Thursday, February 26, 2026

55045. ALGORITMA MEDSOS SEMPITKAN PIKIRAN

 


ALGORITMA MEDIA SOSIAL MENYIUTKAN PIKIRAN

Oleh: Drs HM Yusron Hadi, MM

 

 

 

1️ Apa itu algoritma media sosial?

 

1)        Algoritma media social

 

2)        Seperti di TikTok, Instagram, atau Facebook

 

3)        Yaitu sistem yang:

 

a.        Mencatat apa yang sering kamu tonton

b.        Mengukur apa yang kamu sukai

 

c.        Menampilkan lagi hal yang mirip

d.        Menghilangkan hal yang berbeda

 

4)        Tujuannya:

Membuat kamu betah dan terus menonton.

 

5)        Masalahnya?

Lama-lama kamu hanya melihat satu jenis sudut pandang saja.

 

6)        Itu disebut echo chamber (ruang gema).

 

 

2️ Kenapa bisa “menyempitkan pikiran”?

 

Karena:

 

1)        Kamu hanya melihat pendapat yang sama denganmu

 

2)        Jarang melihat sudut pandang berbeda

3)        Emosi lebih sering dimainkan daripada logika

 

4)        Informasi cepat, tapi dangkal

 

Akhirnya:

 

1)        Orang merasa paling benar.

2)        Sulit menerima kritik,

3)        Malas berpikir mendalam.

 

3️ Versi Al-Qur’an:

Bahaya Mengikuti Tanpa Berpikir

 

Al-Qur’an sudah ingatkan fenomena ini sejak dulu.

 

A. Jangan ikut-ikutan tanpa ilmu

QS Al-Isra (17:36)

 

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

 

Dan jangan kamu mengikuti apa yang kamu tidak punya pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua akan diminta tanggung jawab.

 

Catatan.

 

1)        Tak ikut-ikutan, tanpa tahu benarnya.

2)        Tak sebarkan berita, tanpa memastikan dulu.

 

3)        Tak berpendapat soal agama, tanpa dasar ilmu.

4)        Semua yang kita dengar, lihat, dan Yakini.

5)        Akan diminta tanggung jawab oleh Allah.

 

6)        Maknanya dalam kehidupan:

 

a.        Tak mudah percaya hoaks.

b.        Tak fanatik buta.

 

c.        Tak berbicara soal halal-haram tanpa dalil.

 

d.        Gunakan akal, hati, dan ilmu sebelum bertindak.

 

7)        Ayat ini bukti.

 

a.        Islam dorong berpikir kritis dan tanggung jawab.

 

b.        Tak ikut-ikutan tanpa dasar.

“Jangan kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak punya ilmu tentangnya…”

 

Artinya:

 

1)        Jangan percaya atau sebarkan sesuatu.

2)        Hanya karena sering muncul di beranda.

 

B. Kebanyakan manusia bisa menyesatkan

 

QS Al-An’am (6:116)

 

وَإِنْ تُطِعْ أَكْثَرَ مَنْ فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

 

Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanya mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanya berdusta (terhadap Allah).

 

Catatan.

1)        “Jika kamu mengikuti kebanyakan manusia di bumi, mereka akan menyesatkanmu…”

 

2)        Media sosial itu mengikuti “yang banyak ditonton”.

 

3)        Tapi Qur’an ingatkan: yang banyak belum tentu benar.

 

C. Gunakan akal

 

Berkali-kali Qur’an bertanya:

 

1)        “Afala ta’qilun?”

2)        (Tidakkah kalian berpikir?)

 

Banyak ayat, seperti:

1)        Al-Baqarah 44

2)        Yasin 68

 

a.        Islam mendorong berpikir kritis.

b.        Bukan berpikir otomatis.

 

Solusi Qur’an Agar Tidak Sempit Pikiran

 

1)        Tabayyun (verifikasi informasi)

QS Al-Hujurat 6

 

2)        Dengar semua pendapat, tapi ambil yang terbaik

QS Az-Zumar 18

 

3)        Jangan sombong merasa paling benar
QS Luqman 18

 

4)        Luaskan wawasan dengan membaca dan merenung

 

Wahyu pertama: Iqra (Bacalah)

 

Kesimpulan

 

1)        Algoritma media social.

2)        Bisa menyempitkan pikiran

 

3)        Karena:

 

a.        Hanya memberi apa yang kita suka

b.        Jarang menantang cara berpikir kita

 

4)        Tapi Qur’an:

 

a.        Mendorong berpikir

b.        Mengajak refleksi

 

c.        Melarang ikut-ikutan

d.        Memerintahkan verifikasi

 

5)        Jadi kalau tidak hati-hati.

6)        Algoritma bisa membentuk pola pikir sempit.

 

7)        Tapi kalau pakai prinsip Qur’an.

8)        Kita bisa tetap kritis dan luas wawasan.

 

Sumber

 

1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2) Tafsirq.com

3) ChatGPT

 

 

0 comments:

Post a Comment