnya karena ingin kebaikan bersama.

 

Cara menasihati presiden

(versi pelajar)

 

1)        Gunakan bahasa sopan dan hormat

2)        Sampaikan lewat jalur yang benar.

 

3)        Surat resmi, aspirasi, forum diskusi, perwakilan rakyat

 

4)        Berikan kritik disertai Solusi

 

5)        Tak menyebar kebencian atau fitnah

 

6)        Doakan agar pemimpin diberi petunjuk

 

 

Contoh kalimat sederhana

 

1)        “Pak Presiden, kami berharap kebijakan ini bisa lebih memperhatikan rakyat kecil.

 

2)        Semoga Bapak diberi kebijaksanaan dalam memimpin.”

 

 

3)        Itu lebih baik daripada menghina atau memaki.

 

Kesimpulan

Versi Qur’an:

 

1)        Boleh menasihati pemimpin.

2)        Harus dengan adab.

 

3)        Sopan, jujur, tidak kasar.

4)        Tujuannya memperbaiki.

5)        Bukan membuat kerusuhan.

 

 

Sumber

1)        Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)        ChatGPT.

 

3)        Copilot.

4)        Cici.

 

5)        Claude.

6)        Grok.

7)        Meta AI

 

 

 

0 comments:

Post a Comment