KONTRADIKSI
AYAT PERANG DAN TAK PAKSA AGAMA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
Kritik
kontradiksi:
1)
Ayat perang.
2)
Tak paksa agama.
1.
“Tak ada paksaan dalam agama” vs ayat
perang
QS. Al-Baqarah (2:256)
لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ
يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ
الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Tidak ada paksaan untuk
(masuk) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan benar daripada jalan sesat. Karena itu
barangsiapa ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya
ia telah berpegang kepada buhul tali amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
2.
“Bunuh mereka di mana saja kamu
jumpai”
QS. Al-Baqarah (2:190-192)
وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ
إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
190. Dan perangi di
jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) jangan kamu melampaui
batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui
batas.
وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ
ۚ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ
الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ ۖ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ
فَاقْتُلُوهُمْ ۗ كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ
191. Dan bunuh mereka di
mana saja kamu jumpai mereka, dan usir mereka dari tempat mereka telah mengusir
kamu (Mekah); dan fitnah lebih besar bahayanya daripada pembunuhan, dan jangan
kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di
tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuh mereka.
Demikan balasan bagi orang-orang kafir.
فَإِنِ انْتَهَوْا فَإِنَّ اللَّهَ
غَفُورٌ رَحِيمٌ
192. Kemudian jika
mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.
Serangan:
1)
Qur’an ajarkan kekerasan pada non-Muslim.
Jawaban:
a.
Ayat ini turun dalam konteks perang.
b.
Asbābun Nuzūl (sebab turun):
c.
Umat lslam diusir, disiksa, dan
diserang lebih dulu.
Ayat 190 dan 192 tegaskan:
a.
Jangan melewati batas (2:190).
b.
Jika musuh berhenti, maka Allah Maha
Pengampun.” (2:192)
Intinya:
1)
Bukan perintah membunuh semua orang.
2)
Tapi izin membela diri
3)
Pada saat diserang.
4)
Sama seperti hukum perang modern.
Serangan:
1)
Ayat Qur’an kontradiksi.
2)
Ada ayat bebas beragama.
3)
Tapi ayat lain perang.
Jawaban:
Ayat bebas agama
1)
2:256 adalah prinsip universal
2)
Yaitu iman harus sukarela.
Ayat perang.
1)
Konteks konflik bersenjata.
2)
Bukan dakwah.
Islam membedakan
1)
Soal iman (keyakinan)
2)
Konflik politik/militer.
Intinya:
1)
Tak ada pemaksaan iman.
2)
Keyakinan tak boleh dipakasa.
3)
Tapi negara berhak membela diri.
4)
Jika diserang musuh.
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AI

0 comments:
Post a Comment